• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Laporan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teoritis

2.1.6 Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut. Masing-masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan, baik secara bagian, maupun secara keseluruhan. Secara umum, laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

A.Neraca

Neraca (balance sheet) menurut Kasmir (2010:28) adalah

“ Laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu.”

Menurut Van Horne (2009:193) neraca adalah

“ Ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah total ekuitas pemilik”

menurut Sutrisno (2000:9) neraca adalah

“Laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu”

Neraca bertujuan untuk menunjukkan posisi keuangan pada suatu perusahaan pada tanggal tertentu, biasanya pada waktu dimana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada akhir tahun fiskal atau tahun kalender sehingga neraca sering disebut dengan balance sheet.

Dalam neraca ada beberapa komponen yaitu aktiva, kewajiban atau yang sering disebut utang, dan komponen terakhir adalah ekuitas (modal).

1. Aktiva

Menurut Kasmir (2010:39). Aktiva didefinisikan sebagai:

“ Harta atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode tertentu. Klasifikasi aktiva terdiri atas aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lainnya.”

a. Aktiva lancar adalah harta atau kekayaan yang segera dapat diuangkan (ditunaikan) pada saat dibutuhkan paling lama satu tahun. Aktiva lancar terdiri atas :

 Kas dan Setara dengan Kas

Merupakan aktiva perusahaan yang paling likuid dan karena itu dicantumkan pada urutan pertama dalam kelompok aktiva lancar.

 Investasi jangka pendek

Merupakan penanaman yang dilakukan dalam hubungannya dengan tujuan jangka pendek perusahaan.

 Wesel tagih

Merupakan pemberian kredit kepada pelanggan dapat pula didukung oleh suatu dokumen kredit yang resmi.

 piutang usaha

Merupakan klaim dalam bentuk uang terhadap perusahaan atau perseorangan.

 piutang lain-lain

Merupakan kelompok rupa-rupa piutang yang meliputi pinjaman kepada karyawan dan perusahaan afiliasi, piutang bunga, dan piutang pajak.

 Persediaan

Merupakan aktiva berwujud yang diperoleh perusahaan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan dan yang diperoleh untuk diproses lebih dulu dan dijual.

 Pajak Dibayar Dimuka

Merupakan pajak pertambahan nilai atau pajak penghasilan (PPh. Ps.22,23).  Biaya Dibayar Dimuka

Merupakan unsur-unsur dari aktiva yang diharapkan menjadi beban-beban karena dipakai atau dengan berlalunya waktu sepanjang operasi perusahaan.

 Aktiva Lancar Lain-lain

-. Aktiva tidak lancar Terdiri atas :  Piutang Hubungan Istimewa

Merupakan piutang yang timbul atas transaksi atas pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewah.

 Aktiva Pajak Tangguhan

Jumlah pajak penghasilan terpulihkan ( recoverable ) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan adanya sisa kompensasi kerugian.

 Investasi Pada Perusahaan Asosiasi  Investasi Jangka Panjang Lain

Merupakan penanaman yang dilakukan dalam hubungannya dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

b.Aktiva Tetap

Merupakan aktiva yang diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan untuk jangka waktu yang lebih dari satu tahun, tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, dan merupakan pengeluaran yang nilainya besar atau material.

 Aktiva Tak Berwujud

Merupakan aktiva jangka panjang yang secara fisik tidak biasa dinyatakan dan tidak untuk diperjualbelikan, tetapi digunakan dalam kegiatan perusahaan.

c. Aktiva Lain-lain

Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan maupun aktiva tak berwujud,

2. Kewajiban

Kewajiban (utang) menurut Keown (2004:37) adalah

“Sumber pembiayaan dari kredit oleh para penyalur atau suatu pinjaman dari bank”

Menurut Soemarso (2004:230), kewajiban digolongkan menjadi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

1) Kewajiban lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam satu siklus kegiatan normal perusahaan. Informasi yang disajikan dalam kewajiban lancar adalah :

 Pinjaman jangka panjang

Adalah Hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun.

 Wesel bayar

Adalah suatu janji tertulis tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang diberikan / dijanjikan pada waktu / tanggal yang telah ditetapkan serta ditandatangani oleh pihak yang berwenang.

 Hutang usaha

merupakan hutang lancar, meliputi semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus normal kegiatan perusahaan).

 Hutang pajak

Adalah pajak yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa bunga, denda, atau kenaikan yang tercantum dalam surat ketetapan pajak atau surat sejenisnya.

 Beban masih harus dibayar

Merupakan biaya-biaya yang sudah merupakan beban walaupun utang yang bersangkutan belum saatnya merupakan kewajiban.

 Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun

 Kewajiban lancar lain-lain

Merupakan kewajiban yang Meliputi deposit yang diterima dari customer dll.

- Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun

2) Kewajiban Tidak LancarTerdiri atas:  Hutang Hubungan Istimewa

Merupakan Hutang yang timbul atas transaksi kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

 Kewajiban Pajak Tangguhan

Adalah jumlah pajak penghasilan terutang untuk periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.

 Pinjaman Jangka Panjang

Adalah Hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun.

 Hutang Sewa Guna Usaha

Yaitu hutang yang diperoleh dari perusahaan leasing untuk pembelian aktiva tetap dan biasanya dicicil dalam jangka panjang.

 Hutang Obligasi

Pinjaman jangka panjang yang diperoleh suatu perusahaan dengan menjual obligasi yang dapat dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri.

 Hutang Subordinasi

Adalah pinjaman yang berdasarkan suatu perjanjian hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi kewajiban tertentu dan dalam hal terjadinya likuidasi hak tagihnya berlaku paling akhir dari semua simpanan dan pinjaman.

 Obligasi Konversi

adalah obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham biasa pada harga tertentu. Bagi emiten, obligasi konversi merupakan daya tarik yang ditujukan kepada para investor untuk meningkatkan penjualan obligasi yang diterima. 3. Ekuitas

Menurut Kasmir (2010:44), modal (ekuitas) merupakan hak yang dimiliki perusahaan.

Menurut Keown (2004:37) ekuitas adalah

“Investasi pemegang saham pada perusahaan dan laba kumulatif yang ditahan di dalam sampai tiba waktu neraca laba rugi dikeluarkan,”

Informasi yang disajikan dalam Ekuitas meliputi: Modal saham

Adalah modal pemegang saham yang ditanamkan dalam perusahaan yang dibuktikan dalam lembar-lembar saham.

Tambahan Modal Disetor

adalah seluruh dana yang diperoleh perusahaan dari transaksi modal, selain modal saham yang dicatat sebesar nilai nominal.

Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/perusahaan Asosiasi Adalah transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi yang tidak berasal dari transaksi antara investor dan perusahaan anak/perusahaan asosiasi.

Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Adalah selisih yang timbul dari transaksi pengalihan aset, kewajiban, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya antara pihak-pihak (perorangan, perusahaan atau bentuk entitas lainnya) yang, secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama.

Keuntungan (Kerugian) Yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia Untuk Dijual

Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Saldo Laba

adalah akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian deviden dan koreksi laba rugi periode lalu.

Modal Saham Diperoleh Kembali B. Laporan laba rugi

Menurut Van Horne (2009:37), laporan laba rugi adalah

“Ringkasan dari pendapatan dan biaya perusahaan selama periode waktu tertentu, diakhiri dengan laba bersih atau rugi bersih untuk periode tertentu.”

Informasi disajikan dalam laporan laba rugi meliputi:

 Jenis-jenis pendapatan yang diperoleh dalam satu periode  Jumlah rupiah dari masing-masing jenis pendapatan  Jumlah keseluruhan pendapatan

 jenis-jenis biaya atau beban dalam satu periode  Jumlah rupiah masing-masing biaya atau beban  Jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan

 Hasil usaha yang diperoleh dengan mengurangi jumlah pendapatan dan biaya selisihnya disebut laba atau rugi.

C. Laporan perubahan ekuitas

Menurut Kasmir (2010:59), laporan perubahan modal adalah (ekuitas) sebagai berikut:

“Laporan yang menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini serta sebab-sebab berubahnya modal”

Informasi yang diberikan dalam laporan perubahan modal meliputi:  Jenis-jenis dan jumlah modal yang ada saat ini

 Jumlah rupiah tiap jenis modal  Sebab-sebab berubahnya modal

 Jumlah rupiah modal sesudah perubahan D. Laporan Arus Kas

Menurut Kasmir (2010:59), laporan arus kas didefenisikan sebagai

“Laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan arus kas keluar (biaya-biaya).”

Laporan arus kas mendeskripsikan tentang kas masuk dan kas keluar perusahaan pada periode tertentu.

Dokumen terkait