• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : FRAMING PEMBERITAAN AGAMA DI MEDIA

B. Jurnalistik Online

Istilah jurnalistik secara etimologi berasal dari bahasa Perancis journ atau journal yang berarti catatan atau laporan harian.56 Catatan harian pada dasarnya dilakukan melalui berbagai tahapan, seperti proses mengumpulkan, mengolah, dan menyiarkannya. Jurnalistik dapat dimaknai sebagai perihal tentang pemberitaan dan kewartawanan, karena itu orang yang bekerja untuk jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.57Sementara itu, definisi jurnalistik terminologi menurut Dja’far H. Assegaff dalam buku Sutirman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, menerangkan jurnalistik merupakan kegiatan untuk menyampaikan pesan atau berita kepada khalayak (massa) melalui saluran media, baik media

55

Ibrahim, Media dan Citra Muslim: dari Spiritualitas untuk

Berperang menuju Spiritualitas untuk Berdialog, 477.

56Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, Jurnalistik

Teori & Praktik, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 15. 57

Syarifudin Yunus, Jurnalistik Terapan, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2012), 17.

42 cetak maupun elektronik.58 Tokoh lain yaitu Haris Sumadiria menyimpulkan jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.59

Ada term lain yang sering disamakan dengan jurnalistik yaitu pers. Pers berasal dari bahasa Belanda pers yang artinya menekan atau mengepres. Pers dalam bahasa Inggris disebut press yang berarti mencetak. Pers berarti publikasi atau pemberitahuan secara tercetak. Akan tetapi, pada perkembangannya pengertian itu meluas meliputi segala bentuk media, baik cetak maupun elektronik, hal ini dipengaruhi karena akibat kemajuan teknologi komunikasi.60Unsur perantara ini kemudian menjadi poin pembeda dari jurnalistik, pers identik dengan hal-hal yang berhubungan dengan media (perantara) sedang jurnalistik lebih kepada sebuah proses kegiatan yaitu kegiatan mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah, memuat dan menyebarkan berita melalui media berkala.61Meskipun demikian, jurnalistik dan pers memiliki pengertian yang sangat terkait.

58Sutirman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995), 1.

59AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan

Feature, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2008), 3.

60Asep Saeful Muhatdi, Jurnalistik Pendekatan Teori dan Praktik, (Jakarta: Logos, 1999), 25-26.

61AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan

43

Jurnalistik merupakan aktivitas yang dijalankan wartawan atau jurnalis untuk mengumpulkan fakta dan menyajikannya sebagai berita yang dihadirkan pada hadapan khalayak. Pengertian ini juga berlaku pada jurnalistik online, karena perbedaan antara jurnalistik online dengan jurnalistik lainnya yaitu media cetak dan penyiaran terletak pada pemanfaatan medianya. Jurnalistik online adalah segala aktivitas jurnalistik yang menggunakan media online. Online atau internet menghubungkan antara jurnalis yang berkedudukan sebagai pengirim berbagai pesan dengan khalayak yang berposisi sebagai penerima pesan. Jurnalistik tidak berubah maknanya hanya karena berganti atau mengalami perpindahan media dari cetak ke online.62

Jurnalistik online (online Journalism), disebut juga cyber journalism, jurnalistik internet, dan jurnalistik web (web journalism) merupakan generasi baru setelah jurnalistik konvensional (jurnalistik media cetak) dan jurnalistik penyiaran. Jurnalistik dipahami sebagai proses peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi atau berita melalui media massa. Jurnalistik dapat diartikan sebagai memberitakan sebuah peristiwa.63Berita yang muncul tidak dipublikasikan beberapa menit, jam, hari, atau minggu, tetapi begitu peristiwa terjadi dan diproses langsung diunggah ke dalam situs web media online. Inilah yang menyebabkan jurnalistik online menjadi

62Lukmantoro, dkk, Jurnalistik Online: Teori dan Praktik di Era

Multimedia, 1. 63

44 berbeda dengan jurnalistik di media lain.64Jurnalistik ini dilangsungkan dengan perantara media online, yang memiliki keunggulan kecepatan dalam pemberitaan.

Fungsi Jurnalistik menurut F. Fraser Bond antara lain: Pertama,to inform (untuk menginformasikan), jurnalistik merupakan sarana untuk penyampaian informasi berupa fakta dan peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan manusia dan patut diketahui publik. Kedua, to interpret (untuk menginterpretasikan) jurnalistik merupakan sarana untuk memberikan tafsiran atau interpretasi terhadap fakta dan peristiwa yang terjadi sehingga publik dapat memahami dampak dan konsekuensi dari berita yang disajikan. Ketiga, to guide (untuk mengarahkan) jurnalistik merupakan acuan untuk mengarahkan atau memberi petunjuk dalam menyikapi suatu fakta dan peristiwa yang disajikan dalam berita sehingga dapat menjadi pedoman bagi publik dalam memberi pendapat atau dalam mengambil keputusan. Keempat, to entertain (untuk menghibur) jurnalistik merupakan sarana yang bersifat menghibur, yang menyegarkan dan menyenangkan pembacanya dengan menyajikan berita atau informasi yang ringan dan rileks sesuai dengan kebutuhan gaya hidup manusia.65

Perbedaan antara jurnalistik online dan konvensional memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan yang menonjol antara lain sebagai berikut:

64Suryawati, Jurnalistik Suatu Pengantar Teori dan Praktik, 115.

65

45

a. Model komunikasi yang berlangsung

Tata tutur informasi dalam jurnalistik online disajikan secara non linier untuk mengakomodasi kebebasan penggunanya dalam mengakses informasi. Pengguna dapat menikmati publikasi online mulai dari kisah terakhir lalu melompat ke kisah sebelumnya, bahkan bisa dimulai dari kisah yang pernah dipublikasikan sekian tahun sebelumnya. Jurnalistik online memungkinkan feedback dari khalayak bisa diperoleh secara langsung. Sedangkan jurnalistik konvensional, tata tutur informasi disajikan secara linier kepada para penggunanya. Pengguna media konvensional tidak bisa melakukan lompatan dalam mengakses informasi. Pengguna media konvensional harus mengikuti urutan informasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit/ redaktur tersebut. Sifatnya yang linier, penyelenggara jurnalistik konvensional tidak dapat memperoleh feedback secara langsung.

b. Tampilan akhir produk

Perlengkapan (device) dan preferensi dalam jurnalistik online yang diatur dan dimiliki oleh penggunanya banyak menentukan tampilan akhir produk. Hal ini menyebabkan tampilan produk akhir jurnalistik online berbeda-beda menurut masing-masing penggunanya. Sedangkan jurnalistik konvensional, device lebih banyak

46 ditentukan oleh rancangan dan bahan yang disediakan oleh penyelenggara jurnalistik. Khalayak menerima segala tampilan yang disajikan oleh penyelenggara jurnalistik.

c. Kepraktisan dan Kenyaman bagi Pengguna

Pembaca atau khalayak dalam mengakses produk/ berita jurnalistik online membutuhkan perangkat komputer atau pesawat seluler yang harus terkoneksi dengan internet. Berita tidak dapat diakses tanpa perangkat media dan tidak tersambung internet. Berbeda dengan media konvensional, khalayak dapat membaca produk jurnalistik cetak seperti koran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.66

C. Framing dan Konstruksi dalam Pemberitaan

Dokumen terkait