Tahun Islam Katholik Kristen Hindu Budha Lainnya 1. 2006 884.814 5.711 4.520 44 136 34 2. 2007 878.362 5.326 5.895 73 161 27 3. 2008 898.875 4.069 4.821 54 155 17 Sumber Data: Ngawi Dalam Angka, BPS Kabupaten Ngawi, 2009
Jumlah tempat Ibadah pada tahun 2008 terdiri dari
masjid 1.309 bangunan, mushola
3.700 bangunan, gereja 77 bangunan,kuil 1 bangunan dan vihara 2 bangunan. Jumlah jamaah haji Kabupaten Ngawi tahun 2008 adalah 197 orang, terdiri dari 101 calon jamaah wanita dan 96 calon jamaah laki-laki. Jumlah pondok pesantren di Kabupaten Ngawi tahun 2008 mencapai 131 pesantren, dengan jumlah santri mencapai 17.022 santri.
Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi 2008 menunjukkan bahwa jumlah TK sebanyak 427 lembaga dengan jumlah murid 10.306 siswa, dengan rasio murid-sekolah 24. Jumlah SD ada 579 lembaga, mempunyai murid 70.026 siswa dengan rasio murid-sekolah 120. Jumlah murid SMP sebanyak siswa, yang tersebar di 73 sekolah dengan rasio murid-sekolah 404. Jumlah murid SMU/SMK 20.345 siswa tersebar di 53 sekolah, dengan rasio murid-sekolah 383 (tabel 5)
Tabel. 5. Jumlah Siswa Di Tingkat Pendidikan Tahun 2005-2008
No. Tahun TK SD SLTP SMU & SMK
1. 2005 10.840 66.320 27.844 18.021
2. 2006 10.521 73.476 28.667 18.789
3. 2007 10.250 69.578 29.009 19.460
4. 2008 10.306 70.026 29.562 20.345
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menunjukkan ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya meningkat pada tahun 2008, antara lain: Pustu dari 63 menjadi 64, praktek dokter dari 75 menjadi 80, apotik dari 32 menjadi 38 dan Posyandu dari 1.160 menjadi 1.164. (Tabel 6).
Tabel. 6. Jumlah Sarana Kesehatan Tahun 2005-2008
No. Tahun RSU Puskesmas Pustu Posyandu
1. 2005 1 23 61 1.141
2. 2006 1 24 62 1.148
3. 2007 1 24 63 1.160
4. 2008 1 24 64 1.164
Sumber Data: Ngawi Dalam Angka, BPS Kabupaten Ngawi, 2009
Jumlah kelahiran pada tahun 2008 tercatat sebanyak 13.242 dimana 13.220 persalinan ditolong oleh dokter/bidan dan 22 persalinan lainnya ditolong oleh dukun. Walaupun masih ada persalinan yang ditolong dukun, namun dari tahun ke tahun jumlahnya menurun. Angka tersebut mengindikasikan bahwa pola pikir para orang tua telah bergeser ke arah yang modern dan lebih mengutamakan keselamatan (Tabel 7).
Tabel 7. Jumlah Kelahiran Menurut Penolong Kelahiran 2005-2008
No. Tahun Dokter/Bidan Dukun
1. 2005 12.408 120
2. 2006 12.331 84
3. 2007 11.755 27
4. 2008 13.220 22
Sumber Data: Ngawi Dalam Angka, BPS Kabupaten Ngawi, 2009
Peserta KB Aktif tahun 2008 naik 3,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana pada tahun 2007 mencapai 126.720 orang, naik menjadi 131.655 orang pada tahun 2008. Dari peserta KB Aktif
tersebut sekitar 55,20% diantaranya menggunakan KB suntik dan 23,07% menggunakan IUD. Dari jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Ngawi maka angka prevalensi KB pada tahun 2008 mengalami kenaikan sekitar 0,51% yaitu dari 69,87% tahun 2007 menjadi 70,38% pada tahun 2008. (Tabel 8).
Tabel 8. Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Alat Kontrasepsi Th. 2005-2008
No Tahun IUD MOP MOW Susuk Suntik Pil Kondom 1. 2005 36.049 98 8.061 5.116 6.975 13.679 320 2. 2006 32.734 277 7.613 4.939 68.517 13.357 337 3. 2007 30.662 155 7.746 5.044 69.631 13.121 361 4. 2008 30.376 222 7.804 5.704 72.677 14.498 374
Sumber Data: Ngawi Dalam Angka, BPS, 2009
D. Pertanian
Luas lahan pertanian tahun 2008 mencapai 84,7% dari luas wilayah Kabupaten Ngawi. Hal ini menggambarkan sektor pertanian merupakan sektor andalan bagi penduduk Ngawi. Seperti tahun sebelumnya, produksi padi tahun 2008 mengalami kenaikan dari 638.655 ton pada tahun 2007 menjadi 673.869 ton, begitu juga komoditi yang lain seperti produksi ubi kayu 111.402 ton menjadi 131.057 ton, ubi jalar 22.970 ton menjadi 27.942 ton, kacang hijau 356 ton menjadi 549 ton, diharapkan kenaikan produksi tanaman pangan khususnya padi tersebut terus berlanjut dan predikat sebagai lumbung padi Jawa Timur dapat dipertahankan. (Tabel 9).
Tabel 9. Produksi Pangan Kabupaten Ngawi Tahun 2005-2009 (Ton) No. Komoditi 2005 2006 2007 2008 2009 1. Padi 559.635 604.444 638.655 673.869 709.483 2. Jagung 44.774 48.390 77.489 69.469 69.469 3. Ubi kayu 130.357 120.419 111.402 131.057 157.294 4. Ubi jalar 15.300 12.877 22.970 27.942 27.942 5. Kedele 21.390 19.285 26.415 22.961 24.971 6. Kcg tanah 11.837 11.999 10.018 10.023 11.966 7. Kcg hijau 244 394 356 549 484 8. Daging 396 378 252 321 321 9. Telur 3.082 1.112 2.815 1.038 1.038 10. Susu - - - 0,52 5,84 11. Ikan 712 1.911 1.211 660 1.431 12. Gula 8.553 7.745 34.531 23.602 42.605 13. Sayur 2.886 2.541 3.358 8.959 18.174 14. Buah 33.750 43.764 32.077 51.310 56.637 Sumber Data: Diolah, BKP & P3K Kabupaten Ngawi, 2010
E. Industri
Sektor industri di Kabupaten Ngawi berjalan kambat namun terus meningkat baik jumlah usaha maupun nilai produksinya. Jumlah industri kecil/kerajinan rumah tangga naik dari 14.685 pada tahun 2007 menjadi 15.075 pada tahun 2008. Nilai produksi dari usaha di atas juga meningkat dari 90.75 milyar rupiah pada tahun 2007 menjadi 99.82 milyar rupiah pada tahun 2008.
Jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun 2008 mencapai 119.549 pelanggan, meningkat sekitar 2,15 % dari tahun 2007 yang mencapai 116.979 pelanggan. Nilai penjualan sektor ini juga meningkat sekitar 9,06% dari 55.9 milyar rupiah pada tahun 2007 menjadi 61.5 milyar rupiah pada tahun 2008.
Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan dari 17.263 pada tahun 2007 menjadi 17.754 pelanggan pada tahun 2008. Total produksi air minum yang disalurkan pada tahun 2008 adalah 4,137 juta m3 , meningkat sekitar 2,13% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,049 juta m3 .
F. Keuangan Daerah
Total realisasi penerimaan daerah pada tahun 2008 sebesar 713,855 milyar rupiah, meningkat sekitar 14,42% dibangkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 610,883 milyar rupiah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2007 hanya menyumbang 22,863 milyar rupiah atau sekitar 3,2% dari total penerimaan. Dana alokasi Umum (DAU) masih menjadi penyokong terbesar bagi penerimaan Kabupaten Ngawi. Pada tahun 2008 ini Kabupaten Ngawi memperoleh DAU sebesar 544,877 milyar rupiah atau sekitar 76,33% dari total penerimaan daerah. Total realisasi belanja Kabupaten Ngawi tahun 2008 mencapai 760,350 milyar rupiah, meningkat sekitar 19,51% dari tahun 2007 yang hanya mencapai 612,006 milyar rupiah.
G. Ekonomi
Untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kegiatan ekonomi dalam suatu wilayah dapat dilihat melalui neraca ekonominya. Salah datu indikator yang sering digunakan adalah Produk Domestik Domesti Regional Bruto (PDRB).
PDRB Kabupaten Ngawi menurut harga berlaku tahun 2008 mencapai 5,770 milyar rupiah, naik sekitar 12,8 % dari tahun 2007 yang mencapai 5,031 milyar rupiah. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (2000) mencapai 2,785 milyar rupiah, naik sekitar 5,24% dari tahun sebelumnya yang mencapai 2,639 milyar rupiah.
Sampai dengan tahun 2008 perekonomian Kabupaten Ngawi masih didominasi sektor pertanian. Sumbangan sektor ini terhadap total PDRB sampai dengan 2008 sekitar 36,9 persen. Tidaklah aneh bila sektor ini menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Ngawi. Namun demikian sumbangan sektor ini dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan walupun sebenarnya secara produksi mengalami pertumbuhan. Sektor lainnya yang memberi sumbangan cukup besar terhadap perekonomian Kabupaten Ngawi adalah sektor perdagangan. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sumbangan sektor ini selalu diatas 25% dari total PDRB. Pendapatan perkapita merupakan indikator yang sangat dikenal terutama oleh beberapa beberapa kalangan dan sering dipakai untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu daerah pendapatan perkapita menunjukkan besarnya pendapatan yang diterima oleh penduduk dalam kurun waktu 1 tahun. Salah satu ukuran yang digunakan untuk pendekatan pendapatan perkapita adalah PDRB perkapita. Menurut perhitugan atas dasar harga berlaku, pendapatan regional perkapita penduduk Kabupaten Ngawi Tahun 2008 sebesar Rp 6.332.350,61 meningkat sekitar 12,31% dari tahun 2007 yang hanya mencapai Rp
5.552.980,71. Sedangkan pendapatan regional perkapita atas dasar harga konstan (2000) mencapai Rp 3.056.652,66 meningkat sekitar 4,7% dari tahun 2007 yang mencapai Rp 2.913.347,79.
5. 2. Kondisi Sosio Demografi Responden
Berdasarkan hasil survei konsumsi pangan maka diperoleh beberapa hasil sebagaimana gambaran situasi kondisi sosio demografi responden sebagai berikut:
Gambar 3. Tingkat Pendidikan Responden