TINJAUAN PUSTAKA
3) AKBK 4) AKDR
2.6 Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
2.6.2 Jenis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 1) Implan
Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) atau Implan adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit.Alat kontrapsi implan metode kontrasepsi tidak permanen dan dapat mencegah kehamilan antara 3 sampai 5 tahun (Suratun, 2015).
Adapun jenis kontrasepsi implan adalah :
a. Norplant terdiri dari enam batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, diameter 2,4 mm, berisi 36 mg levonogestrel dengan lama kerja lima tahun.
b. Jadena dan indoplant, terdiri dua batak silastik lembut berongga dengan panjang 4,3 cm, diameter 2,5 mm,berisi 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja tiga tahun.
c. Implanon, terdiri suatu batang silastik lembut berongga dengan panjang kira-kira 4,0 cm, diameter 2 mm, berisi 68 mg 3-keto-desogestrel dengan lama kerja tiga tahun. Keefektivan implanon mendekati 100% dalam mencegah kehamilan, pertama dengan menghambat ovulasi dan kedua dengan mempertebal mucus serviks (Andrews, 2009).
d. Nestorone atau ST-1435, menghambat ovulasi dan tidak terikat dengan sex hormone-binding globulin (SHBG) serta tanpa efek estrogenik dan androgenik,
satu kapsul. Implan-2 setara dengan 1095-1460 pil progestin yang harus diminum setiap hari, kemasan 2 kapsul yang masing-masing berisi 75mg levanogestrel dalam kantong plastic steril, diinsersikan subdermal pakai trokar, hanya diperlukan pendorong untuk menempatkan kedua kapsul pada lapisan subdermal pakai trokar. Hanya diperlukan pendorong untuk menempatkan kedua kapsul pada lapisan subdermal lengan atas klien, masa pakai 3-4 tahun, dengan efektifitas tinggi.
Cara kerja metode kontrasepsi model ini adalah menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi, kontrasepsi implan juga mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri, mencegah sperma dan ovum bertemu serta memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus (Meilani, 2010).Efektifitas metode kontrasepsi ini sangat tinggi, dengan tingkat kegagalan hanya 1-3%.
Sebagai salah satu metode kontrasepsi jangka panjang, pemakai kontrasepsi metode kontrasepsi jenis ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : usia produktif, keadaan nulipara, menginkan kontrasepsi jangka panjang, status menyusui tidak dipermasalahkan.
Keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut :
Daaya guna tinggi
Cepat bekerja 24 jam setelah pemasangan
Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun untuk jenis norplant)
Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.
Tidak memerlukan periksa dalam
Bebas dari pengaruh estrogen
Tidak mengganggu proses senggama
Tidak mempengarugi ASI
Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.
Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan.
Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
Kesuburanakan kembali tinggi setelah pencabutan.
Metode ini dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan
bercakatau spotting, hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid serta amenorea.
Peningkatan / penurunan berat badan
Nyeri payudara
Perasaan mual
Pusing / sakit kepala
Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness)
Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.
2) Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)/Intrauterine Device (IUD)
Alat kontrasepsi dalam rahim atau yang dikenal dengan IUD (Intra-Uterine Devices) merupakan kontrasepi non hormonal yang dipasang rahim. IUD atau yang
dikenal pula dengan AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim. Ada beberapa jenis alat KB yang bekerja dari dalam rahim untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. Spiral bisa bertahan dalam rahim dan terus menghambat pembuahan sampai 10 tahun lamanya. Setelah itu harus dikeluarkan dan diganti. Bahan spiral yang paling umum digunakan adalah plastik, atau plastik bercampur tembaga. Spiral mempunyai efek samping haid menjadi lebih lama dan lebih banyak. Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan. Spiral tidak menjamin dapat melindungi dari berbagai penyakit yang menular melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS, dan tidak dianjurkan digunakan pada wanita yang memiliki penyakit komplikasi radang mulut rahim yang serius (Meilani, 2010).
Cara kerjanya adalah sebagai berikut :
Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii
Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu
Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus Keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut :
Memilki efektivitas tinggi (6 kegagalan dalam 1000 kehamilan).
AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti).
Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat penggunaannya.
Tidak mempengaruhi hubungan seksual
Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu IUD (CuT-380A).
Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
Kesuburan segera kembali setelah IUD diangkat
Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
Tidak ada interaksi dengan obat-obat
Membantu mencegah kehamilan ektopik
Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan berkurang setelah tiga bulan)
Haid lebih lama dan banyak
Perdarahan antar menstruasi
Saat haid lebih sakit Komplikasi lain :
Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan
Perdarahan berat pada waktu haid
Perforasi dinding uterus
Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.
Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD.
3) Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma (pada lelaki). Kontap adalah salah satu cara kontrasepsi untuk mengakhiri kelahiran.
Kontrasepsi mantap (Kontap) dikenal ada dua macam, yaitu Kontap Pria atau MOP atau Vasektomi dan Kontap Wanita atau MOW atau Tubektomi.
Kontrasepsi mantap memiliki kefektifitasan yang tinggi dengan angka kegagalan rendah dan kejadian kegagalan disebabkan oleh tehnik operatif yang kurang baik ataupun rekanalisasi spontan, serta efek samping minimal. Keuntungan Kontap dibandingkan kontrasepsi yang lain adalah lebih aman (keluhan lebih sedikit), lebih praktis (hanya memerlukan satu kali tindakan), dan lebih efektif (tingkat kegagalan sangat kecil) serta ekonomis.
a. MOW (Metoda Operasi Wanita)
Tubektomi merupakan tindakan medis berupa tindakan medis berupa penutupan tuba uterine dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka waktu panjang sampai seumur hidup.
MOW adalah tindakan penutupan terhadap kedua saluran telur kanan dan kiri, yang menyebabkan sel telur tidak dapat melewati sel telur, dengan demikian sel telur
tidak dapat bertemu dengan sperma laki-laki sehingga tidak terjadi kehamilan.Dengan mengoklusi (mengikat dan memotong atau memasang cincin) tuba falopii maka sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
MOW adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas atau kesuburan seorang wanita. Keutntungan kontrasepsi MOW adalah :
Sangat efektif dan permanen.
Merupakan tindakan yang aman dan sederhana, tidak ada efek samping.
Diperlukan konseling untuk melakukan tindakan bedah MOU.
Sangat efektif (0.5 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan).
Tidak mempengaruhi proses menyusui.
Tidak tergantung pada faktor sanggama.
Pembedahan sederhana dengan anestesi local.
Tidak ada perubahan dalam produksi hormon ovarium.
Tidak ada efek samping dalam jangka waktu panjang
Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
Penggunaan harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini, kecuali denganrekanalisasi, ada rasa tidak nyaman dalam jangka pendek pasca operasi, harus dilakukan oleh dokter yang terlatih.
Risiko dan efek samping pembedahan
Kadang-kadang sedikit merasa nyeri pada saat operasi.
Infeksi mungkin saja terjadi akibat prosedur pembedahan.
b. MOP (Metode Operasi Pria)
Vasektomi adalah cara KB permanen bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi. Vasektomi adalah operasi yang aman, dan mudah yang memerlukan waktu beberapa menit untuk melakukan pembedahan ringan. Prinsipnya pembedahan dengan menutup saluran bibit laki-laki (vas deferen) dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan kiri.
MOP atau vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur tranportasi sperma terhambat dan proses fertilitasi (penyatuan dengan ovum tidak terjadi).
Tindakan oklusi dilakukan terhadap kedua saluran mani sebelah kanan dan sebelah kiri sehingga tidak dapat menyebabkan kehamilan. MOP sangat efektif, tidak ada efek samping jangka panjang, tindak bedah aman dan sederhana, serta dapat digunakan seumur hidup dan tidak mengganggu kehidupan suami isteri.
Keutntungan kontrasepsi MOP adalah :
Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual dan produksi hormon.
Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi, dapat digunakan seumur hidup.
Tidak mengganggu kehidupan seksual suami istri
Lebih aman, praktis, efektif dan ekonomis.
Tidak ada mortalitas/kematian.
Pasien tidak dirawat RS/Klinik
Tidak ada risiko kesehatan
Sifatnya permanen
Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
Harus ada tindakan pembedahan
Tidak dilakukan pada suami yang masih ingin memiliki anak
Kadang-kadang terasa nyeri atau terjadi perdarahan setelah operasi
Kadang-kadang timbul infeksi pada kulit skorotum, apabila operasinya tidak sesuai dengan prosedur.