IV. -HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Jumlah Buah per Tanaman(buah)
Rata–rata jumlah buahpertanaman pada berbagai dosis PPC super green setelah diuji dengan BNJ0,05dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Rata–rata Jumlah per Tanaman Buah pada Berbagai Dosis PPC Super Green
Dosis PPC Super Green
Jumlah Buah (buah) Simbol ml/liter air
P0 0 18.33 a
P1 2 29.52 b
P2 4 25.51 ab
P3 6 19.44 a
BNJ0,05 8.53
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf peluang 5% (BNJ0.05)
Tabel 9 menunjukkan bahwa jumlah buah terbanyak dijumpai pada dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1) yang berbeda nyata dengan dosis PPC super green 0 ml/1 liter air (P0) dan dosis PPC super green 6 ml/1 liter air (P3) , namun tidak berbeda nyata dengan dosis PPC super green 4 ml/1 liter air (P2).
Hubungan antara jumlah buah tanaman cabai pada berbagai dosis PPC super green dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Jumlah Buah per Tanaman Cabai pada Berbagai Dosis PPC Super Green 18.33 27.13 25.51 18.53 0 5 10 15 20 25 30 0 2 4 6 Ju m lah B u ah p er T an am an ( b u ah )
31 4. Berat Buah per Tanaman (gr)
Rata–rata berat buah per tanaman cabai pada berbagai dosis PPC super green setelah diuji dengan BNJ0,05dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Rata–rata Berat Buahper Tanamanpada Berbagai Dosis PPC Super Green
Dosis PPC Super Green
Berat Buah/Tanaman (gr) Simbol ml/liter air
P0 0 77.25 a
P1 2 107.45 b
P2 4 82.82 a
P3 6 81.81 a
BNJ0,05 24.28
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf peluang 5% (BNJ0.05)
Tabel 9 menunjukkan bahwa buah terberat per tanaman dijumpai pada dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1) yang berbeda nyata dengan dosis PPC super green 0 ml/1 liter air (P0), dosis PPC super green 4 ml/1 liter air (P2) dan dosis PPC super green 6 ml/1 liter air (P3).
Hubungan antara berat buah per tanaman cabai pada berbagai dosis PPC super green dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Berat Buah per Tanaman Tanaman Cabai pada Berbagai Dosis PPC Super Green
6. Produktivitas (ton)
Rata–rata produktivitas tanaman cabai pada berbagai pupuk kandang setelah diuji dengan BNJ0,05dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Rata–rata Produktivitas Tanaman Cabai pada Berbagai Dosis PPC Super Green
Dosis PPC Super Green
Produktivitas (ton) Simbol ml/liter air
P0 0 2.15 a
P1 2 2.98 b
P2 4 2.30 a
P3 6 2.27 a
BNJ0,05 0.67
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf peluang 5% (BNJ0.05)
Tabel 9 menunjukkan bahwa produktivitas tertinggi dijumpai pada dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1) yang berbeda nyata dengan dosis PPC super green 0 ml/1 liter air (P0),dosis PPC super green 4 ml/1 liter air (P2) dan dosis PPC super green 6 ml/1 liter air (P3).
77.25 107.45 82.82 81.81 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 0 2 4 6 B er at B u ah p er T an am an (gr am )
33 Hubungan antara produktivitas tanaman cabai pada berbagai dosis PPC super green dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Produktivitas Tanaman Tanaman Cabai pada Berbagai Dosis PPC Super Green
4.1.3. Pengaruh Interaksi
Hasil uji F pada analisis ragam (Lampiran bernomor genap 2 sampai 18) menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara pupuk kandang dan dosis PPC super green terhadap semua peubah yang diamati.
4.2. Pembahasan
4.2.1. Pengaruh Pupuk Kandang
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang umur 30, 45 dan 60 HST. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur 45 dan 60 HST, jumlah buah, berat buah per tanaman serta produktivitas. Akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST.Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik dijumpai pada pupuk kandang30 ton/ha (K2).
2.15 2.98 2.30 2.27 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 0 2 4 6 P rod u k ti vi tas ( ton )
Hasil penelitian menunjukkan bahwapupuk kandang 30 ton/ha (K2). merupakanpupuk kandang yang paling baik bila dibandingkan dengan perlakuan pupuk kandang lainnya, karena pada perlakuan tersebut memberikan rataan angka tertinggi pada semua peubah pertumbuhan tanaman cabai yang diamati, Hal tersebut diduga pupuk kandang 30 ton/ha (K2) merupakan dosis yang tepat sehingga memberikan respon yang baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai, pupuk kandang yang ditambahkan kedalam plot tanaman tersebut telah mampu menciptakan keadaan fisik, kimia dan biologi tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman cabai. Hal ini sesuai dengan pendapat Rinsema (1986) yang menyatakan bahwa pemberian pupuk kandang kedalam tanah dapat memperbaiki keadaan fisik tanah menjadi gembur, aerasi menjadi lebih baik sehingga absorbsi unsur hara menjadi lebih baik dan tanaman akan tumbuh subur bila elemen yang dibutuhkannya tersedia dalam jumlah yang optimum. Selanjutnya Bukman dan Brady (1982) menambahkan, pemberian pupuk kandang kedalam tanah selain memperbaiki kondisi dalam tanah serta komposisinya yang sempurna pupuk kandang dapat menyediakan unsur hara yang cukup terutama unsur nitrogen yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Pemberian pupuk kandang akan memberikan nitrogen yang berguna bagi pertumbuhan awal tanaman.Pemberian pupuk kandang selain dapat menambah tersedianya unsur hara, juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah pupuk kandang tersebut mempunyai kandungan unsur hara mikro yang sangat lengkap walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit (Samekto, 2006).
Hasil penelitian menunjukkan, pupuk kandang 20 ton/ha (K1) dan pupuk kandang 40 ton/ha (K3) memiliki rataan lebih rendah disbanding pupuk kandang
35 30 ton/ha (K2) pada semua peubah yang diamati, hal ini disebabkan takaran pupuk kandang belum sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai sehingga unsur hara belum tersedia dalam kondisi seimbang dan menguntungkan. Hal ini sejalan dengan Hakim et al., (1986), takaran pupuk kandang yang sesuai akan mampu memperbaiki sifat buruk pada tanah dengan adanya bantuan jasad mikro yang berperan dalam proses perombakan bahan organik sehingga agregat tanah akan terombak dan struktur padat akan menjadi remah.
4.2.2. Pengaruh Dosis PPC Super Green
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan manunjukkan bahwa dosis PPC super green berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman cabai umur 45 HST, diameter batang umur 30, 45 dan 60 HST, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan produktivitas. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 60 HST. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik dijumpai pada dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1) merupakan dosis yang paling baik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini disebabkan pada dosis 2 ml/liter air (P1) merupakan dosis yang optimal dan seimbang.hal ini diduga karena unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman cabai tersedia dengan cukup sehingga mampu mendorong pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Leiwakabessy (1977) yang menyatakan bahwa, pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh unsur hara yang tersedia. Pertumbuhan tanaman akan baik jika unsur hara yang tersedia berada dalam keadaan seimbang. Darmawan dan Baharsyah (1983) menambahkan, ketersediaan unsur hara yang cukup dan
seimbang akan mempengaruhi proses metaoblisme pada jaringan tanaman. Proses metabolisme merupakan proses pemmbentukan dan perombakan unsure-unsur dan senyawa organik dalam tubuh tanaman guna melengkapi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hal ini didukung oleh Suseno (1974) yang menyatakan bahwa unsur hara yang berada dalam keadaan optimum dalam jaringan tanaman akan memacu kegiatan metabolisme dan pembentukan dan pembentukan sel tumbuhan.
Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat pada dosis PPC super green 2 ml/1 liter air (P1) dan menurun jika dosis ditingkatkan atau dikurangi. Hal ini disebabkan karena pemberian pupuk yang terlalu sedikit tidak memberikan pengaruh bagi tanaman dan jika pada dosis yang terlalu tinggi akan bersifat racun yang dapat menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman.Hal ini sesuai dengan Suseno (1974) yang menyatakan bahwa unsur hara yang berada dalam keadaan optimum dalam jaringan tanaman akan memacu kegiatan metabolisme dan pembentukan sel tumbuhan.
4.2.3. Pengaruh Interaksi
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara pupuk kandang dan dosis PPC super green terhadap semua peubah yang diamati.Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan respon pupuk kandang tidak tergantung pada dosis PPC super green ataupun sebaliknya.
37