• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif retrospektif bagi menilai angka kejadian relaps sindrom nefrotik pada anak yang diterapi dengan kortikosteroid di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik dari tahun 2009 sampai 2010. Pengumpulan data telah dilakukan untuk meneliti apakah penderita sindrom nefrotik yang diberikan terapi kortikosteroid mengalami relaps ataupun tidak. Penelitian deskriptif adalah studi yang ditujukan untuk menentukan jumlah atau frekuensi serta distribusi penyakit di suatu daerah berdasarkan variabel orang, tempat dan waktu.

4.2. Lokasi dan waktu penelitian

4.2.1. Lokasi penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan. Lokasi ini menjadi pilihan karena merupakan pusat pelayanan kesehatan pemerintah yang menjadi tempat rujukan para peneliti di kota Medan, Sumatera Utara.

4.2.2. Waktu penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian adalah setelah penulisan dan presentasi proposal yaitu dari bulan Agustus sampai September 2011.

4.3. Populasi dan sampel

4.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua data penderita sindrom nefrotik di Poliklinik Kesehatan Anak RSUP H.Adam Malik, Medan dari tahun 2009 sampai 2010.

4.3.2. Sampel

Sampel adalah data penderita sindrom nefrotik di RSUP H. Adam Malik Medan dari tahun 2009 sampai 2010. Besar sampel yang dibutuhkan adalah sama dengan populasi (total sampling).

4.4. Metode pengumpulan data

Prosedur pengumpulan data dilakukan setelah mendapat rekomendasi izin pelaksanaan penelitian dari bagian Medical Education Unit (MEU) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ke direktur RSUP HAM, Medan lalu ke Bagian Poliklinik Kesehatan Anak. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder yang diperoleh dari catatan status pasien anak dengan sindrom nefrotik.

4.5. Metode analisis data

Data pasien yang diperoleh dari Poliklinik Anak diteliti dan maklumat yang diperlukan dimasukkan ke dalam komputer untuk dianalisis dan diolah dengan menggunakan SPSS.

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil penelitian

5.1.1. Deskripsi lokasi penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di RSUP. Haji Adam Malik, Medan. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik merupakan rumah sakit milik pemerintah. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik merupakan Rumah Sakit tipe A sesuai dengan SK Menkes no. 547/Menkes/SK/VII/1998 dan menjadi rumah sakit rujukan untuk propinsi Sumatera Utara serta juga sebagai

Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan SK Menkes No.

502/Menkes/SK/IX/1991.

Dalam hal ini telah dilakukan penelitian terhadap pasien anak yang didiagnosis menderita sindrom nefrotik. Data diperoleh dengan meneliti catatan status pasien di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi RSUP. Haji Adam Malik, Medan.

5.1.2. Distribusi kasus sindrom nefrotik dengan relaps di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Tabel 5.1. Distribusi kasus sindrom nefrotik di Poliklinik Kesehatan Anak

Sindrom nefrotik dengan relaps n % Positif Negatif 65 84 43,6 56,4 Total 149 100

Dari tabel 5.1, dapat dilihat distribusi kasus sindrom nefrotik berdasarkan pasien anak yang dirawat di Poliklinik Kesehatan Anak. Total sampel yang terdapat dalam studi ini adalah sebanyak 149 orang. Anak yang mengalami relaps adalah sebanyak 65 orang dan anak yang tidak mengalami relaps adalah sebanyak 84 orang. Diperkirakan prevalensi angka kejadian relaps pada sindrom nefrotik adalah sebanyak 44% sementara prevalensi bagi yang tidak mengalami relaps pula adalah sebanyak 56%.

5.1.3. Distribusi sindrom nefrotik berdasarkan umur pasien di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Tabel 5.2. Distribusi kasus sindrom nefrotik berdasarkan kelompok umur pasien

Kelompok umur (Tahun) Relaps Positif % Negatif % Total 1-12 bulan 1 tahun - 6 tahun > 6 tahun - 12 tahun >12 tahun - 18 tahun > 18 tahun 2 1,3 5 3,4 18 12,1 35 23,5 37 24,8 33 22,1 8 5,4 9 6,0 0 0,0 2 1,3 7 53 70 17 2 Total 64 85 149

Pada tabel 5.2 diatas menunjukkan distribusi penderita sindrom nefrotik berdasarkan kelompok umur pasien. Kelompok umur yang paling sering mengalami sindrom nefrotik adalah anak berusia lebih dari 6 -12 tahun yaitu sebanyak 70 orang dimana 37 dari mereka mengalami relaps dengan prevalensi angka kejadian sebanyak 24,8%. Kelompok umur yang kedua tersering mendapat sindrom nefrotik adalah anak berumur 1-6 tahun yaitu sejumlah 53 kasus dimana 18 orang mengalami relaps dengan angka prevalensi 12,1%.

Pada kelompok usia lebih dari 12-18 tahun, dijumpai 17 kasus sindrom nefrotik dengan kejadian relaps pada 8 orang dengan prevalensi angka kejadian 5,4%. Kejadian sindrom nefrotik pada anak golongan umur lebih dari 18 tahun paling sedikit yaitu hanya 2 orang dimana kejadian relaps tidak dijumpai pada kelompok ini diikuti oleh kelompok bayi berumur 1-12 bulan sebanyak 7 orang dengan hanya 2 kejadian relaps dengan prevalensi 1,3%.

5.1.4. Distribusi sindrom nefrotik berdasarkan jenis kelamin pasien di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Tabel 5.3. Distribusi kasus sindrom nefrotik berdasarkan jenis kelamin pasien

Jenis Kelamin Relaps

Positif % Negatif % Total % Lelaki Perempuan 45 30,2 51 34,2 20 13,4 33 22,1 96 64,4 53 35,6 Total 65 84 149 100

Berdasarkan tabel 5.3, dapat diketahui sindrom nefrotik lebih sering terjadi pada anak laki-laki yaitu sebanyak 96 orang dengan prevalensi angka kejadian sebanyak 64,4% dibandingkan dengan anak perempuan sebanyak 53 orang dengan prevalensi sebanyak 35,6%. Anak laki-laki juga yang paling sering mengalami relaps dimana terdapat sebanyak 45 kasus, yaitu sebanyak 30,2%. Pada anak perempuan pula prevalensi angka kejadian relaps adalah 13,4% yaitu sebanyak 20 pasien.

5.2. Hasil analisa data

5.2.1. Distribusi kasus sindrom nefrotik di Poliklinik Kesehatan Anak Bagian Nefrologi RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Pasien anak penderita sindrom nefrotik yang datang ke Poliklinik Kesehatan Anak dari Januari 2009 sampai Desember 2010 adalah sebanyak 149 orang dimana 65 dari mereka mengalami relaps mempunyai prevalensi angka kejadian sebanyak 43,6% sementara 84 pasien lainnya dengan angka prevalensi 56,4 % mengalami remisi total.

Dalam Indian Journal Medicine Research No.122, mengatakan hampir 50-60% pasien yang diterapi dengan steroid akan mengalami relaps atau steroid- dependence (Arvind et al. 2005). Hasil dari suatu penelitian cohort oleh International Society of Nephrology pada 60 pasien anak dengan sindrom nefrotik didapati terjadinya relaps pada 49 orang (82%) (Kim et al. 2005). Dalam suatu penelitian di Rumah Sakit Seotomo dari tahun 1983 hingga 2001 didapati dari 99 orang anak dengan sindrom nefrotik, 63 orang (64%) dari mereka mengalami relaps (Noer 2005). Pada penelitian The Lancet Vol 362 menyatakan secara umum 60-80% pasien yang pada mulanya responsif terhadap steroid akan mengalami relaps di mana 60% dari mereka akan relaps 5 kali atau lebih (Eddy et al. 2003).

Hasil persentase angka kejadian relaps pada pasien didapati masih tinggi dan sedikit berbeda dengan data-data pada penelitian sebelumnya. Deviasi dari prevalensi angka kejadian relaps pada literatur-literatur di atas mungkin disebabkan oleh perbedaan dari durasi terapi, perbedaan dari etnis, geografis dan sosio-ekonomi pasien serta tingkat pengetahuan orang tua pasien yang berbeda walaupun belum ada bukti yang mendukung teori ini. Tingginya angka kejadian relaps khususnya pada anak-anak dibanding dengan orang dewasa disebabkan sistem imun yang masih belum sempurna dan mudah terpapar pada resiko infeksi karena daya tahan tubuh yang rendah.

5.2.2. Distribusi sindrom nefrotik berdasarkan umur pasien di Poliklinik Kesehatan Anak RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Dari penelitian ini didapati bahwa penderita sindrom nefrotik dengan relaps paling banyak pada kelompok umur lebih dari 6-12 tahun yaitu sebanyak 37 orang (24,8%) diikuti oleh kelompok usia 1-6 tahun dengan angka kejadian kedua tertinggi yaitu sebanyak 18 orang (12,1%). Penderita sindrom nefrotik yang mengalami relaps paling sedikit adalah anak berumur lebih dari 18 tahun di mana tidak ada kasus relaps diikuti oleh golongan bayi berumur 1-12 bulan sebanyak 2 orang (1,3% ).

Ternyata ada perbedaan dalam hasil penelitian ini dengan penelitian lain di mana menurut Pediatric Nephrology Journal of the International Pediatric Nephrology Association, kejadian relaps paling banyak diketemukan pada golongan anak berusia 0-3 tahun (Naoyuki et al. 1998) sementara satu lagi jurnal dari asosiasi yang sama mengatakan anak berumur 1-3 tahun paling sering mengalami relaps (Andersen et al. 2010).

5.2.3. Distribusi sindrom nefrotik berdasarkan jenis kelamin pasien di Poliklinik Kesehatan Anak RSUP. H. Adam Malik dari Januari 2009 sampai Desember 2010.

Berdasarkan tabel 5.3, anak lelaki lebih rentan mengalami episode relaps yaitu sebanyak 45 orang (30,2%) dari total 65 pasien dibandingkan dengan anak perempuan sebanyak 20 orang (13,4%). Perbandingan ratio kejadian relaps antara anak lelaki dengan anak perempuan adalah 2:1.

Hasil ini sesuai dengan beberapa penelitian bahwa angka kejadian relaps pada sindrom nefrotik lebih tinggi pada anak lelaki dibandingkan pada anak perempuan. Kejadian relaps lebih banyak dijumpai pada anak lelaki karena kasus sindrom nefrotik sendiri lebih sering terjadi pada anak lelaki dibandingkan dengan

anak perempuan dengan ratio 2:1 (Husein et al. 2005 dan Wirya 2002) . Menurut suatu jurnal dari International Society of Nephrology, juga turut mendukung bahwa anak lelaki lebih rentan mengalami relaps dibandingkan dengan anak perempuan (Naoyuki et al. 1998). Namun penyebab kenapa anak lelaki lebih beresiko mengalami relaps dibanding dengan anak perempuan masih belum diketahui secara pasti.

DAFTAR PUSTAKA

Noer, M.S., 1997. Sindrom Nefrotik, In.Putra ST, Suharto, Soewandojo E, editors, Patofisiologi Kedokteran, Surabaya : GRAMIL FK Universitas Airlangga : 137- 46.

Chesney, R.W., 1999. The Idiopathic Nephrotic Syndrome. Curr Opin Pediatrics 11 : 158-61.

International Study of Kidney Diseases in Children, Nephrotic syndrome in children: prediction of histopathology from clinical and laboratory characteristics at time of diagnosis. Kidney Int 13, 1978: 159-165.

Suryadi dan Yuliani, Rita, 2001. Praktek klinik Asuhan Keperawatan Pada Anak, Edisi 1, Fajar Interpratama Jakarta : Sagung Seto.

Wila Wirya I.G.N., 1992. Penelitian Beberapa Aspek Klinis dan Patologi Anatomis Sindrom Nefrotik Primer pada Anak di Jakarta. Disertasi. Jakarta : Universitas Indonesia, 14 Oktober : 207.

Wila Wirya I.G.N., 2002. Sindrom Nefrotik. In: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, editors. Buku Ajar Nefrologi Anak. Edisi-2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI pp. 381-426.

Donna L, W., 2004. Pedoman Klinis Keperawatan Anak, alih bahasa: Monica Ester. Jakarta: EGC.

Alexandru R. C., Hetal B. Shah, Edward F. Foote and Lynne S. Weiss, 2000. Predicting First-Year Relapses in Children With Nephrotic Syndrome, Pediatrics ; 105;492-495.

Mohammad Sjaifullah Noer, 2005. Long Versus Standard Initial Steroid Therapy For Children with Idiopathic Nephrotic Syndrome, Folia Medica Indonesiana Vol. 41 No. 3 July – September.

Ngastiyah, edisi 2, 2005. Pera watan Anak Sakit. EGC.

Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran, edisi ketiga, Jilid 1. Media Aesculapius.

Management Of Steroid Sensitive Nephrotic Syndrome: Revised Guidelines, Indian Pediatric Nephrology Group, Indian Academy Of Pediatrics .Volume 45__March 17, 2008.

"http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/s/diseases_and_conditions/Congenit al nephrotic syndrome", [last accessed: August 19, 2009]

Denny Sujatno, Damanik M. P., Purnomo Suryantoro, 2008. Relapse Episodes in Childhood Primary Nephrotic Syndrome Treated by Alternate or Three Consecutive Daily Dose Prednisone Therapy, Paediatrica Indonesiana , Volume 48, No. 6..

Price A. & Wilson L., 1995. Pathofisiology Clinical Concept of Disease Process (Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit), alih bahasa: Dr. Peter Anugrah. Jakarta: EGC.

Abeyagunawardena A.S., 2005. Treatment of Steroid Sensitive Nephrotic Syndrome, Department of Pediatrics, Faculty of Medicine, University of Peradeniya, Sri Lanka Indian Journal of Pediatrics, Volume 72(9), 763-769.

Bertam G. K., Basic & Clinical Pharma cology, 9th edition, 2000. Section VII. Endocrine Drugs, Chapter 39.Adrenocorticosteroids & Adrenocortical Antagonists : 903.

Husein A Latas, 2002. Buku Ajar Nefrologi. Jakarta: EGC.

Noer M. S., 2005. Predictors of Relapse in Steroid-Sensitive Nephrotic Syndrome, Department of Child Health, School of Medicine, Airlangga University, Soetomo Hospital, Surabaya, Indonesia, Southeast Asian J Trop Med Public Health, Vol 36, No. 5.

Arvind B., Mukta M., 2005. Nephrotic Syndrome in Children, Division of Nephrology, Department of Paediatrics, All India Institute of Medical Sciences & Maulana Azad Medical College, New Delhi, India, Indian J Med Res 122, 13-28.

Kim J. S. et al.,2005. High Incidence of Initial and Late Steroid Resistance in Childhood Nephrotic Syndrome, International Society of Nephrology 68, 1275– 1281.

Eddy A. A., Symons J. M., 2003. Nephrotic syndrome in Childhood, The Lancet , Vol 362.

Andersen R. F., 2010. Early Age at Debut is a Predictor of Steroid-dependent and Frequent Relapsing Nephrotic Syndrome, Pediatric Nephrology Journal of the International Pediatric Nephrology Association, 10.1007/s00467-010-1537-7.

Naoyuki K. et al , 1998. Influence of age at onset on the outcome of steroid -sensitive nephrotic syndrome, International Pediatric Nephrology Association 12, p467–470.

HASIL OUTPUT SPSS

ANGKA KEJADIAN RELAPS SINDROM NEFROTIK PADA ANAK YANG DITERAPI DENGAN KORTIKOSTEROID DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK DARI TAHUN 2009 SAMPAI 2010

1. Distribusi penderita relaps sindrom nefrotik yang diterapi dengan kortikosteroid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid negatif 84 56.4 56.4 56.4

positif 65 43.6 43.6 100.0

Total 149 100.0 100.0

2. Distribusi penderita relaps sindrom nefrotik yang diterapi dengan kortikosteroid berdasarkan kelompok umur

kelompokumur * relaps Crosstabulation Count relaps Total negatif positif kelompokumur 1-12 bulan 5 2 7 1-6 tahun 35 18 53 >6-12 tahun 33 37 70 >12-18 tahun 9 8 17 >18 tahun 2 0 2 Total 84 65 149

3. Distribusi penderita relaps sindrom nefrotik yang diterapi dengan Kortikosteroid berdasarkan jenis kelamin

jenis kelamin pasien * kejadian relaps Crosstabulation Count kejadian relaps Total negatif positif jenis kelamin pasien lelaki 51 45 96 perempuan 33 20 53 Total 84 65 149

MASTER DATA

tiwi 341065 5.0 2 positif 2 kevin 334679 10.0 3 positif 1 sofyan 315406 5.0 2 positif 1 sri yanti 376276 11.0 3 positif 2 rudi 374046 0.1 1 negatif 1 julianto 337843 15.0 4 positif 1 muzahid 373729 10.0 3 positif 1 supriadi 378241 16.0 4 positif 1 abdul rahim 359314 5.0 2 positif 1 pahrul 453344 11.0 3 negatif 1 alwi 380067 12.0 3 positif 1 rusyadi 411060 6.0 2 negatif 1 jonathan 366427 12.0 3 positif 1 angelica 385311 4.0 2 negatif 2 hakim 102726 11.0 3 negatif 1 denal 454307 4.0 2 negatif 1 cut widya 373847 7.0 3 positif 2 khairrunisa 366750 4.0 2 negatif 2 kusuma 314647 6.0 2 negatif 2 agil 431143 7.0 3 negatif 1 anisa 424671 0.8 1 negatif 2 suayana 420485 5.0 2 negatif 2 furqan 433381 0.1 1 positif 1 rahmatan 368855 5.0 2 positif 1 agustin 374880 4.0 2 positif 1 chaidir 373687 8.0 3 positif 1 desnita 355809 4.0 2 positif 2 alwi 357416 6.0 2 negatif 1 dwi 339639 11.0 3 positif 2 dwi 392725 1.0 2 negatif 2 irgi 395193 5.0 2 negatif 2 dewi 450351 2.0 2 negatif 2 frans 147134 12.0 3 positif 1 ilham 318063 5.0 2 positif 1 asyari 304462 4.0 2 positif 1 subari 380821 2.0 2 positif 2 ashadi 403494 3.0 2 negatif 1 rusli 336905 11.0 3 positif 1 agus 287520 6.0 2 positif 1 rusli 636089 13.0 4 positif 1 bagus 349965 14.0 4 positif 1 mario 359918 3.0 2 positif 1 mario 383747 4.0 2 negatif 1 ramadhan 343585 5.0 2 positif 1 fitri 321940 10.0 3 positif 2 ucok 383747 6.0 2 positif 1 ucok 392114 4.0 2 positif 1 reynaldi 384243 12.0 3 positif 1 zahwa 385013 8.0 3 positif 2 dimas 384032 5.0 2 positif 1

legirin 287520 7.0 3 positif 1 aldi 387577 9.0 3 negatif 1 aldi 435895 11.0 3 positif 1 ifrah 387912 5.0 2 negatif 2 hafiz 388422 22.0 5 negatif 1 rangga 387056 4.0 2 negatif 1 juliandi 389351 14.0 3 negatif 1 cut vika 380443 7.0 3 negatif 2 agung 391489 8.0 3 positif 1 erwin 388921 8.0 3 negatif 1 rinaldi 402416 9.0 3 positif 1 fani 392936 5.0 2 negatif 2 golfrid 394085 10.0 3 negatif 1 ibnu 394318 11.0 3 positif 1 nurjanika 394438 11.0 3 positif 2 josua 393724 1.0 2 negatif 1 jose 384515 6.0 2 negatif 1 ibrahim 441834 10.0 3 positif 1 ridho 377058 11.0 3 positif 1 ridho 423258 7.0 3 negatif 1 imelda 397449 9.0 3 positif 2 oka 392182 8.0 3 negatif 2 syahnan 260791 9.0 3 negatif 1 rusua 393246 7.0 3 negatif 1 noel 396524 6.0 2 negatif 1 budianto 397116 7.0 3 negatif 1 dani 396648 12.0 3 negatif 2 deni 417216 12.0 3 negatif 1 rais 408031 13.0 4 negatif 2 khatami 363865 2.0 2 negatif 2 jaimal 414716 12.0 3 positif 1 bedjo 403510 13.0 4 positif 1 ahmad 404232 10.0 3 negatif 1 delima 402837 6.0 2 negatif 2 andry 410697 0.1 1 negatif 1 indri 406063 12.0 3 negatif 2 indra 267351 7.0 3 negatif 1 indra 406106 12.0 3 negatif 1 indriani 420316 0.3 1 positif 2 restituta 392316 0.1 1 negatif 2 sartika 407273 12.0 3 positif 2 arif 319190 12.0 3 positif 1 ridwan 409831 3.0 2 negatif 1 andrian 409678 12.0 3 negatif 1 ikhsan 415234 13.0 4 positif 1 zainal 414716 13.0 4 negatif 1 ilham 415826 12.0 3 positif 1 anggi 291861 8.0 3 negatif 1 resko 415900 9.0 3 negatif 1 feni 414493 14.0 4 negatif 2 pani 416520 7.0 3 negatif 2 zulham 414979 11.0 3 negatif 1 raja 418128 4.0 2 negatif 1

rakif 418708 2.0 2 positif 1 rizqan 375433 13.0 4 negatif 1 adi 419647 8.0 3 negatif 1 riani 361183 1.0 2 negatif 2 siti 419330 11.0 3 positif 2 iwan 329177 14.0 4 negatif 1 siti 442761 12.0 3 positif 2 roni 405858 13.0 4 negatif 1 maulana 334695 5.0 2 negatif 1 lukman 419333 6.0 2 negatif 1 rajael 921156 2.0 2 negatif 1 aida 421055 9.0 3 positif 2 zulfan 422551 19.0 5 negatif 1 abdi 436074 10.0 3 negatif 1 gunawan 424267 8.0 3 negatif 1 tegar 426412 10.0 3 negatif 1 novita 424817 11.0 3 positif 2 nuzul 426778 11.0 3 positif 1 nurul 844777 8.0 3 negatif 2 ibay 427339 10.0 3 positif 1 yohana 429205 10.0 3 negatif 2 sarah 431431 13.0 4 positif 2 iqbal 393512 10.0 3 positif 1 nata 435840 4.0 2 positif 1 akhiruddin 438551 10.0 3 positif 1 indah 491502 12.0 3 positif 2 rezio 452009 13.0 4 negatif 1 alil 447233 11.0 3 negatif 2 musriani 414938 1.0 2 negatif 2 rivaldi 449637 6.0 2 negatif 1 chalik 448246 14.0 4 positif 1 calista 432304 0.1 1 negatif 2 hutabean 357850 5.0 2 negatif 1 ade 439997 2.0 2 negatif 2 lucky 449998 9.0 3 positif 1 adek 450351 1.0 2 negatif 1 putri 447241 7.0 3 negatif 2 banstanta 451838 13.0 4 negatif 2 putri 384396 11.0 3 negatif 2 teresia 392428 6.0 2 negatif 2 windi 395435 13.0 4 negatif 2 yunus 400469 1.0 2 negatif 1 kristiani 295732 7.0 3 positif 2 maulida 431770 4.0 2 positif 2 rivadi 449637 6.0 2 negatif 1 artika 387661 2.0 2 negatif 2

Dokumen terkait