• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.

Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandasan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2015:8).

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data hasil penelitian kepustakaan (Sugiyono, 2015:23). Data tersebut berupa laporan keuangan perusahaan-perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, data ini juga dilengkapi oleh beberapa sumber data lainnya berupa jurnal, skripsi, internet dan buku.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015:80).

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2019 yang berjumlah 687 perusahaan. Objek penelitian ini menggunakan annual report perusahaan sub sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2019 yang diperoleh dari www.idx.co.id.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2015:85). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sampel adalah subkelompok atau sebagian dari populasi. Dengan mempelajari sampel, peneliti mampu menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan terhadap populasi penelitian.

Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015:85). Jadi purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang terbatas pada beberapa kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor property dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2016-2019 dengan perusahaan harus memenuhi seluruh kriteria yang ditentukan peneliti. Kriteria tersebut diantaranya adalah :

Tabel 3.1

Prosedur Pengambilan Sampel

No Keterangan Jumlah

1. Jumlah seluruh perusahaan sub sektor property dan real estate yang terdaftar di BEI sampai dengan tahun 2019.

54

2 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan selama tahun pengamatan

(11) 3 Perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan

data DER (Debt to Equity Ratio) selama tahun pengamatan.

(28)

4 Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel. 15 5 Jumlah data penelitian selama tahun 2016

sampai tahun 2019.

60

Tabel 3.2

Daftar Sampel Perusahaan Sub Sektor Property dan Real Estate Tahun 2016-2019

No Kode Nama Perusahaan

1 APLN Agung Podomoro Land Tbk 2 ARMY Armidian Karyatama Tbk 3 ASRI Alam Sutera Realty Tbk 4 BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 5 BCIP Bumi Citra Permai Tbk 6 BIKA Binakarya Jaya Abadi Tbk 7 CTRA Ciputra Development Tbk 8 DUTI Duta Pertiwi Tbk

9 ELTY Bakrieland Development Tbk 10 GAMA Gading Development Tbk 11 KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk 12 LPCK Lippo Cikarang Tbk

13 MMLP Mega Manunggal Property Tbk 14 OMRE Indonesia Prima Property Tbk 15 PLIN Plaza Indonesia Realty Tbk

C. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel 1. Definisi Konseptual

Definisi konseptual merupakan penjelasan dari masing-masing variabel antara variabel dependen (Y) dan variabel independen (X) sebagai berikut :

a. Variabel Dependen (Y)

Variabel dependen disebut juga variabel terikat merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Dengan kata lain variabel terikat merupakan variabel utama yang menjadi faktor yang berlaku dalam penelitian (Sekaran, 2016:116).

Dalam Penelitian ini variabel dependen yang digunakan adalah kebijakan utang. Kebijakan utang merupakan keputusan yang sangat penting dalam perusahaan. Dimana kebijakan utang merupakan salah satu bagian dari kebijakan pendanaan perusahaan. Kebijakan utang adalah kebijakan mengenai penambahan atau pengurangan utang perusahaan yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber pembiayaan bagi perusahaan sehingga dapat digunakan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan (Hardiningsih & oktaviani, 2012) dalam (Abdurrahman dkk., 2019:591).

Kebijakan utang perusahaan juga berfungsi sebagai suatu sistem pengawasan terhadap tindakan manajer yang dilakukan dalam pengelolaan perusahaan. Variabel kebijakan utang dalam penelitian ini

diproksi dengan membagi total utang dengan ekuitas yang dilambangkan dengan debt to equity ratio (DER) (Abdurrahman dkk., 2019:592). DER dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐷𝐸𝑅 = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  π‘₯ 100%

b. Variabel Independen (X)

Variabel independen disebut juga variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau variabel dependen, bisa secara positif maupun negatif (Sekaran, 2016:117).

Variabel independen dalam penelitian ini adalah : 1) Free Cash Flow (X1)

Free cash flow merupakan kas lebih perusahaan yang dapat didistribusikan kepada kreditur atau pemegang saham yang tidak diperlukan lagi untuk modal kerja atau investasi pada aset tetap.

Free Cash Flow merupakan hasil perhitungan dari aliran kas operasi perusahaan dikurangi pengeluaran modal yang dapat dihitung dengan mengurangi aktiva tetap bersih periode sekarang dengan aktiva tetap bersih periode sebelumnya dan modal kerja bersih yang dihitung dengan mengurangi aktiva lancar dikurangi utang lancar (Ross et al., 2000 dalam Dewa dkk., 2019:92). Free cash flow dihitung menggunakan rumus :

𝐹𝐢𝐹 = 𝐴𝐾𝑂 βˆ’ 𝑃𝑀 βˆ’ π‘π‘ŠπΆ

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘₯ 100%

Keterangan :

FCF = Free cash flow AKO = Arus Kas 0perasi PM = Pengeluaran Modal

NWC = Net Working Capital (Aktiva Lancar - Utang Lancar )

2) Struktur Aset (X2)

Struktur aset merupakan penentuan besarnya alokasi untuk masing-masing komponen aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap. Dengan hasil perbandingan aktiva tetap dan total aset akan menghasilkan struktur aktiva. Artinya semakin banyak jaminan yang dikeluarkan maka perusahaan akan semakin mudah mendapatkan utang (Prathiwi & Yadnya, 2017 dalam Dewa dkk., 2019:93). Struktur aset dapat dihitung menggunakan rumus :

π‘†π‘‘π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘‘π‘’π‘Ÿ 𝐴𝑠𝑒𝑑 = 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘₯ 100%

3) Risiko Bisnis (X4)

Risiko bisnis merupakan salah satu indikator penting bagi perusahaan untuk sistem pendanaannya terutama dalam keputusan penggunaan utang karena akan menimbulkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang akan berdampak buruk bagi berjalannya suatu bisnis atau usaha. Dalam penelitian ini, risiko bisnis dihitung dengan di proxy menggunakan standar deviasi dari EBIT (Earning Before Interest and Tax) dibanding dengan total

aset (Mulianti 2010) dalam (Dewa dkk., 2019:93). Risiko bisnis bisa dirumuskan sebagai berikut :

π‘…π‘–π‘ π‘˜ = 𝐸𝐡𝐼𝑇

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑 x 100%

4) Likuiditas (X4)

Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek (Kasmir, 2018:129).

Perusahaan dikatakan likuid jika dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Ozkan (2001) dalam Abdurrahman dkk. (2019:592) menyatakan bahwa likuiditas mempengaruhi kebijakan utang karena aktiva lancarnya memberikan kemudahan dalam pengembalian utang. likuiditas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan current ratio.

Likuiditas dapat dirumuskan sebagai berikut : πΆπ‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘…π‘Žπ‘‘π‘–π‘œ = 𝐴𝑠𝑒𝑑 πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ

π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘₯ 100%

2. Operasional Variabel

Operasional Variabel merupakan definisi indikator dari variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan utang sedangkan variabel independennya adalah free cash flow, struktur aset, risiko bisnis, dan likuiditas. Berikut ini disajikan tabel operasional variabel.

Tabel 3.3

Operasional Variabel Penelitian

Variabel Dimensi Indikator Skala Sumber

Kebijakan

usahanya.

Dokumen terkait