• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKAN TETAPI

B. SUARA TIDAK SAH

11. Kabupaten Bekasi

a. Adanya pemilih yang bekerja dipabrik tidak bisa melakukan pencoblosan dikarenakan pecoblosan dilakukan pada hari yang tidak dliburkan, akibantya 32.000 pemilih Rieke-Teten tidak bisa memilih; (vide bukti “P-330”)

b. Surat Edaran KPU Nomor 181/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Edaran KPU Nomor 182/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 197/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 199/KPU-Prov-011/II/2013 dan Surat Edaran Nomor 202/KPU-Prov-11/II/2013 tidak efektif di daerah-daerah pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 5 (Paten), (vide bukti “P-331”)

c. Bahwa Surat Edaran terkait Pilgub Jabar dari KPU Provinsi Jawa Barat dikeluarkan pada waktu mendekati proses pemilihan berlangsung, hal ini mengakibatkan kurangnya waktu untuk KPUD Kota/Kabupaten dalam, mensosialisasikan edaran kebijakan terkait Pilgub Jabar. (vide bukti “P-332”)

d. Bahwa pengadaan surat suara Pilgub Jabar faktanya gagal lelang, akhirnya dibuat konsersium atau penunjukkan langsung, yanga mana bertentangan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Yang mengakibatkan disribusi losgistik caruk marut. (vide bukti “P-333”) e. Bahwa C6 pada H-3 seharusnya sudah dibagikan kepada Pemilih,

faktanya pada H-2 masih ada di KPU Jawa Barat. KPU Kota Bekasi sampai mengambil C6 langsung ke pecetakan bukan ke KPU Provinsi Jawa Barat; (vide bukti “P-334”)

f. Bahwa berdasarkan pernyataan Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi tertanggal 1 Maret 2013, disampaikan pada saat rekapitulasi penghitungan di Bekasi, bahwa ada pembengkakan atau kenaikan daftar pemilih di beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi, jumlah pemilih naik dibandingkan dengan DPT, hal ini dikarenakan C6 yang didiperbolehkan untuk difotokopi. (vide bukti “P-335”)

g. Bahwa adanya pengaduan dari Pekerja Gunung Steel Group Garuda di Kabupaten Bekasi yang pada pencoblosan yakni tanggal 24 Februari 2013 masih bekerja sehingga lebih dari 1.500 pekerja tidak dapat memilih; (vide bukti “P-336”)

h. Bahwa adanya pengaduan dari serikat pekerja Gunung Steel Group Garuda di Kabupaten Bekasi tidak adanya TPS khusus di PT tersebut, padahal pada Pemilihan Legislatif Tahun 2009 selalu ada TPS khusus di PT tersebut. (vide bukti “P-337”)

i. Bahwa adanya pengaduan dari masyarakat di Kabupaten Bekasi yang terdiri 3 RT yang tidak dapat undangan untuk memilih di perumahan Grama Puri Persada Kecamatan Cikarang Barat. (vide bukti “P-338”)

j. Bahwa adanya pengaduan dari masyarakat di Kabupaten Bekasi yang bertempat Kampong Leuwi Malang, Kampung Serang Kongsi, Graha Cikarang Selatan terkait dengan tidak mendapatkan undangan (C6-KWK.) untuk mencoblos pada Pemilukada Jabar Tahun 2013. (vide bukti “P-339”)

k. Bahwa adanya pengaduan dari masyarakat di Kabupaten Bekasi yang bertempat di Kampung Nyimplung dan Sampora yang ber-KTP Jawa Barat, namun tidak mendapatkan pengadilan untuk memilih dalam Pilgub, padahal pada saat pemilihan Gubernur terdaftar dan memilih. (vide bukti “P-340”)

l. Bahwa RSUD Kabupaten Bekasi tidak ada TPS khusus pada saat pencoblosan Pemilukada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. (vide bukti “P-341”)

m. Berdasarkan keterangan saksi Sarinah diketahui bahwa saksi yang merupakan bagian infokom bagian posko Pilgub jabar bersih menemukan dugaan website KPU Jabar tidak independen, ada indikasi website KPU Jabar dibawah naungan Pemprov Jabar yang merupakan salah satu calon incumbent. (vide bukti “P-342”)

n. Adanya pemberian bansos yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 4. (vide bukti “P-343”)

o. Diketemukan banyak pemilih dari calon tertentu bisa memilih walaupun hanya membawa surat undangan fotokopi dan tidak

terdaftar di DPT, sedangkan ada juga pemilih yang surat undangan memilihnya sah dan terdaftar tidak diizinkan untuk memilih. (vide bukti “P-344”)

p. Adanya bagi-bagi uang yang dilakukan oleh Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 4 disertai arahan mencoblos Pasangan Calon Nomo Urut 4 pada Pemilukada Provinsi Jabar. (vide bukti “P-345”) q. Adanya penyebaran selebaran gelap yang isinya menjelek-jelekkan

Pasangan Calon Nomor Urut 5; (vide bukti “P-346”)

r. Diketemukan adanya inkonsistensi dalam penentuan surat suara sah dengan tidak sah, yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 5 (Paten); (vide bukti “P-347”) s. Diketemukan adanya jumlah pemilih yang meningkat dimana tidak

sama dengan jumlah pemilih di DPT (daftar pemilih tetap); (vide bukti “P-348”)

t. Diketemukan adanya keberpihakan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) kepada pemilih dari calon pasangan tertentu, maupun di dalam menentukan surat suara sah dan tidak sah; (vide bukti “P-349”)

u. Diketemukan adanya adanya manipulasi hasil penghitungan perolehan suara, baik dalam bentuk penggelembungan maupun pengurangan perolehan suara salah satu pasangan calon; (vide bukti “P-350”)

v. Diketemukan adanya eksodus pemilih yang tidak berhak memilih, memasuki wilayah Jawa Barat untuk memilih pasangan calon tertentu; (vide bukti “P-351”)

w. Diketemukan banyak sekali C-6 Fotokopi, tanpa tanda tangan KPPS, beredar bebas dan dipergunakan untuk memilih; (vide bukti “P-352”) x. Adanya upaya terstruktur, sistematis dan masif yang berupaya untuk

menjadikan pemilih yang tidak berhak dapat memilih melalui Surat Edaran KPU Nomor 181/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Edaran KPU Nomor 182/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 197/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 199/KPU-Prov-011/II/2013 dan Surat Edaran Nomor 202/KPU-Prov-11/II/2013, dan diijinkannya C-6 Foto

kopi, tanpa tanda tangan KPPS, beredar bebas dan dipergunakan untuk memilih; (vide bukti “P-353”)

y. Adanya upaya terstruktur, sistematis dan masif yang berupaya untuk menjadikan pemilih yang berhak tidak dapat memilih, perbuatan mana dilakukan dengan cara membuat Surat Edaran KPU Nomor 181/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Edaran KPU Nomor 182/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 197/KPU-Prov-182/KPU-Prov-011/II/2013, Surat Nomor 199/KPU-Prov-011/II/2013 dan Surat Edaran Nomor 202/KPU-Prov-11/II/2013, tidak efektif di daerah-daerah pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 5 (Paten); (vide bukti “P-354”)

z. tidak adanya TPS-TPS khusus maupun TPS mobile di Rumah Sakit; (vide bukti “P-355”)

aa. Adanya penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang dalam bentuk program dan fasilitas daerah yang dengan kedok pemberian Bansos, Bantuan Desa, Pembagian Raskin, Bantuan Guru Honorer, Bantuan Gapoktan, Bantuan Pondok Pesantren, Bantuan Masjid, Bantuan Ke MUI, Bantuan Ustad, bantuan Posyandu dan lain-lain, yang dipergunakan untuk pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 4; (vide bukti “P-356”)

bb. Adanya perilaku money politics yang bersifat masif, terstruktur dan sistematis yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 4 secara langsung, Tim Kampanye dan Kepala-kepala Dinas, SKPD, PNS, Camat, Lurah/Kepala Desa dan perangkat desa lainnya serta Babinsa dan bahkan pihak Bank Jawa Barat (BJB) untuk pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 4; (vide bukti “P-357”) cc. Adanya pengkondisian pemilih sehingga pemilih menjadi tidak

bebas mengeluarkan hak pilihnya atau sebaliknya pemilih dari sejak semula tidak pernah memilih, akan tetapi diperbolehkan memilih; (vide bukti “P-358”)

dd. Diketemukan banyak perilaku intimidatif yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 4, sehingga sehingga pemilih menjadi tidak bebas menggunakan hak pilihnya atau sebaliknya pemilih dari sejak semula tidak pernah memilih, akan tetapi diperbolehkan memilih; (vide bukti “P-359”)

ee. Adanya perilaku kampanye hitam (black campaign) yang bersifat masif, terstruktur dan sistematis yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 4 secara langsung, Tim Kampanye untuk pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 4 yang dilakukan pada Masa Tenang hingga hari H Pemungutan Suara; (vide bukti “P-400”)

ff. Banyak diketemukan kesepakatan antara pasangan calon dengan tokoh masyarakat/agama dan atau warga masyarakat/pemilih dalam suatu TPS, untuk mengondisikan pemilih; (vide bukti “P-401”)

gg. Adanya Pemilih yang Berhak bahkan warga setempat yang ber KTP Provinsi Jawa Barat yang tidak terdaftar di dalam DPT; (vide bukti “P-402”)

hh. Ditemukan banyak kecurangan-kecurangan yang amat fatal dalam bentuk tidak dibagikannya kartu pemilih kepada para pemilih yang beragama non muslim sehingga banyak pemilih menjadi kehilangan hak suaranya dan kesempatannya untuk memilih. (vide bukti “P-403”)

ii. Adanya pemilih yang sudah nyata-nyata meninggal/pindah yang masih tercatat dalam DPT dan kartu pemilihnya beredar dan dipergunakan di TPS-TPS; (vide bukti “P-404”)

jj. Mengenai fakta diketemukannya DPT ganda, dimana banyak diketemukan DPT ganda yang tercantum dalam DPT yang digunakan dalam Pemilukada Provinsi Jawa Barat , dimana nama-nama sebagaimana tersebut di bawah ini adalah warga setempat yang ber-DPT ganda, halmana telah pula disampaikan kepada Termohon namun demikian tidak mendapatkan tindaklanjut dari Termohon yang merupakan bukti adanya pembiaran atas setiap dan segala penyimpangan dan pelanggaran selama Pemilukada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. (vide bukti “P-405”)

kk. Diketemukan fakta adanya kartu pemilih dan undangan (C-6) yang tidak sampai ke warga/pemilih Pemohon, halmana telah pula disampaikan kepada Termohon namun demikian tidak mendapatkan tindak lanjut dari Termohon yang merupakan bukti

adanya pembiaran atas setiap dan segala penyimpangan dan pelanggaran selama Pemilukada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. (vide bukti “P-406”)

ll. Adanya warga yang tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga di desa/kelurahan dalam lingkup Provinsi Jawa Barat, akan tetapi di Pemilukada Provinsi Jawa Barat akan tetapi dapat memilih pada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. (vide bukti “P-407”)