• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Penelitian

Dalam dokumen WAI BAG AN KARA EN KARAN (Halaman 55-61)

commit to user BAB

METODOLOGI PENELITIAN

B. Pendekatan Dan Jenis Penelitian 1 Pendekatan

2. Jenis Penelitian

Dalam penelitian kualitatif diperlukan strategi/ pendekatan yang sering digunakan sebagai dasar untuk mengamati, mengumpulkan informasi dan menyajikan hasil. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi tunggal terpancang H.B Sutopo (2006:139) mengemukakan bahwa:

Studi kasus terpancang (embedded research) yaitu penelitian yang sifatnya terpancang sudah terarah pada batasan atau focus tertentu yang dijadikan sasaran dalam penelitian, sedangkan studi kasus tunggal bilamana penelitian itu terarah pada sasaran dengan satu karakteristik, artinya terarah pada satu sasaran (satu lokasi atau satu obyek).

Dikatakan tunggal terpancang karena peneliti hanya mengkaji satu permasalahan yang diteliti, yaitu mengenai masalah kinerja pegawai bagian pelayanan publik di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Jadi strategi tunggal terpancang yang digunakan dalam penelitian ini mengandung pengertian bahwa tunggal dalam arti hanya ada satu ruang lingkup lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Karangpandan. Sedangkan penelitian ini terpancang pada tujuan penelitian, maksudnya yaitu bahwa apa yang harus diteliti dibatasi pada satu masalah saja yaitu tentang pelaksanaan kinerja pegawai bagian pelayanan publik khusus pembuatan KTP.

C. Data dan Sumber Data

Sumber data merupakan suatu sumber dimana data diperoleh. Data tidak dapat diperoleh tanpa adanya sumber data. Dalam memilih sumber data, peneliti harus benar-benar berpikir mengenai kemungkinan kelengkapan informasi yang akan dikumpulkan dan juga validitasnya. H.B Sutopo berpendapat “Sumber data penelitian kualitatif dapat berupa manusia, peristiwa dan tingkah laku dokumen

commit to user

 

dan arsip serta berbagai benda lain.”(2002:22). Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data Suharsini Arikunto (2002:107) memberikan klasifikasi sumber data menjadi 3 tingkatan, yaitu “person, place dan paper.” Person merupakan sumber data yang berupa orang, place adalah sumber data yang berupa tempat, dan paper yaitu sumber data yang berupa dokumen maupun arsip.

1. Informan

Informan adalah orang-orang yang dipandang mengetahui permasalahan yang akan dikaji peneliti dan bersedia memberikan informasi kepada peneliti. Menurut pendapat Suharsini Arikunto informan merupakan person yaitu “Sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.” (2002:107).

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan informan : a. Camat Kecamatan Karangpandan.

b. Kasi bagian pelayanan publik.

c. Pegawai dan staff karyawan bagian pembuatan KTP di Kantor Kecamatan Karangpandan.

d. Masyarakat Kecamatan Karangpandan dari berbagai kalangan

2. Tempat dan Peristiwa

Tempat dan peristiwa dapat dijadikan sumber informasi karena dalam pengamatan harus ada kesesuaian dengan konteks dan setiap situasi sosial selalu melibatkan pelaku, tempat dan aktivitas. Pengamatan akan memberikan suatu gambaran yang komprehensif tentang subjek dan pandangan yang mendalam dengan membandingkan apa yang orang katakan dengan apa yang mereka lakukan dengan situasi dan peristiwa yang ada.

Tempat atau lokasi yang digunakan dalam penelitian yaitu Kantor Kecamatan Karangpandan. Sedangkan peristiwa yang diteliti adalah segala aktivitas pegawai bagian pelayanan publik bagian pembuatan KTP. Tempat dan peristiwa dimaksudkan untuk memperkuat keterangan yang diberikan oleh informan.

commit to user

 

3. Dokumen dan Arsip

Dokumen merupakan sumber primer dalam penelitian yang dapat diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak terkait. Schatzman dan Straus dalam Deddy Mulyana (2006:195) menegaskan bahwa “Dokumen merupakan bahan penting dalam penelitian kualitatif”. Sedangkan arsip merupakan kumpulan warkat atau surat yang mempunyai nilai guna yang disimpan untuk digunakan kembali dalam waktu tertentu. Dalam hal ini dokumen yang diperlukan peneliti dapat berupa catatan harian mengenai absensi karyawan, surat ijin cuti maupun libur yang diajukan karyawan, berkas-berkas mengenai peraturan disiplin, dan petunjuk pelaksanaan pembuatan KTP dan KK berupa Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karanganyar Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Karanganyar dan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Karanganyar, dsb.

D. Teknik Pengambilan Sampel ( Cuplikan )

Teknik Sampling digunakan untuk menyeleksi atau memfokuskan permasalahan agar pemilihan sampel lebih mengarah pada tujuan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan fokus penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling (sample bertujuan).

Menurut Sugiyono (2005:53) “Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu”. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi sosial yang diteliti. Dalam hal ini peneliti mempertimbangkan orang yang dianggap dapat memberikan informasi sesuai dengan yang diharapkan adalah Camat Kecamatan Karangpandan, Kasi bagian pelayanan publik, dan pegawai bagian pelayanan pembuatan KTP.

commit to user

 

Dengan metode itu peneliti berusaha mencari dan menggali data- data yang dibutuhkan dari narasumber yang telah ditentukan. Untuk melengkapi data yang diperoleh dari narasumber yang telah diwawancarai yang belum menjawab keseluruhan permasalahan yang ada, maka peneliti juga menggunakan teknik lain dalam mencari data yang dibutuhkan yaitu dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Seperti yang dikemukakan oleh H.B Sutopo (2002:37) bahwa penelitian snowball sampling mengambil orang pertama yang dijumpai (key informan) dan selanjutnya mengikuti petunjuk untuk mendapatkan sampling berikutnya, sehingga mendapat data yang lengkap dan mendalam, ibarat bola salju yang menggelinding, semakin jauh semakin besar. Dengan teknik Snowball Sampling peneliti berusaha mencari data yang dibutuhkan dengan bantuan informan kunci dan terus mengalir sampai data yang dibutuhkan didapatkan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh dan mengumpulkan data guna mendukung penelitiannya. Data dalam penelitian merupakan suatu hal yang harus ada untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal peneliti. Menurut Sugiyono (2005:62) “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian. Karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Untuk memenuhi kebenaran data yang nantinya diperoleh, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara sebagai berikut :

1. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu.

Menurut Deddy Mulyana (2006 : 180) wawancara secara garis besar dibagi menjadi dua yakni :

commit to user

 

a. Wawancara terstruktur disebut juga dengan wawancara baku (standardized interview), yang susunan pertanyaannya sudah ditetapkan sebelumnya yang biasanya tertulis dengan pilihan jawaban yang sudah disediakan.

b. Wawancara tidak terstruktur disebut dengan wawancara mendalam, wawancara intensif, wawancara kualitatif dan wawancara terbuka (opended interview). Wawancara ini mirip dengan percakapan informal. Bertujuan untuk memperoleh bentuk-bentuk tertentu informasi dari semua responden, tetapi susunan kata dan urutannya dapat diubah dan disesuaikan dengan ciri-ciri dari setiap responden. Berdasarkan pengertian tersebut diatas maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpul data yang menggunakan komunikasi langsung dengan tanya jawab antara dua pihak yang berlandaskan pada tujuan penelitian. Sehingga informasi yang diperoleh akan semakin lengkap dan mendalam serta berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam penggalian data, peneliti memilih teknik wawancara tidak terstruktur yang bersifat terbuka dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada kaitannya dengan pelaksanaan disiplin kerja, berupa tingkat absensi karyawan, tugas pokok dan fungsi dari karyawan, tindakan pendisiplinan yang dilakukan untuk menciptakan budaya disiplin dalam organisasi.

Wawancara dilakukan secara terbuka dan tidak terstruktur pada key

informan atau informan lain yang terkait dengan penelitian. Wawancara tidak terstruktur atau wawancara mendalam dilakukan dengan pertanyaan yang bersifat open ended dan mengarah pada kedalaman informasi serta dilakukan dengan pertanyaan yang tidak terstruktur secara formal guna menggali pandangan subyek yang diteliti tentang banyak hal yang bermanfaat untuk menjadi dasar bagi penggalian informasi secara lebih jauh dan mendalam (HB.Sutopo,2002:59). Dalam teknik wawancara mendalam ini dapat dilakukan pada waktu dan konteks yang dianggap tepat guna mendapatkan data yang rinci dan mendalam, serta dilakukan berkali-kali sesuai dengan keperluan peneliti.

2. Observasi

Observasi merupakan aktivitas pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan langsung terhadap subyek dan obyek penelitian

commit to user

 

dilokasi penelitian sehingga diperoleh gambaran mengenai permasalahan yang di teliti. Nasution dalam Sugiyono (2004:64) menyatakan bahwa “observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi”.

Teknik observasi ini dilakukan secara langsung di lapangan karena merupakan cara yang paling efektif dimana peneliti mengamati secara langsung situasi dan kondisi di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini data yang dibutuhkan akan dikumpulkan untuk mendukung penelitian yang dilakukan, peneliti harus mencari data secara jelas dan melakukan pengamatan dengan cermat agar semua informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi semuanya. Dengan observasi langsung memungkinkan peneliti untuk melihat, mengamati, serta mempelajari secara langsung keadaan tempat yang akan di teliti. Jadi observasi memudahkan peneliti mendapatkan data secara mendalam karena peneliti dapat melihat fenomena-fenomena yang muncul pada saat itu.

3. Analisis Dokumen

Analisis dokumentasi bermanfaat untuk melengkapi dan memperjelas hasil informasi dari wawancara dan observasi. Teknik dokumenter ini dapat berupa arsip-arsip yang relevan serta benda-benda fisik lainya. Dalam penelitian ini teknik yang dilakukan adalah menganalisa dokumen dan arsip dengan cara mengamati, mencatat dan menyimpulkan dari apa yang tersirat dan tertulis dalam setiap dokumen atau arsip yang menjadi sumber data.

Menurut pendapat H.B Sutopo “Dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang bergayutan dengan suatu peristiwa atau aktivitas.” Dalam penelitian ini dokumen yang berbentuk tulisan adalah catatan harian tetang kinerja pegawai bagian pelayanan publik, catatan mengenai disiplin kerja yang berupa tingkat absensi karyawan, kegiatan- kegiatan karyawan, tugas pokok dan fungsi dari karyawan, serta peraturan-peraturan yang ada di Kantor

commit to user

 

Kecamatan Karangpandan dan segala bentuk dokumen maupun arsip yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

Dalam dokumen WAI BAG AN KARA EN KARAN (Halaman 55-61)

Dokumen terkait