BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Kontrasepsi
2.3.2 Jenis Metode Kontrasepsi
1. Metode Amenorea Laktasai (MAL)
a. MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. b. MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi bila : menyusui secara penuh, lebih
efektif jika pemberian sebelum haid, dengan frekuensi 8 x sehari, dan usia bayi kurang dari 6 bulan.
c. Efektif sampai dengan jangka waktu 6 bulan dan harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya
Keuntungan metode MAL :
- Efektifitas tinggi (keberhasilan sampai dengan 98% pada 6 bulan pertama setelah melahirkan).
- Tidak mengganggu proses senggama.
- Tidak ditemukan efek samping secara sistemik. - Tidak memerlukan pengawasan medis dan biaya.
- Mengurangi pendarahan post partum sekaligus mengurangi resiko anemia. Keterbatasan metode MAL:
- Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
- Kemungkinan sulit dilaksanakan karena kondisi sosial. - Efektifitas tinggi hanya sampai dengan 6 bulan.
- Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual.
- Hanya dapat digunakan oleh ibu yang menyusui secara eksklusif, dan belum mendapat haid setelah melahirkan.
2. Metode Kontrasepsi Alamiah
Metode kontrasepsi alamiah efektif bila dilaksanakan secara tertib. Yang termasuk ke dalam metode kontrasepsi alamiah adalah :
a. Metode Kalender (Ogino-Knaus) b. Metode Suhu Badan Basal (Termal) c. Metode Lendir Serviks (Ovulasi Billings) d. Metode Sympto-Termal.
e. Metode senggama terputus (Coitus Interuptus 3. Metode Barier
).
Metode Barier bertujuan untuk menghalangi terjadinya proses pembuahan, yang termasuk dalam metode barier :
a. Kondom untuk pria
Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang terbuat dari karet (lateks) berbentuk tabung tidak tembus cairan, dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sprema yang dikeluarkan pria pada saat senggama sehingga tidak tercurah ke dalam vagina. Kondom menghalangi
terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet sehingga sperma tidak tercurah ke dalam alat reproduksi wanita saat berhubungan seksual. Keuntungan menggunakan kondom :
1. Relatif murah.
2. Tidak perlu memerlukan pemeriksaan medis, supervise atau follow-up. 3. Cara pemakaian mudah.
4. Dapat diandalkan. 5. Reversibel
6. Tingkat proteksi tinggi terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS). 7. Pria ikut secara aktif dalam program KB.
(Hartanto, 2010). Keterbatasan kondom :
1. Angka kegagalan relatif tinggi.
2. Perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seks. 3. Pada beberapa orang menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan
ereksi.
4. Pemakaian harus konsisten setiap kali berhubungan seksual. (Hartanto, 2010).
b. Barier Intra Vaginal pada perempuan, terbagi atas : - Diafragma
- Spons
- Kondom perempuan
- Spermisida Vaginal dengan kemasan suppositoria, aerosol (busa), ataupun krim.
4. Metode Kontrasepsi Hormonal
a. Kontrasepsi Hormon Steroid : Pil Oral Kombinasi dan Mini Pil (hanya berisi Progestin).
Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesterone. Pil ini bekerja menekan ovulasi, yakni mencegah lepasnya sel telur dari indung telur dan mengendalikan lendir mulut rahim sehingga lebih kental dan sperma sukar masuk ke dalam rahim.
Keuntungan menggunakan Pil : 1. Reversibilitasnya tinggi. 2. Mudah dalam penggunaan.
3. Mengurangi rasa sakit ketika menstruasi. 4. Mencegah anemia.
5. Mengurangi resiko kanker ovarium.
6. Mengurangi kemungkinan infeksi panggul dan kehamilan ektopik. 7. Tidak mengganggu hubungan seksual (Suratun dkk, 2008).
1. Memerlukan disiplin dalam pemakaian. 2. Tidak mencegah penyakit menular seksual. 3. Tidak boleh diberikan kepada wanita menyusui. 4. Relatif Mahal .
5. Repot
(Atikah dkk, 2010). b. Kontrasepsi Suntikan
Terdapat 2 jenis kontrasepsi hormon suntikan KB. Jenis yang beredar di Indonesia :
1. Suntikan progestin saja (DMPA dan NET-EN).
2. Suntikan yang mengandung 25 mg Medroxy progesterone acetat dan 5 mg estradiol cypionate (Cyclofem) diberikan injeksi intramuscular sebulan sekali, dan 50 mg Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan secara injeksi intramuscular sebulan sekali.
Alat kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalkan lendir mulut rahim sehingga menghambat spermatozoa masuk ke rahim, dan menipiskan endometrium sehingga tidak siap untuk kehamilan. Efektifitas cara kontrasepsi suntik sangat tinggi, dimana kegagalan sebesar 0,7% untuk kontrasepsi Depot Medroxyprogesteron asetat (Depo-Provera).
1. Praktis, efektif dan aman.
2. Efek samping terhadap resiko kesehatan kecil 3. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami-istri. 4. Jangka panjang.
5. Klien tidak perlu repot menyimpan obat suntik. Keterbatasan suntik :
1. Terjadi perubahan pola haid.
2. Pengguna sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan 3. Peningkatan berat badan pada beberapa kasus.
4. Tidak menjamin perlindungan terhadap infeksi menular seksual (Pinem, 2009).
5. Kontrasepsi Implan (Subdermal) atau Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) Implant adalah alat kontrasepsi yang diinsersikan di bawah kulit, dilakukan pada bagian dalam lengan atas atau di bawah siku melalui insisi tunggal dalam bentuk kipas.
Jenis implant :
a. Norplant, terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg Levonorgestrel dengan lama kerja 5 tahun.
b. Implanon, terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang 40 mm, diameter 2mm, diisi dengan 68 mg 3 Keto desogestrel dengan lama kerja 3 tahun.
c. Jadena dan indoplant, terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg Lenovorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
Jenis yang paling sering digunakan di Indonesia adalah Norplant. Cara kerja susuk/implan dalam mencegah kehamilan pada dasarnya hampir sama dengan pil dan suntik.
Keuntungan menggunakan implan :
1. Daya guna tinggi (kegagalan 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan). 2. Memberi perlindungan jangka panjang (5 tahun).
3. Tingkat kesuburan cepat kembali setelah implant dicabut. 4. Tidak mengganggu kegiatan senggama.
5. Tidak mengganggu produksi ASI.
6. Dapat dicabut setiap saat jika dibutuhkan. Keterbatasan menggunakan implan :
1. Tidak member perlindungan terhadap infeksi menular seksual.
2. Memerlukan tindakan medis dalam pemasangan maupun pencabutannya, sehingga tidak dapat dilakukan oleh klien sendiri.
3. Efektivitasnya menurun jika penggunaan bersamaan dengan obat epilepsy maupun obat TBC.
4. Cara ini belum begitu dikenal sehingga beberapa masih enggan memakainya 5. Implan terlihat di bawah kulit.
Jenis AKDR :
a. Un-Medicated Devices b. Medicated Devices
- Yang mengandung logam
- Yang mengandung hormone : Progesterone atau levonorgestrel. 7. Kontrasepsi Mantap
Terdiri dari 2 jenis, yaitu :
a. Medis Operatif Wanita (MOW).
Tubektomi, adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan kesuburan dengan oklusi tuba falopii sehingga spermatozoa tidak dapat bertemu dengan ovum.
Keuntungan Tubektomi :
- Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan).
- Permanen.
- Tidak mempengaruhi produksi ASI dan proses menyusui. - Tidak dipengaruhi faktor senggama.
- Baik digunakan oleh klien yang mengalami resiko serius bila hamil. - Pembedahan sederhana.
- Tidak ada efek samping dalam jangka panjang. - Tidak terdapat perubahan fungsi seksual.
- Mengurangi resiko kanker ovarium. Keterbatasan Tubektomi :
- Bersifat permanen, sehingga membutuhkan pertimbangan matang dari pasangan.
- Ditemukan rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah pemasangan.
- Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual. b. Medis Operatif Pria (MOP).
Vasektomi, adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa defrensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
Keuntungan Vasektomi: - Sangat efektif.
- Aman, morbiditas rendah. - Sederhana dan cepat.
- Efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan. - Biaya relatif murah.
Keterbatasan Vasektomi:
- Diperlukan tindakan operasi.
- Tidak langsung memberikan perlindungan total sampai dengan 20 kali ejakulasi atau 3 bulan.
- Problem psikologis yang berhubungan dengan prilaku seksual mungkin timbul.