Makalah Pemakaian Huruf Penulisan Kata P

49  382  17 

Teks penuh

(1)

PEMAKAIAN HURUF, PENULISAN KATA, PENULISAN

UNSUR SERAPAN, DAN PEMAKAIAN TANDA BACA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia oleh dosen pengampu Sinta Rosalina, S.S., M. Pd.

Kelompok III / 2C

AHMAD AMIRUL FAUZI 1610631190010

ANDHIKA PRAYOGA 1610631190023

ANITA NILANA 1610631190028

AZIEH SHINTA BELLA 1610631190036

FIRHAN ANDE 1610631190064

LIFIA DAMEISTIN 1610631190099

SYLVIA RAHMAN 1610631190184

RIZAL FAUZI 1610631190160

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

(2)

KATA PENGANTAR

Allhamdulillah. Kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

Makalah ini dibuat dengan berbagai kajian dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan sebuah karya yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik;

2. Ayahandan dan Ibunda yang senantiasa mendo’akan kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu;

3. Sinta Rosalina, S.S., M.Pd. Selaku Dosen Bahasa Indonesia yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik;

4. Teman-teman yang mau bekerja sama untuk menyelesaikan makalah ini tepat waktu.

Kami menyadari makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami membutuhkan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan makalah ini.

Terima kasih dan semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih positif bagi kita

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...5

1.3 Tujuan Penulisan...5

1.4 Manfaat Penulisan...5

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pemakaian Huruf...6

2.2 Penulisan Kata...14

2.3 Pemakaian Tanda Baca...26

2.4 Penulisan Unsur Serapan...38

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulam...51

3.2 Saran...51

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ada bermacam-macam bahasa di dunia ini. Dan setiap bahasa memiliki ciri dan ke khasannya masing-masing, terutama pada setiap huruf dan ejaannya. Begitupun dengan bahasa Indonesia yang memiliki ciri khas pada alfabet, cara membaca. Dan setiap ejaannya sehingga ketiganya dijadikan panduan untuk menulis sebuah kata, kalimat, artikel, jurnal. Dan sampai penulisan karya ilmiah pun sudah ditentukan bagaimana penggunaan huruf, tanda baca, serta ejaan yang baik, benar sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku saat ini.

Sesuai dengan keputusan Presiden No. 57 tahun 1972 diresmikanlah aturan ejaan baru yang dinamakan Ejaan yang Disempurnakan dan sebagai bentuk sosialisasi melalui ejaan yang disempurnakan ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku pedoman penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.Tahun 1987 tepatnya tanggal 9 September diterbitkan kembali edisi kedua dari ejaan yang disempurnakan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, No. 0543a/U/1987. Selanjutnya pada tahun 2009 sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 46/U/2009 muncul kembali pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan yang berlaku sampai sekarang.

Pedoman ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan membahas banyak hal seperti pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara penulisan huruf dengan baik dan benar? 2. Bagaimana cara penulisan kata dengan baik dan benar?

3. Bagaimana cara penulisan unsur serapan dengan baik dan benar? 4. Bagaimana cara pemakaian tanda baca dengan baik dan benar? 1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Memahami penulisan huruf

2. Memahami penulisan kata

3. Memahami penulisan unsur serapam 4. Memahami pemakaian tanda baca 1.4 Manfaat Penulisan

Manfaaat dari penulisan makalah ini adalah:

1. Sebagai bahan referensi bagi mahasiswa untuk menulis makalah atau skripsi dengan penggunaaan ejaan yang baik dan benar.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pemakaian Huruf 2.1.1 Huruf Abjad

Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf berikut. Pengucapan huruf disertakan disebelahnya.

(7)

V

2.1.2 Huruf Vokal

huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o,dan u. Berikut berikut huruf vokal dalam bahasa Indonesia yang disertai dengan penggunaanya dalam kata.

Huruf Vokal

Misal Pemakaian dalam Kata

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

a api padi lusa

e enak petak sore

i itu simpan tipe

o oleh kota murni

u ulang bumi ibu

2.1.3 Huruf Konsonan

Huruf konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, dan z.

Huruf Konsonan

Misal Pemakaian dalam Kata

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

(8)

m maka kami diam

n nama tanah daun

p perah apa siap

q* qariah iqra

-r riah bara putar

s sampai asli tangkas

t tali mata rapat

v variasi larva molotov

w wanita hawa takraw

x* xenon -

-y yakin payung

-z zeni lazim juz

Keterangan:

Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar-x)

2.1.4 Huruf Diftong

Huruf diftong atau vokal ganda merupakan huruf yang terjadi jika ada dua huruf vokal yang berurutan. Kedua huruf vokal tersebut harus berada di dalam satu suku kata dan menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya). Bunyi luncuran tersebut sama lafalnya dengan bunyi yang huruf asli. Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, ei, dan oi.

Huruf Diftong

Misal Pemakaian dalam Kata

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

ai - balairung pandai

au autodidak taufik harimau

ei eigendom geiser survei

oi - boikot amboi

2.1.5 Gabungan Huruf Konsonan

(9)

Gabungan Huruf Konsonan

Misal Pemakaian dalam Kata

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

kh khusus akhir tarikh

ng ngarai bangun senang

ny nyata banyak

-sy syarat musyawarah arasy

2.1.6 Huruf Kapital atau huruf Besar

Berikut cara penulisan huruf kapital atau huruf besar dalam perjalanan bahasa Indonesia

a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Contoh :

Dia merasakan lapar

Apa yang harus kita lakukan ?

b. Hutruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang,termasuk julukan.

Contoh :

Amir Hamzah  Lifia Dameistin

c. Huruf kapital dipakai sebagai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh :

Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”

d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama sertiap nama kata agama, kitab suci, dan Tuhan

Contoh :  Alquran

Kristen Alkitab

(10)

orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat terbagi menjadi dua, yakni.

1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur atau nama gelar kehormatan keturunan, keagamaan.

Contoh :

 Sultan Hasannudin

 Agung Permana, Sarjana Hukum

2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sapaan.

Contoh :

 Selamat datang, Yang Mulia.  Selamat pagi, Dokter.

f. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang terntentu, nama instansi, atau nama tempat. Contoh :

Wakil Presiden Adam Malik

Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara

g. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contoh :

 bangsa Indonesia  suku Dayak

h. Huruf kapital pada nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah terbagi menjadi dua,yakni.

1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya.

(11)

 tahun Hijriah  tarikh Masehi

2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa/sejarah.

Contoh :

Perang Dunia II

 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

i. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh :

Jakarta  Pulau Mangas

j. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau do- kumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.

Contohnya sebagai beikut.

Republik Indonesia

Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia

k. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna). Didalam judul buku karangan, artikel dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Contohnya sebagai berikut.

(12)

l. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan.

Contohnya sebagai berikut.

S.H. sarjana hukum  S.K.M.sarjana kesehatan masyarakat

m. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik dan paman, serta kata unjuk lain yang dipakai dalam penyapaan atau penyebutan

Contohnya sebagai berikut.

 “Kapan Bapak berangkat?” tanya Hasan.  “Silahkan duduk, Dik!” kata orang itu.

2.1.7 Huruf Miring

Berikut cara penulisan huruf kapital atau huruf besar dalam pelajaran bahasa Indonesia.

a. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.

Contohnya sebagai berikut.

 Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.

 Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan.

(13)

Contohnya sebagai berikut.

 Huruf terakhir kata abad adalah d.  Dia tidak diantar, tetapi mengantar.

c. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.

Contohnya sebagai berikut.

Upacara peusijuek (tepung tawar) menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh.

2.1.8 Huruf Tebal

a. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

Contohnya sebagai berikut.

Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

b. Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian- bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau sub bab.

2.2 Penulisan Kata

2.2.1 Kata Dasar

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contohnya sebagai berikut.

 Buku itu sangat menarik.  Saya pergi ke sekolah.

(14)

a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditis serangkai dengan bentuk dasarnya.

Contohya sebagai berikut.

Berjalan  Gemetar

b. Bentuk terkait ditulis serangkaian dengan kata yang mengikutinya. Contohnya sebagai berikut

aerodinamika  antarkota

2.2.3 Bentuk Ulang

Bentuk ualng ditulis dengan menggunakan tnda hubung (-) diantara unsur-unsurnya.

Contohnya sebagai berikut. • Anak- anak

• Buku-buku

2.2.4 Gabungan kata

a. Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majeuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.

Contohnya sebagai berikut.

(15)

b. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubungan (-) di antara unsur-unsurnya.

Contohnya sebagai berikut. • anak-istri pejabat • ibu-bapak kami

c. Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.

Contohnya sebagai berikut. • bertepuk tangan

menganak sungai

d. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Contohnya sebagai berikut. • dilipatgandakan

menyebarluaskan

2.2.5 Pemenggalan Kata

a. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

1) Jika ditengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Contohnya sebagai berikut. • bu-ah

(16)

2) Huruf diftong au, ai,ei, dan oi tidak dipenggal. Contohnya sebagai berikut.

• pan-dai

au-la

3) Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

Contohnya sebagai berikut. • ba-pak

• ke-nyang

4) Jika ditengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

Contohnya sebagai berikut. • Ap-ril

• makh-luk

5) Jika ditengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Contohnya sebagai berikut. • ul-tra

(17)

b. Pemenggalan kata turunan sedapat-dapatnya dilakukan di antara bentuk dasar dan unsur pembentuknya.

Contohnya sebagai berikut. • ber-jalan • mem-bantu

c. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar.

Contohnya sebagai berikut.

• Biodata bio-data bi-o-da-ta

• Fotografi foto-grafi fo-to-gra-fi

d. Nama orang terdiri atas dua unsur atau lebih pada akhir baris dipenggal di antara unsur-unsurnya.

Contohnya sebagai berikut.

• Lagu “Indonesia Raya” digubah oleh Wage Rudolf Supratman. • Buku Layar Terkambang dikarang oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

2.2.6 Kata Depan

Kata depan, seperti di,ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

(18)

• Kain itu disimpan di dalam lemari . 2.2.7 Partikel

a. Partikel -lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contohnya sebagai berikut. • Bacalah buku itu baik-baik!

• Apakah yang tersirat dalam surat itu?

b. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contohnya sebagai berikut.

• Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.

• Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.

c. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contohnya sebagai berikut.

• Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu. • Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.

2.2.8 Singkatan dan Akronim

a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkar diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.

Contohnya sebagai berikut.

(19)

W.R. Supratman Wage Rudolf Supratman

b. 1) Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Contohnya sebagai berikut.

• NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia • PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa

2) Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf tanpa tanda titik.

Contohnya sebagai berikut.

• MAN madrasah aliah negeri • KTP kartu tanda penduduk

c. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik.

Contohnya sebagai berikut. • hlm. halaman • dll. dan lain-lain

d. Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik.

(20)

e. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Contohnya sebagai berikut. • Cm sentimeter • Rp rupiah

f. Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Contohnya sebagai berikut.

• BIG Badan Informasi Geospasial

• LIPI Lembaga Ilmu Pemerintahan Indonesia

g. Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Contohnya sebagai berikut.

• Bulog Badan Urusan Logistik • Suramadu Surabaya Madura

h. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis engan huruf kecil.

Contohnya sebagai berikut.

• Iptek ilmu pengetahuan dan teknologi • Pemilu pemilihan umum

(21)

Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Angkai dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.

Angka Angka Romawi Angka Angka Romawi

1 I (unus) 21 XXI

2 II 29 XIX

3 III 30 XXX

4 IV 40 XL

5 V 50 L (quinquaginta)

6 VI 90 XC

7 VII 100 C (centum)

8 VIII 200 CC

9 IX 300 CCC

10 X 400 CD

11 XI 500 D (quingenti)

12 XII 900 CM

15 XV 1000 M

16 XIV 2000 MM

20 XX

a. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan.

Contohnya sebagai berikut.

• Mereka menonton drama itu samapai tiga kali. • Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. b. 1) Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.

Contohnya sebagai berikut.

• Lima puluh siswa teladan mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.

(22)

2) Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah.

Contohnya sebagai berikut.

Sebelum Diubah Setelah Diubah

250 orang peserta diundang Panitia.

Panitia mengundang 250 orang peserta.

25 naskah kuno tersimpan di lemari itu.

Di lemari itu tersimpan 25 naskah kuno.

c. Angka yang menunjukan bilangan besar dapat ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca.

Contohnya sebagai berikut.

• Dia mendapatkan bantuan 250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.

• Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.

d. Angka dipakai untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu serta (b) nilai uang.

Contohnya sebagai berikut. • 0,5 sentimeter

• 5 kilogram

• 2 tahun 6 bulan 5 hari

e. Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jala, rumah, apartemen, atau kamar.

(23)

• Gedung Samudra, Lantai ll, Ruang 201

f. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

Contohnya sebagai berikut. • Bab X, Pasal 5, halaman 252 • Surah Yasin: 9

g. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. 1) Bilangan Utuh

Contohnya sebagai berikut. • dua belas (12)

• tiga puluh (30)

2) Bilangan Pecahan

• setengah atau seperdua (1/2) • satu persen (1%)

h. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya:

• Abad XX • Abad ke-20

• Abad kedua puluh

i. Penulisan angka yang mendapat akhiran –an dilakukan degan cara berikut.

(24)

• Tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) • Uang 5000-an (uang lima ribuan)

j. Penulisan bilangan dengan angka dan huruf sekaligus dilakukan dalam peraturan perundang-undangan, akta, dan kuitansi.

Contohnya:

Telah diterima uang sebanyak Rp. 2.950.000,00 (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran satu unit televisi.

k. Bilangan yang digunakan sebagai unsur nama geografi ditulis dengan huruf.

Contohnya sebagai berikut.

• Simpanglima • Rajaampat

2.2.10 Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan –nya

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan –ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contohnya sebagai berikut. • Rumah itu telah kujual

• Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. 2.2.11 Kata Sandang si dan sang

(25)

Contohnya sebagai berikut.

• Surat itu dikembalikan kepada si pengirim • Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.

2.3 Pemakaian Tanda Baca

2.3.1 Tanda Titik (.)

a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan. Contohnya sebagai berikut.

• Mereka duduk di sana.

• Dia akan datang pada pertemuan itu.

b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Contohnya sebagai berikut.

• I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia a. Bahasa Indonesia

Kedudukan Fungsi

(26)

1.1. Isi Karangan 1.2. Ilustrasi

c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu atau jangka waktu.

Contohnya sebagai berikut.

• Pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik) • 00.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

d. Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Contohnya sebagai berikut.

• Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia Tabel 1.1 Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia • Bagan 2 Struktur Organisasi

Bagan 2.1 Bagan Umum

e. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.

Contohnya sebagai berikut.

Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.

f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukan jumlah.

(27)

• Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.

• Anggaran lembaga itu mencapai Rp. 225.000.000.000,00. 2.3.2 Tanda Koma (,)

a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Contohnya sebagai berikut.

a) Telepon seluler, Komputer, atau internet bukan barang asing lagi. b) Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.

b. Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).

Contohnya sebagai berikut.

• Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. • Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya.

c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Contohnya sebagai berikut.

• Kalau diundang, saya akan datang.

• Karena baik hati, dia mempunyai banyak teman.

d. Tanda koma dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu dan meskipun demikian.

(28)

• Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.

• Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar.

e. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti

o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

Contohnya sebagai berikut. • O, begitu?

Wah, bukan main!

f. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contohnya sebagai berikut.

• Kata nenek saya, “Kita harus berbagi dalam hidup ini.”

• “Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.”.

g. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian- bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Contohnya sebagai berikut.

• Sdr, Abdullah, Jalan Kayumanis III/18, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130

(29)

h. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Contohnya sebagai berikut.

• Gunawan, ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.

• Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta:Pusat Bahasa.

2.3.3 Tanda Titik Koma (;)

a. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat tersebut.

Contohnya sebagai berikut.

Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.

b. Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa. Contohnya sebagai berikut.

Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah (1) berkewarganegaraan Indonesia;

(2) berijazah sarjana S-1;

c. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

(30)

Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; pisang, apel dan jeruk.

2.3.4 Tanda Titik Dua (:)

a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.

Contohnya sebagai berikut.

• Mereka memerlukan parabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

• Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.

b. Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

c. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Contohnya sebagai berikut.

Ketua : Andhika Prayoga

Sekretaris : Adhitya Gumilar Bendahara : Anindya Salsabila

Narasumber : Siti Komariah S.Ag. Pemandu : Abdul azam S.I.Kom

(31)

Ibu : “Bawa koper ini, Nak!” Yoga : “Baik, Bu.”

Ibu : “Jangan lupa, letakkan baik-baik.’’

e. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka. Contohnya sebagai berikut.

• Surah Albaqarah: 2-5 • Horison, XLII, No.8/2008:8

2.3.5 Tanda Hubung (-)

a. Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

Contohnya sebagai berikut.

• Disamping cara lama, diterapkan juga ca-Ra baru ….

• Kini ada cara baru untuk meng-Ukur panas.

b. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

c. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

(32)

1) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se- Jawa Barat);

2) ke- dengan angka (peringkat ke- 2);

f. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Contohnya sebagai berikut.

• di-sowan-i (bahasa jawa, ‘didatangi’) • di-back up

2.3.6 Tanda Pisah (-)

a. Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang mem-beri penjelasan di luar bangun kalimat.

Contohnya sebagai berikut.

• Kemerdekaan bangsa itu – saya yakin akantercapai –diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

• Keberhasilan itu –kita sependapat –dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

b. Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.

Contohnya sebagai berikut.

(33)

c. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

2.3.7 Tanda Tanya (?)

a. Tanda tanya dipakaipada akhir kalimat tanya. Contohnya sebagai berikut.

• Kapan hari pendidikan nasional diperingati? • Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya”?

b. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contohnya sebagai berikut.

• Monumen nasional mulai dibangun pada tahun 1961(?). • Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.

2.3.8 Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Contohnya sebagai berikut.

• Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia ! • Bayarlah pajak tepat pada waktunya !

(34)

a. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang di hilangkan.

Contohnya sebagai berikut.

• Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

• Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa Negara ialah ….

…, lain lubuk lain ikannya

b. Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

Contohnya sebagai berikut.

“menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?”

2.3.10 Tanda Petik (“…”)

a. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan,naskah, atau bahan tertulis lain.

Contohnya sebagai berikut.

• “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalampidatonya. • “Kerjakan tugas ini sekarang!”perintah atasannya.

b. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Contohnya sebagai berikut.

(35)

c. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Contohnya sebagai berikut.

“Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi. 2.3.11 Tanda Petik Tunggal (‘…’)

a. Tanda petik tunggal dipakai sebagai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.

Contohnya sebagai berikut.

Tanya dia, “kaudengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”

b. Tanda petik tunggal dipakai untukmengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan.

Contohnya sebagai berikut.

Tergugat ‘yang digugat’ 2.3.12 Tanda Kurung ((…))

a. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Contohnya sebagai berikut.

• Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM)

• Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk)

b. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

(36)

• Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di bali) ditulis pada tahun 1962.

• Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

c. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimuculkan atau dihilangkan. Contohnya sebagai berikut.

• Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.

d. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.

Contohnya sebagai berikut.

• Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.

• Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran,

(2) ijazah terakhir, dan

(3) surat keterangan kesehatan. 2.3.13 Tanda Kurung Siku ([…])

a. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf,kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contohnya sebagai berikut.

(37)

• Ulang tahun [proklamasi kemerdekaan] republik Indonesia dirayakan secara khidmat.

b. Tanda kurung atau siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.

Contohnya sebagai berikut.

Persamaan kedua prose situ (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan di sini.

2.3.14 Tanda Garis Miring (/)

a. Tanda garis miring dipakai dalam nomorsurat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contohnya sebagai berikut.

• Nomor: 7/PK/II/2013 • Jalan Kramat III/10

b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap.

Contohnya sebagai berikut.

• Mahasiswa/mahasiswi ‘mahasiswa dan mahasiswi’

• Buku dan/atau majalah ‘buku dan majalah atau buku atau majalah’ c. Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok

kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contohnya sebagai berikut.

(38)

• Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank. 2.3.15 Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Tanda penyingkat dipakaiuntuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.

Contohnya sebagai berikut.

• Dia ‘kan kusurati. (‘kan = akan )

• Mereka sudah dating, ‘kan? (‘kan = bukan) • Malam ‘lah tiba.

2.4 Penulisan Unsur Serapan

Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsure dari berbagai bahasa, baik dari bahasa daerah,seperti bahasa Jawa, Sunda , dan Bali, maupun dari bahasa asing, seperti bahasa Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi duakelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti force majeur, de facto, de jure, dan I’exploitation de I’homme par I’homme.

Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indoensia. Dalam hal ini, penyerapan diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Imdonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

No Huruf Kata Asing Kata Serapan

(39)

Description Deskripsi

2 Ea tetap ea Idealist

Habeas

Habeas Habeas

3 Ee (Belanda) menjadi e Strastofeer System

5 Eo tetap eo Stereo

Geometry

7 F tetap f Fanatic

Factor

Fanatik Faktor

8 Gh menjadi g Ghanta

Sorgum

Genta Sorgum

9 Gue menjadi g Igue

Gigue

Ige gige 11 Aa (Belanda) menjadi a Paal

Baal

Jika tidak bervariasi dengan e

Aeroba Aerodinamics

Aerob

Aerobdinamika

13 Ae jika bervariai dengan e, Menjadi e

Haemoglobin Haematie

Hemoglobin Hematit

14 Ai tetap ai Trailer Caisson

(40)

15 Au tetap au Audiogram konsonan menjadi k

(41)

China cina

23 Ck menjadi k Check Ticker

Cek Tiket 24 A (Arab,bunyi pendek atau bunyi

panjang) menjadi (a bukan o)

Bz dsdsd termasuk yang diikuti konsonan

Awrát Hawl

Aurat Haul 26 X pada awal kata tetap x Xanhate

Xenon 27 X pada posisi lain menjadi ks Executive

Taxi

28 Xc di muka e dan I menjadi ks Exception Excess

(42)

31 Y menjadi I jika lafalnya i Yttrium 32 Ya (Arab) di awal suku menjadi kata y Ìnayah

Yaqin Ya’nì

Inayah Yakin Yakni

33 Ya (Arab) di depan I dihilangkan Khiyánah Qiyás Ziyárah

Khianat Kias Ziarah

34 Z tetap z Zenith

Zirconium Zodiac

Zenit Zirkonium zodiak 35 Zai (Arab) tetap z Ìjázah

Khazánah

36 Zal (Arab) menjadi z Azán Izn

37 Za (Arab) menjadi z Hafiz Ta’zim Zalim

Hafiz Takzim Zalim

(43)

Contoh sebaagai berikut.

• Accu aki

• Állámah alamah

• Commission komisi

• Effect efek

• Ferrum ferum

• Gabbro gabro

• Salfeggio salfegio

• Tafakkur tafakur

• Tammat tamat

• Ummat umat

Perhatikan penyerapan berikut!

• Állah Allah

• Mass massa

• Missal massal

Selain kaidah penulisan unsur serapan diatas, berikut ini di sertakan daftar istilah asing yang mengandung akhiran serta penyesuian secara utuh dalam bahasa Indonesi.

N

o Huruf Kata Asing Kata Serapan

1 -aat (Belanda) menjadi –at Advocaat advokat 2 -age menjadi –ase Percentage

Etalage

(44)

3

-ah (Arab) menjadi –ah atau –at

-aal (Belanda) menjadi –al

Structural

5 -ant menjadi –an

(45)

Secondary, secundair

8 -(a)tion, -(a)tie (Belanda) menjadi –asi, -si

Action, actie Publication, publicatie

Aksi Publikasi

9 -eel (Belanda) menjadi –el

Ideal

10 -ein tetap –ein Casein Protein

Kasein Protein

11 -I, -iyyah (akhrian Arab) menjadi –I atau –iah

‘alami (Belanda) menjadi –ik, -ika

Logic, logica

(46)

partisch

15 -ile, -iel menjadi –il

Percentile,

17 -ist menjadi –is Publicist Egoist

Publisis Egois

18

-ive, -ief (Belanda) menjadi-if

19 -logue (Inggris)

-loog (Belanda) menjadi –log

Analogue,

(47)

22 -oir(e) menjadi –oar Trotoir Repertoire

Trotoar Repertoar

23 -or, -eur (Belanda) menjadi – ur, -ir

24 -or tetap –or Ditactor

Corrector

Ditaktor Korektor

25

-ty, -teit (Belanda) menjadi – tas

(48)

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang meliputi penulisan huruf, kata, unsur serapan dan pemakaian tanda baca. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan tulisan. Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan ragam bahasa lisan diharapkan para warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa dengan baik serta bertutur kata sopan sebagai pedoman yang ada.

3.2 Saran

(49)

untuk penulis agar membuat makalah menjadi lebih baik lagi, Sekian dan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...