• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI TAYANGAN TTKI A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MATERI TAYANGAN TTKI A"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan: Relevansi Tata Tulis Karya Ilmiah (TTKI) dengan Tujuan Pendidikan

Materi ajaran TTKI A ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan calon sarjana dalam melakukan kegiatan ilmiah. Kemampuan tata tulis karya ilmiah merupakan prasyarat utama dalam penyampaian hasil penelitian dan gagasan akademis. Oleh karena itu, mata kuliah ini menekankan pada penguasaan aspek kebahasaan, penyajian, dan tipografi yang akurat dan efektif. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

1.1 Arti Menulis dalam Konteks Akademik

Modul ini mengawali dengan menjelaskan arti menulis tidak hanya sebagai ekspresi diri, tetapi juga sebagai proses aktualisasi, edukasi, dokumentasi, dan bahkan ekonomi. Di dalam konteks akademik, menulis karya ilmiah merupakan bentuk komunikasi yang sangat penting untuk menyampaikan temuan-temuan penelitian, gagasan-gagasan baru, dan analisis-analisis kritis. Kemampuan menulis karya ilmiah menjadi indikator kemampuan berpikir sistematis, menganalisis data, dan menyampaikan argumen secara koheren dan persuasif. Dengan demikian, pemahaman akan arti menulis di atas, menjadi dasar bagi pemahaman tujuan penulisan karya ilmiah lebih lanjut.

1.2 Kontrak Belajar dan Sistem Evaluasi

Materi selanjutnya membahas kontrak belajar yang mencakup aspek kehadiran, materi kuliah (terbagi atas setengah semester kebahasaan dan setengah semester penulisan karya ilmiah), evaluasi (UTS 30%, UAS 35%, Tugas 25%, Kehadiran 10%), serta tugas mingguan dan laporan penelitian. Sistem evaluasi yang komprehensif ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa menguasai materi secara menyeluruh dan mampu menerapkannya dalam praktik penulisan karya ilmiah. Dengan sistem evaluasi ini, mahasiswa termotivasi untuk aktif belajar dan mencapai learning outcome yang diharapkan.

1.3 Tujuan Pembelajaran dan Capaian Kompetensi

Tujuan utama mata kuliah ini adalah agar mahasiswa mampu membuat laporan penelitian menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan baik. 'Baik' di sini merujuk pada norma etika, sopan santun, dan konteks situasi, sedangkan 'benar' merujuk pada kaidah logika dan tata bahasa Indonesia. Capaian kompetensi ini sangat penting karena menyangkut kualitas komunikasi ilmiah dan kredibilitas hasil penelitian mahasiswa. Kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan ide-ide kompleks secara jelas, ringkas, dan logis merupakan indikator keberhasilan pembelajaran.

II. Materi Kebahasaan: Penguasaan Ragam Bahasa Ilmiah

Bagian ini membahas aspek kebahasaan yang penting dalam penulisan karya ilmiah, mulai dari ragam bahasa, ciri bahasa Indonesia, ciri ragam ilmiah, ejaan, tata kata, tata kalimat, hingga istilah, definisi, dan silogisme. Pemahaman yang mendalam tentang kaidah-kaidah kebahasaan ini akan membantu mahasiswa menghindari kesalahan-kesalahan penulisan yang dapat mengurangi kualitas dan kredibilitas karya ilmiah mereka.

2.1 Ragam Bahasa dan Syarat Kebahasaan

Modul ini menjelaskan berbagai ragam bahasa, termasuk perbedaan antara ragam lisan dan tulisan, serta ragam bahasa berdasarkan cara pandang penutur dan topik pembicaraan. Fokus utama pada ragam bahasa ilmiah yang baku dan nasional untuk situasi resmi. Selanjutnya, dibahas syarat kebahasaan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu: kebakuan, logika, kejelasan (kuantitatif dan tepat), keruntutan, dan ringkas. Contoh-contoh yang diberikan membantu mahasiswa memahami dan menerapkan syarat-syarat ini secara praktis. Penekanan diberikan pada menghindari kalimat yang ambigu dan penggunaan istilah yang tepat guna.

2.2 Ciri Khas Bahasa Indonesia dan Pembentukan Kata

Materi ini menjelaskan ciri khas bahasa Indonesia yang membedakannya dengan bahasa lain, misalnya terkait bentuk kata kerja, kata benda, dan jumlah. Selanjutnya, dijelaskan secara detail tentang morfologi, termasuk imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, dan gabungan imbuhan), rumus pembentukan kata, perubahan bunyi, peluluhan, dan paradigma pengimbuhan. Penjelasan yang sistematis dan contoh-contoh yang beragam membantu mahasiswa memahami proses pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dan memilih kata yang tepat untuk karya ilmiah mereka. Bagian ini juga menyajikan suplemen morfologi untuk pendalaman materi.

2.3 Tata Kalimat dan Kesalahan Umum Penulisan

Bagian ini membahas tata kalimat sebagai satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran utuh. Diskusi meliputi fungsi komunikasi, pengaruh bahasa daerah dan asing, serta kesalahan umum seperti kalimat rancu, taksa, tidak lengkap, tidak logis, dan mubazir. Materi ini juga memberikan panduan praktis tentang variasi kalimat untuk menghindari gaya bahasa yang monoton dan meningkatkan kualitas penulisan. Contoh-contoh kalimat yang baik dan buruk diberikan sebagai ilustrasi.

III. Teknik Penulisan Karya Ilmiah: Dari Paragraf hingga Kepustakaan

Bagian ini membahas teknik penulisan karya ilmiah secara lebih detail, meliputi struktur paragraf, organisasi karangan, penanganan kepustakaan, dan pencegahan plagiarisme. Materi ini dirancang untuk membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah yang terstruktur, sistematis, dan bebas dari plagiarisme.

3.1 Ejaan dan Tanda Baca

Materi ini membahas kaidah-kaidah ejaan dan pemakaian tanda baca yang benar dalam penulisan karya ilmiah. Penjelasan meliputi penggunaan huruf kapital, huruf miring, penulisan kata (kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata), penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman. Ilustrasi kesalahan umum dan contoh penulisan yang benar disertakan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa.

3.2 Paragraf dan Jenis-jenisnya

Bagian ini menjelaskan pengertian paragraf sebagai satuan organisasi teks, unsur-unsur paragraf (pikiran utama, pikiran penjelas, transisi, dan penegas), serta skema paragraf. Lebih lanjut, dijelaskan berbagai jenis paragraf berdasarkan pola pikir (deduktif, induktif, campuran, deskriptif) dan berdasarkan teknik pengembangan (perbandingan, analogi, sebab-akibat, kronologi, perincian, definisi). Contoh paragraf untuk masing-masing jenis disertakan untuk memperjelas perbedaan dan cara penulisannya.

3.3 Perencanaan dan Organisasi Karangan Ilmiah

Materi ini membahas tahapan perencanaan karangan ilmiah, mulai dari penentuan topik, tema, dan judul yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Pembahasan selanjutnya mencakup penyusunan kerangka karangan, organisasi karya tulis ilmiah (komponen pelengkap awal, komponen utama, dan komponen pelengkap akhir), dan konvensi naskah (penggunaan kertas, spasi, halaman judul, sistem penomoran, dan lain-lain). Penjelasan yang detail dan sistematis akan membantu mahasiswa dalam menyusun dan mengorganisasikan karya tulis ilmiah mereka dengan baik dan benar.

3.4 Kepustakaan, Pengutipan, dan Pencegahan Plagiarisme

Bagian ini menekankan pentingnya menghindari plagiarisme dengan memberikan penjelasan tentang tata cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka yang sesuai dengan standar akademis. Penjelasan detail tentang penulisan daftar pustaka untuk berbagai sumber (buku, artikel jurnal, situs internet, dan lain-lain) disertakan. Penjelasan tentang penggunaan singkatan seperti Ibid, Loc.cit, dan Op.cit diberikan untuk membantu mahasiswa dalam penulisan kepustakaan yang benar dan konsisten. Materi tentang plagiarisme menekankan konsekuensi negatifnya dan etika penulisan akademik yang baik.

Referensi

Dokumen terkait

Pedoman penulisan huru kapital sesuai dengan pedoman EYD yaitu huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama: kata pada awl kalimat; petikan langsung; ungkapan yang

Huruf Kapital Tidak Dipakai sebagai Unsur Pertama Kata pada Awal Kalimat Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, huruf kapital dipakai

Kesalahan huruf kapital tersebut disebabkan oleh kesalahan pemakaian huruf kapital sebagai unsur huruf pertama kata pada awal kalimat, huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,

Penggunaan huruf kapital yang paling banyak digunakan adalah huruf kapital yang digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat sebanyak 267 dengan ketepatan

1 Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. P ekerjaan itu belum selesai. 2 Huruf kapital dipakai sebegai huruf pertama petikan

a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Huruf kapital dipakai pada unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai

- kebanyakan orang-orang menggunakan huruf kapital di kata "nama , tempat tanggal lahir , agama ,dst" karena dialinea kalimat pembuka sebelumnya.. menggunakan tanda koma

“lani pergi ke lapangan setiap hari minggu.” Kata yang seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital pada kalimat di atas adalah….. Kata yang tidak ditulis menggunakan huruf kapital