• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis, kelas, dan jumlah penginapan/ hotel

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 173-181)

DaerahProduksi Ikan

2. Ekspor Bersih Perdagangan,

3.4. Jenis, kelas, dan jumlah penginapan/ hotel

Di Kabupaten Ogan Ilir hanya ada 2 penginapan, hal ini disebabkan jarak antara Kabupaten Ogan Ilir cukup dekat dan aksesibilitas cukup lancar membuat orang lebih memilih untuk menginap di Palembang

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

173

Tabel 2.190

Jumlah Hotel di Kabupaten Ogan Ilir

No Nama Hotel Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur

2013 2014 2013 2014

1 Trifika 27 27 33 33

2 Indriyasari 25 41 43 65

Sumber : Ogan Ilir Dalam Angka Tahun 2015

2.4.2.4. Lingkungan Hidup

Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan air bersih

Cakupan pelayanan penduduk terlayani air minum layak, dihitung berdasarkan persentase perbandingan antara jumlah penduduk yang terlayani air minum dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir

Capaian Akses Air Bersih saat Ini masih pada angka 56,11 % masih berada dibawah capaian Provinsi Sebesar 59,97 % dan Capaian Nasional sebesar 70%.

Tabel 2.191

Cakupan Layanan air minum layak Di Kabupaten Ogan Ilir

Tahun 2011-2015

No URAIAN 2011 2012 2013 2014*) 2015**)

1 Jumlah Penduduk (jiwa) 432.449 442.073 450.933 426.804 430.038

2 Jumlah Penduduk yang terlayani (jiwa) 157.628 204.503 188.490 210.969 241.294

3 Cakupan Layanan air bersih layak 36,45 46,26 41,80 49,43 56,11

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

174

Gambar 2.19

Grafik Capaian Akses Air Minum Layak Di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2011-2015

2.4.2.5 Komunikas dan Informatika a. Rasio ketersediaan daya listrik

Kabupaten Ogan Ilir ini mendapat pelayanan jaringan listrik dari PT. PLN (Persero) Ranting Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Cabang Palembang. PT. PLN (Persero) Ranting Indralaya terus melakukan peningkatan pelayanan, hal ini antara lain ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah pelanggan dan jaringan distribusi. Pada tahun 2013 jumlah pelanggan mencapai 58.364 pelangan, dan pada tahun 2014 jumlah pelanggan mencapai 63.931 pelangan. Pada tahun 2013 Daya Tersambung mencapai 86.534.150 Volt Ampere, dan pada tahun 2014 Daya Tersambung mencapai 94.815.450 Volt Ampere. Jumlah daya yang terjual pada tahun 2013 adalah 15.332.977 KWH, dan pada tahun 2014 jumlah daya yang terjual adalah 25.808.793 KWH. Begitu juga Jumlah saluran udara Tegangan Rendah pada tahun 2013 berjumlah 79.491 kms, dan pada tahun 2014 saluran udara tegangan rendah berjumlah 79.612 kms. Pada tahun 2013 jumlah gardu distribusi mencapai 412 unit, dan pada tahun 2014 jumlah gardu distribusi mencapai 485 unit. Sedangkan jumlah saluran udara tengangan menengah pada tahun 2013 SUTM meningkat menjadi 56.149 kms, dan pada pada tahun 2014 SUTM meningkat menjadi 56.713 kms. 36.45 46.26 41.80 49.43 56.11 0 10 20 30 40 50 60 2011 2012 2013 2014 2015 Series1

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

175 Tabel 2.192

Data Konsumen Listrik PLN dan Daya Tersambung pada Wilker PT. PLN (Persero) Ranting Indralaya Ogan Ilir Tahun 2013 – 2014

NO URAIAN Tahun 2013 Tahun 2014

PERUSAHAAN

1 Daya tersambung (VA) 86.534.150 94.815.450

2 KWH terjual 15.332.977 25.808.793 PELANGGAN 3 Sosial 1.058 1.156 4 Rumah Tangga 55.604 60.991 5 Bisnis/BTS 1.415 1.478 6 Industri 28 31 7 Publik 259 275 Jumlah pelanggan 58.364 63.931 FAS JARINGAN 8 Gardu Distribusi 412 485 9 SUTM (KMS) 56.149 56.713

b. Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik

Persentase rumah tangga yang menggunakan sumber penerangan listrik sudah cukup tinggi. Pada tahun 2014 Prosentse rumah tangga yang menggunakan listrik sebesar 99,04 %, dimana 100 persen daerah perkotaan sudah menggunakan listrik sementara daerah perdesaan baru mencapai 98,82 %.

Tabel 2.193

Persentase Rumah Tangga dengan Fasilitas Sumber Penerangan Listrik Menurut Klasifikasi Daerah. Kabupaten Ogan Ilir

Tahun 2011-2015

Tahun Klasifikasi Daerah Total

Perkotaan Pedesaan (1) (2) (3) (4) 2014 100 98,82 99,05 2013 91,74 93,10 92,83 2012 96,83 85,99 88,15 2011 97,74 80,43 83,64

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

176 c. Persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon

Akses terhadap teknologi dan informasi merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Indikator akses rumah tangga terhadap teknologi informasi diantaranya adalah kepemilikan telepon rumah, dan kepemilikan telepon seluler . Data tersebut disajikan daam tabel berikut

Tabel 2.194

Persentase Rumah Tangga yang memiliki Telepon Rumah Menurut Klasifikasi Daerah Kabupaten Ogan Ilir

Tahun 2011-2014

Tahun Klasifikasi Daerah Total

Perkotaan Pedesaan (1) (2) (3) (4) 2014 5,22 1,18 1,96 2013 2,43 3,12 2,98 2012 4,67 1,42 2,07 2011 12,58 2,69 4,52

Sumber: Buku IKR, BPS Kab. Ogan Ilir tahun 2013-2015

Tabel 2.195

Persentase Rumah Tangga yang memiliki Telepon Seluler Menurut Klasifikasi Daerah Kabupaten Ogan Ilir

Tahun 2011-2014

Tahun Klasifikasi Daerah Total

Perkotaan Pedesaan (1) (2) (3) (4) 2014 94,72 87,22 88,68 2013 95,84 87,66 89,30 2012 88,12 82,68 83,77 2011 86,53 77,90 79,50

Sumber: Buku IKR, BPS Kab. Ogan Ilir tahun 2013

Kepemilikan Telepon rumah masih relatif kecil , Tahun 2014 tercatat hanya 1,96 persen rumah tanga di Kabupaten Ogan Ilir memiliki telepon seluler, dimana persentase rumah tangga di pedesaan sebanyak 1,18 persen semenata di daerah perkotaan sebesar 5,22 persen. Hal ini di sebabkan kebutuhan akan informasi di rumah tangga sebagian besar dipenuhi oleh melalui telepon seluler yang dinilai lebih efisien dan bisa di bawa kemana-mana.

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

177 2.4.3.1 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

a. Angka kriminalitas

Angka kriminalitas adalah rata-rata kejadian kriminalitas dalam satu bulan pada tahun tertentu. Artinya dalam satu bulan rata-rata terjadi beberapa tindak kriminalitas untuk berbagai kategori seperti curanmor, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya. Indikator ini berguna untuk menggambarkan tingkat keamanan masyarakat. Pada tahun 2015 angka kriminalitas yag tertangani 9,16%, dimana tindak kriminal pada tahun terakhir ada sebanyak 394 kasus.

b. Jumlah demo Jumlah demo dalam 1 tahun

Jumlah demontrasi adalah jumlah demontrasi yang terjadi dalam periode 1(satu) tahun.Unjuk rasa atau demontrasi (demo) adalah sebuah gerakan proses yang dilakukan sekumpulan orang dihadapan umum. Jumlah demo di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2015 sebanyak 20 kali. Demo yang terjadi di Kab Ogan Ilir terkait masalah sengketa lahan dan beberapa kebijakan pemerintah.

c. Lama proses perijinan Rata-rata lama proses perijinan (dalam hari) Lama proses perijinan di Kabupaten Ogan Ilir saat ini lebih kurang 1 minggu untuk satu jenis ijin

d. Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah

Pajak daerah yang menjadi kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ogan ilir antara lain :

1. Pajak Hotel

2. Pajak Restoran/ Accommodation Taxes 3. Pajak Hiburan/ Entertainment Taxes 4. Pajak Reklame/ Promotion Taxes

5. Pajak Penerangan Jalan/ Electricity Taxes 6. Pajak Parkir

7. Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Golongan C/ Quarrying Taxes 8. PajakPemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Pemukiman/ Water Taxes

9. Pajak sarang burung walet 10. Pajak Bumi dan bangunan (PBB)

11. Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Sedangkan untuk Retribusi yang menjadi kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ogan ilir antara lain :

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

178

2. Retribusi Parkir di tepi jalan umum 3. Retribusi Pasar

4. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 5. Retribusi Pemakaian Alat Pemadam Kebakaran 6. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi 7. Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah

8. Retribusi Tempat Pelelangan 9. Retribusi Terminal

10. Retribusi Pelayanan Kepelabuhan 11. Retribusi Penyebrangan di air 12. Retribusi IMB

13. Retibusi Izin gangguan (SITU) HO 14. Retribusi izin trayek

15. Retribusi Izin Usaha Perikanan

e. Jumlah Perda yang mendukung iklim usaha

Jumlah perda yang mendukung iklim usaha Tabel 2.196

Jumlah Perda yang mendukung Iklim Usaha

No Uraian Jumlah Perda

1 Perda terkait perijinan 5

2 Perda terkait lalu lintas barang dan jasa 2

3 Perda terkait ketenagakerjaan 3

f. Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa

Tabel 2.197

Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa

Tahun Jumlah Prosentase desa

swasembada

Desa Desa swasembada

(1) (2) (3) (4)

2015 227 167 73,56

2014 227 167 73,56

2013 227 130 57,27

Sumber : Diolah dari data LKPJ Tahun 2015

[Type t ext] [Type t ext] [Type t ext]

179

Peningkatan sumberdaya manusia merupakan kunci keberhasilan baik pembangunan nasional maaupun daerah, karena manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan.

Kualitas Sumberdaya manusia juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan daya saing dan perkembangan ivestasi di daerah. Indikator kualitas SDM dalam peningkatan daya saing daerah dapat dilihat dari kualitas tenaga kerja dan tingkat ketergantungan penduduk.

Ketenagakerjaan Rasio ketergantungan

Rasio ketergantungan (Depedency Ratio) merupakan rasio yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk yang belum dan tidak produktif (umur di bawah 15 tahun dan 65 tahun keatas) dengan banyaknya penduduk yang termasuk produktif secara ekonomi (15-64 tahun)

Tabel 2.198 Rasio Ketergantungan

No URAIAN 2011 2012 2013 2014*) 2015**)

1 Jumlah Penduduk (jiwa) 432.449 442.073 450.933 426.804 430.038 2 Penduduk Usia Kerja/Produktif (orang) 337.968 354.126 358.237 358.237 394.386 3 Penduduk tidak produktif (orang 94.481 87.947 92.696 68.567 35.652 4 Rasio Ketergantungan (2)/(3) 27,96 24,83 25,88 19,14 9,04

180

BAB III

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 173-181)

Dokumen terkait