• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-Jenis Tes Bakat

Dalam dokumen PEMAHAMAN INDIVIDU: TEKNIK TES (Halaman 87-104)

Bab VIII MEMAHAMI BAKAT INDIVIDU

B. Jenis-Jenis Tes Bakat

Tes bakat yang sudah dikenal dan digunakan untuk mengukur bakat seseorang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Differential Aptitude Test ( DAT )

Tes DAT dimaksudkan untuk mengukur bakat individu. DAT diharapkan dapat mengungkap aspek bakat yaitu : (a Verbal reasoning), (b) Numerical ability, (c) Abstract reasoning, (d) Space relation, (e) Mechanical reasoning, (f) Clerical speed and acurary, (g) Language usage: Spelling and Grammer, dan (h) Scholastic Aptitude (The Psychology Corporation, Your Aptitudes as Measured by Defferential Aptitude Test sebagaimana dikutip Sukardi, 1984).

Subtes DAT secara berturut-turut adalah sebagai berikut:

1.1. Verbal Reasoning (penalaran Verbal)

Subtes penalaran dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan seseorang seseorang dalam memahami ide-ide yang diekspresikan secara verbal dan kemampuan berpikir dan atau menalar dengan kata-kata. Penalaran verbal merupakan kemampuan penting dalam semua bentuk kegiatan akademis dan non akademis, terutama bagi siswa sekolah menengah. Penalaran verbal dapat menjadi suatu prediktor yang baik terhadap penentuan keberhasilan

seseorang dalam melakukan kegiatan akademik di sekolah.

1.2. Numerical Ability (Kemampuan Angka)

Subtes kemampuan angka dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka dan kemampuan berpikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. Kemampuan angka berperan terhadap keberhasilan seseorang dalam bidang yang berkait dengan angka, seperti matematika, fisika, dan kimia.

Skor yang tinggi pada subtes kemampuan angka dapat menjadi prediktor keberhasilan belajar di sekolah. Hasil tes juga dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan keberhasilan pada bidang yang berkenaan dengan angka dan logika matematika, karena kemampuan angka menjadi dasar bagi kemampuan penalaran.

1.3. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak)

Subtes penalaran abstrak dapat mengungkap kemampuan seseorang dalam memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata dan atau angka-angka. Dengan menggunakan berbagai bentuk diagram, tes penalaran abstrak mengukur bagaimana seseorang dapat mengadakan penalaran dengan mudah serta jelas apabila masalah-masalah yang diajukan berupa ukuran-ukuran atau potongan potongan serta posisi, jumlah, bentuk-bentuk non verbal dan non angka lainnya.

1.4. Space Relation (Hubungan Keruangan).

Subtes space relation dapat mengungkap kemampuan seseorang dalam membayangkan dan membentuk gambar-gambar dari objek-objek hanya melihat rencana di atas kertas rata, serta bagaimana seseorang dapat berpikir dalam tiga dimensi.

Seseorang yang memiliki skor tinggi dalam tes space ralation akan melihat rencana-rencana suatu rumah atau jembatan sebagai rumah atau jembatan yang sudah

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

selesai, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan space relation rendah, rencana-rencana rumah dari arsitektur atau dari rencana mesin seorang insinyur dan rencana lainnya mungkin tidak tampak apa-apa baginya kecuali sebagai suatu gambar datar.

Individu dan atau Siswa yang memiliki skor tinggi pada subtes ini memiliki kecenderungan yang baik untuk bekerja pada lapangan pekerjaan seperti: arsitektur, konstruksi bangunan, perancang mode, dan sebagainya.

1.5. Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis)

Melalui subtes ini dapat diungkap bagaimana kemampuan seseorang menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihat kejadian sehari-hari, serta pemahaman sesorang terhadap hukum-hukum yang mendasari alat-alat, mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sedehana.

Siswa yang memiliki skor tinggi pada subtes ini memiliki kecenderungan yang baik untuk menemukan bagaimana bekerjanya sesuatu, misal: mempelajari bagaimana mengoperasikan, mengkonstruksikan, atau memperbaiki perlengkapan yang rumit.

1.6. Clerical Speed and Acuracy (Ketepatan dan Keteitian Klerikal)

Subtes ini dimaksudkan untuk mengukur kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. Subtes ini menuntut kecepatan kerja. Walaupun subtes Clerical Speed and Acuracy dapat mempredik kemampuan yang bermanfaat dalam berbagai pekerjaan, tetapi sebenarnya tidak diperlukan pada hampir semua bidang studi di sekolah menengah. Tugas-tugas yang dibebankan kepada para siswa di sekolah lebih mengutamakan pekerjaan yang benar dibandingkan dengan mengerjakan pekerjaan secara cepat.

Kecepatan dan ketelitian klerikal diperlukan pada pekerjaan yang berhubungan dengan antara lain: pemegang dokumen, pesanan, pengkodean, pengkalsifikasian, pengoreksian cetakan, serta pemeliharaan alat.

1.7. Language Usage: Spelling and Grammer (Penggunaan Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa)

Subtes language usage terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat untuk mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. Tes mengeja dapat mengukur kemampuan seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). Tes tata bahasa dapat mengukur kemampuan seseorang untuk dapat memahami kesalahan-kesalahan tata bahasa, tanda baca, dan penggunaan kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. Hasil tes ini dapat dipergunakan untuk mempredik keberhasilan seseorang dalam kemampuan bahasa, skor tinggi dapat menggambarkan kemampuan yang baik dalam hal bahasa.

1.8. Scholastic Aptitude (Bakat skolastik)

Bakat skolastik merupakan kombinasi dari penalaran verbal dan kemampuan angka. Sub tes ini dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan skolastik seseorang dan merupakan suatu estimasi yang baik tentang bakat skolastik yaitu suatu kemampuan menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan memasuki perguruan tinggi dan keberhasilan studi di perguruan tinggi. Seseorang yang memperoleh skor pada persentil 75 atau lebih dapat diprediksi bahwa yang bersangkutan memiliki kecenderungan untuk berhasil studi di perguruan tinggi. DAT dapat diberikan kepada responden hanya satu seri atau hanya sebagian saja, sesuai dengan tujuan dan aspek apa yang akan diukur. DAT dapat digunakan untuk pendidikan atau untuk pemilihan pekerjaan. Pada saat ini baru 5 tes yang digunakan

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

setelah melalui proses menerjemahkan petunjuk/instruksinya ke dalam bahasa Indonesia, yaitu :

1.1. Numerical Ability - Tes Berhitung (A5) 1.2. Abstract Reasoning -  Tes Penalaran (A3) 1.3. Space Relation – Tes Pola (C5)

1.4. Mechanical Reasoning – Tes Pengertian Mekanik (C4) 1.5. Clerical Speed and Accuracy – Tes Cepat Teliti (D4)

1.1. Tes Berhitung

Tet berhitung berasal dari tes Numerical Ability Form A. Bentuk ini antara lain berupa buku cetakan, berukuran setengah folio. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Jumlah soal = 40 butir, lembar jawaban terpisah.

Aspek yang diukur melalui tes berhitung adalah kemampuan berfikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik, misalnya penjumlahan yang sederhana. Sehingga tes ini disebut arithmetic compulation bukan arithmetic reasoning.

Tes berhitung dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini adalah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit.Tes ini digunakan untuk melakukan prediksi dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.

1.2. Tes Penalaran

Tes penalaran memiliki nama asli : Abstract Reasoning dan di Indonesia dikenal dengan Tes Penalaran (A3). Bentuk test berupa buku cetakan. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Soal berjumlah = 50 butir dan lembar jawaban terpisah.

Aspek yang diukur adalah kemampuan penalaran individu yang bersifat “non – verbal”, yaitu meliputi kemampuan individu untuk dapat memahami adanya hubungan yang logis dari figur – figur  abstrak atau prinsip – prinsip “non – verbal designs”. Abstrak Reasoning bersama

– sama dengan Verbal Reasoning dan Numerical mengukur General Intelligence.

Pelaksanaan tes dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Waktu untuk mengerjakan tes ini adalah 25 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit. Tes ini dapat digunakan dilingkungan sekolah, perusahaan, dan kegiatan sosial lainnya. Tes ini relevan untuk pelajaran atau  pekerjaan dan atau profesi yang memerlukan persepsi hubungan antar benda – benda.

1.3. Tes Pola

Tes pola berasal dari Space Realtion dan di Indonesia dikenal dengan nama Tes Pola (B3). Tes berbentuk buku cetakan, berukuran setengah folio. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Jumlah soal = 40 butir, lembar jawaban terpisah. Disamping itu ada juga edisi tahun 1991. Butir soal berjumlah 60 dengan nama Tes Ruang Bidang (C5).

Aspek yang diukur melalui tes Pola atau Space Relations adalah kemampuan mengenal barang – barang kongkrit melalui proses penglihatan khususnya mengenl barang secara tiga dimensi. Butir – butir soal dibuat agar testee dapat mengkonstruksikan barang dengan pola yang tersedia secara tepat. Jadi subjek/testee harus dapat memanipulasi secara mental, mempunyai kreasi terhadap sesuatu Struktur barang tertentu dengan perencanaan yang baik.

Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes pola edisi tahun 1952 ini adalah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit.

Secara khusus tes pola dapat untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan seseorang mengenal ruang tiga dimensi,  baik untuk bidang studi maupun untuk pekerjaan. Kemampuan ini diperlukan sekali dalam bidang – bidang perencanan desain pakaian, arsitektur, seni, dekorasi, atau bidang – bidang lain yang membutuhkan pengamatan tiga

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

dimensi. Prediksi paling baik untuk engineering, mechanical design, dan plane geometri.

1.4. Tes Pengertian Mekanik

Nama asli tes ini adalah    Mechanical Reasoning dan di Indonesia dikenal dengan nama Tes Pengertian Mekanik (C4). Tes berbentuk buku cetakan. Pada halaman depan tertulis petunjuk mengerjakannya. Soal berjumlah 68 butir dan lembar jawaban terpisah. Tes Pengertian Mekanik  ini merupakan bentuk baru dari Mechanical Comprehensive. Aspek yang diukur adalah daya penalaran di bidang kerja mekanis dan prinsip fisika, yang merupakan salah satu faktor inteligensi dalam arti luas.

Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes pola edisi tahun 1952 ini adalah  30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit.

Tes ini mengukur kemampuan khusus dalam bidang kemampuan mekanik. Dengan mengetahui kemampuan ini maka dapat ditentukan jurusan studi maupun untuk memilih pekerjaan.  Bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan ini antara lain ialah : Tukang kayu, ahli mesin, pemeliharaan mesin, perakit (assembler).

1.5. Tes Cepat dan Teliti

Tes cepat dan teliti berasal dari test Clerical Speed and Accuracy dan Tes ini kemudian dikenal dengan nama: Cepat dan Teliti (D4). Bentuk tes berupa buku cetakan dalam ukuran kuarto. Terdiri dari satu halaman petunjuk pada halaman pertama. Dua halaman soal bagian I dan 2 halaman soal bagian II. Masing – masing bagian terdiri dari 100 butir soal.  Lembar jawaban terpisah dari buku soal.

Tes ini dimaksudkan untuk mengukur respon subjek terhadap tugas – tugas atau pekerjaan yang menyangkut kecepatan persepsi (dari stimulus yang bersifat sederhana), kecepatan respon terhadap kombinasi huruf dan angka,

ingatan yang sifatnya tidak lama (momentary relation).  Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal, sedangkan waktu untuk mengerjakan tes ini ialah 5 menit untuk bagian I dan 3 menit untuk bagian II. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit. Karena tes ini merupakan tes kecepatan maka sebelum testee mengerjakan tes, tester harus yakin bahwa testee telah tahu apa yang harus dikerjakan.

Tes ini dapat digunakan untuk keperluan konseling sekolah (siswa yang mendapatkan skor rendah dalam tes ini kemungkinan mengalami kesulitan dalam kecepatan dan presisi misalnya) atau untuk seleksi para pelamar pekerjan tertentu. Karena tes ini dapat  meramalkan produktivitas seseorang dalam mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rutin yang melibatkan masalah persepsi dan pemberian tanda – tanda maka yang terutama tes ini dibutuhkan untuk pekerjan – pekerjaan “clerical”. Misalnya “Filing, Coding, Stock Room Work.”

2. General Aptitude Test Battrey ( GATB )

Tes ini diciptakan oleh Charles E. Odell, yang digunakan pada konseling pekerjaan di States Employment Service Office.

Aptitude yang diungkap GATB adalah :

a. Aptitude G : Inteligensi

Merupakan tes kemampuan belajar secara umum, yaitu    kemampuan  untuk menangkap dan mengerti prinsip-prinsip, menalar dan membuat keputusan.

b. Aptitude V : Verbal Aptitude

Merupakan tes untuk mengerti arti beberapa kata dan mempergunakannya secara efektif, serta untuk mengerti bahasa secara komprehensif, mengerti hubungan antar kata dan mengerti arti keseluruhan paragraph dan kalimat. 

c. Aptitude N : Nuemerical Aptitide

angka-Bab VIII — Memahami Bakat Individu

angka secara cepat dan tepat.

d. Aptitude S : Spatial

Merupakan kemampuan berpikir secara visual pada bentuk geometris dan untuk menangkap objek 3 dimensi, serta mengingat hubungan dari gerakan objek dalam satu ruang.

e. Aptitude P : Form perception

Merupakan kemampuan untuk melihat bagian-bagian dari suatu gambar, benda, dan grafik. Membuat perbandingan dan pembedaan secara visual dan melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau bayangan.

f. Aptitude Q : Clerical perception

Merupakan kemampuan untuk mengungkap obyek-obyek angka dan huruf, serta kemampuan persepsi terhadap komputasi secara sepintas.

g. Aptitude K : Motor coordinate

Merupakan kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan organ mata, jari-jari secara terampil dan teliti pada gerakan yang cepat dan tepat.

h. Aptitude F : Finger dexterity

kemampuan gerakan jari jemari: memanipulasi obyek-obyek kecil dengan jari jemari secara cepat dan teliti.

i. Aptitude M : Manual dexterity

Merupakan kemampuan untuk menggerakkan tangan dengan mudah  dan terampil. Kemampuan untuk bekerja dengan tangan dalam menempatkan dan memindahkan sesuatu.

Jenis – Jenis dari tes GATB, yaitu sebagai berikut :

3. Flanagan Aptitude Clasification ( FACT )

Tes ini disusun oleh J.C. Flanagan, seorang profesor psikologi pada universitas Pittsburgh dan direktur American Institute for Reaseach. Tes ini dibuat sebagai usaha untuk mendapatkan suatu system klasifikasi baku dalam penetuan bakat dan kemampuan

dasar seseorang pada tugas-tugas tertentu.

Tes disusun sebagai usaha untuk mendapatkan suatu system klasifikasi baku dalam penetuan bakat dan kemampuan dasar seseorang pada tugas-tugas tertentu. Test terdiri 14 sub test, yaitu: (1) Inspection, (2) Coding, (3) Memory, (4) Precisison, (5) Assembly,  (6) Scales, (7) Coordination, (8) Judgemen and Comprehension,   (9) Arithmatic,  (10) Patterns, (11) Components,  (12) Tables, (13) Mechanics,  (14) Expression.

Test FACT di Indonesia dikenal antara lain:

1). Tes Inspection (Inspeksi)

Tes ini mengukur kemampuan untuk secara cepat dan akurat melihat kekurangan – kekurangan atau titik – titik robek pada gambar – gambar objek atau serangkaian artikel. Jadi tes inpeksi ini untuk mengetes ketajaman persepsi detail, sehingga tesnya dapat disebut juga tes persepsi detail. Kemampuan ini dibutuhkan dalam memeriksa hasil – hasil pabrik yang hampir selesai atau sudah selesai.

2). Tes kode dan ingatan

Tes berasal dari Coding, merupakan sub tes kedua dari FACT, Memory, merupakan sub tes ketiga dari FACT. Bentuk yang tersedia adalah kertas dengan bahan tercetak. Tersedia lembar jawaban. Aspek yang diukur: (1) Kode (atau Sandi) : Kecepatan dan kecermatan menyandi informasi kantor dan Ingatan yaitu keberhasilan mempelajari dan mengingat sandi – sandi dalam FACT 2 yaitu kemampuan menghafalkan bahan – bahan tercetak.

Tes dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Waktu penyajian untuk tes Sandi : Petunjuk - 20 menit. Pengerjaan – 10 menit. Waktu Total – 30 menit. Waktur untuk test Ingatan : Petunjuk – 1 menit. Pengerjaan – 4 menit. Waktu Total – 5 menit.

FACT, dalam konseling pekerjaan sebagai alat bantu guna memprediksi keberhasilan kerja berdasarkan kemampuan khusus (aptitude) dan sebagai petunjuk dalam

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

perencanaan program pelajaran sekolah yang cocok. Tes ini dapat digunakan dalam seleksi dan penempatan karyawan.

3). Tes Precision (Presisi, Ketepatan)

Tes ini mengukur kecepatan dan keakuratan dalam gerakan – gerakan jari secara melingkar dengan satu tangan dan dengan kedua tangan, kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam kecepatan bekerja dengan objek – objek kecil.

4). Tes merakit objek

Tes merakit objek berasal dari Assembly, sub tes ke 5 dari FACT dan di Indonesia kemudian dikenal dengan Tes Merakit Objek, dengan kode C1. Tes yang tersedia berbentuk buku cetakan yang mengandung 20 soal termasuk contoh mengerjakan. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan. Test Merakit Objek mengukur kemampuan untuk mengenal, mengetahui dan membayangkan bentuk suatu objek yang disusun dari bagian – bagian tertentu yang terpisah.

Tes merakit objek dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal. Dalam hal testing secara klasikal maka harus diusahakan setiap orang tester menangani maksimal 25 testee. Waktu yang tersedia secara keseluruhan sekitar 18 menit. Perincian : untuk memberi petunjuk : 6 menit, untuk mengerjakan bagian I : 6 menit, untuk mengerjakan bagian II : 6 menit.

Bersama dengan sub tes yang lain dari FACT , Tes Merakit Objek ini berguna untuk memprediksi mengenai bakat dan kemampuan seseorang untuk meramalkan keberhasilan kerja pada berbagai bidang tugas. 

5). Tes skala dan grafik

Nama Asli test ini adalah Scale, merupkan sub test dari FACT. Tes Skala dan Grafik disebut juga dengan kode : C8. Test berbentuk buku cetakan, edisi pertama tahun 1973 dan cetakan kedua tahun 1982. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan.

Tes Skala dan Grafik ini mengukur kecepatan dan ketepatan dalam membaca skala, grafik dan peta. Contoh yang diambil untuk menyusun tes ini berupa bentuk – bentuk yang biasa terdapat pada bidang permesinan dan bidang teknik pada umumnya.

Menurut Flanagan, Tes Skala dan Grafik ini diperlukan untuk dapat melihat “Critical Fact Elements bagi :

1. Biological Scientist 2. Mathematician 3. Chemist 4. Nurse

5. Clerk 6. Physician 7. Draftsman 8. Physicist 9. Engineer       10. Pilot Airplane

Tes ini biasa disajikan baik secara individual maupun secara klasikal. Untuk dapat menjaga ketertiban penyelenggaraan tes secara klasikal, dibutuhkan seorang pembantu pengawas untuk setiap 25 testee. Pembantu pengawas bertugas membagikan dan mengumpulkan kembali tes dan jawabannya dan menjaga agar jangan sampai testee mulai lebih dahulu dari yang lain, atau bila ada tes yang lain baik yang sudah atau yang belum diinstruksikan. Waktu yang dibutuhkan untuk penyajian tes Skala dan Grafik yang terdiri dari tiga bagian ini, sebagai berikut: Kadang – kadang petunjuk sukar untuk dapat dipastikan batas waktunya karena kemungkinan timbulnya pertanyaan dari testee untuk meminta penjelasan. Sedang batas waktu pengerjaan soal latihan dan pengerjaan soal tes memang harus sesuai dengan apa yang sudah ditentukan.

Penggunaan tes ini ditujukan untuk dapat menentukan atau mengukur bakat atau kemampuan membaca skala, grafik dan peta. Pada umumnya tes Skala dan Grafik digunakan sebagai salah satu komponen dari suatu batere tes untuk mendeteksi bakat seseorang. 

Skor seseorang untuk tes Skala dan Grafik diperoleh dengan cara mengurangi jawaban betul dengan jawaban salah. Skor maksimal adalah 120. Skor yang diperoleh

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

kemudian dikonversikan ke dalam nilai stanine. Dari skor – skor stanine untuk masing – masing komponen tes suatu batere akan diperoleh suatu jawaban skor stanine itu ke dalam skor stanine okuposional. Nilai inilah yang diinterpretasikan apakah seseorang berbakat dalam bidang keahlian tertentu atau tidak. Jadi sebetulnya nilai atau skor tes Skala dan Grafik ini baru bisa digunakan apabila dikombinasikan dengan tes lain yang akan merupakan suatu batere tes yang cocok untuk melihat bakat dalam bidang keahlian tertentu seperti yang dikemukakan oleh Flanagan. Inipun memerlukan suatu norma untuk dapat menentukan apakah suatu skor final termasuk sangat tinggi, tinggi, sedang, kurang, atau sangat kurang bagi suatu keahlian bagain tertentu.

6). Coordination (Koordinasi)

Tes ini mengukur kemampuan untuk menkoordinasikan gerakan – gerakan lengan dan tangan (hand – and – arm coordination).

7). Test pemahaman

Nama Asli :  Judgment and Comprehension, merupakan sub tes ke 8 dari FACT Scale, merupkan sub tes dari tes batere FACT. Test ini kemudian dikenal dengan nama Tes Pemahaman, dengan kode lain A1.

Buku test cetakan I tahun 1973 terdiri dari soal 40 soal yang harus dikerjakan subjek. Pada buku ini soal nomor 1 dan nomor 2 telah ditunjukkan kunci jawabannya.  Lembar jawaban yang telah tercetak kunci nomor 1 dan 2. Cetakan II tahun 1982 Sebuah buku di dalamnya tercetak 40 soal yang harus diselesaikan. Pada cetakan yang baru ini soal nomor 1 dan 2 tidak ditunjukkan kunci jawabannyat. Tes yang tersedia berbentuk buku cetakan, edisi pertama tahun 1973 dan cetakan kedua tahun 1982. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan.

Tes ini mengukur kemampuan membaca dan memahami untuk melihat alasan yang logis serta mengambil keputusan

dengan menangkap makna dari suatu situasi yang praktis. Tes ini dapat disajikan secara individual maupun kelompok. Waktu penyajian secara keseluruhan 40 menit. Perincian : waktu untuk pemberian petunjuk 5 menit, waktu untuk mengerjakan soal 35 menit. Bersama dengan sub tes yang lain maka alat ini berguna untuk memprediksi keberhasilan seseorang di dalam pekerjaannya berdasarkan bakat yang dimilikinya. 

8). Arithmatic (Aritmetik, berhitung)

Tes ini mengukur profisiensi atau kecakapan dalam 4 hal proses berhitung dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian (+, -, x, :). Kemampuan ini amat penting bagi juru bayar toko.

9). Tes mengutip

Nama Asli : Patern, batere ke 10 FACT. Nama Indonesia : Tes Mengutip (B4). Terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I dengan 18 macam pola dan bagian II dengan 12 macam pola. Bagian I dan II memuat pola – pola yang taraf kesulitannya semakin meningkat sebab semakin banyak aspek – aspek mentalitas yang akan diperlukan testee dalam menyelesaikan tugas tersebut. Di samping memuat dua bagian pola yang akan ditiru oleh testee juga pada halaman pertanyaan dijumpai beberapa petunjuk mengerjakannya.

Tes ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memproduksi outline dari pola – pola yang sederhana dengan cara tepat akurat. Tes dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Masing – masing individu dalam klasikal diberikan sebuah buku tes dan sebelum mengerjakannya terlebih dahulu mendapatkan penjelasan yang secukupnya dari penyelenggara/pelaksana. Waktu mengerjakannya selama 20 menit, yaitu 10 menit untuk mengerjakan bagian I, dan 10 menit untuk mengerjakan bagian II.

Bab VIII — Memahami Bakat Individu

bidang merancang design, arsitek, perancang mode, bidang periklanan, kemudian dalam dunia media massa baik media cetak maupun media elektronik. Disamping itu juga untuk

Dalam dokumen PEMAHAMAN INDIVIDU: TEKNIK TES (Halaman 87-104)

Dokumen terkait