BAB II : LANDASAN TEORI
B. MetodePembelajaran
2. Jenis-jenisMetodePembelajaran
Bila kita tinjau literatur tentang metode pembelajaran, maka akan kita temui banayak sekali jenis atau macam dari metode pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak kondisi yang mempengaruhinya.
Melihat begitu banyaknya macam atau jenis metode pembelajaran, maka untuk keperluan pembahasan ini penulis mengemukakan macam-macam pembelajaran, diantaranya:
a. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dengan kata lain dapat dimaksudkan, bahwa metode ceramah atau lecturing itu adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap siswa.53
Berdasarkan pengertian diatas, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan metode ceramah adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru.
Metode ceramah merupakan metode yang sulit untuk dihindarkan.Hampir semua kegiatan mengajar metode ini digunakan.
Ceramah tidak dapat dihindarkan karena merupakan cara efektif dalam penyampaian informasi.54 Adapun informasi yang perlu dijelaskan oleh guru kepada peserta didiksebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Syamsuddin Al-Afkani yang dikutip oleh Didin Sirojuddin bahwa:
“Khat/kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan cara-cara merangkainya menjadi sebuah tulisan
53 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2005), h.3
54 Muhammad Ali, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Digesindo, 1997), h. 28
yang tersusun, atau apa-apa yang ditulis diatas garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara-cara bagaimana untuk mengubahnya”55
Dari definisi diatas terdapat beberapa poin-poin penting yang perlu diinformasikan oleh guru terhadap peserta didik, diantaranya:
1. Khat adalah ilmu atau sains yang memiliki metode. Karena itu tidak bisa asal gores tanpa aturan
2. Pengenalan huruf tunggal secara detail sebelum beralih kepada huruf sambung. Penulisan huruf-huruf tunggal harus menggunakan standar-standar alif, lingkaran, dan titik belah ketupat sebagai alat ukur anatomi huruf
3. Sistem tataletak yang menentukan kelayakan huruf-huruf ditaruh pada tempatnya masing-masing
4. Sistem susun atau komposisi yang akan membentuk rangkaian khat yang tersusun secara proporsional
5. Penggunaan garis sebagai pedoman untuk menentukan mana-mana huruf yang berada diatas garis atau meluncur menabrak garis
Sebagaimana diketahui metode ceramah mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ramayulis dalam bukunya mengatakan diantara kelebihan metode ini adalah:
55 D. Sirojuddin, Seni Kaligrafi Islam,…., h. 3
1. Suasana kelas berjalan dengan tenang karena murid melakukan aktifitas yang sama
2. Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama, dengan waktu yang singkat murid dapat menerima pelajaran sekaligus
3. Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat, karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak
4. Fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan, jika bahan banyak sedangkan waktu terbatas dapat dibicarakan pokok-pokok permasalahannya saja, bila materi sedikit sedangkat waktu masih panjang, dapat dijelaskan lebih mendetail.
Disamping beberapa kelebihan diatas, metode ceramah juga memiliki kekurangan, diantaranya:
1. Interaksi cenderung berpusat pada guru
2. Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah menguasai bahan pelajaran
3. Pada siswa dapat terbentuk konsep-konsep yang lain dari apa yang dimaksud guru
4. Sering sukar ditangkap maksudnya, bila ceramah berisi istilah-istilah yang kurang dimengerti siswa sehingga mengarah kepada verbalisme
5. Tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dan berpikir. Karena siswa diarahkan untuk mengikuti pikiran guru
6. Kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecakapan untuk mengeluarkan pendapat sendiri
7. Bilamana guru menyampaikan bahan sebanyak-banyaknya dalam waktu terbatas, menimbulkan kesan pemompaan atau pemaksaan terhadap kemampuan penerimaan siswa
8. Cenderung membosankan dan perhatian siswa berkurang, karena guru kurang memperhatikan fak
9. tor-faktor psikologis siswa, sehingga bahan yang dijelaskan menjadi kabur hati mereka.56
Langkah-langkah menggunakan metode ceramah, diantaranya:
1. Tahap persiapan, artinya tahap guru untuk menciptakan kondisi belajar yang baik sebelum mengajar dimulai
2. Tahap penyajian, artinya tiap guru menyampaikan bahan ceramah
3. Tahap asosiasi (komparasi), artinya memberi kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang telah diterimanya. Untuk itu pada tahap ini diberikan/ disediakan Tanya jawab dan diskusi
4. Tahap generalisasi atau kesimpulan. Pada tahap ini menyimpulkan hasil ceramah, umumnya siswa mencatat bahan yang telah diceramahkan
56 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam,…., 234
5. Tahap aplikasi/ evaluasi. Tahap terakhir ini, diadakan penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai bahan yang telah diberikan guru. Evaluasi bisa dalam bentuk lisan, tulisan, tugas, dan lain-lain.57
b. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana jalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa.58 Kemudian menurut Zuhairini dkk yang dikutip oleh Syaharuddin metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain yang sengaja diminta atau murid sendiri memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses atau kafiat melakukan sesuatu.59
Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian, dimana seorang guru atau orang lain sengaja dimintaatau murid sendiri memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses atau kafiat melakukan sesuatu.
57 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009), h. 77-78
58 Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam,…., h. 190
59 Syaharuddin, Kaligrafi Al Qur’an dan Metodologi Pengajarannya,…., h. 19
Metode Demontrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Bisa juga disebut to show atau memperkenalkan atau mempertontonkan.
Dalam pembelajaran kaligrafi penggunaan metode demonstrasi lebih tinggi dalam kegiatan belajar mengajar. Karena dalam pembelajaran kaligrafi seluruh materi pelajarannya di dominasi oleh materi cara menulis. Peserta didik pada umumnya belum mengetahui dan memahami cara penulisan huruf-huruf Arab dengan baik dan tepat tanpa ada peragaan sebelumnya. Dengan demikian, metode ini merupakan keharusan bagi seorang guru dalam pembelajaran kaligrafi.60
Hal senada juga diungkapkan Didin Sirojuddin bahwa dalam pembelajaran kaligrafi yang efektif hendaknya menggunakan metode demonstrasi dimana guru selain memberikan keterangan didepan kelas.Guru juga bisa dapat berkeliling ketempat duduk peserta didik untuk mengarahkan, memberi contoh dan mengoreksi tulisan peserta didik yang kurang bagus atau salah.Pada saat peserta didik menulis guru hendaknya memperhatikan kesalahan-kesalahan yang terjadi biasanya gerakan-gerakan yang tidak bermanfaat. Pegangan pena misalnya tidak stabil, atau menggerakkan
60 Syaharuddin, Kaligrafi Al Qur’an dan Metodologi Pengajarannya,…., h. 19
tangannya yang lain, memiringkan pundaknya, memalingkan kepala, sering menjulurkan lidah atau meletakkan pena dimulutnya dan menggosok-gosokkannya seperti sikat gigi. Terkadang pena ditaruhnya di gigi bawahnya sehingga air liurnya mengotori bajunya. Semuanya mengganggu dan menghalanginya memperoleh tulisan yang bagus.
Metode ini kerap kali divariasikan dengan metode ceramah dan metode lainnya.Karena materi pelajaran menulis huruf tidak hanya menerapkan skill tetapi juga mengkaji makna-makna yang harus mendalam yang terkandung dalam kaligrafi.Selain itu mengajar kaligrafi juga membutuhkan penjelasan-penjelasan secara verbal baik diawal maupun diakhir pelajaran.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan metode demonstrasi sangat efektif digunakan dalam pembelajaran kaligrafi dimana guru selain memberikan keterangan didepan kelas, guru juga dapat berkeliling ketempat siswa untuk mengarahkan, mencontohkan dan sekaligus mengoreksi tulisan yang kurang bagus atau salah. Idealnya guru didampingi seorang atau dua orang guru bantu agar pelaksanaannya lebih efektif. Guru memperagakan cara memegang pena yang benar, cara letaknya diatas media atau kertas, teknik penulisan yang benar didepan kelas diiringi penjelasan-penjelasan yang relevan dengan huruf yang digoreskan.
Sebagai suatu metode demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1. Keaktifan peserta didik akan bertambah
2. Pengalaman peserta didik bertambah karena peserta didik turut membantu pelaksanaan suatu demonstrasi sehingga ia menerima pengalaman yang bisa mengembangkan kecakapannya
3. Pelajaran yang diberikan lebih tahan lama, peserta didik bukan saja mendengar suatu uraian yang diberikan tetapi juga memperhatikannya bahkan turut serta dalam pelaksanaan suatu demonstrasi
4. Pengertian lebih cepat tercapai. Peserta didik dalam menanggapi suatu proses adalah dengan mempergunakan alat pendengar, penglihat dan bahkan dengan perbuatannya sehingga memudahkan pemahaman peserta didik dan menghilangkan sifat verbalisme dalam belajar
5. Perhatian peserta didik dapat dipusatkan dan titik yang dianggap penting oleh guru dapat diamati oleh peserta didik seperlunya.
Sewaktu demonstrasi perhatian peserta didik hanya tertuju kepada suatu yang didemonstrasikan sebab peserta didik lebih banyak diajak mengamati proses yang sedang berlangsung daripada hanya semata-mata mendengar saja
6. Mengurangi kesalahan-kesalahan. Penjelasan secara lisan banyak menimbulkan salah paham dari peserta didik apalagi kalau penjelasan tentang suatu proses. Tetapi dalam demonstrasi,
disamping penjelasan dengan lisan juga dapat memberikan gambaran konkrit
7. Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan atau masalah dalam peserta didik dapat terjawab pada waktu peserta didik mengamati proses demonstrasi
8. Menghindari coba-coba dan gagal yang banyak memakan waktu belajar, disamping praktis dan fungsional khususnya bagi peserta didik yang ingin berusaha mengamati secara lengkap dan teliti atau jalannya sesuatu.61
Disamping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki kekurangan, diantaranya:
1. Persiapan dan pelaksanaanya memakan waktu yang lama
2. Metode ini tidak akan efektif apabila ditunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan
3. Sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya
Langkah-langkah penggunaaan metode demonstrasi, diantaranya:
1. Persiapan atau perencanaan seperti tetapkan tujuan demonstrasi, langkah-langkah pokok demonstrasi dan siapkan alat-alat yang diperlukan
61 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam,…., 246
2. Pelaksanaan demonstrasi yang melibatkan semua peserta didik, menumbuhkan sikap kritis pada peserta didik sehingga terdapat Tanya jawab dan diskusi tentang maslah yang didemonstrasikan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba sehingga siswa merasa yakin tentang kebenaran suatu proses dan membuat penilaian dari kegiatan peserta didik
3. Tindak lanjut demonstrasi adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secra tertulis maupun secra lisan.
c. Metode Drill atau latihan
Metode drilladalah suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih peserta didik terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan. Menurut Roestiyah NK, metode drill adalah suatu cara mengajar dimana peserta didik melaksanakan latihan-latihan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.62
Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan metode demonstrasi adalah suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih peserta didik, dimana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
62 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar,…., h. 84
Dalam pembelajaran kaligrafi unsure yang utama adalah latihan.
Ketika seorang guru memaparkan teori dan praktek tentang cara menulis huruf, baik huruf tunggal maupun huruf sambung. Maka tugas peserta didik adalah mengulang-ulang apa yang telah dipelajari, baik ketika proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.
Metode ini banyak melibatkan peserta didik. Peserta didik mengulang apa yang dipelajarinya. Dalam pelaksanaannya, unsur pendukungnya adalah memotivasi peserta didik.Jika memotivasi tidakditingkatkan, maka semangat dan keinginan latihan akan menurun. Karena motivasi dan pujian dari guru memiliki daya efektif untuk membangkitkan semangat berlipatganda murid sehingga guru merasa puas.
Oleh sebab itu stiap peserta didik memerlukan dorongan agar tulisannya tambah berkembang. Tanpa dorongan seperti itu, praktek pengajaran menjadi tidak sempurna.Maka perlu pujian atas beberapa huruf atau kalimat yang digoreskan peserta didik. Peserta didik akan menganngap dorongan ini menunjukkan adanya perhatian gurunya yang berusaha keras agar tulisan peserta didiknya tambah bagus.
Metode latihan mempunyai kelebihan dan kekurangannya.Kelebihan metode ini diantaranya:
1. Peserta didik akan memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipelajarinya
2. Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa para siswa yang berhasil dalam belajarnya telah memiliki sesuatu keterampilan khusus yang berguna kelak di kemudian hari
3. Guru lebih mudah mengontrol dan dapat membedakan mana siswa yang disiplin dalam belajaranya dan mana yang kurang dengan memperhatikan tindakan dan perbuatan siswa disaat berlangsungnya pengajaran.
Kekurangan metode ini, diantaranya:
1. Dapat menghambat inisiatif peserta didik, dimana inisiatif dan minat peserta didik yang berbeda dengan petujuk guru dianggap suatu penyimpangan dan pelanggaran dalam pengajaran yang diberikannya 2. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. Dalam
kondisi belajar ini pertimbangan inisiatif peserta didik selalu dan tidak diberikan keleluasaan. Siswa menyelesaikan tugas status sesuai dengan apa yang diinginkan oleh guru
3. Membentuk kebiasaan yang kaku, artinya seolah-olah peserta didik melakukan sesuatu secara mekanis dan dalam memberikan stimulus peserta didik dibiasakan bertindak secara optimis
4. Dapat menimbulkan verbalisme, terutama pembelajaran yang bersifat menghapal dimana peserta didik dilatih untuk dapat menguasai bahan pelajaran secara hafalan dan secara otomatis mengingatkannya bila ada pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan hafalan tersebut tanpa suatu proses berpikir secara logis.
d. Metode pemberian tugas
Pemberian tugas atau resitasi, berasal dari bahasa Inggris to cite yang artinya mengutip, yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, lalu belajar sendiri dan berlatih hingga sampai siap sebagaimana mestinya.63 Adapun pengertian lain dari metode pemberian tugas adalah cara menyajikan bahan pelajaran dimana guru memberikan sejumlah tugas terhadap peserta didik untuk mempelajari sesuatu, kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya.64
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa metode pemberian tugas adalah cara menyajikan bahan pelajaran, dimana guru memberikan sejumlah tugas terhadap peserta didik, lalu belajar sendiri dan mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya.
Pemberian tugas ini dapat membantu memperdalam pemahaman materi dalam pemikiran peserta dan merupakan salah satu bentuk aktivitas kaligrafi.Kemudian tugas-tugas tersebut di koreksi oleh guru.Di koreksian ini bertujuan untuk melihat kelemahan dalam segi tulisan yang dibuat oleh peserta. Dalam hal koreksian hendaknya dengan tinta merah dan jangan sama dengan warna tinta peserta didik, supaya mereka mengenal khat guru dan letak-letak koreksian pada huruf-huruf yang ditulisnya. Tinta murid yang berwarna hitam dan jangan menulis dengan tinta yang berwarna-warni.
63 Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997), h. 67
64 Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam,…., h. 164
Metode pemberian tugas ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Menurut Tayar Yusuf dan Saiful Anwar kelebihan metode pemberian tugas ini:
1. Hasil pelajaran lebih tahan lama dan membekas dalam ingatan peserta didik
2. Peserta didik belajar dan mengembangkan inisiatif dan sikap mandiri 3. Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat belajar
4. Dapat mempraktekkan hasil teori atau konsep dalam kehidupan nyata 5. Dapat memperdalam pengetahuan siswa dengan spesialisasi tertentu.
Disamping beberapa kelebihan, metode pemberian tugas juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
1. Peserta didik dapat melakukan penipuan terhadap tugas yang diberikan hanya dikerjakan oleh orang lain
2. Bila tugas terlalu banyak diberikan, peserta didik dapat mengalami kejenuhan atau kesukaran dan hal ini dapat berakibat ketenangan batin peserta didik bisa terganggu
3. Sukar memberikan tugas yang mendapatkan memenuhi sifat perbedaan individu dan minat dari masing-masing peserta
4. Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya yang cukup berarti.
Langkah-langkah metode pemberian tugas, diantaranya:
1. Fase pemberian tugas, hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan yang akan dicapai, jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang di tugaskan, sesuai dengan kemampuan siswa, ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan peserta didik dan sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas.
2. Langkah-langkah pelaksanaan tugas, hal yang perlu diperhatikan adalah diberikan bimbingan dan dorongan sehingga anak mau bekerja, dikerjakan oleh peserta didik itu sendiri dan tidak menyuruh orang lain, dan dianjurkan agar peserta didik mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematis.
3. Fase mempertanggungjawabkan tugas, hal yang perlu diperhatikan adalah laporan siswa baik lisan maupun tulisan dari apa yang telah dikerjakannya, adanya Tanya jawab dan diskusi, dan penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tesmaupun cara lainnya.65