BAB II ACUAN TEORITIK
3. Jenis-jenis Membaca
Tarigan membagi jenis membaca menjadi :
Membaca nyaring
Membaca membaca survei Membaca ekstensif membaca sekilas Membaca dangkal membaca dalam hati Membaca intensif
Membaca telaah isi Membaca telaah bahasa
Membaca teliti Membaca pemahaman Membaca kritis
1. Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang.
2. Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati hanya mempergunakan ingatan visual (visual memory), yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan membaca dalam hati adalah secara umum untuk memperoleh informasi. Secara garis besar membaca dalam hati terbagi atas membaca intensif dan membaca ekstensif.
A. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Tujuan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi bacaan dengan cepat. Membaca ekstensif ini meliputi :
1) Membaca Survei
Sebelum membaca biasanya kita meneliti terlebih dahulu apa yang hendak kita telaah. Bahkan kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari. 2) Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat, melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mendapatkan informasi
3) Membaca Dangkal
Membaca dangkal atau superficial reading bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal dan tidak bersifat mendalaminya pada suatu bacaan.
B. Membaca Intensif
Membaca intensif adalah intensive reading adalah membaca dengan penu kesungguhan agar memperoleh pemahaman pada suatu bacaan. Membaca intensif mempunyai beberapa kelompok, diantaranya :
(a) Membaca telaah isi
Membaca telaah isi merupakan kegiatan pemahaman yang dilakukan setelah mendapatkan bahan bacaan yang menarik. Membaca telaah isi juga menuntut
ketelitian, pemahaman, kekritisan berpikir, serta keterampilan menangkap suatu ide pada bahan bacaan tersebut. Membaca telaah isi meliputi :
a. Membaca teliti
Membaca teliti membutuhkan keterampilan seperti : survey yang tepat untuk memperhatikan organisasi atau pendekatan umum, membaca secara seksama dan membaca ulang paragraf-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting, membantu ingatan, mencatat fakta atau ide yang penting dapat menanamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. b. Membaca pemahaman
Membaca pemahaman adalah jenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar atau norma kesusastraan, resensi, kritik, drama tulis, dan pola fiksi. Membaca pemahaman merupakan memahami bacaan secara tepat dan cepat. Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar dari membaca kritis. c. Membaca kritis
Membaca kritis atau interpretative reading bertujuan : memahami maksud penulis, memahami organisasi dasar penulisan, menilai penyajian penulis atau pengarang, menerapkan prinsip kritis pada bacaan sehari-hari, meningkatkan minat baca, kemampuan baca dan berpikir kritis, mengetahui prinsip pemilihan bahan bacaan.
(b) Membaca telaah bahasa
Membaca telaah bahasa merupakan kegiatan membaca yang menuntut adanya suatu pemahaman yang sangat mendalam pada bahasa yang membangun bacaan yang terdiri dari isi dan bahasa. Membaca telaah bahasa terdiri dari
membaca bahasa (foreigen language reading) dan membaca sastra (literaty reading). Tujuan utama telaah bahasa adalah untuk memperbesar daya kata dan mengembangkan koosakata serta memahami isi dan keindahannya.
Ciri-ciri pembaca yang baik meliputi :
a. Tahu mengapa ia membaca b. Memahami apa yang dibaca
c. Mengenal media cetak, bentuk-bentuk kontemporer media cetak seperti paperback media grafika, majalah, dan surat kabar
d. Menguasai kecepatan membaca dan beberapa hal seperti membaca sekilas, memetik secara kasar tiga atau empat hal dalam satu halaman untuk memperoleh gambaran umum bagian sebagai satu keseluruhan.
A. Pengertian Membaca Cepat
Soedarso dalam Yasrul Effendi mengatakan bahwa metode speed reading merupakan semacam latihan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi. Seseorang akan dituntut untuk membedakan informasi yang diperlukan atau tidak. Informasi itu kemudian disimpan dalam otak. Sedangkan Nurhadi menyatakan bahwa membaca cepat dan efektif ialah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaannya. Muchlisoh mengatakan bahwa membaca cepat bukan berarti jenis membaca yang ingin memperoleh jumlah bacaan atau halaman yang banyak dalam waktu yang singkat. Jenis membaca ini dilaksanakan tanpa suara. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan dengan menggunakan gerakan mata dan dilakukan tanpa suara yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara tepat dan cermat dalam waktu singkat.
Jadi, membaca cepat adalah membaca yang dilakukan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Biasanya dengan membaca kalimat demi kalimat dan paragraf tetapi tidak membaca kata demi kata. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi, gagasan utama, dan penjelasan dari suatu bacaan dalam waktu yang singkat. Speed reading juga merupakan keterampilan yang harus dipelajari agar mampu membaca lebih cepat. Tidak ada orang yang dapat membaca cepat karena bakat.
Menurut Soedarso, dalam membaca cepat terkandung pemahaman yang cepat pula, pemahaman menjadi pangkal tolak pembahasan, bukan kecepatan. Pembaca yang baik akan mengatur kecepatannya dan memilih jalan terbaik untuk mencapai tujuannya.8 Menurut Harry Shefter dalam bukunya dari Newyork University dalam bukunya Faster Reading Selftaught, pada umumnya orang dapat mencapai kecepatan 350-500 kata per menit (kpm).9
B. Tujuan Membaca Cepat
1. Memperoleh kesan umum dari suatu buku, artikel, atau tulisan singkat. 2. Menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan.
3. Menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan C. Manfaat Membaca Cepat
1. Untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat dan efektif.
2. Dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau bacaan.
8
Soedarso, Speed Reading System Membaca Cepat dan Efektif, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002),h. xiv
9
3. Tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memperhatikan atau membaca bagian yang tidak kita perlukan
D. Teknik Membaca Cepat
Tidak semua orang akan langsung mahir untuk membaca cepat. Keterampilan ini membutuhkan latihan yang mungkin bisa sampai berulang-ulang agar seseorang dapat menguasai teknik-teknik yang tepat dalam membaca cepat. Latihan-latihan ini dipandang penting untuk dilakukan karena biasanya seseorang yang baru pertama kali belajar membaca cepat akan menemui beberapa masalah yang bisa menjadi penghambat dalam membaca cepat. Syarat utama untuk dapat membaca cepat adalah mengetahui dengan persis bahan apa yang sedang dicari. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan pemindaian secara cepat. Hanya mencari bagian-bagian yang dibutuhkan.
Untuk bisa membaca cepat memang perlu teknik tertentu. Secara umum ada dua teknik membaca yaitu:
1. Teknik Scanning
Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut seseorang dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Misalnya membaca koran, mencari judul-judul atau topik berita yang dianggap menarik. Bagian-bagian yanag dapat dilompati antara lain
a. Bagian yang telah diketahui dari buku lain
b. Bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan membaca c. Bagian yang hanya merupakan contoh atau ilustrasi
d. Bagian yang merupakan ringkasan bab sebelumnya. 2. Teknik Skimming
Teknik membaca Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu melacak informasi yang ingin diketahui secara mendalam. Untuk memperlancar proses skimming maka lakukanlah terlebih dahulu membaca daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, judul atau sub judul, serta kesimpulan. Dari bagian-bagian buku ini minimal kita bisa menafsirkan apa inti dari isi buku yang akan kita baca tersebut. Teknik ini biasanya dilakukan ketika kita mencari sesuatu yang khusus dalam teks. Fungsi skimming adalah
a. Untuk mengenali topik bacaan
b. Untuk mengetahui pendapat/opini orang
c. Untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan
d. Untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara berpikir penulis.
e. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca.
E. Langkah-langkah membaca cepat
Sebelum melatih membaca cepat, kita perlu paham beberapa langkah membaca cepat, yaitu:
1. Persiapan
Tahap persiapan ini dimulai dengan membaca judul. Judul ini ditafsirkan sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah dialami. seseorang bisa menafsirkan isi bacaan dari judul yang dibaca. Hubungkan pengalaman/wawasan yang dimiliki dengan judul bahan bacaan yang akan dibaca. Kemudian perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan. Oleh karena itu simbol visual ini dapat membantu kita memahami isi bacaan. Selanjutnya kita perlu memperhatikan huruf cetak tebal/huruf miring. Huruf yang dicetak berbeda ini
melambangkan kata/kalimat penting dalam isi bacaan. Langkah selanjutnya adalah membaca alinea awal dan akhir. Alinea awal mengantarkan pembaca pada isi bacaan, sedangkan alinea akhir biasanya berupa pokok pikiran dari isi bacaan. Melalui aliena awal dan akhir ini dapat membantu kita menafsirkan keseluruhan isi bacaan. Kemudian kita perlu baca juga rangkuman bacaan.
2. Pelaksanaan
Jika telah melaksanakan tahap persiapan tadi, kita sudah bisa membayangkan gambaran umum isi bacaan dalam buku yang akan dibaca. Selanjutnya kita dapat memulai membaca cepat dengan menggunakan dua teknik tadi yaitu scaning dan skimming. Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi buku.
Untuk menguasai keterampilan membaca cepat, kita perlu latihan. Latihan ini meliputi latihan otot mata, pheriperial mata, dan latihan pernapasan.
a. Melatih otot mata
Melatih otot mata dapat dilakukan dengan cara gerakan bola mata dalam keadaan terpejam ke atas ke bawah, lalu samping kiri dan kanan. Latihan ini harus dilakukan secara continue minimal selama 14 hari, masing-masing selama lima menit tanpa harus putus. Apabila satu hari saja tidak latihan, maka otot mata akan kembali ke keadaan sebelum latihan.
b. Melatih Pheriperal Mata
Melatih pheriperal mata dapat dilakukan dengan cara pandangan mata mengikuti gerakan telunjuk di depan mata. Tujuannya agar mata kita dapat menjangkau seluruh bacaan tanpa menggeleng-gelengkan kepala, karena menggelengkan kepala itu menghambat membaca cepat.
Melatih pernapasan dapat dilakukan dengan cara tarik napas panjang keluarkan secara perlahan. Kemudian latihan konsentrasi yang berhubungan dengan sikap duduk, tegak, libatkan asosiasi dan imajinasi. Di sini usahakan seolah-olah sedang berkomunikasi dengan sang penulis.
Kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki seseorang dalam membaca pun secara tidak sadar bisa menjadi penghambat untuk bisa membaca dengan cepat. Kebiasaan-kebiasaan yang biasanya sudah dimiliki selama bertahun-tahun ini di antaranya:
a. vokalisasi atau bergumam ketika membaca;
b. membaca dengan menggerakkan bibir namun tidak bersuara (komat-kamit);
c. kepala yang bergerak searah dengan arah tulisan yang dibaca; d. jari-jari tangan yang selalu menunjuk tulisan yang dibaca;
e. gerakan mata yang selalu kembali ke kata-kata sebelumnya atau mengulang membaca kalimat dari depan;
f. membaca di dalam hati.
Untuk mengatasi masalah-masalah ini, usahakan untuk mencegah bibir, jari-jari tangan, dan kepala untuk bergerak pada saat membaca. Cara pencegahannya bisa dengan mengatupkan bibir, memasukkan tangan ke dalam saku atau memegangi kepala pada waktu membaca. Sedangkan untuk menghindari supaya tidak bersuara pada waktu membaca adalah dengan merasakan getaran suara di leher. Dengan meletakkan tangan di leher, akan diketahui apakah kita bersuara atau tidak. Membaca dalam hati memang tidak bisa dicegah, tetapi usahakan supaya tidak memerhatikan pelafalannya.
Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi masalah-masalah dalam membaca cepat.
1. Miliki kosakata yang luas. Jika saat ini masih memiliki kosakata yang terbatas, ada cara-cara yang bisa ditempuh untuk mengatasinya, yaitu
dengan menyiapkan catatan kata-kata baru yang belum diketahui. Setelah itu, carilah artinya di dalam kamus. Perbendaharaan kata yang banyak sangat membantu dalam memahami suatu bacaan.
2. Sikap tubuh membaca cepat memang memerlukan konsentrasi yang tinggi. Tidak jarang pembaca justru berada dalam posisi tegang. Kondisi yang seperti ini justru menjadi penghambat. Untuk itu, ambilah posisi santai saat membaca.
3. Membaca sepintas lalu dengan membaca sepintas lalu, dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin akan terjadi.
4. Konsentrasi. Konsentrasi yang penuh menghindarkan dari melamun atau pikiran yang melayang-layang. Kesulitan dalam berkonsentrasi menunjukkan kecepatan membaca yang rendah. Untuk itu, usahakan agar selalu berkonsentrasi ketika membaca cepat.
5. Retensi/mengingat kembali informasi dari bacaaan. Mengingat kembali informasi yang baru saja dibaca bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, diskusi, maupun menulis kembali informasi yang sudah diterima.
6. Tujuan dari membaca itu sendiri. Dengan menentukan tujuan dari membaca, akan mengetahui apakah bacaan tersebut sesuai dengan kebutuhan atau seperti yang diinginkan.
7. Motivasi. Motivasi yang jelas dalam membaca akan memengaruhi tingkat pemahaman bacaan. Jika sudah memiliki motivasi yang jelas dalam membaca suatu bacaan, akan lebih mudah menyerap informasi dalam bacaan tersebut. Untuk itu, tumbuhkanlah motivasi dalam membaca.
F. Cara mengukur kecepatan membaca
Mengukur jumlah kata dalam bacaan dapat dilakukan dengan jalan menghitung kata perbaris rata-rata dikalikan jumlah baris yang dibaca. Untuk
menghitung kata perbaris rata-rata, hitung jumlah kata dalam lima baris sesudah itu dibagi lima hasilnya adalah kata perbaris kata-kata. Contoh :
Jumlah kata perbaris rata-rata : 11 Jumlah baris yang dibaca : 60
Jumlah kata yang dibaca : 11 x 60 = 660
Jika kita membaca 2 menit 10 detik, atau 130 detik maka kecepatan membaca kita adalah 660 kata/ 130 detik = 346 kata permenit.