Pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk siswa kelas I sekolah dasar mengacu Kurikulum 2013
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN Karya tulis berupa skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa memberkati segala usaha yang telah dilakukan. 2. Kedua orangtuaku, Suhirman dan Wasilah yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, semangat, doa, dan motivasi. 3. Kakakku Aris Setyowati dan adikku Aditya Tri Purnomo Aji yang selalu memberikan motivasi. 4. Kedua keponakanku Richy Artha Putri Setiawan dan Muhammad Arsen AlMalik Setiawan yang senantiasa memberikan semangat, hiburan, dan dorongan. 5. Keluarga besarku yang selalu memberikan dorongan, motivasi, dan semangat. 6. Partner skripsiku, Ruswita Beti Purbasari yang selalu memberikan semangat, masukan, dan dorongan. 7. Sahabat-sahabatku selama SMA hingga kini Yulia Hanifah, Dita Annisa Meilani, Era Realita, dan Putri Larasati yang selalu memberikan dukungan. 8. Sahabat-sahabatku selama kuliah Ruswita Beti Purba Sari, Intan Wahyu Ndhadhari, Erna Kholifah, Fransiska Rina Anggraeni, Rianti, dan Beata Vita Edi Prabawati yang selalu menyemangati. 9. Sahabat-sahabat selama di Jogja Sani Yuliyana, Agnes Christin Ari Nur Lia, Linda Saraswati, Yosephin Ratna Mayang Sari, Afifah Nur Izdihar, Patrisia. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Arum Puspaningtyas, Nurul Tri Rahmawati, dan Nanda Agustina yang selalu memberikan motivasi. 10. Teman-teman PGSD angkatan 2014. 11. Teman-teman Staf Humas USD angkatan 2017. 12. Almamaterku tercinta, Universitas Sanata Dharma.. v.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO. “Create what you wanna create”. Taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. Ali Imran:132). Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridhaan Allah, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan Allah. (HR. Ibnu Majah). “Rabbighfirli waliwa lidayya warham huma kamaa rabbayani saghiira”. vi.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED UNTUK KELAS I SEKOLAH DASAR MENGACU KURIKULUM 2013 Ari Mia Dwi Anggraeni Universitas Sanata Dharma 2018 Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu Kurikulum 2013, karena dilihat dari analisis kebutuhan banyak guru yang membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan melaksanakan langkah penelitian Borg & Gall dikombinasikan dengan langkah pengembangan desain instruksional Dick & Carey yang disederhanakan menjadi 7 langkah, diantaranya: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan pada dua guru kelas I, sedangkan kuesioner digunakan untuk memvalidasi kualitas perangkat pembelajaran oleh dua pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas I SD. Hasil validasi dua pakar pembelajaran terpadu menghasilkan skor 3,85 dengan kategori “baik” dan 3,44 dengan kategori “baik”. Hasil validasi dari dua guru keas I SD menghasilkan skor 4,83 dengan kategori “sangat baik” dan 4,87 dengan kategori “sangat baik”. Lalu hasil skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik”. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran terpadu mengacu Kurikulum 2013. Kata kunci: Perangkat pembelajaran, pembelajaran terpadu, tipe webbed, Kurikulum 2013.. ix.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED LEARNING DEVICE ON THE WEBBED TYPE FOR FIRST GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL REFERRING TO CURRICULUM 2013 Ari Mia Dwi Anggraeni Sanata Dharma University 2018 The researcher did the development of an integrated learning device on webbed type because as seen from the requirement analysis, many teachers need sample of learning device refer to Curriculum 2013. The research method used was Research and Development (R & D), by implementing the Borg & Gall research step combined with the step of developing the design of Dick & Carey instruction that is simplified into 7 steps, including: (1) potential and problem, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product trial, (7) product revision. The instruments in this study are a list of interview questions of needs analysis and questionnaires. Interviews were used to analyze the needs of two first grade teachers, while the questionnaires were used to validate the quality of learning devices by two integrated learning experts and two first grade teachers. Based on the validation results of two integrated learning experts resulted in a score of 3.85 with the category of "good" and 3.44 with the category of "good". Then the validation result of two first grade teachers resulted in a score of 4.83 with category "very good" and 4.87 with category "very good". The learning device earns an average score of 4.25 with category “very good”. This the learning device developed is feasible to be used as an integrated learning device referring to the Curriculum 2013. Key word: learning devices, integrated learning, webbed type, Curriculum 2013.. x.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, berkat rahmat kesehatan dan keselamatan yang senantiasa diberikan, sehingga penulis dapat menyeselaikan tanggungjawab. untuk. menyusun. tugas. akhir. skripsi. dengan. judul:. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED UNTUK KELAS I SEKOLAH DASAR MENGACU KURIKULUM 2013. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ibu Christiyanti Aprinastuti, M.Pd selaku Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ibu Kintan Limiansih, M.Pd selaku Wakil Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Bapak Drs. Puji Purnomo, M. Pd yang senantiasa membimbing dan memberi dukungan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, M. T, M. Sc dan Ibu Kintan Limiansih, M. Pd selaku validator perangkat pembelajaran terpadu yang telah memberikan masukan, saran, dan bantuan dalam penelitan ini. Ibu Laurensia Aptik Evanjeli, M.A. dan Ibu Maria Agustina Amelia, M. Pd. selaku dosen penguji yang telah memberikan saran membangun untuk peneliti. Ibu Daryati, S. Pd dan Ibu Ririen Yulia Hariyawati yang telah memberikan saran dan dukungan dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak dan Ibu Dosen PGSD USD yang senantiasa mendidik penulis selama menempuh pendidikan di PGSD, serta seluruh staf karyawan Sekretariat PGSD USD yang telah memberikan bantuan yang menjadi kebutuhan penulis.. xi.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tak lupa juga untuk kedua orang tuaku, Bapak Suhirman dan Ibu Wasilah yang selalu setia memberikan restu dan dukungan untuk penulis. Kakak Aris Setyowati dan Adik Aditya Tri Purnomo Aji yang selalu memberikan semangat. Teman-teman payung perangkat pembelajaran terpadu yang senantiasa memberikan semangat, dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam karya ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga karya ini dapat menjadi berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin.. xii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL..................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...........................................................ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... iiiv HALAMAN MOTTO ................................................................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................................................. viii ABSTRAK .................................................................................................................. ix ABSTRACT ................................................................................................................... x KATA PENGANTAR ................................................................................................ xi DAFTAR ISI ............................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xvi DAFTAR BAGAN .................................................................................................. xvii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xviii BAB I ........................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1 1.1.. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1. 1.2.. Rumusan Masalah ......................................................................................... 7. 1.3.. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 7. 1.4.. Manfaat Penelitian ......................................................................................... 8. 1.5. Batasan Istilah ............................................................................................... 9. 1.6. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ..................................................... 10. BAB II ........................................................................................................................ 15 LANDASAN TEORI ................................................................................................. 15 2.1. Kajian Pustaka ................................................................................................. 15 2.1.1. Kurikulum 2013 ........................................................................................ 15 2.1.2. Perangkat Pembelajaran ............................................................................ 21. xiii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.3. Pembelajaran Terpadu .............................................................................. 28 2.1.4. Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed ........................................................ 35 2.2. Hasil Penelitian Relevan.................................................................................. 39 2.2.1 Penelitian Tentang Kurikulum 2013 .......................................................... 39 2.2.2 Penelitian Tentang Perangkat Pembelajaran.............................................. 39 2.2.3 Penelitian Tentang Pembelajaran Terpadu ................................................ 40 2.2.4 Penelitian Tentang Pembelajaran Terpadu Model Webbed ....................... 41 2.3. Kerangka Berpikir ........................................................................................... 43 2.4. Pertanyaan Penelitian ...................................................................................... 44 BAB III ...................................................................................................................... 45 METODE PENELITIAN ........................................................................................... 45 3.1. Jenis Penelitian ................................................................................................ 45 3.2. Prosedur Pengembangan ................................................................................. 54 3.2.1 Potensi Masalah ......................................................................................... 56 3.2.2 Pengumpulan Data ..................................................................................... 56 3.2.3 Desain Produk ............................................................................................ 56 3.2.4 Validasi Desain .......................................................................................... 57 3.2.5 Revisi Desain ............................................................................................. 57 3.2.6 Uji Coba Produk ........................................................................................ 57 3.2.7 Revisi Produk............................................................................................. 57 3.3. Uji Coba Terbatas ............................................................................................ 58 3.3.1 Setting Penelitian ....................................................................................... 58 3.3.2. Instrumen Penelitian ................................................................................. 58 3.3.3. Teknik Pengumpulan Data........................................................................ 61 3.3.4. Teknik Analisis Data ................................................................................ 63 3.4 Jadwal Penelitian .............................................................................................. 66 BAB IV ...................................................................................................................... 67 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................................... 67 4.1. Analisis Kebutuhan ..................................................................................... 67. 4.1.1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ................................................. 68. 4.1.2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ............................ 70. xiv.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4.2. Deskripsi Produk Awal ............................................................................... 71. 4.2.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).......................................... 72. 4.3. Data Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu ...................................... 74. 4.4. Data Uji Coba Terbatas ............................................................................... 78. 4.5. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ........................................................ 80. 4.5.1. Kajian Produk Akhir ............................................................................ 80. 4.5.2. Pembahasan .......................................................................................... 82. BAB V........................................................................................................................ 87 KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ............................................... 87 5.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 87 5.2 Keterbatasan Pengembangan ............................................................................ 88 5.3 Saran ................................................................................................................. 89 DAFTAR REFERENSI ............................................................................................. 90. xv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Taksonomi Bloom ..................................................................................... 27 Tabel 2. 2 Teori Perkembangan Kognitif ................................................................... 31 Tabel 3. 1 Daftar Pertanyaan Wawancara .................................................................. 59 Tabel 3. 2 Hasil Perhitungan Validasi Instrumen ...................................................... 60 Tabel 3. 3 Acuan Konversi Penilaian Kualitas Produk .............................................. 65 Tabel 3. 4 Jadwal Penelitian....................................................................................... 66 Tabel 4. 1 Data Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu .................................... 76 Tabel 4. 2 Data Uji Coba Terbatas ............................................................................. 79 Tabel 4. 3 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Terpadu ...................................... 84. xvi.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR BAGAN Bagan 2. 1 Peta Konsep Tipe Webbed ....................................................................... 37 Bagan 2. 2 Penelitian yang Relevan ........................................................................... 42 Bagan 2. 3 Kerangka Berpikir.................................................................................... 43 Bagan 3. 1 Langkah-langkah Penelitian Borg and Gall ............................................. 48 Bagan 3. 2 Langkah-langkah Penelitian Dick and Carey .......................................... 51 Bagan 3. 3 Prosedur Pengembangan .......................................................................... 55. xvii.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara ............................................................................. 93 Lampiran 2 Validasi Rangkuman Wawancara ........................................................... 94 Lampiran 3 Instrumen Validasi RPP.......................................................................... 98 Lampiran 4 Instrumen Validasi Uji Coba ................................................................ 102 Lampiran 5 Instrumen Validasi Uji Coba ................................................................ 106 Lampiran 6 Hasil Validasi Uji Coba ........................................................................ 122 Lampiran 7 Surat Ijin Penelitian .............................................................................. 136 Lampiran 8 Surat Keterangan Penelitian ................................................................. 138 Lampiran 9 Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian………………..……......……143 Lampiran 10 Curriculum Vitae……………………………………………....…….144. xviii.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah Soyomukti (2015:22) menjelaskan bahwa pendidikan adalah proses tanpa akhir yang diupayakan oleh siapapun, terutama (sebagai tanggung jawab) negara sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran dan ilmu pengetahuan. Tentunya dalam menyelenggarakan pendidikan, negara memiliki sebuah tujuan. Prayitno (2009:44) menjelaskan bahwa tujuan pendidikan pada dasarnya adalah arah yang hendak dicapai demi terwujudnya tujuan hidup manusia, yaitu hidup sesuai harkat martabat manusia dengan segenap kandungannya, dimensi kemanusiaan, dan pancadaya. Senada dengan Prayitno, Undang-undang nomor 20 tahun 2003 juga menjelaskan bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa sebuah negara dapat memfasilitasi manusia. untuk. menyelenggarakan. selalu. berkembang. dan. pendidikan. Fasilitas. memperbaiki. hidup. yang disediakan negara. dengan untuk. 1.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. menyelenggaakan pendidikan akan turut membantu manusia dalam membangun negaranya. Salah satu fasilitas dari Indonesia untuk memperbaiki kualitas pendidikan saat ini adalah dengan memperbarui kurikulum yang ada yakni Kurikulum Tingkat Satuan Dasar (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Sukmadinata dan Syaodih (2012:31) menjelaskan bahwa kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan, sebab di antara bidang-bidang pendidikan, kurikulum, pembelajaran, dan bimbingan siswa, kurikulum pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruh terhadap hasil pendidikan. Senada dengan Sukmadinata dan Syaodih, Fadlillah (2014:13) menyatakan bahwa kurikulum merupakan wadah yang akan menentukan arah pendidikan sebab kurikulum merupakan salah satu penentu keberhasilan pendidikan. Indonesia dalam memperbaharui KTSP menjadi Kurikulum 2013 tidak tanpa alasan. Fadlillah (2014:16) menyatakan bahwa Kurikulum 2013 berusaha untuk lebih menanamkan nilai-nilai yang tercermin pada sikap, berbanding lurus dengan keterampilan yang diperoleh peserta didik melalui pengetahuan di sekolah yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga harapannya. peserta didik dapat. memiliki kompetensi sikap,. keterampilan, dan pengetahuan yang meningkat dan berkembang sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya sehingga akan dapat berpengaruh dan menentukan kesuksesan dalam kehidupan selanjutnya. Dalam menjalankan. 2.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. suatu kurikulum tentunya terdapat perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai acuan dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Adanya perangkat pembelajaran yang sesuai tentunya akan mengukur tingkat keberhasilan dalam melaksanakan pembelajaran. Peran perangkat pembelajaran yang tepat dan sesuai akan membantu setidaknya 40% keberhasilan pada suatu pembelajaran. Fadlillah (2014:143) menyatakan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran akan mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi maupun dalam mengelola kelas sehingga tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai hasilnya. Dalam penyusunan perangkat pembelajaran pada Kurikulum 2013, pembelajaran menggunakan pendekatan tematik integratif. Fadlillah (2014:176-177). menyatakan. bahwa. pendekatan. tematik. integratif. itu. dilaksanakan dengan pembuatan setiap tema yang mengacu karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara terpadu antara tema satu dengan yang lain maupun antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lain. Jadi perangkat pembelajaran dapat dibuat dengan menggunakan pembelajaran terpadu. Fogarty (2009:2) menyatakan bahwa dalam menyusun sebuah perangkat pembelajaran terpadu ada 10 model pembelajaran sebagai acuan dalam pembelajaran, diantaranya fragmented/cellular model , connected model, nested model, sequenced model, shared model, webbed model, threaded model, integrated. model,. immersed. model,. dan. networked. model.. Adanya. pengembangan 10 model pembelajaran terpadu ini memiliki tujuan. Trianto. 3.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (2010:9) meyatakan bahwa tujuan pengembangan model ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru tentang pembelajaran terpadu, memberi bekal ketrampilan pada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran dan penilaian, memberikan bekal kemampuan kepada guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran terpadu, dan memberikan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman bagi pihak terkait sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. Prabowo (dalam Trianto 2010:39) menyatakan bahwa dari kesepuluh tipe tersebut ada tiga model yang dipandang layak untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal (pendidikan dasar), ketiga model ini adalah webbed, connected, dan integrated. Tipe pembelajaran terpadu yang mendekati Kurikulum 2013 adalah tipe webbed, sehingga peneliti memilih pembelajaran terpadu tipe webbed pada penelitian ini. Fogarty (2009:66) menyatakan bahwa webbed adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Jadi, pembelajaran terpadu tipe webbed dimulai dengan menentukan tema pembelajaran lalu memadukan beberapa disiplin ilmu dalam tema tersebut. Trianto (2010:42) menjelaskan bahwa webbed memiliki beberapa kelebihan yaitu dengan menyeleksi tema sesuai dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar, mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman,. memudahkan. perencanaan,. pendekatan. tematik. dapat. 4.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. memotivasi siswa, dan memberikan kemudahan bagi anak didik dalam melihat kegiatan-kegiatan serta isu-isu berbeda yang terkait. Namun, keadaan di lapangan atau di sekolah tidak seperti Kurikulum 2013 seharusnya. Data didapatkan dengan melakukan kegiatan wawancara pada tanggal 10 April 2017 dan 13 April 2017 bersama 2 guru untuk melakukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan wawancara kepada dua orang guru SD kelas 1 yang mengimplementasikan Kurikulum 2013. SD I terletak di Kota Yogyakarta dan SD II terletak di Kabupaten Sleman. Penerapan Kurikulum 2013 di kedua SD tersebut dimulai dari kelas 1 dan kelas 4, hal ini dilakukan karena kelas 1 merupakan awal dari kelas bawah dan kelas 4 merupakan awal dari kelas atas. Sehingga nantinya saat naik kelas, Kurikulum 2013 dapat diaplikasikan pula pada kelas selanjutnya. Para guru yang mengajar dengan pembelajaran terpadu mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013 sudah mengikuti pelatihan-pelatihan maupun diklat tentang Kurikulum 2013. Pelatihan maupun diklat ini berisi tentang apa itu perangkat pembelajaran, bagaimana cara menyusun RPP, bagaimana cara menyusun penilaian, bagaimana pembuatan rapor, dan juga bagaimana cara mengajar menggunakan Kurikulum 2013. Guru juga mengenal beberapa tipe pembelajaran terpadu, salah satunya webbed. Guru mengenal tipe pembelajaran terpadu tipe webbed karena tipe tersebut yang digunakan dalam Kurikulum 2013. Walaupun guru mengenal pembelajaran terpadu tipe webbed namun guru kurang memahami tipe tersebut. Dalam wawancara tersebut, guru. 5.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu walaupun sudah beberapa kali mengikuti pelatihan tentang Kurikulum 2013. Kesulitan yang paling berat dihadapi guru dalam merencanakan pembelajaran terpadu yang mengacu Kurikulum 2013 yaitu dalam merancang instrumen penilaian yang sesuai dengan Kurikulum 2013, selain itu juga guru masih merasa kesulitan dalam mengintegrasikan KI dan KD dari beberapa muatan pelajaran terkait ke dalam suatu pembelajaran. Selain kesulitan dalam merencanakan pembelajaran, guru juga masih merasa sulit dalam melaksanakan pembelajaran walaupun sudah dibantu dengan perangkat pembelajaran yang telah disediakan oleh pemerintah, seperti buku guru dan buku siswa. Kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran antara lain guru kurang ahli dalam manajemen waktu sehingga merasa kekurangan waktu dalam melaksanakan pembelajaran terpadu yang mengacu Kurikulum 2013, kesulitan tidak hanya dialami guru namun menurut penuturan dari guru kesulitan juga dialami siswa dalam menyimpulkan suatu pembelajaran yang telah berlangsung pada hari tersebut. Lalu guru juga membutuhkan referensi dalam penyusunan perangkat pembelajaran terpadu terutama tipe webbed karena tipe pembelajaran terpadu tersebut yang digunakan dalam Kurikulum SD tahun 2013. Data yang didapatkan dari kegiatan wawancara menjadi acuan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Penelitian ini berusaha untuk mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu model webbed mengacu. 6.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kurikulum SD tahun 2013. Penyusunan perangkat pembelajaran ini didasarkan pada latar belakang, visi, dan misi pada Kurikulum 2013 agar guru lebih profesional dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran sehingga siswa diberikan pelayanan yang terjamin mutunya. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.2.1. Bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013 ? 1.2.2. Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013 ? 1.3. Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan pelaksanaan. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut: 1.3.1. Mengetahui pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013.. 1.3.2. Mengetahui kualitas produk perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013.. 7.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.4. Manfaat Penelitian Penelitan ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk berbagai pihak, diantaranya yaitu : 1.4.1. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengalaman baru dalam hal pengembangan perangkat pembelajaran terpadu yang mengacu Kurikulum SD tahun 2013. dan. berkesempatan. untuk. membantu. guru. dalam. mengembangkan perangkat pembelajaran. 1.4.2. Bagi Guru Guru mendapatkan perangkat pembelajaran terpadu yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013 yang dapat digunakan untuk referensi dalam menyusun pembelajaran yang efektif dan efisien.. 1.4.3. Bagi Sekolah Sekolah dapat meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran dan mendorong proses pembelajaran agar lebih baik.. 1.4.4. Bagi Prodi PGSD Prodi PGSD memiliki pengalaman penelitian kolaboratif dengan metode penelitian Research and Development (R&D), melalui proses penelitian ini prodi PGSD memiliki perangkat pembelajaran terpadu yang mengacu pada Kurikulum SD tahun 2013 yang semakin beragam.. 8.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.5 Batasan Istilah 1.5.1. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang memperbaharui Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) dan menekankan pendidikan karakter serta perangkat pembelajarannya diperbaharui menjadi sistem tematik.. 1.5.2. Pembelajaran Terpadu adalah pembelajaran yang mengaitkan konsep satu dengan yang lain yang memungkinkan anak aktif dalam mempelajari suatu konsep.. 1.5.3. Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed adalah suatu tipe pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik dengan mengintegrasikan materi pelajaran menjadi suatu tema pokok dalam suatu pembelajaran.. 1.5.4. Perangkat Pembelajaran adalah pedoman dalam melaksanakan pembelajaran yang berisikan perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi dalam pembelajaran.. 1.5.5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang mengembangkan silabus yang akan dilaksanakan dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar.. 9.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.6 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1.6.1. Cover produk Cover produk yang terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran terpadu yaitu perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed; gambar yang mencerminkan pembelajaran terpadu tipe webbed; nama penulis; logo Universitas Sanata Dharma; keterangan yang berisi program studi yaitu Program Studi Sekolah Dasar, jurusan yaitu Jurusan Ilmu Pendidikan, fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan universitas yaitu Universitas Sanata Dharma.. 1.6.2. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran terpadu tipe webbed; penjelasan spesifikasi produk yang dikembangkan; ucapan terima kasih kepada pihak membantu dan terlibat dalam penyusunan produk; dan kesediaan penulis menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan.. 1.6.3. Daftar Isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Garis besar berupa:. 10.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.6.3.1 Bagian I Pembelajaran terpadu tipe webbed Bagian I memuat pengertian dan karakteristik pembelajaran terpadu tipe webbed, langkah pengembangan pembelajaran terpadu tipe webbed, contoh bagan peta konsep tipe webbed, kelebihan dan kelemahan pembelajaran terpadu tipe webbed. 1.6.3.2 Bagian II Jaringan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran terpadu tipe webbed Bagian II memuat jaringan kompetensi dasar dan indikator 1, jaringan kompetensi dasar dan indikator 2, dan jaringan kompetensi dasar dan indikator 3. 1.6.3.3 Bagian III Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tipe webbed 1.6.4. Penjelasan pembelajaran terpadu tipe webbed Penjelasan pembelajaran terpadu tipe webbed terdiri dari pengertian. pembelajaran. terpadu. tipe. webbed;. karakteristik. pembelajaran terpadu tipe webbed; langkah-langkah mengembangkan pembelajaran terpadu tipe webbed; dan kelebihan dan kelemahan pembelajaran terpadu tipe webbed. 1.6.5. Pemetaan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran terpadu tipe webbed Peneliti memberi 3 (tiga) contoh pemetaan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran terpadu tipe webbed.. 11.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.6.6. Perangkat pembelajaran (RPP) disusun lengkap. Komponen RPP pada Kurikulum 2013 ini terdiri atas: satuan pendidikan, kelas/semester, tema/subtema, pertemuan ke berapa, alokasi waktu, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode, langkah kegiatan pembelajaran, LKS, sumber pembelajaran, penilaian, rangkuman materi, dan lembar refleksi.. 1.6.7. RPP yang dikembangkan mengandung karakteristik Kurikulum SD tahun 2013 (pengemasan materi pelajaran dalam bentuk terpadu antar konsep/muatan. pelajaran,. menggunakan. pendekatan. saintifik,. penilaian otentik, adanya pendidikan karakter, keampuan berpikir tingkat tinggi). Selain memadukan antar muatan pelajaran, juga menerapkan pendekatan saintifik yang terdiri dari lima aspek diantaranya mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Lalu menggunakan penilaian otentik yang terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: penilaian kinerja, proyek, portofolio, dan tertulis. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan. Kinerja siswa dinilai melalui pengamatan menggunakan lembar pengamatan (observasi). Penilaian proyek digunakan untuk menilai tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh siswa menurut. 12.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. periode waktu tertentu. Penilaian proyek berupa investigasi yang dilakukan siswa yang dimulai dengan perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Penilaian portofolio merupakan kumpulan hasil kerja yang sengaja dibuat dan mencerminkan runtutan kegiatan siswa. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai yang menuntut peserta didik untuk mampu mengingat,. memahami,. mengorganisasikan,. menerapkan,. menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian yang bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. 1.6.8. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa tingkat tinggi. Penyusunan. indikator. disesuaikan. dengan. kemampuan. berpikir tingkat tinggi yang tertera pada Taksonomi Bloom. 1.6.9. Mengembangkan keutuhan perkembangan pribadi peserta didik yang terdapat dalam rumusan indikator dan tujuan pembelajaran. Penyusunan RPP harus mengacu pada perkembangan pribadi peserta didik yaitu pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Pada Kurikulum 2013 banyak dikembangkan aspek karakter yang tertera pada KI 1 dan KI 2 karena kurikulum ini menekankan perkembangan karakter peserta didik.. 13.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.6.10 Sesuai dengan karakteristik pembelajaran terpadu tipe webbed, yaitu berpusat pada siswa, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, tema berkaitan dengan kehidupan siswa, dan menyajikan konsep dari beberapa muatan pelajaran. 1.6.11 Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang baik dan benar. Penyusunan RPP dengan memerhatikan ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia. Dimana penyusunannya memerhatikan tanda baca, huruf kapital , nama orang, nama tempat, dan kata penghubung yang sesuai.. 14.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1. Kurikulum 2013 Fadlillah (2014:16) menyatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 dalam rangka pembaharuan KTSP menjadi Kurikulum 2013. Isi dari perangkat pembelajarannya pun diperbarui menjadi sistem tematik. Mulyasa (2013:67) mengungkapkan bahwa aspek-aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi diantaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (understanding), kemampuan (skill), nilai (value), sikap (attitude), dan minat (interest). Jadi, Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang memperbaharui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan menekankan pendidikan karakter serta perangkat pembelajarannya diperbaharui menjadi sistem tematik. Dalam Kurikulum 2013 juga terdapat kompetensi untuk mencapai tujuan Kurikulum 2013. Selain itu, Fadlillah (2014: 48) menyatakan bahwa kompetensi adalah tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program dan menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar. Senada dengan Mulyasa, Sani (2014:45) menyatakan bahwa kurikulum 2013 mendefinisikan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sesuai dengan yang seharusnya, yakni sebagai kriteria mengenai kualifikasi. 15.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Disamping itu, Trianto (2011:324) menyatakan bahwa identifikasi dan analisis untuk setiap standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator disesuaikan dengan setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator terbagi habis. Fadlillah (2014:48) menyatakan bahwa Kompetensi Inti (KI) merupakan bentuk perubahan dari standar kompetensi pada kurikulum sebelumnya (KTSP). Jadi pada Kurikulum 2013, Standar Kompetensi (SK) diganti menjadi Kompetensi Inti (KI). Sani (2014:50) menyatakan bahwa pembentukan sikap dan perilaku (KI-2) serta penghayatan agama (KI-1) juga dapat dilakukan dengan mengaitkan materi KI3 (pengetahuan) dan KI-4 (keterampilan) yang telah dikuasai KI-1 atau KI-2. Sani (2014:49) juga menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dimulai dari KI-3 dan KI-4, sedangkan KI-1 dan KI-2 merupakan dampak yang diharapkan muncul dari proses pembelajaran, misalnya guru meminta siswa untuk mencatat dan melaporkan hasil pengamatan secara jujur atau guru juga dapat melibatkan siswa untuk terlibat secara mental dan emosional dalam menyikapi suatu permasalahan atau kegiatan dengan menyajikan cerita atau tayangan yang menggugah perasaan. Fadlillah (2014: 54) menyatakan bahwa kompetensi dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, PP No. 32 Tahun 2013 menyatakan. 16.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. bahwa yang dimaksud kompetensi dasar ialah tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, pengalaman belajar, atau mata pelajaran yang mengacu pada kompetensi inti. Senada dengan penjelasan di atas, Permendikbud No. 70 tahun 2013 juga menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik adalah sebagai berikut. 1. Mengembangakan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana di mana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;. 17.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, di mana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangakan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; 7. Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; 8. Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan 9. Pola pembelajaran pasif menjadi kritis. Selain itu, Kurikulum 2013 juga mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk pembelajaran terpadu Pengemasan materi pembelajaran dalam Kurikulum 2013 berbentuk pembelajaran terpadu. Hadisubroto (dalam Trianto, 2010:56) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara sepontan atau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman anak, maka pembelajaran akan lebih bermakna. Senada dengan Hadisubroto, Daryanto (2014:42) mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu/pembelajaran terintegrasi merupakan suatu model. 18.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan dalam muatan pembelajaran yang memuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 2. Kemampuan berpikir tingkat tinggi Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk melakukan berpikir tingkat tinggi dengan acuan Taksomoni Bloom pada tingkatan C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). 3. Menggunakan penilaian otentik Brown (dalam Abidin, 2014:77) mengungkapkan bahwa penilaian adalah metode yang diguakan untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, atau peforma seseorang. Disamping itu, Nurgiyantoro (2011:4) menyatakan bahwa pada hakikatnya penilaian otentik merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan tidak semata-mata untuk menilai hasil belajar siswa, melainkan juga beberapa faktor lain termasuk kegiatan pengajaran yang dilakukan. Jadi, penilaian otentik merupakan penilaian pada semua aspek hasil belajar diantaranya afektif, kognitif, dan psikomotorik yang sesuai dengan tingkat perkembangan pribadi siswa. 4. Menggunakan pendekatan pembelajaran Abidin (2014:125) mengungkapkan bahwa model pembelajaran proses saintifik dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran yang memandu siswa untuk memecahkan masalah melalui kegiatan perencanaan yang matang, pengumpulan data yang cermat, dan analisis data yang teliti untuk. 19.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. menghasilkan sebuah kesimpulan. Selain itu, Abidin (2014:133) juga mengungkapkan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran, diantaranya: mengamati,. menanya,. manalar,. mencoba,. menyimpulkan,. dan. mengkomunikasikan. Dari pemaparan diatas, maka pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk melakukan pembelajaran secara ilmiah dengan melakukan kegiatan mengamati, menanya, manalar, mencoba, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Selain pendekatan saintifik juga terdapat pendekatan tematik integratif pada Kurikulum 2013. Daryanto (2014:42) mengungkapkan bahwa pembelajaran terintegrasi merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan dalam muatan pembelajaran yang memuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga saat guru melaksanakan pembelajaran mengacu pada tema yang berisikan integrasi dari muatan pelajaran dan karakteristik siswa. 5. Mengembangkan pendidikan karakter Abidin. (2014:54). mengungkapkan. bahwa. tujuan. analisis. pembelajaran adalah mengindentifikasi sikap, keterampilan, pengetahuan yang harus dikembangkan selama proses pembelajaran. Kurikulum 2013 terdapat penggunakan istilah baru yaitu Kompetensi Inti (KI) yang mengelompokkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Guru menyampaikan pembelajaran dengan acuan KI 1 tentang sikap spiritual dan. 20.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KI 2 tentang sikap sosial. Selain itu, guru dituntut untuk menekankan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran Kurikulum 2013. 6. Berpusat pada siswa Kurikulum 2013 mengarahkan agar setiap pembelajaran pada Kurikulum 2013 itu berpusat pada siswa. Abidin (2014:54) mengungkapkan bahwa pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013 harus diarahkan agar siswa mampu memiliki kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan daya pikirnya sehingga mereka memiliki keterampilan hidup dan berkarier secara fleksibel dan adaptif, berinisiatif dan mandiri, mampu berinteraksi sosial dan lintas budaya, produktif dan akuntabel, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. 2.1.2. Perangkat Pembelajaran Dewi, Sadia, Ristiati (2013) menyatakan bahwa dalam pelaksanaannya, sintaks pembelajaran terpadu sama dengan model pembelajaran yang lain, meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi sehingga sintaks dalam pembelajaran terpadu dapat diakomodasikan dari berbagai model. Jadi, perangkat pembelajaran adalah pedoman dalam melaksanakan pembelajaran yang berisikan perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi dalam pembelajaran. Trianto (2010:323) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran, perlu dilakukan tahap. perencanaan. yang. meliputi. kegiatan. pemetaan. kompetensi. dasar,. 21.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pengembangan jaringan tema, pengembangan silabus, dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang dikembangkan dibatasi pada adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja dan tidak mengembangkan silabus dengan alasan pembelajaran terpadu tipe webbed yang dikembangkan peneliti hanya untuk atu hari saja atau 6 jp (6x35 menit). Selain itu dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, peneliti perlu memastikan bahwa antara materi antar muatan pelajaran dan tema saling berkesinambungan sehingga ada beberapa kompetensi dasar yang peneliti sesuaikan. Akbar (2013:8) juga menyatakan bahwa Kurikulum 2013 yang juga berbasis pada kompetensi, dalam menyusun silabus sangat mungkin disusun pemerintah pusat. Maka dari itu, pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang dikembangkan dibatasi pada adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2.1.2.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Fadlillah (2014:143) menyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang dikenal dengan istilah RPP merupakan suatu bentuk perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Begitu juga dengan Fadlillah, Trianto (2011:329) menyatakan juga bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang. 22.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Jadi, Rencana Pelaksanaan. Pembelajaran. (RPP). adalah. rencana. pembelajaran. yang. mengembangkan silabus yang akan dilaksanakan dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar. Dalam penyusunan RPP membutuhkan beberapa komponen, Trianto (2011:351) menyatakan bahwa khusus untuk pembelajaran tematik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran dengan komponen yang meliputi sebagai berikut. 1. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan ditematikkan, kelas, semester, dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan); 2. Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan; 3. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator; 4. Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator, kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembukaan, inti, dan penutup);. 23.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar, serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai; dan 6. Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian. Senada dengan Trianto, Permendikbud no. 22 tahun 2016 juga menjelaskan komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut: 1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema; 3. Kelas/semester; 4. Materi pokok; 5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk mencapai KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan katerampilan; 7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 8. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;. 24.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 9. Metode pembelajaran, dugunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 10. Media. pembelajaran,. berupa. alat. bantu. proses. pembelajaran. untuk. menyampaikan materi pelajaran; 11. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; 12. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan 13. Penilaian hasil pembelajaran. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru tentunya harus menyinkronkan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, dan tujuan pembelajaran sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran. Namun dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hal yang paling awal dalam penyusunan RPP ialah guru mempelajari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), KI, dan KD. Sebelum menyusun RPP, ada beberapa prinsip penyusunan RPP yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut. 1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan soaial, emosi,. 25.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan atau lingkungan peserta didik; 2. Partisipasi aktif peserta didik; 3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian; 4. Pengembangan. budaya. membaca. dan. menulis. yang. dirancang. untuk. mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai tulisan; 5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi; 6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antar KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian,dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; 7. Mengakomodasi. pembelajaran. tematik-terpadu,. keterpaduan. lintas. mata. pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya; dan 8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara integrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. Sanjaya. (2008:134). menyatakan. bahwa. Kompetensi. Dasar. adalah. kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penguasaan konsep atau materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu. Di samping itu, Sani (2014:286) menyatakan bahwa setelah guru mempelajari SKL, KI,. 26.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dan. KD. lalu. guru. membuat. indikator. pencapaian. kompetensi. dengan. mempertimbangkan peserta didik. Lebih lanjut lagi, Anderson (2001:28) menyatakan bahwa terdapat dua kategori yaitu dimensi kognitif dan dimensi pengetahuan. Pada dimensi kognitif ada enam jenjang yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Lalu pada dimensi pengetahuan dapat dibagi menjadi 4 kategori yaitu fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi. Kedua dimensi ini bila digambarkan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut. Dimensi Pengetahuan. Menging at. Memaha mi. Dimensi Kognitif Menerap Mengana kan lisis. Mengeva luasi. Mencipta. Fakta Konsep Prosedur Metakognitif Tabel 2. 1 Taksonomi Bloom Setelah mempelajari SKL, KI, dan KD lalu menyusun indikator, selanjutnya adalah menyusun tujuan pembelajaran. Sanjaya (2008:122) menyatakan bahwa ada beberapa asalan mengapa tujuan perlu dirumuskan, diantaranya: (1) rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas keberhasilan proses pembelajaran; (2) tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa; (3) tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran; (4) tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Sanjaya, Suyatno (2009:29) juga menyatakan bahwa tujuan pembelajaran yang baik ditandai oleh rumus ABCD, yakni Audience, berarti siswa menjadi subjek. 27.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dalam pembelajaran; Behavior, berarti pengalaman atau tindakan yang akan dijalani siswa dalam pembelajaran; Condition, berarti kondisi nyata yang terjadi ketika siswa belajar atau akan belajar; dan Degree, berarti tingkatan atau taraf tertentu yang harus dicapai siswa. 2.1.3. Pembelajaran Terpadu 2.1.3.1. Hakikat Pembelajaran Terpadu Hadisubroto (dalam Trianto, 2010:56) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara sepontan atau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman anak, maka pembelajaran akan lebih bermakna. Lebih lanjut lagi, Vera, Avanti dan Risti Pramudyani (2014) mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan anak, baik secara individual maupun kelompok, aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik. Selain itu, Daryanto (2014:42) mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu/pembelajaran terintegrasi merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Jadi, pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang mengaitkan konsep satu dengan yang lain yang memungkinkan anak aktif dalam mempelajari suatu konsep.. 28.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.3.2. Landasan Pembelajaran Terpadu Trianto (2010:58) menyatakan bahwa tujuan pengembangan model pembelajaran terpadu untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah ini pada dasarnya sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait namun secara rinci pengembangan ini bertujuan untuk: (1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa, mengapa, bagaimana, pembelajaran terpadu pada tingkat pendidikan dasar dan menengah; (2) memberikan bekal keterampilan kepada guru menyusun silabus, dan menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian; (3) memberikan. bekal. kemampuan. kepada. guru. agar. memiliki. kemampuan. melaksanakan pembelajaran terpadu; (4) memberikan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman bagi pihak terkait sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. Ruang lingkup penyusunan model ini meliputi: karakteristik pembelajaran terpadu, pelaksanaan pembelajaran terpadu, dan penilaian di kelas sehingga dicapai tujuan yang diinginkan. Selain itu, Margunayasa (2014:7-13) menyatakan bahwa ada beberapa teori dari filsafat yang melandasi pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar, diantaranya Teori Kontruktivisme, Teori Psikologi Gestalt, Teori Perkembangan Kognitif, dan Filsafat Progresivisme. 2.1.3.2.1 Teori Kontuktivisme. 29.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Teori. kontruktivisme adalah salah satu. filsafat. pengetahuan. yang. menekankan bahwa pengetahuan adalah kontruksi (bentukan) kita sendiri. Jadi seorang hendaknya memperoleh kesempatan menyusun pengetahuannya sendiri sesuai dengan kemampuannya dan lingkungannya. Teori kontruktivisme juga menyebutkan bahwa setiap orang harus menyusun pengetahuan dan pengalamannya sendiri. 2.1.3.2.2 Teori Psikologi Gestalt Teori Psikologi Gestalt menjelaskan bahwa pengamatan atau pengenalan pertama terhadap sesuatu diawali dari pengamatan terhadap keseluruhan atau totalitas. Setelah berhasil mengenal dan memahami sesuatu secara menyeluruh, timbullah keinginan siswa untuk mengetahi bagian-bagiannya dengan melakukan analisis sintesis. Teori ini menganjurkan agar guru mengorganisasi mata pelajaran dengan cara memperlihatkan kepada siswa secara menyeluruh hubungan-hubungan di antara berbagai bagian. 2.1.3.2.3 Teori Perkembangan Kognitif Teori Perkembangan Kognitif mengemukakan bahwa perkembangan kognitif berbeda-beda sesuai dengan umur dan lingkungannya. Teori perkembangan kognitif menggambarkan bahwa belajar merupakan proses perkembangan terjadinya interaksi anak-anak dengan lingkungan fisik dan sosial yang ada di sekitarnya. Perkembangan. 30.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kognitif terjadi dalam empat tahap, yakni sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Tabel 2. 2 Teori Perkembangan Kognitif Tahap Sensorimotor. Perkiraan Usia Lahir sampai 2 tahun. Kemampuan-kemampuan Utama Pegetahuan berkembang melalui interaksi indra fisiknya dengan lingkungannya. Praoperasional 2 sampai 7 tahun Mulai berusaha mengenal keteraturan dan melakukan pengelompokkan objek yang direspon alat inderanya. Operasi konkret 7 sampai 11 tahun Mampu berpikir logis dan konkrit namun belum bisa berpikir abstrak. Operasi formal 11 tahun sampai Mengklasifikasi dengan lengkap, dewasa generalisasi konservasi logis, serial ordering berdasarkan kriteria baik tampak maupun abstrak. Berpikir kombinasi. Menginterpretasi hubungan fungsional dalam persamaan matematika. Mengidentifikasi dan menetapkan variabel. 2.1.3.2.4 Filsafat Progresivisme Filsafat Progresivisme mengemukakan bahwa pendekatan yang tepat digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah pendekatan yang berpusat pada anak. Anak diberikan kesempatan berusaha, mencoba, mencari, dan menemukan. Aktivitas seperti ini dapat membangkitkan gairah siswa untuk terus menggali dan menemukan sesuatu yang berkaitan dengan tema yang telah dibuat, sehingga pembelajaran. 31.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. terpadu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan secara aktif dan memperkaya pengetahuan mengenai dunia. 2.1.3.3. Karakteristik Pembelajaran Terpadu Depdikbud (dalam Trianto, 2010:62) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu sebagai proses mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri, yaitu: (1) holistik: suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak; (2) bermakna: pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek, memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan; (3) otentik: pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan belajar secara langsung; (4) aktif: pembelajaran terpadu menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran, baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat, dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi untuk terus-menerus belajar. 2.1.3.4. Keunggulan Pembelajaran Terpadu Trianto (2010:7) menyatakan bahwa melalui pembelajaran terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya.. 32.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh, bermakna, autentik, dan aktif. 2.1.3.5. Tipe-tipe Pembelajaran Terpadu Fogarty (2009:2) menyebutkan bahwa dalam menyusun sebuah perangkat pembelajaran terpadu ada 10 model pembelajaran sebagai acuan dalam pembelajaran, diantaranya fragmented/cellular model , connected model, nested model, sequenced model, shared model, webbed model, threaded model, integrated model, immersed model, dan networked model. 1. Fragmented/cellular model Fragmented/cellular model ini adalah model pisah yang berarti mengajarkan pelajaran secara terpisah dan keterpaduannya terletak pada satu muatan pelajaran saja. 2. Connected model Connected model ini adalah model hubungan yang berarti menghubungkan konsep-konsep menjadi satu muatan pelajaran. 3. Nested model Nested model ini adalah model gugusan yang berarti memadukan konsep dan keterampilan menjadi sebuah pembelajaran. 4. Sequenced model Sequenced model ini adalah model urutan yang berarti mengajarkan beberapa konsep yang sama lalu diajarkan secara bersamaan.. 33.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Shared model Shared model ini adalah model berbagi yang berarti pendekatan yang menggabungkan dua atau lebih mata pelajaran yang melihat konsep, sikap dan ketrampilan yang sama. 6. Webbed model Webbed model ini adalah model jaring laba-laba yang berarti memadukan dua atau lebih muatan pelajaran yang berpusat pada tema. 7. Threaded model Threaded model ini adalah model rajutan yang berarti pengintegrasian metacuriculum (kecakapan di atas materi yang dikuasai siswa) yang memadukan bentuk keterampilan. 8. Integrated model Integrated model ini adalah model perpaduan yang berarti memadukan topik pada muatan pelajaan yang berbeda menjadi suatu topik tertentu. 9. Immersed model Immersed model ini adalah model celup yang berarti mencelupkan atau memadukan pengalaman dan pengetahuan siswa yang dihubungkan dengan pembelajaran. 10. Networked model Networked model ini adalah model jaringan yang berarti mengeksplorasi jaringan para ahli dalam pembelajaran di luar kelas.. 34.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Namun, dari kesepuluh model pembelajaran terpadu tersebut, menurut Prabowo (2000) dalam Trianto (2010:42) ada tiga model yang dipandang cocok untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal SD yaitu model terhubung (connected), model jaring laba-laba (webbed), dan model keterpaduan (integrated). Lalu peneliti menggunakan model jaring laba-laba (webbed) dalam penelitian ini. 2.1.4. Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed 2.1.4.1. Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Trianto (2011:327) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu model webbed adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik yang dimulai dengan menentukan tema tertentu lalu dilakukan pengembangan subtema dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi. Selain itu, Trianto (2011:361) juga menyatakan bahwa model jaring laba-laba (webbed). adalah pembelajaran yang. mengintegrasikan materi pengajaran dan pengelaman belajar melalui keterpaduan tema. Daryanto (2014:43) juga mengungkapkan bahwa model jaring laba-laba (webbed) adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Jadi, pembelajaran terpadu tipe webbed adalah suatu tipe pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik dengan mengintegrasikan materi pelajaran menjadi suatu tema pokok dalam suatu pembelajaran. Rusman (dalam Amarila, 2014: 19) menyatakan bahwa katakteristik model webbed adalah model pembelajaran terpadu yang pengembangannya dimulai dengan. 35.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. menentukan tema tertentu yang menjadi tema sentral bagi keterhubungan muatan berbagai mata pelajaran. Senada dengan Rusman, Amarila (2014:21) menyatakan bahwa pembelajaran tipe webbed adalah pembelajaran yang memberikan pengetahuan secara utuh/holistik dengan pendekatan tematik atau menggunakan tema-tema untuk mempelajari beberapa bidang kajian dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dalam muatan pelajaran. 2.1.4.2. Langkah-langkah Pengembangan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Trianto (2011:329-330) memaparkan langkah-langkah dalam merancang pembelajaran tematik dilakukan dengan tujuh langkah, yaitu: 1. Tetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan; 2. Pelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dalam setiap mata pelajaran; 3. Pelajari hasil belajar dan indikator hasil belajar dalam setiap mata pelajaran; 4. Pilih dan tetapkan tema pemersatu; 5. Buatlah pemetaan keterhubungan kompetensi dasar setiap mata pelajaran dengan tema pemersatu; 6. Susun silabus pembelajaran dengan mengaitkan topik dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran; dan 7. Susun satuan pembelajaran tematik. 2.1.4.3. Contoh Bagan Peta Konsep Tipe Webbed. 36.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Contoh bagan peta konsep tipe webbed adalah sebagai berikut.. PJOK. BAHASA INDONESIA. Gerakan menangkap bola dalam permainan sederhana. Kalimat tentang kegiatan di sore hari sebagai peristiwa siang. KEGIATANKU DI SORE HARI. SBdP Membuat kolase dengan tema kegiatan di sore hari. Bagan 2. 1 Peta Konsep Tipe Webbed. 2.1.4.4. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed 2.1.4.4.1. Kelebihan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Fogarty (2009:67), keunggulan menggunakan pembelajaran tipe webbed yaitu: (1) Model webbed atau jaring laba-laba relatif lebih mudah dilakukan guru yang belum berpengalaman mengajar; (2) Model ini lebih memudahkan perencanaan. 37.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kerja tim untuk mengembangkan tema ke semua bidang isi pelajaran; (3) Umumnya lebih mudah dalam melakukan perpindahan aktivitas belajar, topik, dan produk yang sesuai dengan tema; (4) Pendekatan tematik memberikan kejelasan „payung‟ yang akan memotivasi anak maupun guru, memudahkan murid melihat perbedaan aktivitas dan ide yang saling terkait; (5) Ada kekuatan motivasi yang berasal dari proses penentuan tema yang diminati anak; (6) Faktanya, proses kreatif dari pengembangan tematik guru dan siswa menjadi semangat dengan banyak kemungkinan yang dapat diciptakan. Selain itu, Trianto (2011:329) menyatakan bahwa. kelebihan. pembelajaran. terpadu. tipe. webbed. adalah. (1). penyeleksian/penentuan tema sesuai dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar; (2) lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman; (3) memudahkan perencanaan; (4) pendekatan tematik dapat memotivasi siswa; (5) memberikan kemudahan bagi anak didik dalam melihat kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait. 2.1.4.4.2. Kelemahan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Fogarty (2009:67), pembelajaran terpadu model webbed juga memiliki kelemahan diantaranya (1) Kesulitan serius yang terletak pada pemilihan tema, tema yang digunakan harus dipilih baik-baik secara selektif agar relevan dengan materi dan tidak merumuskan tema yang dangkal. (2) Dalam pembelajaran, guru lebih memusatkan kegiatan daripada mengembangkan konsep, sehingga perlu mengambil konten yang relevan dan teliti. (3) Guru sulit dalam memilih dan menyatukan tema.. 38.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (4) Ada masa di mana tema yang digunakan tidak lagi relevan sehingga RPP lama tidak dapat digunakan kembali. Lebih lanjut lagi, Trianto (2011:329) menyatakan bahwa kelemahan pembelajaran terpadu tipe webbed adalah (1) sulit dalam menyeleksi tema; (2) cenderung untuk merumuskan tema dangkal; (3) dalam pembelajaran,. guru. lebih. memusatkan. perhatian. pada. kegiatan. daripada. pengembangan konsep. 2.2. Hasil Penelitian Relevan 2.2.1 Penelitian Tentang Kurikulum 2013 Alawiyah (2014) melakukan penelitian tentang kesiapan guru dalam implementasi kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendorong pemerintah meningkatkan kinerjanya dalam mempersiapkan guru dalam perubahan kurikulum. Desain penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan guru, mendampingi guru, dan membina guru. Populasi penelitian ini adalah guru yang akan mengimplementasikan Kurikulum 2013. Dengan mengadakan intervensi seperti pelatihan khusus dan Klinik Konsultasi Pembelajaran (KKP) yang dilakukan pemerintah dianggap kurang, seharusnya pemerintah secara teratur meningkatkan kualitas guru dengan adanya evaluasi. 2.2.2 Penelitian Tentang Perangkat Pembelajaran Dewi, K., I. W. Sadia, N. P. Ristianti (2013) melakukan penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kinerja ilmiah siswa.. 39.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA terpadu dengan setting inkuiri terbimbing yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif tentang validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran. Dari hasil penelitian diperoleh: 1) validitas perangkat pembelajaran berada pada kategori sangat valid dengan nilai validitas buku siswa 3,57 dan buku pegangan guru 3,63, 2) kepraktisan perangkat pembelajaran berada pada kategori sangat praktis, rata-rata nilai respon guru 3,87 dan respon siswa 3,66, keefektivan perangkat, nilai rata-rata pemahaman konsep 85,16 dan kinerja ilmiah yang berupa penilaian unjuk kerja dan sikap berada di atas KKM, sehingga dinyatakan 100% tuntas. Hal ini berarti, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efisien sehingga dapat diimplementasikan dalam lingkup yang luas. 2.2.3 Penelitian Tentang Pembelajaran Terpadu Pramudyani, Avianti Vera Risti dan Sugito (2014) melakukan penelitian tentang Implementasi Pembelajaran Terpadu terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran terpadu pada pendidikan anak usia dini dan pengaruh pembelajaran terpadu terhadap aspek pengembangan anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data pengamatan peran serta, di mana peneliti berfungsi sebagai instrumen yang tak terpisahkan dengan subyek penelitian untuk melakukan wawancara mendalam, pengamatan terus menerus, dan. 40.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran terpadu yang dilakukan belum memperlihatkan keterkaitan antara tema dan dilakukan melalui tahapan: kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 2.2.4 Penelitian Tentang Pembelajaran Terpadu Model Webbed Amarila, Raula Samsul, Noor Aini Habibah, dan Arif Widiyatmoko (2014) melakukan penelitian tentang Pengembangan Alat Evaluasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran IPA Terpadu Model Webbed Tema Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki dan memudahkan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Metode yang digunakan adalah R&D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat evaluasi yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan memperoleh skor rata-rata 82 (87,23%). Alat evaluasi yang dikembangkan juga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan hasil validasi ahli dan angket tanggapan guru yang mendapat skor maksimal 4. Alat evaluasi yang dikembangkan terbukti layak digunakan dan dapat mengukur kemampuan berpikir kritis pada siswa. Dibandingkan dari penelitian yang dirujuk, penelitian kebaruan dapat dilihat dari judul penelitian yang peneliti ambil yaitu lebih khas pada pengembangan perangkat pembelajaran terpadu khususnya pembelajaran terpadu tipe webbed. Selain. 41.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. itu, penelitian ini menggunakan acuan Kurikulum 2013 dimana Kurikulum 2013 merupakan pembaharuan dari Kurikulum Tingkat Satuan Dasar (KTSP). Lalu, penelitian kebaruan dapat dilihat pada bagan berikut:. Alawiyah (2014) “Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013” Anggraeni (2017). Vera dan Pramudyani (2014) “Implementasi Pembelajaran Terpadu terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di KB-TK Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta”. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013”. Caturiyati (2007) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu dengan Setting Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kinerja Ilmiah Siswa”. Marila, Habibah, dan Widiyatmoko (2014) “ Pengembangan Alat Evaluasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA Terpadu Model Webbed Tema Lingkungan”. Bagan 2. 2 Penelitian yang Relevan. 42.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.3. Kerangka Berpikir. Kurikulum 2013 1. Menggunakan penilaian otentik 2. Menggunakan pendekatan saintifik 3. Adanya pendidikan karakter 4. Berpusat pada siswa. Analisis Kebutuhan. Mengembangkan perangkat pembelajaran berupa peta konsep dan RPP berserta LKS dan penilaian otentik dengan menggunakan langkah peneliatian Borg and Gall dikombinasikan langkah pengembangan desain instruksional dari Dick and Carrey yang mengacu Kurikulum 2013.. Guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu tipe webbed yang mengacu Kurikulum 2013. Bagan 2. 3 Kerangka Berpikir Pengalaman mewawancarai kepada kepala sekolah dan guru memotivasi peneliti untuk mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran terpadu yang dapat digunakan untuk guru. Perangkat pembelajaran yang dibuat tentunya mengacu pada kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum 2013. Pada saat implementasi kurikulum baru ini (Kurikulum 2013), tentunya guru harus sudah menguasai bagaimana Kurikulum 2013. Namun dilihat dari kenyataan yang terjadi di lapangan, banyak guru Sekolah Dasar yang masih mengalami kesulitan dalam menyusun. 43.
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan (1) untuk memaparkan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 Subtema Benca Alam untuk siswa kelas I Sekolah
Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum SD 2013, peneliti menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, berpikir tingkat
Dengan demikian pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 sudah layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.. Kata kunci : Kurikulum
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan contoh perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum SD 2013. Tujuan utama dari penelitian ini
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan contoh perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum SD 2013. Tujuan utama dari penelitian ini
Oleh karena itu untuk mendapatkan pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai, maka peneliti mencoba untuk menlakukan pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada
Pembelajaran dalam kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk mengintegrasikan mata pelajaran menyulitkan guru dalam penyampaian materi secara detail dari setiap mata pelajaran
Hasil pengembangan Perangkat Pembelajaran Ipa Terpadu Tipe Webbed Berorientasi Inkuiri Terbimbing Dengan Tema Rainbow Cake menunjukkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran