A. Berdasarkan Pola Pikir
1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang dimulai dengan inti uraian yang kemudian diikuti penjelasan. Dengan kata
lain, pikiran utamanya diletakkan di awal kemudian diikuti pikiran penjelas. Contoh:
Aki at krisis eko o i, harga se agia aha pokok
bergerak naik. Beras yang setahun lalu berharga Rp1.500,00/liter kini menjadi Rp 2000,00. Gula pasir yang semula Rp 3.000,00/kg melonjak menjadi Rp
4.500,00/kg. Minyak kelapa yang dulu Rp 2.000,00/kg kini berubah menjadi Rp 4.500,00/kg. Demikian juga bahan makanan pokok yang lain. Semua naik ha pir e apai %
---
2. Paragraf Induktif
Paragraf dengan pola induktif merupakan kebalikan dari deduktif, yaitu keterangan atau pikiran penjelas diletakkan di awal kemudian diakhiri dengan inti uraian atau pikiran utama.
Contoh:
Dala kehidupa er asyarakat, apa ya g di utuhka
seseorang belum tentu sama dengan apa yang dibutuhkan orang lain. Di samping itu, suatu kebutuhan yang bisa dicapai oleh seseorang belum tentu bisa
dicapai orang lain. Dengan demikian, dari waktu ke waktu kenyataan seperti itu akan selalu ada sehingga kemungkinan terjadinya konflik akibat
3. Paragraf Campuran
Paragraf campuran atau deduktif-induktif dimulai dengan inti
uraian (pikiran utama), diikuti penjelasan (pikiran penjelas), dan diakhiri dengan penegasan atau pengulangan inti uraian.
Contoh:
“e ua a usia pasti aka ati. Para pe guasa ya g dise ut kaisar, sulta , raja, atau presiden meskipun hidup dengan fasilitas yang serba melimpah,
mereka mati juga. Begitu pula para ahli bela diri yang setiap hari
memperkekar otot-otot tubuhnya dengan macam-macam pelatihan dan menu makanan yang lengkap, akhirnya mati. Orang-orang suci mulai dari para nabi sampai kyai yang doanya selalu atau hampir dikabulkan Tuhan, tetapi doa untuk tidak mati tidak pernah terkabul. Jadi, manusia di dunia ini tidak ada ya g isa hidup a adi .
4. Paragraf Deskriptif
Paragraf deskriptif merupakan paragraph yang inti uraian atau pikiran utamanya tersirat di seluruh bagian. Dengan demikian, inti uraian tersebut baru bisa ditemukan setelah membaca seluruh bagian paragraf tersebut dan
menyimpulkannya. Contoh :
Letak ka pus u i ersitas itu kura g le ih seratus eter dari se uah ukit ya g di sekitar kakinya terhampar pepohonan yang rindang. Tepat di tengah kampus itu menjulang gedung utama dengan gaya arsitektur khas
Indonesia lama. Berhadapan dengan gedung itu adalah perpustakaan yang tampak dari luar seperti tanpa penghuni karena pengunjungnya asyik dengan bacaan masing-masing. Di setiap halaman gedung kuliah terdapat juga pohon-pohon ri da g te pat ahasis a ersa tai .
2. Paragraf Perbandingan
Pikiran utama dijelaskan dengan membandingkan dua hal, persamaan dan perbedaannya.
Contoh
Kedua ora g itu selai e iliki persa aa , juga
memiliki perbedaan. Aminah dan Hindun sama-sama menyukai olah raga bulu tangkis. Juga mereka sama
menyukai piknik ke pantai atau menonton film humor. Namun, dalam memilih warna pakaian mereka berbeda.
3. Paragraf Analogi
Pikiran utama dijelaskan dengan mengibaratkan atau memgumpamakan dengan sesuatu yang memiliki kesamaan sifat.
Contoh
Kehidupa a usia i arat roda ya g seda g erputar,
kadang berada di atas kadang-kadang di bawah. Suatu waktu mungkin juga roda itu meluncur cepat tanpa goncangan sebab melaju di jalan tol. Pada waktu yang lain roda itu penuh goncangan karena berjalan melalui batu-batu dan lubang-lubang yang dalam. Adakalanya roda itu harus mendaki tanjakan yang sangat tajam,
4. Paragraf Sebab-Akibat
Pikiran utama dijelaskan dengan mengemukakan sebab atau akibat dari pernyataan-pernyataan.
Contoh
Ba jir dapat dise a ka faktor-faktor berikut: (1) sungai-
sungai yang makin sempit dan dangkal, (2) hutan-hutan yang makin kerdil, dan (3) sampah yang dibuang sembarangan. Semua faktor itu selalu ada kaitannya dengan ulah manusia. Faktor pertama merupakan akibat tepian sungai
dijadikan permukiman. Faktor kedua merupakan akibat keserakahan dalam meraup keuntungan sehingga hutan ditebang sewenang-wenang. Faktor ketiga sebagai akibat rendahnya kesadaran lingkungan yang mungkin pula
5. Paragraf Kronologi
Pikiran utama dijelaskan dengan memberikan keterangan secara terperinci dari A sampai Z.
Contoh:
Proses kejadian manusia menurut ahli antropologi adalah
sebagai berikut. Sejenis makhluk yang disebut primat, muncul pertama kali dari mamalia kira-kira tujuh puluh juta tahun yang lalu. Setelah berevolusi
kurang lebih selama empat puluh juta tahun makhluk primat itu bercabang-cabang di antaranya sejenis bercabang-cabang yang disebut hominoid. Setelah
menempuh waktu selama lima belas juta tahun, dari hominoid itu lahirlah sejenis kera yang disebut pongid. Setelah menempuh kurun waktu lima belas juta tahun lagi, dari pongid lahirlah makhluk baru yang disebut hominid (manusia).
6. Paragraf Perincian
Pikiran utama dijelaskan dengan memberikan uraian secara rinci.
Contoh
Alat i dra adalah alat ya g di iliki a usia u tuk mengenal sesuatu. Alat tersebut ada lima: mata,
telinga, hidung, lidah, dan kulit. Mata berfungsi untuk mengenal rupa atau warna, telinga untuk mengenal suara, hidung untuk mengenal bau-bauan, lidah untuk mengenal rasa, dan kulit untuk mengenal halus atau kasar ya sesuatu .
7. Paragraf Definisi
Sebuah istilah atau pengertian yang terkandung dalam pikiran utama memerlukan penjelasan yang definitif. Paragraf yang mengandung uraian demikian disebut paragraf definitisi.
Contoh
Etika e gkaji ti dak-tanduk manusia yang dilakukan
secara sadar, sengaja, dan bebas. Sadar artinya dalam keadaan jaga, tidak sedang mengigau, pingsan, atau lupa. Sengaja berarti direncanakan, bukan secara kebetulan. Bebas maksudnya dalam keadaan boleh memilih antara
dilakukan atau tidak. Semua perilaku itu kemudian dinilai baik buruknya menurut norma yang berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian, dapat
didefinisikan bahwa etika adalah ilmu yang mempelajari tindak-tanduk manusia
yang dilakukan secara sadar, sengaja, dan bebas untuk dinilai baik