Secara umum prospektus ada dua, yaitu :
1. Prospektus Awal adalah dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai nilai nominal, jumlah dan harga penawaran Efek, penjaminan emisi Efek, tingkat suku bunga obligasi, atau hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan. 34
2. Prospektus ringkas ini digunakan dalam rangka penawaran umum kepada publik. Prospektus ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif. Fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian awal Prospektus.
Urutan penyampaian fakta pada Prospektus ditentukan oleh relevansi fakta tersebut terhadap masalah tertentu, bukan urutan sebagaimana dinyatakan pada peraturan ini. Prospektus ringkas ini sekurang-kurangnya harus mencakup informasi tentang prakiraan tanggal efektif, prakiraan masa penawaran, prakiraan tanggal pengembalian uang pemesanan, prakiraan tanggal penyerahan surat efek, prakiraan tanggal penjatahan, prakiraan tanggal pencatatan yang direncanakan, prakiraan tanggal pencatatan yang direncanakan, nama lengkap, alamat, logo (jika ada), nomor
34Pasal 1 angka 2 POJK No.8/POJK.04/2017.
telepon/telex/faksimili dan nomor kotak pos (tidak saja kantor pusat tetapi juga pabrik serta kantor perwakilan), kegiatan usaha utama dari Emiten, nama Bursa efek (jika ada) di mana efek tersebut akan dicatatkan; jenis dari penawaran, termasuk uraian mengenai sifat, kisaran jumlah dan uraian singkat tentang efek yang ditawarkan serta nilai nominal dan kisaran harga; prakiraan nama lengkap dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek (jika ada), serta beberapa persyaratan tehnis yang secara detail dapat dilihat pada peraturan termaksud.
3. Prospektus lengkap, dapat dikatakan bahwa prospektus ini merupakan prospektus asli, yang artinya, bahwa di dalam prospektus lengkap inilah terdappat semua informasi-informasi yang akan dituangkan secara mendetail, yaitu semua informasi tentang perusahaan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi investor untuk berinvestasi. Prospektus tersebut berisi tentang latar belakang, kondisi perusahaan baik kondisi keuangan, status hukum dan kekayaan yang dimiliki, resiko yang dihadapi, serta rencana-rencana perusahaan di masa yang akan datang. Prospektus lengkap ini dikeluarkan setelah didahului dengan prospektus ringkas. Prospektus final ini dipublikasikan setelah Pernyataan Pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh Bapepam.
Pada dasarnya prospektus memuat apa yang dinamakan undang-undang sebagai Informasi atau Fakta Material. Hal ini sebagai mana dapat ditemui dalam pasal pasal 2 ayat 1 POJK ini yang menyatakan baik prospektus maupun prospektus ringkas wajib memuat rincian Informasi atau Fakta Material mengenai Penawaran Umum dan
informasi dan/atau keterangan yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal, yang diketahui atau layak diketahui oleh Emiten.
Menurut Penulis, kata “rincian” dalam pasal tersebut menunjukkan bahwa isi dari prospektus adalah infromasi atau fakta material. Informasi atau fakta material rumusannya dapat ditemui dalam pasal 1 angka 12 POJK ini yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Informasi atau Fakta Material adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan/atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau Pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.
Dalam menyusun sebuah propektus ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Beberapa hal penting tersebut dituangkan dalam Pasal 2 POJK No. 08/POJK sebagai berikut:
1. Wajib memuat rincian Informasi atau Fakta Material mengenai Penawaran Umum dan informasi dan/atau keterangan yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal, yang diketahui atau layak diketahui oleh Emiten.
2. Dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang fakta material atau tidak memuat keterangan yang benar tentang fakta material yang diperlukan agar Prospektus tersebut tidak memberikan gambaran yang menyesatkan.
3. Harus dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif.
4. Penyajian dan penyampaian informasi penting dalam tidak dikaburkan dengan informasi yang kurang penting yang mengakibatkan informasi penting tersebut terlepas dari perhatian pembaca.
5. Fakta dan pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian awal Prospektus dan Prospektus Ringkas.
6. Pengungkapan Informasi atau Fakta Material dan/atau penggunaan foto, diagram, dan/atau tabel dilarang memberikan gambaran yang menyesatkan.
7. Pengungkapan atas Informasi atau Fakta Material harus dilakukan secara jelas dengan penekanan yang sesuai dengan bidang usaha atau sektor industrinya sehingga Prospektus tidak menyesatkan.
Lebih lanjut ditegaskan dalam Pasal 3 bahwa dalam penyusunan prospektus dan prospektus ringkas, Emiten dapat melakukan penyesuaian atas pengungkapan Informasi atau Fakta Material tidak terbatas hanya pada Informasi atau Fakta Material yang telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini. Ini berarti bahwa jika ada informasi lain yang berkaitan dengan prospektus tetap harus diungkapkan oleh Emiten.
Prospektus merupakan dokumen yang akan disebarluaskan kepada masyarakat, yang dijadikan sebagai alat untuk menarik minat para investor, dan yang juga akan dijadikan bahan pertimbangan oleh calon investor dalam menanamkan modalnya, oleh karena itu suatu prospektus harus memenuhi syarat yang paling utama, yaitu syarat kebenaran, yang artinya bahwa perusahaan, di mana prospektus tersebut harus memuat informasi/keterangan yang benar tentang suatu perusahaan dan tidak terdapat unsur penipuan, kepalsuan, dan cacat hukum.35
Kebenaran mengenai segala fakta materil yang terdapat dalam prospektus bertujuan agar masyarakat investor terhindar dari segala bentuk manipulasi atau penipuan pasar yang hanya menguntungkan pihak tertentu. Selain syarat yang telah ditentukan di atas, terdapat juga rincian dari keterangan yang harus dimuat dalam setiap prospektus.36 Keterangan yang harus dimuat dalam sebuah prospektus ini berkaitan dengan bagian-bagian yang terdapat dalam prospektus itu sendiri.
35 Hamud M. Balfas , op.cit., 55-57
36Ibid.
Dalam sebuah prospektus, paling sedikit memuat memuat informasi pada bagian kulit muka prospektus, daftar isi, ringkasan prospektus, penawaran umum, penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum, pernyataan utang, ikhtisar data keuangan penting, analisis dan pembahasan oleh manajemen, faktor risiko, kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan publik, keterangan tentang emiten, kegiatan usaha, serta kecenderungan dan prospek usaha, ekuitas, kebijakan dividen, perpajakan, penjaminan emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal serta pihak lain, ketentuan penting dalam anggaran dasar dan ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham, tata cara pemesanan Efek bersifat ekuitas, penyebarluasan Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas, pendapat dari segi hokum, laporan keuangan dan laporan Penilai dan laporan tenaga ahli (jika ada).
Apabila prospektus tidak memenuhi unsur-unsur keterbukaan informasi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka penulis dapat katakan bahwa prospektus itu menyesatkan. Akibat prospektus menyesatkan tersebut, investor akan mengambil keputusan investasi yang tidak tepat yang dapat menimbulkan kerugian bagi investor itu sendiri. Prospektus yang menyesatkan dapat menimbulkan kerugian bagi investor.
Kerugian ini yang dialami oleh investor akan memunculkan tanggung jawab bagi setiap pihak yang terlibat dalam penyusunan prospektus tersebut sebagaiamana dimaksud dalam pasal 80 dan 81 UUPM.