BAB IV TEMUAN DATA DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN
4.3. Analisa Perkembangan Program Keluarga Harapan Di Serdang-
4.3.1. Jumlah Keluarga Sangat Miskin (KSM) Program Keluarga-
Sepanjang tahun 2013, pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kab. Serdang bedagai Provinsi Sumatera Utara berjalan lancar. Pada tahun ini jumlah kecamatan menjadi 16 (Enam Belas) lokasi implementasi Program Keluarga
Kecamatan lokasi PKH merupakan bagian dari kepercayaan UPPKH Pusat dan UPKKH Provinsi Sumatera Utara mengembangkan PKH di Kabupaten Serdang Bedagai hingga sisa 1 kecamatan yang belum menjadi wilayah PKH.
Tabel 15.
Jumlah Penerima PKH di Kabupaten Serdang Bedagai per-Kecamatan
No Kecamatan Jumlah KSM 1 Pegajahan 115 2 Tebing Tinggi 251 3 Perbaungan 678 4 Dolok Merawan 113 5 Bintang Bayu 121 6 Silinda 136 7 Sipispis 443 8 Bandar Kahlifah 609 9 Pantai Cermin 725 10 Sei Rampah 685 11 Teluk Mengkudu 972 12 Dolok Masihul 425 13 Serbajadi 159 14 Tanjung Beringin 1483 15 Sei Bamban 534 16 Tebing Syahbandar 218 Jumlah 7667
Tabel 16.
Data Perkembangan Komponen PKH Tahun 2013-2016.
T a h u n T a h a p K S M Jumlah Komponen Jumlah Opera-tor S D S M P S M A Ibu Hamil Balita Jumlah Penda mping 2013 IV 7337 9493 3226 0 375 5695 30 2 2014 I 7402 9523 3264 0 278 5953 29 2 II 7746 10109 3988 0 309 5551 29 2 III 7393 9513 3263 0 325 6057 33 2 IV 7305 9491 3690 0 243 5124 33 2 488 654 237 0 8 313 2015 I 7750 10118 3996 0 302 5476 31 2 II 7747 10109 3988 1304 309 5551 31 2 0 0 1304 0 0 III 7741 10101 4012 1337 323 5537 34 2 IV 7709 9893 4447 1778 349 4634 34 2 2016 I 7667 9823 4358 1928 293 4633 34 2 Sumber: Laporan PKH Serdang Bedagai 2013-2016
0 7402 7750 7667 7337 7793 7709 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 2013 2014 2015 2016 J um la h R T SM Tahun Grafik 3.
Perkembangan Jumlah RTSM PKH Kab. Serdang Bedagai Tahun 2013-2016
Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV
Berdasarkan grafik di atas, terlihat penambahan jumlah RTSM pada Tahap IV Tahun 2014. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut terdapat pengembangan 4 kecamatan pada program ini, di mana jika pada tahun 2013, Kecamatan yang terjangkau masih berjumlah 12 Kecamatan maka pada tahun 2014 dilakukan pengembangan dengan penambahkan empat Kecamatan baru sehingga menjadi 16 Kecamatan. Pertambahan ini tentunya secara langsung akan berpengaruh juga terhadap jumlah awal RTSM PKH di Kabupaten Serdang Bedagai.
Pada tahun 2013 realisasi penyaluran bantuan di Kabupaten Serdang Bedagai pertama kali dilakukan dilakukan di Tahap IV. Yang dianggarkan kepada 7.337 RTSM/KSM berdasarkan Validasi yang dilakukan pendamping, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 5.208.225.000 yang dilakukan di 12 Kecamatan. Pada Tahun 2014 di lakukan 4 Kali penyaluran Bantuan PKH. Pada Tahap IV Tahun 2014 PKH di Serdang Bedagai mengalami pengembangan 4 Kecamatan baru penerima PKH.
Penyaluran Bantuan PKH di Kabupaten Serdang Bedagai dilakukan di Kantor Pos dan 2 Kecamatan (Kecamatan Sei Bamban dan
Kecamatan Tanjung Beringin) dilakukan secara
Komunitas (Dikantor Desa / Kantor Camat).Apabila terdapat Dana bantuan yang sudah dianggarkan oleh UPPKH Pusat namun tidak diambil oleh penerima bantuan PKH (KSM) maka pendamping/Kantor Pos wajib membuat laporan dan mengembalikan uang bantuan tersebut ke Kas Negara.
Setelah dilakukan penyaluran bantuan, pendamping harus mengarahkan dan memantau penggunaan dana PKH agar penggunaan dana PKH di fokuskan untuk keperluan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok anak dan keluarga. Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya memberikan pendampingan di bidang sosial akan tetapi juga di bidang pendidikan dan Kesehatan.
4.4. Peran Pendamping Program Keluarga HarapanDalam Pemberdayaan Masyarakat.
Jumlah pendamping di Kabupaten Serdang Bedagai adalah 34 Pendamping 2 operator. Kegiatan internal dengan pendamping secara rutin dilakukan pertemuan bulanan antara Koordinator Kabupaten (Korkab), Operator, pendamping, Ketua UPPKH Kabupaten Serdang Bedagai dan UPPKH Provinsi, Pertemuan kelompok
Fasilitas pendidikan, dan penyaluran Bantuan PKH yang dilakukan per Tiga Bulan. Pendamping harus melakukan pertemuan rutin dengan kelompok dampingannya guna membantu masyarakat dampingannya mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan serta mempersiapkan masyarakat dampingannya untuk keluar dari kategori keluarga sangat miskin.
Tabel 17.
Nama Pendamping dan Lokasi Dampingan di Kabupaten Serdang Bedagai
No Nama Lokasi Pendampingan
1 Sulaiman, S.Pd Koordinator Kabupaten 2 Eka Syahputra S.Psi Silinda
3 Ayu Irmayani SST Bintang Bayu 4 Dian Mayasari Sitanggang S.Pd Dolok Merawan 5 Sri Wahyuni S.Pdi Tebing Syahbandar
6 Surya Darma SE Pegajahan
7 Dian Br. Tarigan S.Sos Sipispis 8 Friska Winati Sianturi S.Sos Sipispis
9 Budiman S.Pdi Sei Rampah
10 Nofita Br. Sitepu S.sos Sei Rampah 11 Zulkifli Hsb SE Sei Rampah
12 Indra Gunawan Sei Bamban
13 Tengku Irfa Febriani SE Sei Bamban 14 Bima Ayu Sitepu Am.Keb Dolok Masihul 15 Rika Nopita Am.Keb Dolok Masihul 16 Novita Natalia SP Teluk Mengkudu
17 Nurmala S.pd Teluk Mengkudu
18 Zulfikri Habib Nst. S.Pd Teluk Mengkudu 19 Ike Trisnawati Mardiana STP Tebing Tinggi 20
21 Abdul Hadi S.Sos Perbaungan 22 Rani Parlina Am.Keb Perbaungan 23 Suci Addhayati Hrp. Am.Keb Perbaungan 24 Asmawati Hsb. SE Pantai Cermin 25 Suprayetno S.Kom Pantai Cermin 26 Fuad Azizi SH Pantai Cermin 27 Indranisah S.Pdi Bandar Khalifah 28 Rahmiyani Jannah S.Pd Bandar Khalifah 29 Zulkifli Qodri Hrp. M.pd Bandar Khalifah 30 Emma Siswanti Jupri Pagan A.md Tanjung Beringin 31 Erwin Eko Putra SE Tanjung Beringin 32 Nurdiann Suraiya S.Si Tanjung Beringin 33 Wagino Firto Spd Tanjung Beringin 34 Nur Jannah Am.Keb Tanjung Beringin
Pendamping akan melakukan pertemuan kelompok pada setiap bulannya, melakukan pemuktahiran data dan serta juga melakukan sosialisasi PKH pada tingkat layanan service provider. Secara formal sosialisasi PKH pada layanan fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan juga dilakukan dalam upaya meningkatkan pemahaman layanan ini terhadap akses yang harus diberikan kepada seluruh KSM penerima bantuan PKH.
Kegiatan formal peningkatan kapasitas pendamping juga dilakukan melalui kegiatan Bimbingan teknologi, kegiatan ini difokuskan pada inventarisir permasalahan Pendamping, dan kemudian dilakukan pembahasan. Beberapa point yang sering menjadi topik dalam hasil diskusi terkait dengan pemuktahiran data, Data PKH dan dukungan layanan kesehatan dan pendidikan.
Seperti yang telah dipaparkan dalam bab sebelumnya, pendamping juga mempunyai tugas yang telah ditetapkan di dalam pedoman pokok pendamping PKH. Selanjutnya pendamping juga mempunyai tugas yaitu menumbuhkan sikap mandiri pada KSM yang didampinginya. Hal ini tentunya sangat dibutuhkan oleh para KSM agar KSM bisa lebih produktif dan tidak hanya mengandalkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Pemberdayaan yang dilakukan menurut pendamping wajib mereka lakukan seperti yang diungkapkan oleh Ibu Asmawati Hsb, S.E berikut:
“…Wajib. Pendamping PKH itu wajib mempunyai pengetahuan bagaimana meningkatkan SDM dampingannya masyarakat miskin ini. Jadi meningkatkan SDM mereka itu penting bukan hanya sekedar jadi pendamping, jadi bagaimana meningkatkan SDM nya, peluang usaha nya, meningkatkan ekonomi nya, jadi ini adalah tugas wajib, kalau tidak wajib saya pikir itu kan jadi kerja nya nunggu gaji aja lah yakan, karena memang syarat pemberdayaan masyarakat mereka ini harus punya pengalaman untuk pemberdayaan masyarakat, memberdayakan ya bukan memperdaya, beda juga…” (Hasil Wawancara 18 Mei 2016)
Sejalan dengan Bu Asmawati yang menganggap pemberdayaan itu wajib dilakukan oleh setiap pendamping agar kualitas SDM para KSM meningkat dengan menangkap peluang usaha agar meningkat pula ekonomi nya, Bu Nurmala selaku Pendamping PKH juga berpendapat yang sama seperti yang di ungkapkannya berikut:
“…Wajib lah. Memang harus itu tugasnya, supaya bisa lebih meningkatkan taraf hidup. Kita dorong juga masyarakatnya supaya buat kreatifitas biar menghasilkan sendiri. Ibaratnya kan gak ngasi ikannya, ngasi pancing nya gitu…”(Hasil wawancara 20 Mei 2016)
Dalam hal ini, pemberdayaan yang dilakukan pendamping sebenarnya merupakan suatu kewajiban. Karena penting untuk meningkatkan kualitas SDM pra KSM, yang tentunya hal ini berada di tangan para pekerja yang seharunya sudah ada pengalaman dalam hal pemberdayaan. Jadi pendmping tidak hanya sekedar menunggu gaji dalam bekerja. Meskipun begitu tidak semua pendamping melakukan pemberdayaan dikarenakan faktor – faktor tertentu. Seperti yang di ungkapkan oleh Pak Fuad Azizi, SH berikut:
“…Seharusnya wajib. Karena kita juga memberi mereka supaya ada kegiatan sama penghasilan juga..” (Hasil wawancara 18 Mei 2016)
Namun karena masih pendamping baru, Pak Fuad belum melakukan kegiatan apapun. Pak Fuad masih di sibukkan dengan pemutakhiran data dan adaptasi dengan masyarakat KSM dan lokasi dampingannya serta meninjau potensi apa yang dapat dikembangkan. Kegiatan pemberdayaan ini tidak hanya inisiatif para pendamping saja. Para KSM juga antusias akan adanya pemberdayaan bagi mereka. Kegiatan – kegiatan yang bersifat produktif juga sangat diinginkan mereka. Karena setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh para pendamping dikembalikan lagi kepada KSM apakah mereka mau membuat kegiatan – kegiatan tersebut atau tidak. Seperti Ibu Aminem yang antusias agar diadakannya pemberdayaan di daerah mereka karena belum adanya kegiatan yang dilakukan oleh pendamping. Berikut pemaparan Bu Aminem selaku peserta PKH:
“…Belum ada kegiatan apa – apa. Karena pendamping nya ganti – ganti aja. Satu tahun ganti, satu tahun ganti, udah tiga kali ganti. Ini lah kami mau ngurus lagi kayaknya biar ada
usaha nya, kayak emping, udah buat proposal juga kami..”(Hasil wawancara 18 Mei 20016)
Dari hasil pemaparan Ibu Aminem di atas bahwa para peserta juga sebenarnya menginginkan adanya kegiatan untuk menambah keterampilan serta wawasan masyarakat. Terlebih lagi jika kegiatan tersebut mendapatkan pemasukan bagi mereka.
Kegiatan pemberdayaan menjadi tugas wajib bagi pendamping PKH. Pengawasan dari koordinator terhadap kerja para pendamping membuat para pendamping tidak bisa untuk tidak melakukan tugas mereka dengan serius. Karena setiap kegiatan ataupun saat para pendamping ingin melakukan kegiatan atau pertemuan kelompok, para pendamping harus melaporkan nya kepada koordinator Kabupaten melalui aplikasi WhatsApp, seperti yang di ungkapkan Pak Sulaiman, S.Pd selaku koordinator Kabupaten berikut ini:
“…Dari program yang lain, PKH itu lebih terorganisir, karena tiap hari dia itu lapor. Lagi dimana, mau kemana, misalnya hari ini jam sekian pertemuan disini, itu dia lapor. Nanti misalnya kegiatannya jam 2, nanti jam 8 dia melapor nanti jam 2 pertemuan di desa ini, yaudah itu laporannya. Jadi nanti beberapa titik kita datangi, tapi gak semua hanya yang bisa kita jangkau aja..”(Hasil wawancara 24 Mei 2016).
Dari laporan itu kemudian koordinator mendatangi para pendamping yang melakukan kegiatan. Namun tidak semua lokasi yang didatangi. Hanya yang bisa terjangkau saja karena mengingat luasnya Kabupaten Serdang Bedagaidank arena tidak setiap hari para pendamping melakukan pertemuan kelompok.