• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PARADIGMA ZAKAT DAN PAJAK

C. Jenis-Jenis Zakat

دَمْحَأ ُهاَوَر

Artinya: “Dari Amar Ibnu Syu`aib dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Zakat kaum muslimin diambil di tempat-tempat sumber air mereka." Riwayat Ahmad.19

C. Jenis-jenis Zakat

Secara umum zakat terbagi menjadi dua macam, yaitu zakat jiwa (nafs) zakat fitrah dan zakat harta atau zakat maal.

1. Zakat Nafs/ Zakat Fitrah

Pengertian fitrah ialah ciptaan, sifat asal, bakat, perasaan keagamaan, dan perangai. Sedangkan zakat fitrah adalah zakat yang berfungsi mengembalikan manusia muslim kepada fitrahnya, dengan menyucikan jiwa mereka dari kotoran-kotoran (dosa-dosa) yang disebabkan oleh pengaruh pergaulan dan sebagainnya sehingga manusia itu menyimpang dari fitrahnya20. Objek yang dijadikan zakat fitrah adalah bahan makanan pokok di daerah orang yang mengeluarkan zakat

18

A. Hasan, Tarjamah Bulughul-Maram Ibnu Hajar al-‘Asqalani(Bandung: Diponegoro, 2006), hlm.265.

19 Ibid, hlm.268.

20 Eri Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Jakarta: PT Grasindo, 2006), hlm. 21.

20

fitrah, seperti beras, jagung, tepung sagu dan sebagainnya. Menurut ulama Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang tunai senilai dengan nilai jual bahan pokok makanan sebanyak satu Sha’(2,5 kg / 3,5 liter), jika maslahat orang-orang fakir mengharuskan dikeluarkan zakat untuk mereka dalam bentuk uang.

Zakat ini wajib dikeluarkan di bulan Ramadan sebelum salat ‘Id, sedangkan bagi orang yang mengeluarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannua salat ‘Id maka apa yang dikeluarkannya itu bukanlah termasuk zakat fitrah tetapi merupakan sedekah biasa21, hal ini sesuai dengan hadist Nabi SAW;

هيلع للها ىلص ِهَّللَا ُلوُسَر َضَرَ ف ( :َلاَق اَمُهْ نَع ُهَّللَا َيِضَر ٍساَّبَع ِنْبِا ِنَعَو

ْنَمَف ,ِنيِكاَسَمْلِل ًةَمْعُطَو , ِثَفَّرلاَو ,ِوْغَّللَا َنِم ِمِئاَّصلِل ًةَرْهُط ;ِرْطِفْلَا َةاَكَز ملسو

ُبْقَم ٌةاَكَز َيِهَف ِة َلََّصلَا َلْبَ ق اَهاَّدَأ

َنِم ٌةَقَدَص َيِهَف ِة َلََّصلَا َدْعَ ب اَهاَّدَأ ْنَمَو ,ٌةَلو

) . ِتاَقَدَّصلَا

ْهَجاَم ُنْباَو ,َدُواَد وُبَأ ُهاَوَر

Artinya:“Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barang siapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa”. (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah)22.

21 Ibid, hlm. 22.

22 A. Hasan, Tarjamah Bulughul-Maram Ibnu Hajar al-‘Asqalani(Bandung: Diponegoro, 2006), hlm.277-278.

21

Melewatkan pembayaran zakat fitrah sampai selesai salat hari raya hukumnya makhruh karena tujuan utamanya membahagiakan orang-orang miskin pada hari raya, dengan demikian apabila dilewatkan pembayarannya hilanglah separuh kebahagiaannya pada hari itu

Menurut Yusuf Qardawi ada dua hikmah zakat fitrah, yaitu sebagai berikut.

a. Membersihkan kotoran selama menjalankan puasa, karena selama menjalankan puasa seringkali orang terjerumus pada perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya serta melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah.

b. Menumbuhkan rasa kecintaan kepada orang miskin dan orang yang membutuhkan. Dengan member zakat fitrah kepada orang-orang miskin dan orang-orang-orang-orang yang membutuhkan akan membawa mereka kepada kebutuhan dan kegembiraan, bersuka cita pada hari raya23.

2. Zakat Harta/ Zakat Maal

Zakat maal ialah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh seorang atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Maal menurut bahasa ialah segala sesuatu yang diingkan sekali oleh manusia untuk menyimpan dan memilikinya, sedangkan maal

23 Eri Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Jakarta: PT Grasindo, 2006), hlm. 22-23.

22

menurut hukum Islam adalah segala yang dapat dipunyai (kuasai) dan dapat digunakan (manfaatkan) menurut kebiasaannya.

Jenis-jenis harta/ maal yang wajib dizakatkan yaitu:

1. Emas, perak dan uang (simpanan)

Zakat emas, perak dan uang simpanan atau deposito dikeluarkan zakatnya jika sudah mencapai satu tahun (haul) dan mencapai nisabnya (hitungan), nisab emas yaitu 20 dinar yang setara dengan 85 gr emas murni dan zakatnya adalah 2,5%. Nisab perak yaitu 200 dirham atau setara 595gr perak24 dan zakatnya 2,5%. Nisab uang simpanan yaitu setara dengan nisab emas dan zakat yang harus dikeuarkan 2,5%25.

2. Barang yang diperdagangkan/harta perniagaan

Barang perniagaan atau barang yang diperdagangkan dikenakan kewajiban zakat jika sudah mencapai nisab dan haul, nisabnya diqiyaskan dengan zakat emas dan zakatnya 2,5%26.

3. Hasil pertanian

Zakat pertanitian wajib dikeluarkan setelah selesai panen dengan nisab hasil pertanian 5 wasak yang 1 wasak setara dengan 60 sha’ (1 sha’=2,75 kg)27 atau kurang lebih 650 kg28 gabah, setiap panen harus dikeluarkan

24 Kholid Syamhudi, Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal, dikutip dari muslim.or.id/367-syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat-mal.html pada 20 Desember 2016.

25

Didin Hafidhuddin, Anda Bertanya tentang Zakat Infak & Sedekah Kami Menjawab(Jakarta:Badan Ambil Zakat Nasional (BAZNAS),2005), hlm.147-148.

26 Ibid, hlm.117-119.

27 Kholid Syamhudi, Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal, dikutip dari muslim.or.id/367-syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat-mal.html pada 20 Desember 2016.

23

zakatnya sebanyak 5% jika tanah pertaniannya dibiayai air irigasi dan zakatnya 10% jika pertanianya diairi tanpa mengeluarkan biaya.

4. Hasil ternak

Hasil ternak di sini yang wajib dizakati adalah unta, sapi, dan kambing jika sudah mencapai nisab dan haulnya. Nisab zakat unta adalah 5 ekor unta dan zakatnya adalah 1 ekor kambing. Nisab zakat sapi adalah 30 ekor sapi dan zakatnya adalah 1 ekor sapi jantan atau betina yang berumur setahun dan nisab zakat kambing yaitu 40 ekor kambing dan zakatnya 1 ekor kambing29.

5. Hasil tambang dan barang temuan

Hasil barang tambang atau galian yaitu seperti emas, perak, timah, besi, batu bara, dll. semua itu wajib dizakatkan tanpa menunggu satu tahun. Dan barang temuan wajib dizakatkan tanpa nisab dan haul, dan zakatnya 1/5 dari hasil temuan atau 20%30.

6. Lain-lain (zakat profesi, saham, rezeki tidak terduga, undian (kuis) berhadiah)31.

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi(hasil profesi) bila sudah mencapai nisab32, zakat profesi

28Didin Hafidhuddin, Anda Bertanya tentang Zakat Infak & Sedekah Kami Menjawab(Jakarta:Badan Ambil Zakat Nasional (BAZNAS),2005), hlm.124-125.

29Kholid Syamhudi, Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal, dikutip dari muslim.or.id/367-syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat-mal.html pada 20 Desember 2016.

30 Kholid Syamhudi, Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal, dikutip dari muslim.or.id/367-syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat-mal.html pada 20 Desember 2016

31 Eri Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Jakarta: PT Grasindo, 2006), hlm. 24-25.

24

diqiyaskan dengan zakat emas yaitu nisabnya 85gr emas murni dan zakatnya 2,5% tetapi pengeluaran zakatnya diqiyaskan pada zakat pertanian, yaitu saat menerima gaji atau penghasilan33. Zakat sama sama dengan zakat deposito, zakat rezeki tak terduga, undian dan hadiah yaitu nisabnyadiqiyaskan dengan emas 85gr dan zakatnya 2,5%34 tanpa menunggu haul.

Dokumen terkait