• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 1) Implan

Dalam dokumen PEMMI SINAGA /IKM (Halaman 42-50)

TINJAUAN PUSTAKA

3) AKBK 4) AKDR

2.6 Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

2.6.2 Jenis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 1) Implan

Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) atau Implan adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit.Alat kontrapsi implan metode kontrasepsi tidak permanen dan dapat mencegah kehamilan antara 3 sampai 5 tahun (Suratun, 2015).

Adapun jenis kontrasepsi implan adalah :

a. Norplant terdiri dari enam batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, diameter 2,4 mm, berisi 36 mg levonogestrel dengan lama kerja lima tahun.

b. Jadena dan indoplant, terdiri dua batak silastik lembut berongga dengan panjang 4,3 cm, diameter 2,5 mm,berisi 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja tiga tahun.

c. Implanon, terdiri suatu batang silastik lembut berongga dengan panjang kira-kira 4,0 cm, diameter 2 mm, berisi 68 mg 3-keto-desogestrel dengan lama kerja tiga tahun. Keefektivan implanon mendekati 100% dalam mencegah kehamilan, pertama dengan menghambat ovulasi dan kedua dengan mempertebal mucus serviks (Andrews, 2009).

d. Nestorone atau ST-1435, menghambat ovulasi dan tidak terikat dengan sex hormone-binding globulin (SHBG) serta tanpa efek estrogenik dan androgenik,

satu kapsul. Implan-2 setara dengan 1095-1460 pil progestin yang harus diminum setiap hari, kemasan 2 kapsul yang masing-masing berisi 75mg levanogestrel dalam kantong plastic steril, diinsersikan subdermal pakai trokar, hanya diperlukan pendorong untuk menempatkan kedua kapsul pada lapisan subdermal pakai trokar. Hanya diperlukan pendorong untuk menempatkan kedua kapsul pada lapisan subdermal lengan atas klien, masa pakai 3-4 tahun, dengan efektifitas tinggi.

Cara kerja metode kontrasepsi model ini adalah menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi, kontrasepsi implan juga mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri, mencegah sperma dan ovum bertemu serta memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus (Meilani, 2010).Efektifitas metode kontrasepsi ini sangat tinggi, dengan tingkat kegagalan hanya 1-3%.

Sebagai salah satu metode kontrasepsi jangka panjang, pemakai kontrasepsi metode kontrasepsi jenis ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : usia produktif, keadaan nulipara, menginkan kontrasepsi jangka panjang, status menyusui tidak dipermasalahkan.

Keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut :

 Daaya guna tinggi

 Cepat bekerja 24 jam setelah pemasangan

 Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun untuk jenis norplant)

 Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.

 Tidak memerlukan periksa dalam

 Bebas dari pengaruh estrogen

 Tidak mengganggu proses senggama

 Tidak mempengarugi ASI

 Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.

 Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan.

Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

 Kesuburanakan kembali tinggi setelah pencabutan.

 Metode ini dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan

bercakatau spotting, hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid serta amenorea.

 Peningkatan / penurunan berat badan

 Nyeri payudara

 Perasaan mual

 Pusing / sakit kepala

 Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness)

 Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.

2) Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)/Intrauterine Device (IUD)

Alat kontrasepsi dalam rahim atau yang dikenal dengan IUD (Intra-Uterine Devices) merupakan kontrasepi non hormonal yang dipasang rahim. IUD atau yang

dikenal pula dengan AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim. Ada beberapa jenis alat KB yang bekerja dari dalam rahim untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. Spiral bisa bertahan dalam rahim dan terus menghambat pembuahan sampai 10 tahun lamanya. Setelah itu harus dikeluarkan dan diganti. Bahan spiral yang paling umum digunakan adalah plastik, atau plastik bercampur tembaga. Spiral mempunyai efek samping haid menjadi lebih lama dan lebih banyak. Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan. Spiral tidak menjamin dapat melindungi dari berbagai penyakit yang menular melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS, dan tidak dianjurkan digunakan pada wanita yang memiliki penyakit komplikasi radang mulut rahim yang serius (Meilani, 2010).

Cara kerjanya adalah sebagai berikut :

 Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii

 Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri

 AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu

 Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus Keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut :

 Memilki efektivitas tinggi (6 kegagalan dalam 1000 kehamilan).

 AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.

 Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti).

 Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat penggunaannya.

 Tidak mempengaruhi hubungan seksual

 Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.

 Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu IUD (CuT-380A).

 Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI

 Kesuburan segera kembali setelah IUD diangkat

 Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).

 Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)

 Tidak ada interaksi dengan obat-obat

 Membantu mencegah kehamilan ektopik

Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

 Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan berkurang setelah tiga bulan)

 Haid lebih lama dan banyak

 Perdarahan antar menstruasi

 Saat haid lebih sakit Komplikasi lain :

 Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan

 Perdarahan berat pada waktu haid

 Perforasi dinding uterus

 Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS

 Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.

 Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD.

3) Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma (pada lelaki). Kontap adalah salah satu cara kontrasepsi untuk mengakhiri kelahiran.

Kontrasepsi mantap (Kontap) dikenal ada dua macam, yaitu Kontap Pria atau MOP atau Vasektomi dan Kontap Wanita atau MOW atau Tubektomi.

Kontrasepsi mantap memiliki kefektifitasan yang tinggi dengan angka kegagalan rendah dan kejadian kegagalan disebabkan oleh tehnik operatif yang kurang baik ataupun rekanalisasi spontan, serta efek samping minimal. Keuntungan Kontap dibandingkan kontrasepsi yang lain adalah lebih aman (keluhan lebih sedikit), lebih praktis (hanya memerlukan satu kali tindakan), dan lebih efektif (tingkat kegagalan sangat kecil) serta ekonomis.

a. MOW (Metoda Operasi Wanita)

Tubektomi merupakan tindakan medis berupa tindakan medis berupa penutupan tuba uterine dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka waktu panjang sampai seumur hidup.

MOW adalah tindakan penutupan terhadap kedua saluran telur kanan dan kiri, yang menyebabkan sel telur tidak dapat melewati sel telur, dengan demikian sel telur

tidak dapat bertemu dengan sperma laki-laki sehingga tidak terjadi kehamilan.Dengan mengoklusi (mengikat dan memotong atau memasang cincin) tuba falopii maka sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.

MOW adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas atau kesuburan seorang wanita. Keutntungan kontrasepsi MOW adalah :

 Sangat efektif dan permanen.

 Merupakan tindakan yang aman dan sederhana, tidak ada efek samping.

 Diperlukan konseling untuk melakukan tindakan bedah MOU.

 Sangat efektif (0.5 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan).

 Tidak mempengaruhi proses menyusui.

 Tidak tergantung pada faktor sanggama.

 Pembedahan sederhana dengan anestesi local.

 Tidak ada perubahan dalam produksi hormon ovarium.

 Tidak ada efek samping dalam jangka waktu panjang

Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

 Penggunaan harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini, kecuali denganrekanalisasi, ada rasa tidak nyaman dalam jangka pendek pasca operasi, harus dilakukan oleh dokter yang terlatih.

 Risiko dan efek samping pembedahan

 Kadang-kadang sedikit merasa nyeri pada saat operasi.

 Infeksi mungkin saja terjadi akibat prosedur pembedahan.

b. MOP (Metode Operasi Pria)

Vasektomi adalah cara KB permanen bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi. Vasektomi adalah operasi yang aman, dan mudah yang memerlukan waktu beberapa menit untuk melakukan pembedahan ringan. Prinsipnya pembedahan dengan menutup saluran bibit laki-laki (vas deferen) dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan kiri.

MOP atau vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur tranportasi sperma terhambat dan proses fertilitasi (penyatuan dengan ovum tidak terjadi).

Tindakan oklusi dilakukan terhadap kedua saluran mani sebelah kanan dan sebelah kiri sehingga tidak dapat menyebabkan kehamilan. MOP sangat efektif, tidak ada efek samping jangka panjang, tindak bedah aman dan sederhana, serta dapat digunakan seumur hidup dan tidak mengganggu kehidupan suami isteri.

Keutntungan kontrasepsi MOP adalah :

 Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual dan produksi hormon.

 Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi, dapat digunakan seumur hidup.

 Tidak mengganggu kehidupan seksual suami istri

 Lebih aman, praktis, efektif dan ekonomis.

 Tidak ada mortalitas/kematian.

 Pasien tidak dirawat RS/Klinik

 Tidak ada risiko kesehatan

 Sifatnya permanen

Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

 Harus ada tindakan pembedahan

 Tidak dilakukan pada suami yang masih ingin memiliki anak

 Kadang-kadang terasa nyeri atau terjadi perdarahan setelah operasi

 Kadang-kadang timbul infeksi pada kulit skorotum, apabila operasinya tidak sesuai dengan prosedur.

Dalam dokumen PEMMI SINAGA /IKM (Halaman 42-50)

Dokumen terkait