• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa macam metode penelitian, yaitu:

a. Penelitian Lapangan

Penelitian Lapangan yaitu cara pengumpulan data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dengan mengadakan peninjauan langsung ke CV. Utama Jaya yang berlokasi di makassar (Sulawesi seatan) sebagai tempat penulis untuk melakukan penelitian.

b. Penelitian Kepustakaan

Yaitu cara pengumpulan data dengan jalam mempelajari dan membaca buku- buku yang berhubungan dengan ilmu ekonomi dan manajemen serta bahan- bahan pengetahuan yang penulis telah pelajari selama mengikuti kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pengumpulan data dengan data primer yaitu dengan melakukan:

1. Observasi

Berupa pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap perusahaan yang menjadi objek penelitian selama dua minggu.

2. Wawancara

Berupa pengumpulan data dengan cara melakukan tanya - jawab dengan kepala bagian personalia yaitu Bapak Suparno dan para karyawan untuk memberikan data-data yang penulis butuhkan.

D. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis kualitatif yang menjelaskan tentang peramalan dan pengendalian persedian bahan baku pada CV. Utama jaya (garment) . dan metode analisis kuantitatif yaitu untuk mengetahui dampak peramalan dan pengendalian persediaan bahan baku pada CV.utama jaya(garment)

Untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka digunakan metode peramalan dan rata – rata secara sederhana menghitung rataan dari data ang tersedia . persamaan dari metode ini dikemukakan armand hakim (2003) adalah sebagai berikut .

F(t) = A F(t+1) = F(t)

F(t) = peramalan pada periode t A = rata rata dari data aktual F(t) = nilai smoothing pada periode t

Besarnya EOQ dapat ditentukan dengan berbagai cara, dan antara lain yang banyak digunakan ialah dengan penggunaan rumus persedian dikemukakan bambang rianto (Hal 87) sebagai berikut:

EOQ = 2xRxS

PxI

Dimana,

R

= Jumlah (dalam unit) yang dibutuhkan selama satu periode tertentu,

misalnya 1 tahun.

S = Biaya pesanan setiap P = Harga pembelian

I = Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang dinyatakan dalam persentase dari nilai rata-rata dalam rupiah dari persediaan

BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya CV. Utama Jaya

CV. Utama Jaya adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri pakaian jadi. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1984 yang didirikan Bapak Azwir Lanur adalah seorang kontraktor di daerah Jambi denagn mana Biro Tekhnik Beringin sekitar tahun 1977. Namun usahanya ini mengalami kebangkrutan, karena kebangkrutannya ini semua harta yang dapat dinilai dengan uang seperti tanah dan investasi lainnya dijual.

Sekitar bulan Agustus - September atau menjelang puasa beliau hijrah ke Jakarta. Di Jakarta beliau mulai usaha barunya yaitu berdagang kain plakat atau sarung yang dijual secara obral. Untuk mendapatkan modal dagang, beliau meminjam uang ke koperasi Perintis sebesar Rp 100.000,- dengan uang tersebut bapak Azwir Lanur memperoleh keuntungan Rp 400.000,- usaha berdagang seperti ini hanya dilakukan dari menjelang puasa sampai setelah puasa.

Setelah lebaran beliau sempat menganggur beberapa bulan, dalam keadaan menganggur ini bapak Azwir Lanur mengotrak toko di Keramat Jati pada tahun 1979, seharga Rp 500.000,- untuk 2 tahun. Dari tempat ini beliau mulai buka usaha berdagang pakaian jadi. Usaha tersebut mengalami kemajuan sehingga beliau menambah jumlah tokonya menjadi 6 toko, semuanya berada di Kramat Jati.

Selama berdagang di Kramat Jati dari tahun 1979 sampai 1983, beliau

mulai mengangsur hutang piutangnya yang berada di Jambi. Di dalam keadaan mengangsur hutang tersebut beliau merencanakan untuk pindah ke tanah Abang, untuk pindah ke tanah Abang bapak Azwir Lanur mendapat pinjaman kredit dari Bank Bumi Daya sebesar Rp 16.000.000,-. Setelah mendapatkan kredit tersebut beliau memindahkan 4 tokonya yang di Kramat Jati ke Tanah Abang. Selama di tanah Abang beliau mengalami kemajuan, dan timbul keinginan untuk membuka usaha sendiri.

Pada tanggal 5 Januari 1984, bapak Azwir Lanur membeli mesin jahit dan mulai membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Ternyata usahanya ini mengalami kemajuan, sehingga 6 bulan kemudian menambah membeli mesin jahit.

Perusahaan ini berkedudukan di Condet Batu Ampar Jakarta Timur.

Didirikan berdasarkan akte notaris Yudo paripurna, SH no. 23 tanggal 24 Februari 1985. Usaha konveksi yang dipimpin oleh bapak Azwir Lanur ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 1989 keluar peraturan pemerintah setempat, yang tidak diizinkan adanya perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 50 orang, sehubungan dengan keluarnya peraturan pemerintah tersebut maka pada tanggal 10 Agustus 1990, beliau membeli tanah di makassar seluas 2400 meter persegi. Tanah tersebut digunakan untuk membangun rumah dan garment.

Setelah lokasi konveksi dipindahkan ke ma,kassar usaha tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dan semua usaha jerih payah yang dilakukan oleh bapak Azwir Lanur berdasarkan kepercayaan diri, keberanian dan kemauan yang keras. Berkat usaha tersebut sekarang CV. Utama Jaya yang dipimpin olehnya terus berkembang menembus pasaran pakaian jadi dengan merk

Fillandy, F.I.F, dan Grafelly.

2. Pengorganisasian CV. Utama Jaya

Dalam suatu organisasi beserta aktivitasnya terhadap hubungan antar orang- orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam organisasi makin kompleks pula hubungan dalam organisasi.

Untuk itu diperlukan suatu bagan yang menggambarkan hubungan tertentu, termasuk hubungan masing-masing kegiatan. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang mendasar dalam organisasi ini adalah kekuasaan (authority0 dan tanggung jawab (responsibility).

a. Struktur organisasi

Pada CV. Utama Jaya adalah sebagai berikut:

1. Komisaris 2. Direktur 3. Wakil Direktur 4. Sekretaris

5. Manajer Personalia 6. Manajer Pemasaran

7. Manajer Produksi dan Pembelian 8. Manajer Keuangan

9. Kepala Bagian Cutting 10. Kepala Bagian Sewing 11. Kepala Bagian Finishing

13. Operator

Untuk lebih jelasnya, penulis akan menguraikan struktur organisasi CV.

Utama Jaya seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3.1 Bagan Struktur organisasi CV. Utama Jaya

Sumber data primer b. Pengelolaan Perusahaan

1. Jumlah Karyawan

Pada dasarnya CV. Utama Jaya memiliki 50 orang karyawan yang perinciannya sebagai berikut:

Karyawan Staff : 5 orang

KOMISARIS

DIR. UTAMA

WAKIL DIREKTUR SEKERTARIS

PERSONALIA PRODUKSI PEMASARAN KEUNGAN

GUDANG

SEWING FINISHING

CUTTING

OPERATOR

Karyawan Tidak tetap : 20 orang Karyawan Security : 5 orang

2. Tugas dan Wewenang pada Organisasi CV. Utama Jaya a. Dewan Komisaris

Bertugas mengawasi jalannya perusahaan yang dilaksanakan oleh Direktur serta bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan karena memiliki modal yang diikutsertakan dalam perseroan.

b. Direktur

Sebagai pimpinan perusahaan mempunyai tugas-tugas yang meliputi:

1) Memimpin dan menjalankan badan usaha dengan sebaik-baiknya.

2) Mewakili badan usaha didalam maupun diluar perusahaan.

3) Membuat laporan-laporan tetang hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan dalam satu periode pembukuan kepada atasan yaitu komisaris.

c. Wakil Direktur

1) Membantu segala aktivitas yang dilakukan oleh Direktur, yaitu:

2) Membantu dalam hal pengambilan keputusan untuk kepentingan perusahaan.

3) Bertanggung jawab kepada Direktur atas kelancaran perusahaan.

4) Membantu memberikan tanggapan dan saran-saran yang dapat menunjang perusahaan.

d. Manajer Personalia

Bertanggung jawab atas segala tugas atau aktivitas administrasi perusahaan dan masalah kepegawaian mengenai:

1) Bekerjasama dengan manajer lainnya untuk mengevaluasi dan menilai hasil kerja yang telah dicapai dari karyawan masing-masing bagian untuk memberikan kemungkinan-kemungkinan promosi jabatan.

2) Mengurus segala masalah pegawai terutama yang menyangkut kesejahteraan pegawai.

e. Manajer Produksi

Bagian produksi mempunyai tugas, diantaranya sebagai berikut:

1) Melakukan perencanaan proses produksi, pengawas produksi dan mengendalikan proses produksi dan juga membuat laporan secara terperinci.

2) Bagian ini bertanggung jawab terhadap hasil produksi baik mengenai kualitas maupun kuantitas. Mengadakan perlengkapan peralatan dan mesin termasuk perawatannya.

3) Menangani bahan-bahan atau celana jeans yang tidak memenuhi syarat standar mutu.

4) Melakukan pengawasan terhadap setiap departemen produksi dibawahnya (cutting, sewing dan finishing). Di CV. Utama Jaya ini bagian produksi bersatu dengan bagian pembelian dan bagian pembelian mempunyai tugas:

Mengadakan transaksi pembelian bahan dan pengadaan bahan baku untuk selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh bagian produksi.

f. Manajer Pemasaran

Mempunyai tugas untuk mengadakan penjualan kepada pihak konsumen dan juga bertugas untuk menarik calon konsumen dengan menggunakan saluran pemasaran yang efektif.

g. Manajer Keuangan Mempunyai tugas, antara lain:

1) Mengusahakan dan memelihara agar keuangan perusahaan selalu tersedia dalam jumlah yang wajar untuk menjamin kelancaran perusahaan.

2) Membuat dan menghitung anggaran perusahaan.

3) Mengatur dengan tertib urusan penerimaan dan pengeluaran keuangan.

h. Bidang Usaha dan Pemasaran

CV. Utama Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang garment dengan memproduksi berbagai macam celana jeans. Bahan baku yang digunakan adalah buatan dalam negeri, sedangkan untuk mesin-mesin yang digunakan masih mengimpor dari luar negeri.

Karena CV. Utama Jaya ini hanya memproduksi celana jeans dengan berbagai model dan merk maka penulis akan membagi jenis produknya menjadi dua macam yaitu basic (standar dan model). Dan merk-merk yang sudah di hak patenkan oleh perusahaan ini adalah Grafelly, Fillandy dan F.I.F. Sifat produk CV.

Utama Jaya ini adalah berdasarkan pesanan. Perusahaan memproduksi celana jeans tergantung pada mode sehingga model dan bentuknya sesuai dengan keinginan konsumen.

Pemasaran sebagai salah satu kegiatan dalam suatu organisasi yang berhubungan dengan penyaluran barang dari produsen ke konsumen dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Pemasaran dewasa ini memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan.

Efektifitas dari pemasaran akan menentukan suatu perusahaan sukses atau gagal.

Sebagai sasaran dari pemasaran adalah pemuasan kebutuhan konsumen. Untuk itu

perusahaan harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui kegiatan yang terkoordinir.

Untuk melancarkan penyaluran barang produksi ke konsumen diperlukan saluran pemasaran yang tepat dengan perhitungan biaya yang sehemat mungkin, apabila menggunakan sarana langsung atau sarana tidak langsung. Yang perlu diperhatikan produsen adalah kualitas barang yang tidak berubah atau rusak dalam perjalanan sampai ke tangan konsumen.

CV. Utama Jaya yang memproduksi pakaian jadi menggunakan saluran pemasaran secara langsung. Pemasaran produk dilakukan di daerah-daerah dan sarana langsung yang digunakan adalah melalui toko-toko milik perusahaan.

Sedangkan untuk daerah luar makassar seperti Banjarmasin, Ambon, Irian Jaya dan daerah lainnya dilakukan secara ekspedisi dimana biaya ditanggung oleh pihak pemesan atau konsumen. Sedangkan cara pembayarannya melalui rekening bank milik perusahaan.

B. Analisis peramalan dan pengendalian persediaan bahan baku pada cv. Utama jaya

1. Kebijaksanaan Persediaan Bahan Baku CV. Utama Jaya.

CV. Utama Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pakaian jadi khususnya celana jeans. Dalam menjalankan kegiatan produksinya perusahaan memerlukan persediaan, seperti bahan baku dan bahan penolong/pembantu. Dimana dalam perusahaan ini bahan baku utamanya adalah kain jeans dan bahan penolongnya adalah kain katun, resleting dan kancing.

Pada CV. Utama Jaya pengadaan persediaan bahan baku terus diupayakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan berbagai macam hal yang akan mempengaruhi besarnya jumlah persediaan bahan baku, seperti kemampuan keuangan perusahaan, kebutuhan bahan baku, kualitas serta tingkat harga bahan baku, untuk menghindari terhentinya kegiatan produksi.

Karena perusahaan berproduksi untuk memenuhi pesanan, dan dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku hanya dengan perkiraan, apabila persediaan dalam gudang sudah menipis maka perusahaan akan melakukan pembelian bahan baku. Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya tidak mengalami banyak kesulitan karena perusahaan telah mempunyai pemasok yang berasal dari Bandung dan Jakarta.

Proses produksi CV. Utama Jaya dalam memproses bahan baku kain jeans menjadi celana adalah sebagai berikut:

a. Mendisain

Di dalam memproduksi pakaian diperlukan suatu rancangan yang dibuat untuk memproduksi pakaian. Untuk perusahaan ini disain disesuaikan dengan mode yang sedang berkembang (mengikuti mode), atau dibuat oleh pihak pemesan/buyer. Di dalam rencana kerja atau work sheet tercantum disain, ukuran pakaian yang dibuat lengkap dengan aksesoris, serta bahan yang digunakan dan keterangan lainnya.

b. Ukuran

Ukuran merupakan hal yang terpenting dalam memproduksi suatu pakaian. Tanpa ukuran yang baik dan benar belum tentu akan tercipta suatu

produksi yang berkualitas. Di dalam memproduksi pakaian, CV. Utama Jaya menggunakan ukuran All Size. Dimana pada ukuran ini semua orang bisa memakainya. Untuk pembuatan pola celana khususnya jeans tergantung ukuran/nomor, berdasarkan kepada pesanan lokal atau ekspor. Kalau untuk lokal digunakan ukuran/nomor 27 sampai 32.

c. Pola

Pola merupakan suatu yang sangat penting dalam memproduksi pakaian. Pola ini dibuat berdasarkan disain atau model yang telah disetujui.

Bila buyer tidak menyediakan pola maka pihak perusahaan yang membuat pola berdasarkan work sheet.

d. Memarker.

Pada Utama Jaya marker dibuat pada sehelai bahan dengan bantuan pola yang dipindahkan pada kertas karton tebal. Pada marker ini terdapat ukuran-ukuran pola yang akan dibuat. Marker disusun sedemikian rupa dengan sehemat mungkin. Pola besar seperti celana bagian muka dan berlokasi disusun terlebih dahulu kemudian baru pola-pola kecil seperti saku, gulbi dan perlengkapan lainnya.

e. Menggelar (manual)

Menggelar pada CV. Utama Jaya caranya yaitu: bahan ditempatkan dalam penggulungan yang berbentuk bulat, kemudian ditarik perlahan-lahan dan dibentangkan di atas meja pemotongan sepanjang marker, kemudian bahan disusun sesuai dengan panjang gelaran dan panjang marker dalam jumlah tertentu.

Dalam menggelar ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal:

1) Bahan yang siap digelar disusun rapi

2) Usahakan pada waktu menggelar bahan jangan ada yang terlipat atau menggelembung yang dapat mengakibatkan berubahnya ukuran dari pola yang semula.

Dalam meletakkan bahan kebanyakan dilakukan dengan tangan tetapi ada juga dilakukan dengan alat pembentang.

f. Memotong

Setelah selesai menggelar, maka langkah selanjutnya adalah memotong dengan menggunakan gunting listrik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memotong adalah:

1. Bahan yang akan dipotong permukaannya harus rata.

2. Perhatikan jumlah bahan dalam satu gelaran, lalu sesuaikan dengan kemampuan dari gunting untuk satu kali pemotongan.

3. Perhatikan arah serat kain.

4. Pada waktu menggunting dimulai dari bagian tepi.

5. Sewaktu menggunting dituntut konsentrasi penuh untuk menghindari kesalahan-kesalahan.

6. Perhatikan tentang keselamatan kerja, karena pekerjaan ini berhubungan dengan peralatan listrik yang memiliki resiko yang tinggi yaitu menggunakan gunting listrik. Sebelum disortir/dikelompokkan potongan- potongan pakaian terlebih dahulu diperiksa apakah ada yang tidak

terpotong.

g. Menyortir

Potongan-potongan ini diberi nomor agar bagian yang telah dipotong tidak bercampur dan bertukar dengan bagian lainnya, cara lain untuk mempermudah dalam proses penjahitan yaitu dengan sistem pembundelan/penyortiran

h. Menjahit

Sistem menjahit yang dilakukan di CV. Utama Jaya sistem ban berjalan, yaitu satu pakaian dilakukan oleh beberapa orang yang masing- masing mengerjakan pekerjaan tertentu secar berantai kemudian dipindahkan kepada pekerja yang berikutnya sampai pakaian selesai dijahit utuh dan siap dipakai.

Langkah kerja dalam menjahit celana pada perusahaan CV.

Utama Jaya adalah:

1. Menjahit kantong celana pada kedua sisi celana dengan menempelkan lapisan kantong pada mulut kantong celana. Setik sepanjang mulut kantong, kampuhnya ditipiskan, setelah dibalik tepi mulut kantong dijahit dengan menggunakan mesin jarum dua.

2. Pemasangan dan penjahitan zipper/resleting.

Resleting terlebih dahulu dijahit pada gulbi, selanjutnya gulbi tersebut di- stik bersama celana dari bagian baik dengan mengikuti bentuk gulbi melengkung sampai ke ujung belahan. Ujung belahan diperkuat dengan menggunakan mesin trees.

3. Penyambungan yoke (yoke garis hias) bagian belakang celana yang dilanjutkan dengan menjahit pesak celana belakang. Untuk kegiatan ini digunakan mesin jahit make up/mesin jahit yang menggunakan 5 helai benang.

4. Pembuatan dan pemasangan kantong tempel pada bagian belakang celana membentuk kantong tempel yang sudah dipotong, tepinya dipress, sehingga membentuk kantong tempel. Kantong tersebut ditempelkan pada celana bagian belakang kemudian di-setik lagi dengan menggunakan mesin jarus satu.

5. Melakukan proses gabung/body jadi untuk bagian depan dan belakang, maksudnya adalah menggabungkan pesak celana bagian depan dan bagian belakang.

6. Make up/menyambung bagian pipa celana depan dan belakang dengan menggunakan mesin make up/mesin yang menggunakan 5 helai benang sekaligus.

7. Mengobras bagian samping celana dengan menggunakan mesin obras benang lima.

8. Men-setik/menjahit bagian samping celana pada bagian baik celana dengan menggunakan mesin jarum satu.

9. Menyambung ban pinggang pada bagian celana dengan lebar + 9 cm dimasukkan ke dalam corong mesin, kemudian disetik bersamaan dengan bagian baik celana.

10. Mengklim kaki celana dan ujung ban pinggang dengan mesin jahit jarum

satu. Kaki celana terlebih dahulu dilipatkan 2 cm kemudian baru distik pada bagian buruk celana.

11. Membuat tali untuk ikat pinggang

Bahan digunting serong sebesar 2 cm, kemudian dimasukkan ke dalam corong mesin benang lima, kemudian mesin dijalankan, maka bahan yang keluar menyerupai bisband. Tali ikat pinggang ini dipotong-potong, kemudian dipasangkan kepada ban pinggang celana dengan menggunakan mesin trees.

12. Membuat lubang kancing

Lubang kancing dibuat dengan menggunakan mesin khusus, jarak dan besar kancing dapat diatur sesuai dengan keinginan.

13. Memasang kancing dengan menggunakan mesin khusus untuk memasang kancing.

i. Penyelesaian

Kegiatan penyelesaian yang dilakukan pada penjahitan celana antara lain:

1. Pencucian

Setelah semua celana dijahit, dilakukan proses pencucian. Proses pencucian menggunakan zat-zat kimia seperti Caustik soda (soda api), H20 dan sabun bubuk.

2. Membuang benang

Membuang benang adalah membersihkan semua sisa-sisa benang yang ada pada pakaian.

3. Penyetrikaan

Proses ini sangat menentukan bagus atau tidaknya hasil jahitan. Pada CV.

Utama Jaya proses penyetrikaan dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia/tangan.

4. Pemasangan Merk dan Label

Kegiatan ini dilakukan setelah penyetrikaan. Merk dan label dipasang pada ban pinggang lalu ditempatkan di bagian belakang celana.

5. Pemeriksaan/quality control.

Kegiatan quality control ini berguna untuk mengontrol mutu dari setiap barang yang akan diproduksi, sehingga tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.

6. Pengepakan

Kegiatan pengepakan pada CV. Utama Jaya ini terdiri dari:

a. Pengepakan Master Bag/Poly Bag

Master bag/Poly bag adalah tas plastik atau kantong plastik pakaian yang dimasukkan satu per satu sesuai dengan ukuran (size).

Pengepakan dalam ukuran b. Kardus

Kardus yang digunakan adalah kardus yang tebal sudah disediakan oleh pemesan. Pengepakan dilakukan setelah pakaian disortir dan diketahui jumlah keseluruhan kemudian dimasukkan ke dalam kardus.

Selanjutnya dilem dan dicantumkan alamat yang akan dituju.

Pengaruh Pengendalian Persediaan Terhadap Kelancaran Proses Produksi Disini akan menganalisa pengaruh pengendalian persediaan bahan baku

terhadap kelancaran proses produksi pada CV. Utama Jaya, agar masalah pengendalian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Analisa ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran apakah perusahaan telah melakukan pengendalian persediaan bahan baku secara optimal untuk memperlancar proses produksinya.

Adapun analisa yang dipergunakan adalah sebagai berikut:

1. Analisa kebutuhan bahan baku

Dengan adanya proses produksi maka perusahaan harus menyediakan bahan baku, berarti persediaan bahan baku harus disesuaikan dengan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi.

Untuk dapat mengetahui besarnya kebutuhan bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan pada suatu periode, manajemen perusahaan menggunakan data-data historis untuk menyusun ramalan kebutuhan bahan baku.

Dalam menentukan kebutuhan bahan baku pada suatu periode yang akan datang, maka perusahaan dapat menggunakan metode trend setengah rata-rata yang mempunyai anggapan bahwa pemakaian bahan baku untuk keperluan proses produksi dari waktu ke waktu akan mempunyai tingkat perubahan yang tetap.

2. Rencana Pengembangan

Dengan meningkatnya minat konsumen dan ketatnya persaingan usaha dibidang bisnis manufaktur, maka seorang pimpinan perusahaan akan berusaha untuk mengembangkan usahanya. Demikian juga

dengan CV. Utama Jaya, karena prospek usahanya cukup baik maka pimpinan perusahaan akan berusaha mengembangkan usahanya dengan cara:

a. Melengkapi alat-alat komunikasi untuk mempercepat pengambilan bahan seperti: telepon, pager dan sebagainya.

b. Melengkapi alat transportasi seperti mobil untuk mempercepat pengambilan bahan atau pesanan dan pengiriman pesanan.

c. penginapan atau mess untuk karyawan yang berasal dari daerah yang jauh domisilinya dari perusahaan.

Sebelum mengadakan peramalan kebutuhan bahan baku untuk tahun 2010 , maka perlu dilihat dari data-data pemakaian bahan baku pada periode yang telah lalu tahun 2002/2009.

Tabel 4.1

Keterangan : 1Yard = 0.9144 meter

Untuk memproduksi satu buah celana jeans dibutuhkan bahan baku jeans sebanyak 1.4 yard, maka celana yang dapat diproduksi adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2

Jumlah produksi celana jeans yang dihasilkan CV. Utama Jaya tahun 2002/2009

Tahun Produksi (Piece) Sisa Kain Jeans Setelah Diproduksi

2002 175040 piece 2.85 Yard

2003 187210 piece 2.14 Yard

2004 201300 piece 3.57 Yard

2005 220000 piece 4.28 Yard

2006 241760 piece 3.57 Yard

2007 262784 piece 3.14 Yard

2008 291982 piece 3.71 Yard

2009 316644 piece 3.14 Yard

Dari tabel di atas terlihat bahwa pemakaian bahan baku selalu mengalami perubahan, sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan. Kenaikan ataupun penurunan pemakaian bahan baku disebabkan oleh faktor penjualan serta adanya persaingan. Dari data pemakaian bahan baku tersebut maka dapat dihitung ramalan

Tabel 4.3

Perhitungan Trend Setengah rata-rata Peramalan tahun 2003

Tahun Kebutuhan

x adalah jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar ao =

Nilai trend pada periode dasar yang diambil dari 1096980/4 = 274247 b = 389614-274247 = 115367 = 28842

Y1999 = 274247 + 28842 (2.5) = 346352

Y2000 = 274247 + 28842 (3.5) = 375194 Y2001 = 274247 + 28842 (4.5) = 404036 Y2002 = 274247 + 28842 (5.5) = 432878 Y2003 = 274247 + 28842 (6.5) = 461720

Besarnya nilai x untuk tahun 2003 adalah 6.5 , sehingga ramalan kebutuhan bahan baku kain jeans untuk tahun 2003 adalah

Y = 274247 +28842(6.5)

= 274247 + 187473

= 461720

Jadi ramalan kebutuhan bahan baku kain jeans untuk tahun 2003 adalah sebesar

Jadi ramalan kebutuhan bahan baku kain jeans untuk tahun 2003 adalah sebesar

Dokumen terkait