Belajar
Pengalaman Belajar yang kami dapatkan hari ini adalah orang baik akan dikenang selalu oleh manusia lainnya, walaupun orang tersebut sudah meninggal ribuan tahun lalu.
Materi yang telah dipahami
Materi yang telah dipahami hari ini adalah manusia harus terus berbuat kebaikan, karena hadiah dari berbuat kebaikan adalah kebaikan itu sendiri.
Contohnya tokoh yang kami kunjungi ini, walaupun sudah meninggal, tetap dikenang dan dikunjungi banyak orang makamnya.
Materi yang belum dipahami dengan
menyebutkan alasan dan kendalanya
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya adalah kami belum tahu betul informasi yang disampaikan oleh pemandu acara, oleh karena itu kami berusaha mencari tahu infonya, baik melalui kawan-kawan yang ikut atau bertanya ulang kepada pemandu dengan bantuan tour gate kami yaitu Mr. Pateson.
Usaha dan cara untuk mengatasi
Usaha dan cara untuk mengatasi persoalan ini adalah kami membuka internet setelah sampai penginapan atau dormitory, dan akhirnya kami tahu sedikit informasinya dari Wikipedia dan kami tuliskan kembali di blog wijayalabs.com.
https://wijayalabs.com/2019/03/14/hari-keduabelas-belajar-di-negara-china/
Upaya pengayaan
Upaya pengayaan yang kami lakukan dengan mencari informasinya di internet dan membuka berbagai website yang menambah wasan kami dalam belajar hari ini.
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5c8a6ec895760e78fc5b1a42/hari-keduabelas-belajar-di-negara-china?page=all
JURNAL HARIAN (HARI 13)
Hari/Tanggal : Jumat / 15 Maret 2019
Kegiatan/Materi : Kunjungan ke Perusahaan Robot dan Kota Tua di China Narasumber : Program Fasilitator
JURNAL BELAJAR
Pengalaman Belajar Di dalam ruangan, nara sumber memberikan penjelasan tentang cara kerja robot dan bagaimana proses pembuatannya. Di meja pameran saya melihat ada beberapa robot, buku programmer dan engineer.
Lalu ada robot yang menyambut kedatangan kami.
Lucu banget bentuk robotnya. Banyak kawan-kawan guru yang selfi dengan robot tersebut. Inilah aplikasi dari penerapan Pendidikan STEM (Science,
Teachnology, Engineering and Math). Di negara china, murid-muridnya sudah diajarkan coding di semua jenjang.
Materi yang telah dipahami Kunjungan kami ke tempat pembuatan robot ini tidak sia-sia. Kami mendapatkan ilmu baru tentang
bagaimana sebuah robot bekerja. Lalu setelah itu kami diajak berkeliling ruangan dan mendapatkan materi presentasi dari direktur program perusahaan robot tersebut. Saya sempat memotret bentuk robotnya, dan dipamerkan oleh mereka dua robot yang sedang bertarung tinju. Wow keren banget!
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Sebenarnya ingin sekali mencoba robot buatan china.
Kepengen belajar progamernya sekalian sehingga implementasi STEM dapat dipraktikkan secara langsung. Terutama saat praktik menggunakan program coding di internet. Sayangnya, waktunya terbatas.
Usaha dan cara untuk mengatasi Setelah kami puas berkeliling dan tanya jawab, panitia meminta saya memberikan cinderamata kepada pembicara. Robot mainan tradisional buatan Indonesia yang berbentuk ondel-ondel saya berikan. Saya katakana kepada pak direkturnya. This is my robot from Betawi. hehehe. Info tentang robot buatan china, dapat anda temukan di.sini.
Upaya pengayaan Waktu makan siang telah tiba. Kami kembali ke penginapan untuk makan siang. Setelah makan, sholat dan istirahat, pukul 14.00 kami diminta untuk siap melestarikan budaya mereka meskipun bangunan modern dibangun, mereka tetap menjaga arsitektur
bangunan lama. Beberapa teman membeli aroma therapy di tempat ini.
Kegiatan hari ketiga belas kami tuliskan di blog
wijayalabs.com dengan url
https://wijayalabs.com/2019/03/15/hari-ketigabelas-belajar-di-negara-china/
JURNAL HARIAN (HARI 14)
Hari/Tanggal : Sabtu / 16 Maret 2019
Kegiatan/Materi : FGD and Independent Learning Narasumber : Program Fasilitator
JURNAL BELAJAR
Pengalaman Belajar Pengalaman Belajar hari ini yang kami dapatkan adalah betapa pentingnya penguasaan Bahasa china sebagai alat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Terutama saat berbelanja dan tawar menawar harga. Kalau bisa Bahasa mandarin, barangkali harga yang kami beli bisa lebih murah lagi dan bisa berkomunikasi lancar dengan mereka. Masyarakat di china sudah terbiasa
menggunakan e-money atau uang elektronik utuk membayar bus, makanan, dan belanja lewat ponselnya masing-masing. Mereka tidak lagi menggunakan uang cash seperti kami yang harus bayar bus 2 yuan dan beli makanan dengan menggunakan hpnya masing-masing.
Materi yang telah dipahami Materi yang telah dipahami adalah kita bisa langsung mempraktikkan apa-apa yang sudah diajarkan selama 2 hari kami belajar Bahasa mandarin di kampus CUMT.
Implementasi STEM di negara china sudah masuk dalam kegiatan sehari-hari.
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya adalah kami belum banyak memahami tulisan china dan bahasanya. kendala yang kami hadapi adalah pemandu tidak setiap hari
mendampingi kami. Kalau hari Sabtu dan minggu mereka libur dan tidak ke kampus CUMT. Jadi kami harus belajar secara mandiri melalui praktik langsung ke pasar tradisional, dan ke mall lotus.
Usaha dan cara untuk mengatasi Usaha dan cara untuk mengatasi adalah membawa ponsel pintar sehingga bisa membantu kami kalaa ada kesulitan bertanya. Juga bertanya kepada mereka yang paham dengan Bahasa Inggris.
Upaya pengayaan Upaya pengayaan yang kami lakukan adalah membuka internet dan mencari pengetahuan baru yang kami dapatkan hari ini, lalu mempostingnya di blog http://wijayalabs.com, tepatnya di url https://wijayalabs.com/2019/03/16/hari-keempatbelas-belajar-di-negara-di-china/
.
JURNAL HARIAN (HARI 15) Hari/Tanggal : Minggu / 17 Maret 2019
Kegiatan/Materi : FGD and Independent Learning Narasumber : Program Fasilitator
JURNAL BELAJAR
Pengalaman Belajar Pengalaman Belajar hari ini yang kami dapatkan adalah betapa pentingnya dialog dan penguasaan Bahasa china sebagai alat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Terutama saat berbelanja dan tawar menawar harga. Kalau terbiasa menggunakan Bahasa mandarin, harga yang kami beli bisa lebih murah lagi dan bisa berkomunikasi lancar dengan mereka. Seperti tadi pagi saat membeli tas dan souvenir di shoumarket.
Materi yang telah dipahami Materi yang telah dipahami adalah kita bisa langsung mempraktikkan apa-apa yang sudah diajarkan selama 2 hari kami belajar Bahasa mandarin di kampus CUMT.
Lalu mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari.
Implementasi STEM di negara China memang unik dan agak sedikit berbeda dengan negara lainnya. STEM masuk ke semua mata pelajaran berbasis tematik.
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya adalah kami belum banyak memahami tulisan china dan bahasanya. Adapun kendala yang kami hadapi adalah pemandu tidak setiap hari mendampingi kami. Jadi kami harus mandiri. Kalau hari Sabtu dan minggu mereka libur dan tidak ke
kampus CUMT. Jadi kami harus belajar secara mandiri melalui praktik langsung ke pasar tradisional, dan ke mall lotus serta mall lainnya untuk belanja.
Usaha dan cara untuk mengatasi
Usaha dan cara untuk mengatasi adalah membawa ponsel pintar sehingga bisa membantu kami kalau ada kesulitan bertanya. Juga bertanya kepada mereka yang paham dengan Bahasa Inggris. Kami pergi secara berkelompok untuk saling bantu berkomunikasi dan menawar harga barang menjadi lebih murah.
Upaya pengayaan Upaya pengayaan yang kami lakukan adalah membuka internet dan mencari pengetahuan baru yang kami dapatkan hari ini, lalu mempostingnya di blog http://wijayalabs.com, tepatnya di url https://wijayalabs.com/2019/03/17/hari-kelimabelas-belajar-di-negara-china/
JURNAL HARIAN (HARI 16) Hari/Tanggal : Senin / 18 Maret 2019
Kegiatan/Materi : Kunjungan ke Museum dan Danau Narasumber : Tim Fasilitator
JURNAL BELAJAR
Pengalaman Belajar Pembelajaran yang kami dapat hari ini adalah china memiliki budaya masa lalu yang luar biasa.
Arsitekturnya tertata dengan baik dengan bahan yang kuat sampai ratusan tahun, bahkan ada yang sampai ribuan tahun. Mereka tak melupakan masa lalu dan belajar banyak dari sejarah masa lalu mereka untuk menatap masa depan yang lebih baik melalui teknologi modern.
Materi yang telah dipahami China memiliki kebudayaan kuno yang tinggi dan menjaga kelestrian budayanya dengan baik. Namun demikian, teknologi bar uterus dikembangkan oleh negera ini tanpa meninggalkan masa lalu.
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Cara membuatnya dengan peralatan yang seperti apa belum dipahami, alasannya pemandu acara belum menjelaskan secara detail proses pembuatannya.
Usaha dan cara untuk mengatasi
Bertanya kepada teman sejawat dan mencari informasi terkait untuk pembuatan laporan dengan mengamati kembali foto dan video yang ada.
Upaya pengayaan Mencari informasinya di internet dan mempublikasikannya di blog http://wijayalabs.com
JURNAL HARIAN (HARI 17) Hari/Tanggal : Selasa / 19 Maret 2019
Kegiatan/Materi : Perkembangan Pendidikan di TongCheng
dan Seni membuat teh china (Exploration and Practice of Basic Education in Tongcheng / Lecture on the art of tea
Narasumber : Xingsheng Zhang dan Shengbing Zhu JURNAL BELAJAR
Pengalaman Belajar Foto bersama dan foto diri untuk sertifikat
Mengetahui perkembangan pendidikan di Tongcheng
Mengenal seni membuat teh china
Mengunjungi Museum Terakota
Materi yang telah dipahami Kami Foto bersama dan foto diri untuk foto sertifikat dan album kenangan selama mengikuti kursus singkat di China University of Mining and Technology (CUMT)
Kami menjadi tahu perkembangan pendidikan di thongsheng untuk diimplementasikan dalam pendidikan di sekolah masing-masing.Tongcheng telah mencapai hasil luar biasa dalam
pembangunan ekonomi dan social serta kota maju di china dalam bidang pendidikan yang kuat dan berbagai gelar kehormatan lainnya.
Kami mengenal seni membuat teh China yang unik.
Ada beberapa macam the diperagakan dan diperlihatkan cara membuatnya.
Kami mengunjungi museum peninggalan dinasty han yang terawat dengan baik
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Kami belum melihat perkembangan pendidikan karakter di negara China. Alasannya, nara sumber belum
menyampaikannya secara detail dan belum sempat bertanya kepada nara sumber. Kemudian cara membuat the yang unik menjadi sesuatu yang belum kami pahami, kemungkinan ini dilakukan agar para penikmat the memiliki sensasi sendiri ketika minum the dengan berbagai jenis dan rasanya.
Usaha dan cara untuk mengatasi
Mencari informasi di internet dan bertanya kepada teman sejawat. Lalu menterjemahkan apa yang disampaikan narsum ke dalam Bahasa Indonesia. Dari sini kami berharap dapat mengembangkan materi yang diperoleh hari ini.
Materi Selasa, 19 Maret 2019
Eksplorasi dan Praktek Pendidikan Dasar di kota Tongcheng
By Xingsheng Zhang, Director of Education Bearau of Tongcheng
Kota Tongcheng berada di tengah antara daerah timur
dan barat di provinsi Anhui, sehingga sangat strategis secara jalur ekonomi.
Kota ini memiliki 700 ribuan penduduk, banyak di antaranya adalah orang berbakat. Tongcheng kini dikenal sebagai kota budaya, dan telah mendapat banyak penghargaan karenanya.
Hal ini diyakini bahwa pencapaian ini disebabkan oleh pendidikan. Perkembangan budaya yang pesat di tongcheng bergantung pada suksesnya pendidikan.
Sekolah menengah di Tongcheng sangat terkenal.
Hal ini karena hasil ujian masuk perguruan tinggi selelau peringkat 10 besar di propinsi, dan banyak dari kota ini yang menjadi pemenang lomba-lomba tingkat nasional. Tongcheng juga melahirkan banyak akademisi terkenal.
Pendidikan di tongcheng telah melalui tahap yang sangat panjang. Dari kota ini banyak lahir orang berbakat pada tiap generasinya. Kini pendidikan di kota ini telah mapan melalui reformasi dan inovasi, kode etik mengajar yang ketat, membangun manusia dengan integritas moral, dan secara perlahan memiliki 5 proyek (yaitu guru terkenal, kepsek terkenal, guru kelas terkenal, siswa terkenal, dan sekolah terkenal), membangun kota humanis yang kuat, membangun kota yang terkenal akan budaya dan pendidikan, dan membangun brand dalam dunia pendidikan.
Banyak upaya yang telah dilakukan dalam mereformasi pendidikan di Tongcheng. Pertama kali dengan mempelajari dan menerbitkan dokumen pemberdayaan kembali pendidikan, mereformasi sistem pendidikan, dan mekanisme manajemen pendidikan. Memperkuat sarana sekolah, berfokus pada penyediaan sumber belajar dan sumber mengajar, dan memperkuat guru.
Chinese Tea Art By Shengbing Zhu
Apa itu teh? Teh disebut jamu di bagian selatan, merupakan minuman terbaik sejak zaman dinasti Cung. Teh terbaik adalah yang tumbuh di antara pecahan atau kepingan batuan.
Upacara minum teh telah menjadi budaya bagi masyarakat China. Teh terbaik akan dihidangkan bagi tamu, sebagai tanda penghormatan bagi tamu tersebut.
Ada 4 tahapan dalam minum teh :
1. Teh diminum sebagai obat herbal. Hal ini karena teh memiliki kandungan yang baik bagi tubuh;
2. Teh dikonsumsi sebagai masakan;
3. Teh dimasak lalu diminum airnya (merebus teh);
4. Teh diseduh dan diminum.
Teh China dapat diklasifikasikan berdasarkan :
1. Musim : terdapat teh musim panas, teh musim gugur, teh musim dingin dan teh musim semi.
2. Daerah asalnya : disebut sesuai daerah asalnya, yaitu China bagian selatan. Teh tidak tumbuh di China bagian utara.
3. Lingkungan tumbuhnya : ada teh gunung, teh dataran rendah, dsb.
4. Derajat fermentasinya : berdasarkan urutan fermentasi paling lama adalah dark tea, lalu black tea, red tea, yellow tea, white tea dan green tea.
Untuk menghasilkan minuman teh yang baik, memerlukan kualitas air yang baik pula. Teh yang bagus adalah yang menggunakan air yang berasal dari sumber air yang baik.
Langkah-langkah membuat teh :
1. Siapkan peralatan, dengan cara membersihkannya dengan air panas (cangkir dan teko). Air bekas membersihkan dibuang, peralatan dibiarkan dalam keadaan basah.
2. Didihkan air, lalu simpan dalam wadah agar mudah dituang.
3. Tuangkan air sedikit demi sedikit ke atas teh.
Saringan pertama dibuang. Hasil saringan kedua dan seterusnya yang digunakan.
Upaya pengayaan Upaya pengayaan yang kami lakukan adalah saling berbagi informasi tentang materi yang didapatkan hari ini dan membagikannya ke pada teman lainnya melalui blog http://wijayalabs.com
JURNAL HARIAN (HARI 18) Hari/Tanggal : Rabu / 20 Maret 2019
Kegiatan/Materi : Kunjungan ke Midlle School of CUMT Narasumber : Principal Wang
JURNAL BELAJAR Pengalaman
Belajar
Pengalaman belajar hari ini, kami mendapatkan ilmu tentang cara guru mengajar dari hasil kunjungan kami ke 2 sekolah dan implementasi STEM dalam pembelajaran yang berbasis ICT.
Materi yang telah
dipahami
Guru mengajar Bahasa Inggris dengan materi tentang Indonesia dan guru belajar reaksi kimia melalui live streaming dengan 2 sekolah lainnya.
Materi yang
Materi yang belum dipahami adalah menguasai kelas dalam waktu yang cukup lama. Alasannya saya mudah lelah dalam mengajar siswa.
Rabu, 20 Maret 2019
Kunjungan ke Affiliated Middle School of CUMT (pagi)
Affiliated Middle School of CUMT adalah sekolah menengah yang didirikan di bawah manajemen CUMT. Terdiri dari SMP dan SMA, kelas 7 hingga kelas 12. SMA nya memiliki asrama dan siswa wajib tinggal di dalam kampus. Sedangkan bagi siswa SMP pergi dan pulang seperti biasa.
Sekolah ini kini menjadi sekolah favorit yang menempati posisi 3 besar pilihan tempat belajar bagi banyak anak-anak di Xuzhou. Memiliki kerjasama dengan sekolah-sekolah lain di luar negeri.
Telah ada 1000 orang guru dan siswa yang diberangkatkan training di luar negeri, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan saling berbagi ide.
Misi sekolah adalah untuk merangsang minat belajar, menumbuhkan kebiasaan baik dan membentuk karakter.
Dengan merangsang minat belajar, maka sekolah membantu siswa menumbuhkan rasa percaya diri, keinginan untuk berprestasi dan memotivasi untuk selalu belajar. Kebiasaan baik di dalam belajar juga akan membawa kebiasaan baik dalam kehidupan.
Dukungan penuh terhadap pendidikan akan melejitkan potensi siswa seperti kerja keras, optimisme, percaya diri, integritas dan jiwa berani berusaha.
Misi sekolah tersebut sejalan dengan reformasi pendidikan yang
dicetuskan di China. Yakni siswa merupakan subjek utama pembelajaran, guru adalah organisator, pembimbing dan pendorong belajar kooperatif.
Mendorong otonomi siswa, kerjasama dan eksplorasi, meningkatkan partisipasi siswa di kelas, memfasilitasi interaksi siswa, memfasilitasi bimbingan guru, meningkatkan kepemimpinan guru di kelas,
mentransformasi gaya belajar siswa dan meningkatkan efisiensi belajar.
Kami berkesempatan melihat langsung proses pembelajaran bahasa
inggris di kelas 7. Ruangan yang dipakai kebetulan adalah ruang pertemuan kami, yang dilengkapi dengan soundsystem dan dua layar besar menggantung di sisi kiri dan kanan whiteboard.
Saat siswa memasuki kelas, guru memutar lagu “big big world” di speaker, dan mengajak siswa ikut bernyanyi bersama. Setelah itu guru bertanya jawab dengan siswa mengenai negara-negara yang mereka kenal. Satu siswa maju ke depan dan mempresentasikan negara Indonesia, meliputi keindahan alam, budaya, juga resiko geografisnya yang sering terkena bencana alam gempa.
Guru pun sempat bertanya apakah siswa merasa bangga dengan
negaranya. Lalu guru mulai mengaitkan letak negara-negara yang dibahas sebelumnya, diungkapkan dengan arah mata angin.
Dengan presentasi pada layar, guru tanya jawab sambil menunjukkan 4 arah mata angin utama dan 4 arah mata angin tambahan.
Siswa-siswa berlatih secara lisan menyebutkan nama mata angin. Lalu guru memberi tugas melengkapi nama-nama arah pada lembar kerja.
Siswa bekerja sendiri. Tak lama kemudian siswa dan guru membahas bersama-sama dan membacanya bersama-sama.
Tugas berikutnya, guru memperdengarkan suara percakapan tentang pergi ke suatu tempat melalui speaker. Siswa diminta menjawab
pertanyaan berdasarkan hasil listening. Setelah dibahas, siswa membaca keras pertanyaan dan jawaban bersama-sama. Lalu guru menampilkan dialog pendek antar 2 tokoh tentang mau kemana. Siswa membaca keras bersama-sama. Lalu guru meminta siswa berlatih membawakan dialog secara berpasangan.
Beberapa siswa maju ke depan dan memperagakan dialog dengan gaya mereka masing-masing. Ada yang hanya membaca, ada yang sambil bergerak, serta ada pula yang benar-benar berakting dengan penuh penghayatan.
Setelah itu guru mengajak siswa berbagi mengenai apa yang harus dilakukan jika tersesat, apa yang perlu kita miliki untuk dapat bepergian dengan aman, dan sebagainya.
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan kembali memperdengarkan lagu big big world.
Kami sempat berbincang dengan guru bahasa inggris selepas kegiatan.
Dijelaskan bahwa materi pembelajaran telah termuat dalam buku yang diterbitkan khusus untuk provinsi Jiangsu. Materi telah terstandarisasi Harvard dan tahap-tahap tugas siswa telah termaktub di dalamnya.
Guru pun menyatakan bahwa ada ujian nasional sebagai standar kemampuan siswa. Namun, bukan kemajuan akademik yang menjadi fokus utama, melainkan pada menumbuhkan moral dan kebiasaan baik pada diri siswa. Tidak ada punishment untuk siswa yang tertinggal secara akademik, tetapi siswa tetap didorong perkembangan sosial dirinya secara
menyeluruh. Cinta dan kasih sayang guru menjadi kunci utama menghadapi segala tipe siswa di kelas.
Kunjungan ke Xuzhou Xinyuan Middle School (Rabu, 20 Maret 2019 – siang)
Xuzhou Xinyuan Middle School merupakan sekolah negeri (dikelola pemerintah) di kota Xuzhou, yang memiliki siswa sekitar 350 orang yang berasal dari daerah di sekitarnya. Sekolah ini memiliki sisterschool dengan dua sekolah menengah lain di China. Ketiga sekolah ini saling terhubung melalui jaringan internet dan dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara bersamaan melalui semacam teleconference. Sehingga seorang guru dapat mengajar untuk 3 ruang kelas sekaligus dari 3 sekolah yang berbeda, seperti yang kami amati pada kunjungan kali ini.
Ruang kelas yang kami singgahi berukuran kurang lebih sama dengan ruang kelas di Indonesia. Meja siswa berbentuk trapesium, sehingga jika disusun 6 meja sekaligus membentuk seperti lingkaran yang berlubang di tengahnya. Pada bagian bawah meja terdapat laci. Di sisi luar masing-masing meja terdapat kursi kecil kotak tanpa sandaran. Kursi dan meja siswa ini terbuat dari paduan kayu dan logam yang ringan, mudah untuk digeser dan dipindahkan. Meja berwarna-warni, ada biru, hijau dan oranye.
Di depan ruang kelas terdapat dua buah layar monitor sekaligus komputer yang besar. Di depannya ada semacam mimbar atau meja tinggi untuk guru berbicara. Di sebelah monitor tadi terdapat papan tulis (whiteboard).
Ruang kelas juga dilengkapi kamera pada sudut dan belakang ruangan, juga di tengah ruangan, untuk teleconference. Ada tenaga operator khusus yang mengurus kelengkapan ICT di ruang kelas. Ada pula ruang kelas biasa tanpa monitor, meja dan kursi siswa menghadap ke depan, dan tetap ada mimbar guru di bagian depan kelas.
Pembelajaran kali ini adalah tentang reaksi kimia oleh seorang guru ....
bernama Mrs. Yi Qun Ma. Siswa masuk ruangan, berjumlah 48 orang, memberi salam kepada kami. Komunikasi lisan di kelas dalam bahasa mandarin, sedangkan pada layar ditampilkan juga versi bahasa Inggrisnya.
Berikut tahap-tahap pembelajaran tersebut .
1. Guru meminta beberapa siswa ke depan, bertanya jawab sebentar, kemudian mereka kembali duduk.
2. Guru mendemonstrasikan sebuah reaksi kimia dengan alat burrete, dan bertanya “mengapa cairan menjadi berubah warnanya?” Lalu guru
2. Guru mendemonstrasikan sebuah reaksi kimia dengan alat burrete, dan bertanya “mengapa cairan menjadi berubah warnanya?” Lalu guru