METODOLOGI PENELITIAN
B. Jenis, Teknik, dan Instrumen Pengumpulan Data 1.Jenis Data 1.Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang berhubungan budaya melukis pada kulit kayu Khombouw. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik pengumpulan data seperti: observasi, wawancara, studi literatur, dan studi dokumentasi. Penelitian kualitatif, khususnya studi etnografi pada umumnya menggunakan manusia sebagai alat utama untuk pengumpulan data di lapangan (key human instrument). Sebab itu, dalam prakteknya, peneliti sendiri yang menjadi alat utama pengumpulan data tentang masalah pokok yang diteliti, yakni tentang budaya melukis kulit kayu Khombouw yang berkaitan dengan sejarah melukis kulit kayu Khombouw, nilai-nilai kearifan lokalnya yang terkandung dalam budaya melukis kulit
kayu Khombouw, makna dari motif lukisan, pewarisan budaya melukis kulit kayu Khombouw dari generasi sebelumnya kepada genarasi sekarang, langkah-langkah melakukan kegiatan melukis, fungsi dari lukisan serta pengembangan dan penerapan budaya melukis kulit kayu Khombouw tersebut dalam pembelajaran Sejarah di kelas X SMAN III Kampung Harapan Sentani Kabupaten Jayapura.
2. Teknik-Teknik Pengumpulan Data a) Pengamatan (Observasi)
Pengamatan atau observasi adalah aktivitas yang dilakukan dengan cerdas terhadap suatu proses atau objek (budaya tradisi melukis kulit kayu Khombouw) dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan cara: siswa dan nara sumber mengisi daftar wawancara, rekaman gambar dan rekaman suara, guru dan nara sumber mengajar, evaluasi/tes, dan praktek langsung untuk menggali pemahaman siswa tentang obyek penelitian ,
Pemerolehan data dengan cara pengamatan yang mana peneliti terlibat langsung dalam penelitian ini dilakukan terhadap pelaksanaan tradisi melukis kulit kayu Khombouw pada masyarakat Suku Sentani dan kepada siswa kelas X SMAN III Sentani Kabupaten Jayapura serta sumber-sumber lainnya dari hasil wawancara siswa di lapangan sebagai sumber data dan juga dari data internet dan literatur. Pengamatan difokuskan pada kegiatan melukis dan kepada siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, pada wawancara terhadap nara sumber dan juga pada literature (dari internet dan literature lainnya).
Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengamatan bentuk informal. Bekal yang digunakan untuk mengadakan pengamatan yang paling utama adalah pengamatan langsung peneliti sambil melakukan pencatatan terhadap kegiatan melukis kulit kayu Khombouw dan kegiatan belajar mengajar siswa di kelas X SMAN III Sentani Kabupaten Jayapura. Peneliti juga menggunakan rekaman video yang bertujuan untuk merekam informasi dari informen yang peneliti wawancarai secara langsung dan juga kepada ahli yang mengetahui sejarah melukis kulit kayu Khombouw dalam hal ini kepada tokoh adat Sentani pada desa-desa terkait.
b) Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. (Lexy J,, dan Malong, 2006:186).
Wawancara yang dimaksud untuk memperoleh data penelitian ini adalah wawancara dengan format berstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara yang berfokus pada kegiatan melukis dan kepada siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Wawancara dilakukan terhadap para informan yaitu tokoh adat selaku ahli yang mengetahui tentang budaya melukis kulit kayu Khombouw, masyarakat biasa ini adalah masyarakat yang melakukan tradisi melukis kulit kayu Khombouw ini, dan pihak-pihak yang terkait dengan masalah penelitian ini. Alat yang digunakan dalam wawancara adalah perekem dari kamera digital, hand phone dan catatan lapangan. c) Studi Dokumentasi
Menurut Burhan Bungin (2007:121) “Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial untuk menelusuri data histories”. Sedangkan Sugiyono (2007:329) menyatakan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang”.
Studi dokumentasi atau biasa disebut kajian dokumen merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait objek penelitian. Dalam studi dokumentasi, peneliti biasanya melakukan penelusuran data historis objek penelitian serta melihat sejauh mana proses yang berjalan telah terdokumentasikan dengan baik.
Terdapat dua jenis dokumen yang digunakan dalam studi dokumentasi yaitu: (1) Dokumen primer yaitu, dokumen yang ditulis langsung oleh orang yang mengalami peristiwa, dalam hal ini lukisan langsung dari pelaku tradisi melukis kulit kayu Khombouw dalam hal ini lukisan-lukisan langsung dari bapak Agustinus Ongge, (2) Dokumen sekunder yaitu, dokumen yang ditulis kembali oleh orang yang tidak langsung mengalami peristiwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari orang yang langsung mengalami peristiwa dalam hal ini adalah informasi yang penulis peroleh dari internet dan artikel tulisan Lubis Bersihar tentang Pameran Seni Rupa Budaya Papua tahun 2000.
Berkaitan dengan penelitian ini peneliti menggunakan kamera digital untuk merekam kegiatan melukis kulit kayu Khombuow dan merekam kegiatan belajar mengajar siswa di kelas dan untuk merekam hasil wawancara peneliti terhadap nara sumber serta Hand phone
untuk melakukan komunikasi-komunikasi jarak jauh dengan nara sumber. Hal ini agar dapat mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan maupun di kelas dalam mengumpulkan informasi-informasi terkait dalam penelitian ini.
d) Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori tentang Ilmu Pendidikan, Nilai, Kebudayaan, Ilmu Sejarah, Penelitian, dan teori-teori lainnya yang mendasari masalah yang akan diteliti yakni masalah tradisi melukis kulit kayu Khombouw ini dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitian ini guna memperkaya wawasan pemahaman peneliti tantang masalah yang diteliti ini. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.
Untuk melakukan studi kepustakaan, perpustakaan merupakan suatu tempat yang tepat guna memperoleh bahan-bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan, dibaca dan dikaji, dicatat dan dimanfaatkan (Roth, 1986). Seorang peneliti hendaknya mengenal atau tidak merasa asing dilingkungan perpustakaan sebab dengan mengenal situasi perpustakaan, peneliti akan dengan mudah menemukan apa yang diperlukan. Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut, misalnya kartu katalog, referensi umum dan khusus, buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-laporan penelitian, tesis, disertasi, jurnal, ensiklopedi, dan bahan-bahan khusus lain. Dengan demikian
peneliti akan memperoleh informasi dan sumber yang tepat dalam waktu yang singkat.
Teknik yang digunakan adalah mempelajari sejumlah literatur berupa buku, jurnal, artikel, internet, tesis, dan Disertasi untuk memperoleh informasi mengenai masalah, tujuan, metodologi dan hal-hal lainnya yang terkait dengan menulisan tesis ini.
C. Subyek dan Lokasi Penelitian