BAB V PEMBAHASAN
5.2 Risiko Medis Kehamilan Ibu yang Melahirkan Bayi dengan
5.2.6 Jenis Komplikasi Kehamilan
Gambar 5.9 Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu yang Melahirkan Bayi dengan BBLR Berdasarkan Jenis Komplikasi Kehamilan di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.9 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan jenis komplikasi kehamilan tertinggi adalah tidak ada komplikasi 66%. Hal ini sesuai dengan penelitan Marbun (2005) dengan desain case
series di RSU Dr. Pirngadi Medan bahwa proporsi tertinggi ibu yang melahirkan bayi
dengan BBLR berdasarkan jenis komplikasi kehamilan adalah tidak adanya komplikasi sebesar 51,8%.25 66% 11,7% 11,2% 8,5% 2,7%
Jenis Komplikasi
Kehamilan
Tidak ada komplikasi Ketuban Pecah Dini Anemia
Preeklamsi/eklamsi Placenta previa
5.3 Status Pasien
Gambar 5.10 Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu yang Melahirkan Bayi dengan BBLR Berdasarkan Status Pasien di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.10 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan status pasien tertinggi adalah bukan rujukan 88,3%. Hal ini bukan berarti bahwa pasien bukan rujukan merupakan faktor risiko untuk terjadinya BBLR, tetapi menunjukkan bahwa ibu yang datang untuk melahirkan di RSU Sundari mayoritas pasien bukan rujukan.
88,3% 11,7%
Status Pasien
Bukan rujukan Rujukan
5.4 Klasifikasi Bayi BBLR
Gambar 5.11 Diagram Pie Distribusi Proporsi Bayi dengan BBLR Berdasarkan Klasifikasi Bayi BBLR di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.11 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan klasifikasi bayi BBLR tertinggi adalah 1500 - <2500 gram 76,6%. Hal ini sesuai dengan penelitian Sianturi (2006) dengan desain case
series di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan bahwa proporsi tetinggi ibu yang
melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan klasifikasi bayi BBLR adalah 1500 - <2500 gram sebesar 76,0%.45
Tingginya jumlah bayi BBLR dengan berat 1500 - <2500 gram dikaitkan dengan umur kehamilan ibu yang tertinggi 37–42 minggu. Oleh karena itu, tingginya bayi yang lahir dengan berat mendekati normal.
76,6% 23,4%
Klasifikasi Bayi
BBLR
1500 - <2500 <1000 - <15005.5 Komplikasi BBLR
Gambar 5.12 Diagram Pie Distribusi Proporsi Bayi dengan BBLR Berdasarkan Komplikasi BBLR di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.12 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan komplikasi BBLR tertinggi adalah tidak ada komplikasi 85,6%.
Jika janin sudah meninggal dalam kandungan maka rahim tidak akan membesar lagi. Pembesaran akan berhenti sesuai dengan usia kehamilan saat janin meninggal. Penyebab lahir mati bisa dikarenakan kekurangan gizi selama masa kehamila, jarak kehamilan <2 tahun, komplikasi kehamilan dan faktor psikologis ibu yang tidak stabil. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin. Jarak kehamilan <2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan janin kurang baik, perdarahan pada saat persalinan karena keadaan rahim yang belum pulih
85,6% 9%
3,2% 2,2%
Komplikasi
BBLR
Tidak ada komplikasi Lahir Mati/Abortus Asfiksia
mengalami peningkatan risiko terjadinya perdarahan pada trimester III. Ibu dengan komplikasi kehamilan misalnya menderita preeklamsi/eklamsi, anemia dan sebagainya.21
5.6 Lama Rawatan Rata-rata Ibu
Lama rawatan rata-rata ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR di RSU Sundari Medan tahun 2012 adalah 2,3 hari (2 hari) dengan 95% Confidence Interval
didapatkan bahwa lama rawatan rata-rata 2,16 – 2,44. Standard Deviasi (SD)= 0,979 hari dengan lama rawatan paling singkat adalah 1 hari sedangkan yang paling lama 8 hari. Lama rawatan 8 hari pada ibu melahirkan yang membutuhkan perawatan secara spesifik lebih lama.
5.7 Lama Rawatan Rata-rata Bayi
Lama rawatan rata-rata bayi dengan BBLR di RSU Sundari Medan tahun 2012 adalah 2,4 hari (2 hari) dengan 95% Confidence Interval didapatkan bahwa
lama rawatan rata-rata 2,16 – 2,64. Standard Deviasi (SD)= 1,660 hari dengan lama rawatan paling singkat adalah 0 hari sedangkan yang paling lama 11 hari.
Adanya lama rawatan 0 hari disebabkan adanya bayi BBLR yang langsung meninggal dan tidak sempat di rawat, sedangkan lama rawatan 11 hari pada bayi BBLR yang membutuhkan perawatan secara spesifik lebih lama.
5.8 Keadaan Ibu Sewaktu Pulang
Gambar 5.13 Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu yang Melahirkan Bayi dengan BBLR Berdasarkan Keadaan Ibu Sewaktu Pulang di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.13 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan keadaan ibu sewaktu pulang tertinggi adalah sehat 83%. Hal ini sesuai dengan penelitian Marbun (2005) dengan desain case series di RSU Dr.
Pirngadi Medan bahwa proporsi tertinggi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR berdasarkan keadaan ibu sewaktu pulang adalah sehat sebesar 57,3%.25
83% 9,6% 7,4%
Keadaan Ibu
Sewaktu Pulang
Sehat PAPS PBJ5.9 Keadaan Bayi Sewaktu Pulang
Gambar 5.14 Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu yang Melahirkan Bayi dengan BBLR Berdasarkan Keadaan Ibu Sewaktu Pulang di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.14 dapat diketahui bahwa proporsi bayi dengan BBLR berdasarkan keadaan bayi sewaktu pulang tertinggi adalah sehat 50,5%, diikuti PAPS 19,7% dan terendah adalah meninggal 11,2%. Bayi yang pulang dalam keadaan meninggal merupakan bayi dengan umur kehamilan < 37 minggu dan lahir dengan berat < 1000 gram. Kematian bayi banyak terjadi di dalam kandungan (KJDK).
50,5% 19,7% 18,6% 11,2%
Keadaan Bayi
Sewaktu Pulang
Sehat PAPS PBJ Meninggal5.10 Analisa Statistika
5.10.1 Umur Ibu Berdasarkan Klasifikasi BBLR
Gambar 5.15 Diagram Bar Distribusi Proporsi Umur Ibu Berdasarkan Klasifikasi BBLR di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.15 dapat diketahui bahwa hasil analisa statistik menggunakan uji Chi-square didapat nilai p= 0,007 (P<0,05) berarti terdapat perbedaan proporsi
yang bermakna antara umur ibu berdasarkan klasifikasi BBLR.
Umur < 20 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi. Kehamilan pada umur muda merupakan faktor risiko disebabkan belum matangnya organ reproduksi untuk hamil (endometrium belum sempurna) sedangkan umur > 35 tahun endometrium yang kurang subur serta memperbesar kemungkinan untuk menderita kelainan kongenital, sehingga dapat berakibat terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin yang sedang dikandung.26
7,6 4,5 83,3 68,2 19,1 27,3 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1500 - <2500 gram <1000 - <1500 gram P rop or si %
5.10.2 Paritas Berdasarkan Klasifikasi BBLR
Gambar 5.16 Diagram BarDistribusi Proporsi Paritas Berdasarkan Klasifikasi BBLR di RSU Sundari Medan Tahun 2012
Dari gambar 5.16 dapat diketahui bahwa hasil analisa statistik menggunakan uji Chi-square didapat nilai p= 0,002 (P<0,05) berarti terdapat perbedaan proporsi
yang bermakna antara paritas berdasarkan klasifikasi BBLR.
Pada umumnya berat badan lahir meningkat dengan semakin tingginya paritas. Bayi kedua sekitar 100 gr lebih berat apabila dibandingkan dengan bayi yang lahir pada kehamilan pertama (nullipara). Bayi yang lahir pada kehamilan pertama cenderung mempunyai risiko BBLR lebih tinggi. Hal ini terjadi karena faktor umur, biologis dan fisiologis.26
59 31,8 41 68,2 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1500-<2500 gram <1000-<1500 gram P rop or si % 0 (nullipara) ≥ 1