Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah Research and Development
(R&D) atau sering disebut penelitian dan pengembangan. Sudaryono (2016:15)
menyatakan bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Senada dengan Sudaryono, Trianto (2010:206) mengemukakan bahwa R&D adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan. Tentunya jenis penelitian R&D ini menghasilkan atau mengembangkan produk yang sudah ada. Selain itu, Trianto (2010:206) menyatakan bahwa produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras, seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi juga dapat perangkat lunak, seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, dan evaluasi. Lebih lanjut lagi, Sanjaya (2013:132-133) menyatakan bahwa R&D juga memiliki beberapa karakteristik, di antaranya: (1) R&D bertujuan untuk menghasilkan produk dalam berbagai aspek
46 pembelajaran dan pendidikan, yang biasanya produk tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu; (2) proses pelaksanaan R&D diawali dengan studi atau survei pendahuluan yang dilakukan untuk memahami segala sesuatu yang terlaksana di lapangan sesuai dengan objek pengembangan yang dapat digunakan; (3) proses pengembangan dilakukan secara terus menerus dalam beberapa siklus dengan melibatkan subjek penelitian dalam lapangan yang nyata tanpa mengganggu sistem dan program yang sudah direncanakan dan ditata sebelumnya; (4) pengujian validasi dilakukan untuk menguji keandalan model hasil pengembangan baik keandalan dilihat dari sisi proses pembelajaran maupun keandalan dari sisi hasil belajar; (5) R&D tidak menguji teori tertentu atau menghasilkan prinsip, dalil, atau hukum kecuali yang berkaitan dengan apa yang sedang dikembangkan.
Terdapat beberapa macam desain metode penelitian dan pengembangan dari beberapa ahli seperti Borg & Gall (1983), Tomlinson (2005), dan Dick and Carey (2003). Lalu, peneliti memutuskan untuk mengikuti langkah penelitian Borg and Gall dikombinasikan dengan langkah pengembangan desain instruksional dari Dick and Carrey. Peneliti memilih langkah penelitian Borg and Gall karena Sanjaya (2013:130) mengungkapkan bahwa produk pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dan pengembangan dengan langkah penelitian Borg and Gall akan menghasilkan produk efektif dengan mengikuti tahapan penelitiannya. Selain itu, Sanjaya (2013:130) mengungkapkan bahwa langkah penelitian Dick and Carey
47 memandang desain pembelajaran sebagai sebuah sistem dan menganggap pembelajaran adalah proses yang sistematis yang memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan ahli lain agar pengembangan yang dilakukan lebih berkualitas. Setelah itu, penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu kurikulum SD tahun 2013 untuk memberikan gambaran kepada guru bagaimana perangkat pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum. Pelaksanaan pengembangan materi disesuaikan dengan langkah penelitian Borg and Gall dikombinasikan dengan langkah pengembangan desain instruksional dari Dick and Carrey.
Berikut ini penjelasan langkah-langkah penelitian Borg and Gall. Sugiyono (2010: 408-426) Langkah-langkah penelitian Borg and Gall akan ditunjukkan pada bagan dibawah ini:
48 Bagan 3. 1 Langkah-langkah Penelitian Borg and Gall
1. Potensi dan masalah
Potensi merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan, masalah ialah sesuatu hal
Revisi Produk
Produksi Masal Revisi
Desain Uji Coba Produk
Revisi Desain Uji Coba Pemakaian Masalah an Data Validasi Desain
49 yang terjadi dan dianggap dapat menjadi suatu hambatan. Potensi dan masalah didapatkan dari pengamatan secara langsung.
2. Mengumpulkan informasi
Setelah potensi dan masalah didapatkan, maka langkah selanjutnya ialah mengumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan suatu produk dan diharapkan dapat mengatasi masalah yang telah dikemukakan.
3. Desain produk
Desain produk dibidang pendidikan ialah produk yang dihasilkan mampu meningkatkan produktivitas pendidikan. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa desain produk tentang rencana metode pembelajaran yang baru.
4. Validasi desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai suatu rancangan produk. Validasi desain ini dapat dilakukan dengan menghadirkan pakar atau ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang telah dirancang.
5. Perbaikan desain
Setelah desain produk telah divalidasi oleh pakar atau ahli maka dapat diketahui kelemahan produk yang telah dibuat. Kelemahan tersebut harus di perbaiki oleh peneliti.
50 6. Uji coba produk
Setelah dilakukan validasi desain dan perbaikan desain maka dapat dilakukan uji coba produk. Uji coba dapat dilakukan pada kelompok terbatas yang telah ditentukan.
7. Revisi produk
Pengujian efektivitas metode mengajar baru pada sampel yang terbatas menunjukkan bahwa metode mengajar lebih efektif dari metode lama. Namun dari hasil pengujian terlihat bahwa kreativitas siswa yang mendapat perlakuan tidak maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukannya revisi produk.
8. Uji coba pemakaian
Setelah revisi produk dilakukan maka produk sudah siap diujicobakan pada lembaga pendidikan yang lebih luas.
9. Revisi produk
Revisi produk ini dilakukan apabila dalam uji coba pemakaian terdapat kekurangan pada produk yang telah dibuat.
10. Pembuatan produk masal
Apabila produk dinyatakan efektif dan sudah layak untuk digunakan secara masal maka produk dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan secara masal.
51 Berikut ini penjelasan langkah-langkah penelitian Dick and Carey. Abidin (2014:45-52) mengungkapkan bahwa langkah pengembangan Dick and Carey dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bagan 3. 2 Langkah-langkah Penelitian Dick and Carey
Step 10 Design and conduct summative evaluation Step 3 Analysis learners and context Step 8 Design and conduct formative evaluation if instruction Step 4 Write performa nces objectives Step 6 Develop instructio nal streategy Step 5 Delevop assessme nt intrument Step 7 Develop and select instruction al material Step 9 Revise Instructio n Step 1 Assess needs to identify goal (s) Step 2 Conduct instructio nal analysis
52 1. Analisis Kebutuhan untuk Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran.
Analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam mengembangkan sebuah desain sistem pembelajaran yang bertujuan untuk menentukan apa yang harus dicapai.
2. Melakukan Analisis Pembelajaran
Analisis pembelajaran adalah suatu prosedur yang diterapkan pada tujuan pembelajaran dan akan menghasilkan identifikasi untuk mencapai tujuan utama.
3. Menganalisis Siswa dan Konteks Pembelajaran
Analisis konteks meliputi kondisi-kondisi terkait dngan keterampilan yang dipelajari oleh siswa dan situasi yang terkait dengan tugas yang dihadapi oleh siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Analisis karakteristik siswa meliputi kemampuan aktual yang dimiliki oleh siswa, gaya belajar, sikap terhadap aktivitas belajar, dan termasuk di dalamnya karakter serta kepribadian siswa.
4. Merumuskan Tujuan Performasi
Tujuan performasi adalah sebuah gambaran detail tentang apa yang akan di dapat dilakukan oleh siswa setelah menyelesaikan pembelajaran. Penyusunan tujuan diperlukan kata kerja operasional
53 yang terukur dari masing-masing ranah (kognitif, psikomotor, dan afektif).
5. Mengembangkan Instrumen Penilaian
Pengembangan instrumen penilaian hendaknya dilakukan sebelum proses pembelajaran bukan setelah proses pembelajaran. Hal ini disebabkan penilaian harus benar-benar sesuai dengan tujuan performa yang telah ditetapkan.
6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran
Pengembangan strategi pembelajaran berwujud model-model pembelajaran yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai dan dikembangkan sejalan penilaian otentik yang digunakan.
7. Mengembangkan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dikatakan sebagai program yang disusun guru untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa sebagaimana kompetensi yang telah ditetapkan.
8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Formatif
Tujuan evaluasi formatif adalah untuk mengumpulkan data yang terkait dengan kelebihan dan kelemahan desain sistem pembelajaran yang dikembangkan. Hasil dari proses evaluasi formatif digunakan sebagai masukan untuk memperbaiki draf desain pembelajaran yang dikembangkan.
54 9. Merevisi Pembelajaran
Data yang digunakan untuk merevisi draf desain sistem pembelajaran adalah data evaluasi formatif. Prosedur evaluasi formatif dilakukan pada semua aspek program pembelajaran dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas program tersebut. 10. Mengembangkan Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif dilakukan setelah program selesai dievaluasi secara formatif dan direvisi sesuai dengan standar yang digunakan oleh perancang.