Pengembangan perangkat pembelajaran terpadu Tipe Fragmented untuk siswa kelas I Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan untuk: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmad, taufik serta hidayahNya kepada saya dalam segala hal. 2. Kedua orang tua saya, Bapak Muhnudin dan Ibu Suprihatin yang selalu memberikan doa, dukungan, perhatian, kasih sayang dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan. 3. Kedua saudara saya, Aji Hernawan dan Imam Prayoga yang selalu mendukung dalam penyusunan skripsi ini. 4. Vincentsius Danan Pamungkas yang selalu memberikan segala perhatian, kasih sayang, semangat dan doa. 5. Sahabat-sahabatku yang tergabung dalam geng ember, Intan, Rina, Beti, Mia, Rianti, Vita yang selalu mendukung untuk menyelesaikan skripsi. 6. Sahabat-sahabatku Mirtha, Rinto, Musa, Lukas, Niken, Agung, Prima yang selalu memberikan semangat dan dukungan untuk menikmati hidup. 7. Sahabat-sahabat sejak bangku SMA, Nadia, Irma, Ema, Rizka, Burhan yang selalu memberikan hiburan lewat canda tawa bersama. 8. Teman-teman sepayung yang selalu memberikan dukungan. 9. Almamater Universitas Sanata Dharma. 10. Semua pihak yang membantu setiap proses penelitian dan penyusunan skripsi ini.. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO ―Belajar dari kegagalan adalah hal yang bijak.‖ (Erna Kholifah, 2018) ―Bersikap baiklah pada siapapun, berkah racun atau madu yang akan kau terima sudah ditakdirkan menjadi suatu misteri.‖ (Erna Kholifah, 2018) ―Jadilah diri sendiri dan percaya diri dalam segala hal.‖ (Erna Kholifah, 2018) ―Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.‖ (Andrew Jackson) ―Kemenangan yang seindah-indahnya dan sesukar-sukarnya yang boleh direbut oleh manusia ialah menundukkan diri sendiri.‖ (Ibu Kartini) ―Tanah air ada di sana. Di mana ada cinta dan kedekatan hati. Di mana tidak ada manusia menginjak manusia lain.‖ (YB. Mangunwijaya). v.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE FRAGMENTED UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR MENGACU KURIKULUM 2013 Erna Kholifah Universitas Sanata Dharma 2018 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan perlunya contoh perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented yang mengacu kurikulum 2013. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran terpadu fragmented yang mengacu pada kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan perang kat pembelajaran menggunakan prosedur penelitian Borg & Gall yang dikombinasikan dengan prosedur penelitian Dick & Carey. Prosedur penelitian tersebut diadaptasi menjadi sebuah prosedur penelitian yang lebih sederhana. Prosedur penelitian disusun menjadi tujuh langkah yaitu: (1) potensi dan masalah; (2)pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented yang mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented oleh dua pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas I SD. Perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented dilakukan uji coba terbatas pada dua sekolah, yaitu SD N Dayuharjo yang berada di Yogyakarta dan SD N Sobowono yang berada di kabupaten Magelang. Dari hasil validasi yang dilakukan oleh dua pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas I SD, peneliti memperoleh skor rerata 4,60 dari rentang skor 1 s/d 5 dengan kategori ―sangat baik‖. Skor tersebut menunjukkan bah wa perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented yang mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SD memiliki kualitas ―sangat baik‖ dan layak digunakan.. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kata kunci: Kurikulum 2013, model fragmented, perangkat pembelajaran.. ix. pembelajaran. terpadu. tipe.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED LEARNING MEDIA BY USING FRAGMENTED TYPE FOR FIRST GRADE PRIMARY SCHOOL STUDENTS BASED ON CURRICULUM 2013 Erna Kholifah Universitas Sanata Dharma 2018 The research was conducted based on the analysis of the needs which showed to the need of the example of fragmented type integrated learning which was referring to curriculum 2013. The main purpose of this research was to produce a learning product in form of fragmented learning integrated media which was referring to curriculum 2013. This research was a development learning of a learning device research by using Borg & Gall research procedures which was combined by the procedures of Dick & Carey’s research. The research procedures were adapted to be simpler research procedures. The research procedures were arranged into seven steps. (1) problem and potency, (2) data gathering (3) designing product (4) design validation (5) design revision (6) pilot products (7) product revision, until it produced a final design in form of fragmented type integrated learning device which was referring to curriculum 2013 for first grade students of Elementary school. The research instruments which were used in this research were interview and questionnaire. Interview was done to analyze the needs. In the other hand, the questionnaire was done to validate the quality of integrated learning device fragmented type by two experts of integrated learning and two first grade homeroom teachers. The integrated learning device fragmented type had been tried in two primary schools, SD Dayuharjo Yogyakarta and SDN Sobowono Magelang. For the validating result which had been done by the two experts of integrated learning, and two first grade homeroom teachers, the researcher got the average score 4,60 from the score range between 1 to 5 with a “very good” category. The score showed that the integrated learning device fragmented type which was referring to curriculum of 2013 for primary school first grade students had a “very good” quality and it deserved to be used. Keywords: Curriculum of 2013, integrated learning device fragmented type mode, learning device.. x.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmad, hidayah, serta inayah-Nya sehingga skripsi yang berjudul. “PENGEMBANGAN. PERANGKAT. PEMBELAJARAN. TERPADU TIPE FRAGMENTED UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR MENGACU KURIKULUM 2013” dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti mendapatkan banyak bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu memberikan nikmat kesehatan serta kelancaran selama kegiatan penelitian hingga penyelesaian laporan skripsi. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan izin kepada peneliti sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. 3. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan arahan dan bimbingan yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini. 4. Kintan Limiansih,S.Pd., M.Pd selaku Wakaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan arahan dan bimbingan yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini.. xi.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 6. Galih Kusuma, M.Pd yang memberikan banyak bantuan sehingga penulis mampu menyeesaikan skripsi ini. 7. Drs. Abu Yamin selaku Kepala SD N Dayuharjo yang tekah memberikan izin dan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di SD N Dayuharjo. 8. Suratmi, S.Pd.SD selaku Kepala SD N Sobowono yang tekah memberikan izin dan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di SD N Sobowono. 9. Watimah, S.Pd.SD selaku guru kelas I SD N Sobowono yang telah memberikan kritik dan saran pada produk perangkat pembelajaran terpadu serta membantu pelaksanaan penelitian ini. 10. Tutiyatmi, S.Pd.SD selaku guru kelas I SD N Dayuharjo yang telah memberikan kritik dan saran pada produk perangkat pembelajaran terpadu serta membantu pelaksanaan penelitian ini. 11. Endang, S.Pd. SD selaku guru kelas I SD N Terbansari yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menjadi narasumber dalam wawancara analisis kebutuhan sebagai studi pendahuluan dalam penelitian ini. 12. Siswa kelas I SD N Dayuharjo dan SD N Sobowono yang telah bersedia membantu selama proses penelitian. 13. Kedua orang tua tercinta, Muhnudin dan Suprihatin yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil kepada peneliti. 14. Teman-teman PGSD angkatan 2014 yang selalu membantu dan saling mendukung dalam penyusunan skripsi ini. 15. Teman-teman PPL SD N Dayuharjo yang tidak sengaja dipersatukan selama tiga bulan di PPL sehingga saling memberi dukungan dan semangat dalam penyusunan skripsi. xii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 16. Teman-teman payung R&D yang saling membantu dalam suka maupun duka, berjuang bersama dan bekerjasama selama beberapa bulan hingga terselesainya laporan skripsi. 17. Almamater Universitas Sanata Dharma. 18. Segenap pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih untuk bantuan dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi ini. Dalam kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi ini, terdapat beberapa kendala. Namun, kendala—kendala tersebut tidak menjadi hambatan bagi peneliti,. melainkan. menjadika. semangat. untuk. terus. maju. dan. menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Akhirnya, semoga skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca, baik dalam isi maupun inspirasi untuk lebih baik. Peneliti meminta maaf apabila dalam penulisan skripsi ini ada beberapa kesalahan baik dalam penyajian ataupun isi. Peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.. Peneliti. Erna Kholifah. xiii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................... ....ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii PERSEMBAHAN ....................................................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................................................ vii ABSTRAK ................................................................................................................. vii ABSTRACT ................................................................................................................. x KATA PENGANTAR ............................................................................................. xii DAFTAR ISI ............................................................................................................. xiv DAFTAR TABEL .................................................................................................. xvii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xix BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 A. Latar Belakang ................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 7 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 7 D. Manfaat Penelitian ............................................................................................. 7 E. Batasan Istilah .................................................................................................... 8 F.. Spesifikasi Produk Yang Dikembangkan........................................................... 9. BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................... 13 A. Kajian pustaka .................................................................................................. 13 1.. Kurikulum 2013 ........................................................................................... 13. 2.. Perangkat Pembelajaran ............................................................................... 19. 3.. Pembelajaran Terpadu .................................................................................. 26. 4.. Pembelajaran Terpadu Tipe Fragmented ..................................................... 42. xiv.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................................... 47 C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ 53 D. Pertanyaan Peneliti ........................................................................................... 55 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 56 A. Jenis Penelitian ................................................................................................. 56 B. Setting Penelitian ............................................................................................. 68 1. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................... 68 2. Subjek Penelitian.............................................................................................. 68 3. Objek Penelitian ............................................................................................... 68 C. Prosedur Pengembangan .................................................................................. 69 D. Jadwal Penelitian.............................................................................................. 74 E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 76 1. Wawancara ....................................................................................................... 76 2. Kuesioner ......................................................................................................... 77 F.. Instrumen Penelitian......................................................................................... 78 1. Pedoman Wawancara ....................................................................................... 78 2. Lembar Kuesioner ............................................................................................ 78. G.. Teknik Analisis Data .................................................................................... 79. 1. Data Kualitatif .................................................................................................. 79 2. Data Kuantitatif ................................................................................................ 79 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................... 85 A. Analisis Kebutuhan .......................................................................................... 85 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ............................................................. 86 2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ........................................ 88 B. Deskripsi Produk Awal .................................................................................... 89 C. Data Hasil Validasi Ahli dan Revisi Produk .................................................... 93 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu ..................................................... 93 2. Revisi Produk ................................................................................................... 95. xv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. D. Uji Coba Terbatas ............................................................................................ 97 1. Data Validasi Guru SD Kelas I yang Sudah Menggunakan Kurikulum 2013 97 2. Revisi Produk ................................................................................................... 98 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan .......................................................... 100 1. Kajian Produk Akhir ...................................................................................... 100 2. Pembahasan .................................................................................................... 102 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ................................................................................................................................... 108 A. Kesimpulan .................................................................................................... 108 B. Keterbatsan Pengembangan ........................................................................... 109 C. Saran ............................................................................................................... 109 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 111 LAMPIRAN ............................................................................................................. 115. xvi.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Tahap-tahap perkembangan kognitif menurut Piaget ................................ 33 Tabel 3. 1 jadwal pelaksanaan penelitian .................................................................... 75 Tabel 3. 3 Konversi Nilai Skala Lima ......................................................................... 80 Tabel 3. 4 Kriteria Skor Skala Lima ........................................................................... 83 Tabel 4. 1 Komentar Pakar Pembelajaran Terpadu dan Revisi .................................. 95 Tabel 4. 2 Komentar Guru Kelas I SD dan Revisi ...................................................... 98 Tabel 4. 3 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu danGuru Kelas I SD Pelaksana Kurikulum 2013 ....................................................................................... 103. xvii.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar 2. 1 Peta konsep tipe Fragmented ................................................................. 46 Gambar 2. 2 Bagan literatur map ................................................................................ 52 Gambar 2. 3 Bagan kerangka berpikir ........................................................................ 53 Gambar 3. 1 Bagan langkah-langkah penelitian pengembangan Borg dan Gall ........ 57 Gambar 3. 2 Bagan langkah-langkah penelitian pengembangan Dick dan Carey ...... 62 Gambar 3. 3 Prosedur penelitian ................................................................................. 70. xviii.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran. 1: Daftar pertanyaan wawancara ............................................................. 115 2: Rangkuman hasil wawancara .............................................................. 116 3: Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran RPP .................. 121 4: Pernyataan ujicoba produk perangkat pembelajaran RPP ................... 124 5: Hasil validasi produk pakar 1 .............................................................. 128 6: Hasil validasi produk pakar 2 .............................................................. 134 7: Hasil validasi guru SD 1 ...................................................................... 140 8: Hasil validasi guru SD 2 ...................................................................... 146 9: Surat ijin penelitian SD 1 .................................................................... 152 10: Surat ijin penelitian SD 2 .................................................................. 153 11: Surat pernyataan kepala SD 1............................................................ 154 12: Surat pernyataan kepala SD 2............................................................ 155 13: Dokumentasi ujicoba produk ............................................................. 156. xix.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002: 263). Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (UndangUndang No. 20 Tahun 2003). Mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya dapat melalui pendidikan. Pendidikan dapat terlaksana dipengaruhi oleh keberadaan kurikulum. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran. Kurikulum disebut sebagai wadah yang menentukan arah pendidikan. Berhasil atau tidaknya sebuah pendidikan sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang ada (Fadlillah, 2014:13). Dalam suatu pendidikan, kurikulum bersifat dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan. zaman. yang. dilakukan. secara. sistematis. dan. terarah. (Mulyana,2013:59). Sejak Indonesia merdeka, sistem pendidikan nasional di Indonesia sudah mengalami perubahan kurikulum sebanyak 12 kali. Perubahan yang terakhir ialah. 1.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 untuk menggantikan Kurikulum 2006 yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembaharuan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 dilakukan tidak hanya untuk perampingan mata pelajaran, akan tetapi harus mampu menghadapi masalah dan tantangan di masa depan yang semakin lama semkin sulit dan semakin kompleks. Selain itu pengembangan Kurikulum 2013 juga bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa untuk menjadi insan yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan (Fadlillah, 2014:16). Pembentukan sikap siswa tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah. Dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan guru yang menjadi tumpuan dalam pelaksanaan kurikulum. Tugas para guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.. Dalam. melaksanakan. tugasnya,. guru. membutuhkan. perangkat. pembelajaran yang menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan proses pembelajaran dan membantu proses penyampaian materi. Salah satu perangkat pembelajaran yang dibutuhkan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau sering dikenal dengan istilah RPP. RPP merupakan suatu perangkat rencana atau skenario dalam melaksanakan pembelajaran yang optimal (Fadlillah, 2014:144). RPP yang baik ialah perencanaan pembelajaran yang dapat memuat dan. 2.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. merangkum seluruh materi yang akan disampaikan beserta metode dan penilaian yang digunakan. Sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013, RPP yang digunakan dalam proses pembelajaran disusun dalam bentuk pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi Pembelajaran terpadu diyakini. anak.. sebagai pendekatan yang berorientasi pada. praktik-praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dalam pembelajaran terpadu, memungkinkan peserta didik baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistis dan autentik (Trianto, 2010:6). Pembelajaran terpadu secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami masalah yang kompleks. Sementara itu, dengan menggunakan pembelajaran terpadu guru juga dapat mengefisienkan waktu yang digunakan untuk menyusun bahan ajar dan melaksanakan pembelajaran. Terdapat sepuluh tipe dalam rangka merencanakan pembelajaran terpadu yang dikemukakan oleh (Fogarty, 1991:22), tipe-tipe tersebut yaitu tipe penggalan (Fragmented), tipe keterhubungan (Connencted), tipe sarang (Nested), tipe urutan/rangkaian (Sequenced), tipe bagian (Shared), tipe jaring laba-laba (Webbed), tipe galur (Threated), tipe keterpaduan (Integrated), tipe celupan. 3.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (Immersed), dan tipe jaringan (Networked). Beberapa tipe ini dapat dijadikan acuan untuk menerapkan Kurikulum 2013. Salah satu tipe pembelajaran terpadu yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD adalah pembelajaran terpadu tipe fragmented. Tipe Fragmented (terpisah) merupakan tipe belajar mengajar suatu mata pelajaran yang utuh tanpa mengaitkan dengan mata pelajaran lain.. Seperti. sebuah periskop, memandang satu arah, fokus pada setiap mata pelajaran. Hal. ini dapat dipelajari. siswa. tanpa. menghubungkan. makna/isi. dan. keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya (Fogarty, 1991:4). Pembelajaran terpadu tipe fragmented memiliki beberapa karakteristik, diantaranya: setiap mata pelajaran diajarkan secara terpisah, adanya keterpaduan konsep dari satu mata pelajaran yang disampaikan secara sistematis dan logis, materi yang diajarkan berpusat pada konten (isi). Kurikulum 2013 sudah diterapkan mulai tahun ajara 2013/2014. Idealnya guru SD sudah bisa memahami dan menerapkan pembelajaran terpadu dalam melaksanakan kurikulum 2013. Namun pada kenyataanya masih terdapat guru yang belum dapat memahami pelasanaan pembelajaran terpadu dalam kurikulum 2013. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada guru kelas I SD yang menggunakan kurikulum 2013. Peneliti melakukan wawancara pada bulan April 2017 di dua Sekolah Dasar berbeda. SD. 4.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. N Dayuharjo yang terletak di Kota Yogyakarta dan SD N Terbansari yang terletak di Kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada guru SD diperoleh data bahwa (1) Pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah dasar mulai berjalan efektif rata-rata pada tahun 2014 (2) Para guru sudah mengetahui dalam kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu. Namun, guru belum memahami 10 tipe pembelajaran terpadu secara mendalam (3) Pada saat kurikulum tersebut mulai dilaksanakan, guru mendapatkan fasilitas berupa pelatihan yang berisikan tentang perkenalan kurikulum 2013 mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran yang salah satunya penyusunan RPP, penyusunan penilaian, penyusunan rapor, serta cara pengaplikasian kurikulum 2013 (4) guru sudah mengenal 10 model pembelajaran terpadu namun guru tidak menguasainya dengan baik (5) guru mengalami kesulitan dalam perencanaan pembelajaran terpadu. Namun, hal itu sudah dapat diatasi karena guru sudah mendapatkan bantuan perangkat pembelajaran dari pemerintah (6) dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu terdapat guru yang mengalami kesulitan dan tidak. Guru mengalami kesulitan dalam mengajar yaitu awalnya guru hanya melihat materi yang akan diajarkan, namun dengan menggunakan pembelajaran terpadu guru harus melihat keterpaduan konsep pada setiap mata pelajaran sehingga guru dapat memadukan konsep antar mata pelajaran. Jika guru tidak memahami konsep setiap mata pelajaran maka guru akan mengalami kesulitan ketika harus mengajarkan. 5.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. beberapa mata pelajaran sekaligus. Pembelajaran dalam kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk mengintegrasikan mata pelajaran menyulitkan guru dalam penyampaian materi secara detail dari setiap mata pelajaran (7) Keterbatasan dalam pengajaran dikelas menjadikan guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran dari generasi yang lebih baru sehingga dapat digunakan sebagai referensi tambah dalam pelaksanaan kurikulum 2013 dengan lebih kreatif lagi (8) pengetahuan guru terhadap model pembelajaran terpadu terbatas pada peleburan mata pelajaran dan guru tidak menguasai 10 tipe dalam model pembelajaran terpadu khususnya tipe fragmented. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan dua guru Sekolah Dasar, guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu yang ideal dan mengacu pada kurikulum 2013. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan dalam memahami konsep dari setiap mata pelajaran. Pemahaman konsep tersebut sangat dibutuhkan guru untuk dapat mengaitkan. konsep-konsep. antar. mata. pelajaran. dalam. pelaksanaan. pembelajaran. Hal itu dilaksanakan karena kurikulum Indonesia menggunakan pembelajaran terpadu dalam pembelajaran di kelas. Keadaan tersebut sejalan dengan model pembelajaran terpadu tipe fragmented dimana terdapat keterpaduan konsep dari setiap mata pelajaran. Tipe ini dapat membantu guru dalam memahami konsep dari setiap mata pelajaran. Sehingga, guru akan dapat lebih mudah dalam mengaitkan atau mengintegrasikan konsep-konsep antar mata. 6.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pelajaran. Keadaan inilah yang mendorong peneliti untuk membuat penelitian dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Fragmented untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013” Diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat membantu mengatasi masalah pengembangan perangkat pembelajaran yang pada umumnya dialami guru selama ini. B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented untuk siswa kelas I Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013? C. Tujuan Penelitian Untuk mendeskripsikan kualitas produk perangkat pembelajaran terpadu model fragmented untuk siswa kelas I Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013. D. Manfaat Penelitian Dengan melakukan penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi pihakpihak sebagai berikut. 1. Bagi Peneliti Sebagai pengalaman baru dalam melakukan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe fragmented pada penyusunan perangkat pembelajaran.. 7.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Bagi Guru Bagi guru penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru dalam membantu mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented. 3. Bagi Sekolah Bagi sekolah peneliti ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan inspirasi dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented. 4. Bagi Prodi PGSD Bagi prodi penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan pustaka prodi PGSD Universitas Sanata Dharma terkait dengan pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented. E. Batasan Istilah 1. Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun (KTSP) 2006 berisi uraian program pendidikan di sekolah/madrasah. Kurikulum digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran khususya untuk mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan dan keseimbangan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. 2. Perangkat Pembelajaran merupakan alat atau perlengkapan yang menjadi salah satu langkah awal dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih baik dan efektif bagi pendidik dan peserta didik. Pada penelitian ini, peneliti 8.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. membatasinya hanya pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran tatap muka untuk dapat mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. 3. Model Pembelajaran Terpadu yaitu suatu pembelajaran yang menggunakan tema aktual dalam mengaitkan pokok bahasan dari materi pembelajaran. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep dari setiap pokok bahasan. 4. Tipe Fragmented (terpisah) merupakan tipe belajar mengajar suatu mata pelajaran yang utuh dan murni tanpa ada keterkaitan antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Seperti sebuah periskop, memandang satu arah, fokus pada setiap. mata pelajaran.. Hal. ini. dipelajari. siswa tanpa. menghubungkan makna/isi dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan. Spesifikasi produk perangkat pembelajaran berupa RPP dalam penelitian dan pengembangan ini adalah: 1. Cover produk yang terdiri dari cover depan dan cover belakang. Cover depan berisi judul perangkat pembelajaran terpadu tipe fragmented, gambar yang menunjukkan tipe. fragmented, identitas penulis, logo Universitas Sanata. Dharma lengkap dengan keterangan yang berisi keterangan program studi, 9.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. fakultas, dan universitas. Sedangkan cover belakang berisi profil singkat penulis. 2. Kata pengantar yang berisi puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya produk yang disusun oleh penulis, penjelasan singkat tentang model pembelajaran terpadu tipe fragmented, ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan produk. 3. Daftar isi yang menggambarkan sistematika produk beserta nomor halaman. 4. Bagian 1, yaitu penjelasan teoritis tentang model pembelajaran terpadu tipe fragmented yang terdiri dari pengertian, karakteristik, langkah-langkah, contoh bagan, kelebihan dan kelemahan pembelajaran terpadu tipe fragmented. 5. Bagian 2, yaitu jaringan Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator pembelajaran terpadu tipe fragmented. Penulis menuliskan satu jaringan KD dan Indikator pembelajaran terpadu tipe fragmentedyang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 6. Bagian 3, yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memuat pemetaan KD dan indikator, identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan, model, dan metode pembelajaran, media, alat, dan sumber pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, penilaian, dan lampiran-lampiran.. 10.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 7. Memuat daftar referensi yang digunakan dalam produk. 8. RPP disusun dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran. Sehingga penulis tidak memerlukan silabus. 9. Dalam penyusunan RPP, penulis menggunakan font Times New Roman, Comic Sans MS, Berlin Sans FB, Hobo Std, dan Segoe UI Black. 10. Perangkat pembelajaran dicetak menggunakan kertas A4. 11. Mengandung karakteristik Kurikulum SD 2013, yaitu dikemas dalam tema, pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, memuat pendidikan karakter, kemampuan berpikir tingkat tinggi, penilaian otentik. 12. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa tingkat tinggi sesuai dengan tingkat ranah Taksonomi Bloom. Terdapat enam tingkat dalam Taksonomi Bloom mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Berikut diantaranya meningat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penulis menggunakan tingkat tinggi dalam penyusunan indikator. 13. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran terpadu tipe Fragmented yaitu: setiap mata pelajaran diajarkan secara terpisah, adanya keterpaduan konsep dari satu mata pelajaran yang disampaikan secara sistematis dan logis, berpusat pada konten (isi). 14. Perangkat pembelajaran praktis yang berarti mudah dilaksanakan oleh guru dan fungsional yang berarti memiliki banyak manfaat sebagai pedoman pembelajaran.. 11.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 15. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perangkat pembelajaran disusun berdasarkan pedoma umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Peneliti memperhatikan dalam penulisan ejaan, tanda baca, nama orang, nama tempat dan huruf kapital.. 12.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian pustaka 1. Kurikulum 2013 1.1 Pengertian Kurikulum 2013 Dalam suatu pendidikan, kurikulum itu bersifat dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang dilakukan secara sistematis dan terarah (Mulyana,2013:59). Pergantian dan penyempurnaan kurikulum yang terus menerus di lakukan agar tercapainya tujuan dari kurikulm di Indonesia ini, sampailah pada pelaksanaan kurikulum 2013. Hidayat (2013:20), kurikulum adalah suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program pendidikan suatu sekolah atau madrasah yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Senada dengan itu, dalam pasal 1 butir 19 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurniasih (2014:6) juga berpendapat bahwa kurikulum adalah suatu perangkat yang dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu proses pembelajaran yang. 13.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. berisi kegiatan-kegiatan siswa yang akan dapat diusahakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran khususnya dan tujuan pendidikan secara umum. Pada saat ini, kurikulum yang digunakan Sekolah Dasar di Indonesia yaitu Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mulai diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. Kurikulum 2013 berorientasi pada peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge) siswa (Prastowo, 2015:5). Hal itu sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 pasal 35 yang menjelaskan bahwa kompetensi lulusan merupakan. kualifikasi. kemampuan. lulusan. yang. mencakup. sikap,. pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Dari berbagai definisi kurikulum yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa definisi kurikulum adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun (KTSP) 2006 berisi uraian program pendidikan di sekolah/madrasah. Kurikulum. digunakan. sebagai. pedoman. penyelenggaraan. kegiatan. pembelajaran khususya untuk mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi. 14.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pada peningkatan dan keseimbangan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. 1.2 Karakteristik Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut (Yani, 2013:112): 1. Menggunakan pembelajara terpadu Prastowo dikembangkan. (2014:45) dengan. menjelaskan. menggunakan. bahwa model. Kurikulum. pembelajara. 2013 tematik.. Pebelajaran tematik merupakan salah satu bentuk pembelajaran terpadu (integrated instruction). Pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013 menggunakan tipe webbed atau jaring laba-laba.Tipe tersebut merupakan salah satu contoh dari 10 tipe pembelajaran terpadu yang dikembangkan oleh Robin Fogarty. Pengembangan Kurikulum 2013 dimulai dengan menentukan tema. Mata pelajaran yang terdapat di SD tidak diajarkan secara terpisah. Kompetensi Dasar dari semua mata pelajaran dijabarkan lalu disusun ulang dalam kelompoknya berdasarkan tema-tema yang relevan (Yani, 2013:112). Tema-tema tersebut merupakan pengait dari sejumlah pokok bahasan dalam mata pelajaran atau memadukan mata pelajaran. Setelah tema disepakati, maka selanjutnya tema tersebut dikembangkan menjadi subtema dengan. 15.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. tetap memperhatikan keterkaitan antar mata pelajaran lain. Selanjutnya, subtema tersebut dikembangkan menjadi berbagai aktivitas pembelajaran yang mendukung (Yani, 2014:118). 2. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik Pada kurikulum 2013, materi pelajaran yang terhimpun dalam tema diajarkan dengan pendekatan saintifik yang dalam prosesnya tidak bersifat linier tetapi selalu terkait satu konsep dengan konsep lainnya (Yani, 2013:115). Model pembelajaran saintifik pada dasarnya memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan metode ilmiah secara mandiri. Dengan demikian, proses transfer pengetahuan dari guru ke peserta didik tidak melalui ceramah tetapi melalui fasilitasi agar peserta didik dapat menemukan pengetahuan. Dalam proses pembelajaran. guru. berperan. sebagai. fasilitator. yang. membimbing. berlangsungnya pembelajaran. Secara konseptual model ini dianggap lebih unggul dari pada konsep eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK) karena model ini mendorong peserta didik untuk lebih aktif. Pendekatan saintifik dilakukan melalui proses mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba (experimenting), menalar (associating), dan mengomunikasikan (communicating).. Dalam. model ini siswa dilatih untuk melakukan kegiatan layaknya sebagai ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Kegiatan pembelajaran ini dapat membentuk sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa secara 16.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. maksimal. Kelima proses belajar secara saintifik tersebut diimplementasikan pada saat memasuki kegiatan inti pembelajaran (Fadlillah, 2014:176) Dalam hal ini, pendekatan saintifik diartikan sebagai pembelajaran keterampilan proses sains yang dapat mengembangkan sikap ilmiah dan membina keterampilan belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk keterampilan individu dalam mengembangkan dirinya secara mandiri. Dengan demikian, pengemasan tematik yang disampaikan secara saintifik (terpadu) akan lebih bermakna bagi siswa karena siswa akan menggali pengetahuan secara mandiri. 3. Memuat pendidikan karakter Pendidikan. karakter. pada. Kurikulum. 2013. bertujuan. untuk. meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada setiap satuan pendidikan. Pada kurikulum 2013, pendidikan karakter sudah terintegrasi sejak merumuskan SKL, KI-KD, Standar Proses dan Standar Penilaian (Yani, 2013:67). Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat pada kurikulum. Pencapaian Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 dilakukan dengan meletakkan pendidikan karakter dalam Kompetensi Inti (KI) melalui sikap spiritual dan sikap sosial yang dikenal dengan KI-1 dan KI-2. Guru dituntut untuk 17.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. memasukkan muatan pendidikan karakter pada setiap pembelajaran yang dilakukan. 4. Kemampuan berpikir tingkat tinggi Mindset Kurikulum 2013 adalah mengembangkan keterampilan menalar, mengomunikasikan, dan mencipta (Yani, 2014:73). Keterampilan tersebut sesuai dengan ranah yang terdapat pada Taksonomi Bloom. Ranah yang terdapat pada Taksonomi Bloom diantaranya mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Di dalam ranah tersebut terdapat kata kerja operasional yang digunakan dalam menyusun indikator. Selain itu, Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya. Pendekatan tersebut memungkinkan siswa memperoleh pengalaman langsung baik menggunakan observasi, eksperimen maupun cara lainnya sehingga memungkinkan siswa mampu memecagkan masalah yang dihadapi dengan cara berpikir kritis, logis, dan analisis. 5. Penilaian otentik Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 (dalam Yani, 2013:83) tentang Standar Penilaian Pendidikan arti penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Kegiatan penilaian otentik dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran. Abidin (dalam Yani, 2014;146) menjelaskan bahwa penilaian otentik merupakan proses 18.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. mengukur, memonitoring, dan menilai semua aspek hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Penilaian otentik bertumpu pada dua jenis penilaian pokok yaitu penilaian kinerja (performance assessment) dan penilaian portofolio. Untuk melaksanakan perangkat penilaian kinerja perlu dua perangkat lainnya yaitu daftar tugas dan rubrik. Sedangkan untuk penilaian protofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan kegiatan proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan. 2. Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran merupakan kebutuhan yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Dalam KBBI (2007:17) perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Sedangkan menurut Zuhdan,dkk (2011:16) menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran adalah alat yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan sebuah langkah awal atau model pembelajaran guna memberikan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif.. (Kadir,. 2014:155). Perangkat pembelajaran menjadi sebuah komponen utama yang mendukung dalam suatu proses pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan alat atau perlengkapan yang menjadi salah satu langkah 19.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. awal dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih baik dan efktif bagi pendidik dan peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan peneliti adalah Rencana Pelaksanaan. Pembelajaran. (RPP). terpadu. tipe. fragmented.. Perangkat. pembelajaran disusun tanpa silabus dengan alasan RPP tipe fragmented ini hanya terbatas pada 3 jam pelajaran. Silabus dalam Kurikulum 2013 disusun oleh pemerintah. Jika peneliti membuat silabus nantinya akan mengubah susunan silabus yang sudah dikembangkan oleh pemerintah. Maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan silabus sebagai acuan dalam menyusun RPP tipe fragmented. Berikut akan dibahas dua perangkat pembelajaran di antaranya silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): 1. Silabus Silabus adalah seperangkat rencana dan pelaksanaan pengaturan pembelajaran dan penilaian yang dibuat untuk sistem yang mengandung semua komponen memiliki hubungan dengan tujuan menguasai Kompetensi Dasar (Yulaelawati, 2004:123). Dalam kurikulum 2013, silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,. indikator,. penilaian,. alokasi. waktu,. dan. sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar Kompetensi. Inti. dan. Kompetensi 20. Dasar. ke. dalam. materi.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran (Kadir, 2014:157). Selain itu, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran. tatap. muka. untuk. satu. pertemuan. atau. lebih,. Permendikbud (2013:9). Senada dengan itu, Daryanto (2014:122) juga berpendapat bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran tatap muka untuk dapat mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, RPP digunakan sebagai alat pandu bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas (Abidin, 287:2014). RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam mencapai Kompetensi Dasar (KD).. 21.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Setiap pendidik pada satuan pendidikan diharuskan menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,. menantang,. efisien,. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Abidin, 293:2014). Dalam RPP terdiri dari beberapa komponen, diantaranya (Permendikbud No.22, 2016:5): a. Satuan pendidikan. b. Identitas kelas dan semester. c. Identitas tema dan subtema. d. Muatan pelajaran yang terkait. e. Alokasi. waktu. ditentukan. sesuai. dengan. pencapaian KD dari beban belajar dengan. keperluan. untuk. mempertimbangkan. jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. f. Kompetensi Inti (KI), merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa. g. Kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.. 22.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. h. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. i. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai. j. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi. k. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. l. Langkah-langkah. pembelajaran. dilakukan. melalui. tahap. pendahuluan, inti, dan penutup. m. Penilaian hasil pembelajaran. RPP disusun untuk setiap Kompetensi Dasar yang akan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Sanjaya (2013:128) menyebutkan. bahwa. kompetensi. dasar. adalah. perpaduan. dari. pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Adapun kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penguasaan konsep atau materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu (Prastowo, 2015:128). Kompetensi 23.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Setiap KD dalam RPP harus dijabarkan menjadi satu indikator atau lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur, mencakup ranah atau dimensi pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif) (Majid, 2014:249). Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan bisa dibuat instrument penilaiannya (Prastowo, 2014:164). Indikator berfungsi sebagai tolak ukur untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Selain itu,. indikator juga berfungsi sebagai acuan dalam. mengembangkan instrumen penilaian (Majid, 2014:249). Oleh karena itu, dalam membuat indikator pembelajaran harus menggunakan kata kerja operasional supaya hasil belajar siswa dapat diukur atau diamati keberhasilannya sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa. Penyusuan indikator menggunakan kata kerja operasional yang mengacu pada Taksonomi Bloom. Terdapat tingkatan dalam Taksonomi Bloom, yaitu dari tingkatan yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Berikut tingkatannya: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan (Kuswana, 2012:10824.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 111). Masing-masing tingkatan pada Taksonomi Bloom memiliki beberapa kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam perumusan indikator. Dalam penyusunan RPP, rumusan indikator akan dijabarkan lagi menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran memuat penguasaan kompetensi yang bersifat operasional yang ditargetkan/dicapai dalam RPP. Penyusunan tujuan pembelajaran ditarik dari rumusan indikator. Isi tujuan pembelajaran dengan indikator hampir sama, namun yang membedakannya pada penyusunan tujuan pembelajaran terdapat penambahan sebuah kalimat pengantar yang menunjukkan tentang pengalaman belajar yang akan diberikan kepada peserta didik untuk bisa menguasai kompetensi pembelajaran tersebut (Prastowo,2015:190). Kalimat. pengantar. tersebut. sesungguhnya. merupakan. bentuk. pengalaman belajar riil yang akan dilakukan di kelas, agar siswa dapat menguasai kompetansi yang telah ditetapkan. Kalimat pengantar tersebut bisa berupa statement yang menegaskan tentang penggunaan pendekatan, strategi, metode, atau media pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Jumlah rumusan tujuan pembelajaran dapat sama atau lebih banyak daripada indikator. Tetapi yang pasti, tujuan pembelajaran tidak mungkin jumlahnya lebih sedikit dari indikator (Prastowo,2015:191).. 25.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Dalam penyusunan tujuan pembelajaran harus mengandung empat unsur yaitu Audience (A), Behavior (B), Condition (C), dan Degree (D) (Majid, 2014:262). Audience (A) adalah peserta didik yang menjadi subjek tujuan pembelajaran. Behavior (B) merupakan kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan Audience (A) setelah pembelajaran. Kata kerja ini merupaka jantung dari rumusan tujuan pembelajaran dan harus terukur. Condition (C) merupakan situasi pada tujuan tersebut diselesaikan. Degree (D) merupakan standar yang harus dicapai oleh audience. sehingga. dapat. dinyatakan. telah. mencapai. tujuan. (Prastowo,2015:191). 3. Pembelajaran Terpadu 3.1 Hakikat Pembelajaran Terpadu Model. pembelajaran. terpadu. merupakan. salah. satu. model. implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk digunakan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sukandi (dalam Trianto, 2010:57) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu memiliki satu tema aktual, dekat dengan dunia siswa dan ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran yang dipadukan perlu mempertimbangkan karakteristik siswa seperti minat, kemampuan, kebutuhan, dan pengetahuan awal. Senada dengan itu, Sugiyanto (2010: 126) menjelaskan bahwa model pembelajaran terpadu 26.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Sedangkan, Trianto (2010:53) menjelaskan bahwa model pembelajaran terpadu adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran terpadu yaitu suatu pembelajaran yang menggunakan tema aktual dalam mengaitkan pokok bahasan dari materi pembelajaran. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep dari setiap pokok bahasan. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung,. sehingga. menyimpan,. dan. dapat. menambah. memperoleh. kekuatan. kesan-kesan. untuk. tentang. menerima,. hal-hal. yang. dipelajarainya (Sugiyanto, 2010:126). Dengan demikian, siswa terlatih untuk dapat menemukan sediri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. 27.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang mengajarkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Dikatakan bermakna karena dalam pengajaran terpadu, anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengamatan langsung dan mengubungkannya dengan konsep lain yang mereka pahami (Sugiyanto, 2010:127). 3.2 Landasan Pembelajaran Terpadu Menurut ujang Sukardi, dkk 2001:109 (dalam Sugiyanto, 2010:127), Pembelajaran terpadu memiliki satu tema aktual, dekat dengan dunia siswa, dan ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Tema ini menjadi alat pemersatu materi yang beragam dari beberapa materi pelajaran. Beberapa teori dari filsafat yang melandasi pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar. Landasan-landasan yang dimaksud diuraikan sebagai berikut (Margunayasa,dkk, 2014:7): 1. Teori Konstruktivisme Konsteuktivisme. adalah salah satu filsafat pengetahuan yang. menekankan bahwa pengetahuan adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri (Suparno dalam Margunayasa, 2014:7). Oleh karena itu, seseorang hendaknya memperoleh kesempatan menyusun pengetahuannya sendiri sesuai. dengan. konstruktivis,. kemampuan belajar. dan. merupakan 28. lingkungannya. proses. Menurut. mengasimilasikan. kaum dan.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dimiliki seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. Teori konstruktivisme juga menyebutkan bahwa setiap orang harus menyusun pengetahuannya sendiri dan pengalamannya. Tindakan ini merupakan kunci utama belajar bermakna. Belajar bermakna tidak akan terwujud hanya dengan mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang pengalaman orang lain yang sudah diabstraksikan. Dalam kelas konstruktivis, guru tidak berhak lagi memasok pengetahuan kepada siswanya mealui ceramah . Pengetahuan tumbuh dan berkembang dari benih-benih yang disebut chilidrens ideas. Kehadiran guru diperlukan sebagai. pembimbing,. pencipta. lingkungan. belajar.. Pengalaman. merupakan kunci utama dalam belajar bermakna bagi siswa, guru hendaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menemukan, memecahkan, dan mengorganisasikan sendiri kenyataan dan pengalaman yang diperolehnya. Dengan pengalaman langsung, akan sangat bermanfaat untuk menyusun pengetahuan yang dimilikinya, baik secara lisan maupun tertulis. Pengalaman langsung yang diperoleh siswa betul-betul bermakna bagi kehidupannya, terlebih pengalaman yang memanfaatkan bendabenda konkret. Dengan benda konkret sangat membantu siswa dalam menyusun pengetahuan sendiri. 29.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Teori Psikologi Gestalt Psikologi Gestalt menganggap bahwa segala pengindraan dan kesadaran merupakan suatu keseluruhan. Teori Gestalt menjelaskan bahwa pengamatan dan pengenalan pertama terhadap sesuatu diawali dari pengamatan terhadap keseluruhan atau totalitas. Pengamatan totalitas merupakan pengenalan yang wajar untuk memahami detail dan rincian. Setelah berhasil mengenal dan memahami sesuatu secara menyeluruh, timbullah keiginan siswa untuk mengetahui bagian-bagiannya dengan melakukan analisis dan sintesis. Daya analisis dan sintesis merupakan milik setiap siswa sebagai daya untuk memotivasi keingintahuan mereka terhadap sesuatu. Para gestalis berpandangan bahwa para siswa memiliki wawasan atau pemahaman bila mereka melihat hubungan dari berbagai elemen dalam situasi yang dihadapinya (Ellis dalam Margunayasa, 2014:9). Penganut teori gestalt menganjurkan agar setiap guru mengorganisasikan mata pelajarannnya dengan cara memperlihatkan kepada siswa secara menyeluruh hubungan-hubungan diantara berbagai bagian. 3. Teori Perkembangan Kognitif Menurut teori perkembangan kognitif setiap anak mengalami perkembangan kognitif yang berbeda-beda tergantung pada umur dan lingkungannya.. Lingkungan 30. sangat. mempengaruhi. perkembangan.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kognitif anak. Teori perkembangan kognitif menggambarkan bahwa belajar merupakan suatu proses perkembangan terjadinya interaksi anakanak dengan lingkungan fisik dan sosial yang ada disekitarnya (Farris dalam Margunayasa, 2014:9). Secara terus menerus anak-anak mencoba memaknai dunia sekitarnya. Dengan pengalaman dan berinteraksi dalam suasana yang baru, anak-anak akan memperoleh konsep yang baru. Guru berperan sebagai fasilitator untuk mengorganisasi dan mengembangkan situasi yang kondusif, sedangkan anak-anak menemukan atau menyusun konsep-konsep dengan berpartisipasi aktif. Menurut Piaget (dalam Margunayasa,dkk, 2014:10) perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap, yakni sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Kemajuan anak diantara tahap satu dan tahap lainnya kadang-kadang terjadi secara tumpang tindih. Hal ini berarti bahwa perkembangan kognitif siswa dapat terjadi bersama-sama diatara tahap-tahap yang ada. Kemajuan tahap yang satu disertai dengan kemajuan tahap yang lain. Makin tinggi umur siswa, makin bertambah kemajuan yang dimiliki.. 31.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berikut penjelasan mengenai tahap perkembangan kognitif menurut Piaget. Tahap. Perkiraan Usia. Kemampuan-kemampuan Utama. Sensorimotor. Lahir sampai 2 Pengetahuan individu tahun berkembang melalui interaksi indera fisiknya dengan lingkungan. Stimulus atau informasi hanya diperoleh melalui respon alat inderanya.. Praoperasional. 2 sampai tahun. Operasi konkrit. 7 sampai 11 Mampu berpikir logis. Mampu tahun konkrit memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga dapat menghubungkan dimensi ini satu sama lain. Belum bisa berpikir abstrak.. Operasi formal. 11 tahun Mengklasifikasikan dengan sampai dewasa detail/lengkap (multiple classification), generalisasi, konservasi logis, serial ordering berdasarkan kriteria baik tampak maupun abstrak, memahami sifat-sifat konsep abstrak, aksioma dan teori. Berpikir kombinasi, seperti menghitung secara sistematik. Menginterpretasikan hubungan fungsional dalam persamaan. 32. 7 Individu mulai berusaha mengenal beberapa keteraturanketeraturan dan melakukan klasifikasi atau mengelompokkan objek-objek yang dapat direspon oleh alat inderanya berdasarkan kemauannya atau mengikuti pola tertentu..
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. matematika. Megidentifikasi dan menetapkan variabel. Tabel 2. 1 Tahap-tahap perkembangan kognitif menurut Piaget Jika diihat dari usia anak SD (6-12 tahun), maka perkembangan kognitif siswa SD masih dalam tahap operasi konkrit. Pada tahap operasi konkrit siswa mampu berpikir secara logis melalui obyek-obyek konkrit dan merupakan permulaan berpikir rasional. Kegiatan belajar dan berpikir anak pada tahap operasional konkrit sebagian besar melalui pengalaman nyata yang berawal dari proses interaksi dengan obyek dan bukan dengan lambang, gagasan maupun abstraksi. Kaum Kognitivis menekankan bahwa program pembelajaran yang berorientasi pada Developmentally Appropriate Practice (DAP) sangat penting dipertimbangkan. Pembelajaran berdasarkan prinsip DAP adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan siswa, yang meliputi perkembangan kognisi, emosi, minat dan bakat siswa. Dengan kata lain, guru hendaknya menyadari bahwa para siswa memiliki intelegensi yang beraneka ragam dalam mempelajari sesuatu. Untuk itu, diperlukan lingkungan belajar yang dapat memberikan berbagai jenis materi dan pengalaman yang berbeda pula, sehingga siswa dapat menyusun pemahaman mereka tentang dunia.. 33.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. Filsafat Progresivisme Menurut filsafat progresivisme pendekatan yang tepat digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah pendekatan yang berpusat pada anak. Anak memperoleh kesempatan untuk melakukan aktivitas belajar secara alami dan mengalami secara langsung, sehingga seluruh aktivitas belajar lebih bermakna. Hasil belajarnya pun akan dapat bertahan lama. Kesempatan siswa beraktivitas, berkreasi dan mengalami secara langsung sesuai dengan teori belajar yang dikembangkan oleh Jhon Dewey yang dikenal dengan teori Learning by Doing (Charbonneaue dan Reider dalam Margunayasa, 2014:13). Dengan melakukan aktivitas tertentu dalam suatu pembelajaran, siswa mempelajari sesuatu atau memperoleh pengalaman secara langsung. Mereka diberikan kesempatan berusaha mencoba, mencari, dan menemukan (problem solving) meskipun usaha mereka mengalami kegagalan.. Pencarian. terus. menerus. dilakukan. siswa. dengan. memanfaatkan berbagai sumber yang sesuai dengan sumber yang tersedia di lingkungannya. Dengan demikian, yang menjadi sasaran filsafat progresivisme adalah siswa diarahkan agar berpikir reflektif, mampu melakukan problem solving dan berpikir kritis. Berdasarkan filsafat ini, pembelajaran terpadu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan secara aktif dalam memperkaya pengetahuannya mengenai dunia nyata. Artinya, siswa tidak begitu saja 34.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. menerima informasi secara pasif. Mereka berperan aktif dalam menafsirkan informasi yang mereka peroleh dari pengalaman dan mengadaptasikannya ke dalam khasanah pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya. 3.3 Karakteristik Pembelajaran Terpadu Menurut. Depdikbud,. 1996:3. (dalam. Sugiyanto,. 2010:132),. pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik yaitu: a. Holistik Suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi. Hal ini akan membuat siswa menjadi lebih arif dan bijak di dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada. b. Bermakna Melalui pembelajaran tepadu siswa akan memiliki pengetahuan yang luas. Pengkajian suatu fenomena dengan banyak membentuk jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan. Hal ini berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari. Rujukan yang nyata dari segala konsep yang diperoleh, dan keterkaitannya. dengan. kebermaknaan konsep. konsep-konsep. lainnya. akan. menambah. yang dipelajari. Selanjutnya hal ini akan 35.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. mengakibatkan pembelajaran yang fungsional. Siswa mampu menerapkan perolehan untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul di dalam kehidupannya. c. Otentik Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan belajar secara langsung. Dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa bertindak sebagai aktor dan guru bertindak sebagai fasilitator. Siswa akan mencari informasi dari berbagai sumber. Pada prose situ siswa akan memahami peristiwa secara langsung. Peran guru sebagai fasilitator sekedar memberikan bimbingan dan arahan serta memberikan fasilitas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dari hasil belajar secara mandiri, siswa akan memperoleh informasi dan pengetahuan yang diperoleh lebih otentik. d. Aktif Pembeajaran. terpadu. menekankan. keaktifan. siswa. dalam. pembelajaran baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat, dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi untuk terus menerus belajar.. 36.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Penjabaran lain mengenai karakteristik pembelajaran terpadu juga dikemukakan oleh Daryanto (2014:87): a. Pembelajaran dipusatkan pada siswa dengan memberikan keleluasaan untuk aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep yang harus dikuasai; b. Pembelajaran menekankan pemahaman dan kebermaknaan siswa melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa dalam membentuk suatu konsep. Kebermaknaan ini diharapkan dapat membantu siswa memecahkan masalah dalam hidupnya; c. Pembelajaran terpadu mengajak siswa belajar melalui pengalaman langsung dengan pencarian fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya; d. Pembelajaran terpadu lebih memperhatikan proses daripada hasil dikarenakan pembelajaran terpadu melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi; e. Pembelajaran terpadu sarat dengan keterkaitan. Hal ini bermaksud bahwa pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami suatu fenomena pembelajaran dari berbagai sisi, tidak dari sudut pandang yang terkotakkotak. Berdasarkan. paparan. diatas,. peneliti. menyimpulkan. bahwa. pembelajaran terpadu memiliki karakteristik pembelajaran yang berpusat pada. 37.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. siswa melalui kegiatan yang bermakna dengan memberikan keleluasaan bagi siswa untuk aktif dalam kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung. 3.4 Keunggulan Pembelajaran Terpadu Keunggulan pembelajaran terpadu diantaranya (Daryanto, 2014:92): 1. Materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah memahami sekaligus melakukannya; 2. Siswa juga dengan mudah mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata pelajaran yang satu dengan mata plajaran lainnya; 3. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan belajarnya dengan aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif; 4. Pembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa; 5. Dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah menggunakan belajar siswa aktif sebagai metode pembelajaran. Hal itu sejalan dengan keunggulan pembelajaran terpadu yang diuraikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (dalam Trianto, 2010:61): 1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak relevan dengan tingkat perkembangannya; 2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak; 3. Kegiatan belajar bermakna bagi anak sehingga hasilnya dapat bertahan lama;. 38.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. Keterampilan berpikir anak berkembang dalam proses pebelajaran terpadu; 5. Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai lingkungan anak; 6. Keterampilan sosial anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu. Keterampilan sosial ini antara lain: kerja sama, komunikasi, dan mau mendengarkan pendapat orang lain. Berdasarkan pembelajaran. pemaparan. terpadu. diatas,. memiliki. peneliti. beberapa. menyimpulkan. keunggulan. bahwa. diantaranya:. pembelajaran terpadu relevan dan dekat dengan kehidupan siswa, kegiatan belajar dapat mudah dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa, dan keterampilan siswa dapat berkembang melalui pembelajaran terpadu. 3.5 Tipe-tipe Pembelajaran Terpadu Fogarty (dalam Margunayasa, 2014:21) memperkenalkan sepuluh tipe dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh tipe tersebut adalah: 1. Tipe terpisah (Fragmented) adalah tipe pembelajaran di mana setiap mata pelajaran diajarkan secara terpisah-pisah, tanpa ada usaha untuk menghubungkan atau memadukan satu sama lainnya. Setiap mata pelajaran dipandang sebagai mata pelajaran kajian murni berdiri sendiri. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pembelajarannya tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang dapat dipadukan dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. 39.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Tipe terhubung (Connected) merupakan tipe pembelajaran integrasi interbidang studi. Model ini secara nyata mengorganisasikan atau mengintegrasikan satu konsep, keterampilan atau kemampuan yang ditumbuhkembangkan dalam suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang dikaitkan dengan konsep, keterampilan, atau kemampuan pada pokok bahasan atau sub pokok bahasan lain dalam satu bidang studi. Misalnya, butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca, dan mengarang dipayungkan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 3. Tipe. gugusan. (Nested). merupakan. pemaduan. antara. berbagai. keterampilan-keterampilan dari berbagai disiplin ilmu yang dicapai bersama-sama dalam mengkaji suatu masalah. Sebagai contoh seorang guru memfokuskan pembelajaran pada pemahaman tata bentuk kata, makna kata, ungkapan dengan mengembangkan daya imajinasi, dan berpikir logis melalui kegiatan membuat ungkapan dan mengarang puisi. 4. Tipe urutan (Sequenced) merupakan tipe pembelajaran dengan cara menyusun kembali urutan topik-topik yang kebetulan sama antara yang satu dan yang lainnya. 5. Tipe. gabungan. bagian. (Shared). merupakan. bentuk. pemaduan. pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih.. 40.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Tipe jaring laba-laba (Webbed) adalah tipe yang menggunakan pendekatan tematis untuk memadukan beberapa mata pelajaran. Tipe ini dimulai dengan mengembangkan tema yang hendak dipelajari menjadi beberapa subtema. 7. Tipe rajutan (Threaded) merupakan tipe yang memfokuskan pada integrasi metacurriculum yang menggantikan atau memotong dengan sangat dalam isi materi dari berbagai mata pelajaran. 8. Tipe padu (Intergrated) merupakan tipe pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi. 9. Tipe celup (Immersed) ini dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakainya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 10. Tipe jaringan (Networked) merupakan tipe pembelajaran yang terus menerus mencari masukan (jaringan para ahli) untuk memperoleh perluasan, eksplorasi, dan pembaharuan gagasan-gagasan.. 41.
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru membutuhkan contoh produk berupa perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum SD 2013. Penelitian ini adalah penelitian yang
Proses kurikulum 2013 yang dinilai dapat mengembangkan pendidikan agar mengikuti globalisasi, memiliki berbagai kendala bagi seorang guru dalam penerapannya, yaitu
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru membutuhkan contoh produk berupa perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum SD 2013. Penelitian ini adalah
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan contoh perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum SD 2013. Tujuan utama dari penelitian ini
Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu
PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGACU KURIKULUM SD 2013 PADA SUBTEMA PEKERJAAN ORANG
perkembangan pribadi siswa PENILAIAN Penilaian bersifat otentik kontekstual dan menggunakan beragam teknik penilaian meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan,
KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kasih karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat