AKAN TETAPI
B. SUARA TIDAK SAH
1. Kota Bandung
a. Berdasarkan formulir pelaporan pelanggaran Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah pelaporan Kota Bandung, Jawa Barat, atas nama pelapor yaitu Yakub Prawigara, menyatakan bahwa kedua anaknya yang bernama Yanti M. dan Wandi Januar tidak
mendapatkan kartu suara. Padahal, mereka telah memiliki hak pilih (vide bukti “P-34”).
b. Berdasarkan bukti rekaman video diketahui bahwa Gubernur Provinsi Jawa Barat pada akhir November mengundang seluruh rektor Perguruan Tinggi Swasta se- Jawa Barat melalui Ketua Aptisi Jawa Barat dalam acara bertajuk “Sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012” yang dihadiri oleh 400 perwakilan PTS se Jawa Barat. Dalam sambutannya, salah satu Pasangan Calon Nomor Urut 4 yaitu Aher hadir, dan menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan berupa dana sampai dengan Rp. 300.000.000,- sambil kemudian berkata,
“DANA TERSEBUT AKAN CAIR JIKA SAYA TERPILIH KEMBALI”; (vide bukti “P-35”)
c. Adanya Pemilih yang Berhak bahkan warga setempat yang ber KTP Provinsi Jawa Barat yang tidak terdaftar di dalam DPT (vide bukti “P-36”);
d. Ditemukan banyak kecurangan-kecurangan yang amat fatal dalam bentuk tidak dibagikannya kartu pemilih kepada para pemilih yang beragama non muslim sehingga banyak Pemilih menjadi kehilangan hak suaranya dan kesempatannya untuk memilih (vide bukti “P-37”). e. Adanya pemilih yang sudah nyata-nyata meninggal/pindah yang
masih tercatat dalam DPT dan kartu pemilihnya beredar dan dipergunakan di TPS-TPS(Vide Bukti “P-38”);
f. Mengenai fakta diketemukannya DPT ganda, dimana banyak diketemukan DPT ganda yang tercantum dalam DPT yang digunakan dalam Pemilukada Provinsi Jawa Barat, dimana nama-nama sebagaimana tersebut di bawah ini adalah warga setempat yang ber-DPT ganda, halmana telah pula disampaikan kepada Termohon namun demikian tidak mendapatkan tindak lanjut dari Termohon yang merupakan bukti adanya pembiaran atas setiap dan segala penyimpangan dan pelanggaran selama Pemilukada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 (vide bukti “P-39”).
g. Diketemukan fakta adanya kartu pemilih dan undangan (C-6) yang tidak sampai ke warga/pemilih Pemohon, halmana telah pula
disampaikan kepada Termohon namun demikian tidak mendapatkan tindaklanjut dari Termohon yang merupakan bukti adanya pembiaran atas setiap dan segala penyimpangan dan pelanggaran selama Pemilukada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 (vide bukti “P-40”). h. Adanya warga yang tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga di
desa/kelurahan dalam lingkup Provinsi Jawa Barat, akan tetapi di Pemilukada Provinsi Jawa Barat akan tetapi dapat memilih pada Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 (vide bukti “P-41”).
i. Adanya Surat Edaran KPU Nomor 194/KPU.Prov-011/II/2013 tertanggal 21 Februari 2013 terkait memperbolehkan memfotokopi Model C-6 dan Model C.1 KWK untuk dipergunakan dalam pelaksanaan Pilgub Jabar 2013 yang mengakibatkan terjadinya manipulasi pemilih yang sejatinya berhak untuk memilih, sehingga banyak pemilih yang tidak berhak dapat memilih dan bahkan dimobilisasi oleh Tim Pasangan Calon Nomor Urut 4 untuk hadir ke TPS-TPS se Kota Bandung (vide bukti “P-42”);
j. Sebaliknya di basis-basis pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 5, banyak pemilih yang tidak dapat memilih dikarenakan keterlambatan pendistribusian pemilih oleh PPS dan KPPS, bahkan banyak masyaraat pemilih yang tercantum dalam DPT tidak mendapatkan undangan dan kartu pemilih dan sudah berusaha mendatangi RT dan KPPS akan tetapi masih tidak dapat memilih (vide bukti “P-43”);
k. Tidak adanya TPS Keliling seperti di Rumah Sakit maupun pabrik-pabrik sehingga para pemilih di tempat-tempat tersebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya padahal mereka tercantum dalam DPT (vide bukti “P-44”);
l. TPS di Lapas Wanita Arcamanik sudah melakukan penghitungan suara pada pukul 11.00 WIB (vide bukti “P-45”);
m.Adanya praktik money politics di Kelurahan Ciseureuh Kecamatan RegolKota Bandung yang dilakukan oleh Parpol pengusung Pasangan Calon Nomor Urut 4 (vide bukti “P-46”);
n. Di TPS 3 RW 3 (samping PUSDAI) Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, terdapat 15 suara untuk pasangan Rieke-Teten yang dianggap tidak sah karena berada diluar kotak
gambar, dimana kenyataannya masih terdapat dalam kotak gambar pasangan Rieke-Teten. Menurut keterangan pelapor, di TPS tersebut tidak terdapat saksi dari pasangan Rieke-Teten (vide bukti “P-47”). o. Ditemukan 5 suara untuk pasangan Rieke-Teten di TPS 17 Kelurahan
Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, yang dianggap tidak sah karena berada di luar kotak gambar, dimana kenyataannya masih terdapat di dalam kotak gambar pasangan Rieke-Teten. Menurut keterangan pelapor, di TPS tersebut terdapat saksi pasangan Rieke-Teten, dan telah melakukan protes dan tidak menandatangani Berita Acara (vide bukti “P-48”).
p. Ditemukan 4 suara untuk pasangan Rieke-Teten yang dianggap tidak sah karena berada di luar kotak gambar di TPS 19 RW 6 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, dimana kenyataannya masih di dalam kotak gambar pasangan Rieke-teten. Menurut keterangan Pelapor, di TPS ini terdapat saksi pasangan Rieke-Teten, dan telah melakukan protes dan tidak menandatangani Berita Acara (vide bukti “P-49”).
q. Ditemukan 13 suara untuk pasangan Rieke-Teten yang dianggap tidak sah karena berada di luar kotak gambar di TPS 20 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, dimana kenyataannya masih di dalam kotak gambar pasangan Rieke-Teten. Menurut keterangan Pelapor, di TPS ini terdapat Saksi pasangan Rieke-Teten, dan telah melakukan protes dan tidak menandatangani Berita Acara (vide bukti “P-50”).
r. Ditemukan adanya banyak Pemilih di TPS 03 RW 03 yang bukan merupakan penduduk asli wilayah setempat (vide bukti “P-51”);
s. Berdasarkan bukti laporan Panwaslukada, pada tanggal 24 Februari 2013 pukul 12.30, Kuspriyono tidak mendapatkan hak untuk mencoblos di TPS 34 Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Ketika di TPS, saksi Pasangan Calon Nomor Urut 4 berkeberatan karena Kuspriyono tidak terdaftar namanya di DPT (vide bukti “P-52”). t. Ditemukan adanya satu keluarga yang tidak mendapatkan surat
panggilan dari KPPS untuk mencoblos, sementara keluarga tersebut beranggotakan 3 orang yang memiliki hak suara (vide bukti “P-53”).
u. Ditemukan adanya pasien, penunggu pasien, serta petugas rumah sakit yang bertugas melayani pasien yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya/mencoblos pada saat pemilihan gubernur dan tidak bisa menggunakan KTP dan KK dikarenakan tidak adanya sosialisasi dari petugas pelaksana pemilihan. Adapun Rumah Sakit Baremeos terletak di sebelah TPS 12 di RW 9 Ketua PPS yang bernama Bapak Adi. Selain itu, di Rumah Sakit Baremeos tidak terdapat TPS berjalan, dan TPS 12 merupakan satu-satunya TPS yang terletak di sebelah Rumah Sakit (vide bukti “P-54”).
v. Ditemukan adanya pasien RSUD Ujung Berung yang tidak bisa memilih ketika ditanyakan dikarenakan pasien membawa kartu pemilih. Selain itu, di RSUD Ujung Berung tidak terdapat TPS berjalan. (vide bukti “P-55”).
w. Ditemukan adanya pembagian kupon seharga Rp 2000,- untuk subsidi beras yang dibagikan oleh DPC PKS Regol Kota Bandung seorang warga Cigelereng RW 10 yang mana dilakukan pada saat masa tenang Pilgub Jabar tanggal 21 sampai dengan tanggal 23 Februari 2013. (vide bukti “P-56”).
x. Berdasarkan data dari Panwascam Regol Kota Bandung, seorang warga Cigelereng RW 10 menemukan adanya pembagian kupon untuk subsidi beras seharga Rp 2000,- (oleh siapa) yang diberi logo oleh DPC PKS Regol Kota Bandung yang mana dilakukan pada saat masa tenang Pilgub Jabar (pada tanggal 21 sampai dengan tanggal 23 Februari 2013). (vide bukti “P-57”).
y. Adanya perbedaan yang sangat signifikan antara DPT Pemilihan Gubernur dengan DPT Pemilihan Kepala Daerah di Kota Bandung; (vide bukti “P-58”).
z. Banyak diketemukan adanya inkonsistensi dalam penentuan surat suara sah dengan tidak sah, yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 5 (Paten); (vide bukti “P-59”).
aa. Banyak diketemukan adanya inkonsistensi dalam penentuan surat suara sah dengan tidak sah, yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 5 (Paten) jumlah
pemilih yang meningkat dimana tidak sama dengan jumlah pemilih di DPT (daftar pemilih tetap). (vide bukti “P-60”).
bb. Banyak diketemukan adanya keberpihakan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) kepada pemilih dari calon pasangan tertentu, maupun di dalam menentukan surat suara sah dan tidak sah; (vide bukti “P-61”).
cc. Banyak diketemukan adanya manipulasi hasil penghitungan perolehan suara, baik dalam bentuk penggelembungan maupun pengurangan perolehan suara salah satu pasangan calon; (Vide Bukti “P-62”).
dd. Banyak sekali diketemukan C-6 Fotokopi, tanpa tanda tangan KPPS, beredar bebas dan dipergunakan untuk memilih; (vide bukti “P-63”).
ee. Berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Regol Kota Bandung Nomor 025/Panwas/Rgl/III/2013 tertanggal Sabtu, 2 Maret 2013. yang membahas pembagian Kupon Beras di Kelurahan Ciseureuh dan Kelurahan Cigelereng yang pada pokoknya memutuskan:
- Panwascam tidak menemukan siapa yang memberi dan menerima, serta kapan waktunya.
- Bukti Laporan Nomor 020/Panwas-Rgl/II/2013 dari PPL Kelurahan Ciseureuh dan Bukti Laporan Nomor 019/Panwaslu-Rgl/II/2013 dari PPL Kelurahan Cigelereng.
- Saksi yang hadir pada saat pencoblosan tidak menulis Berita Acara Keberatan (Model DA2-KWK.KPU).
- Untuk penghitungan suara di tingkat PPS Ciseureuh dan PPS Cigelerenga para saksi tidak menulis di Berita Acara Keberatan (Model D2-KWK.KPU).
- Dilaporkan ke Panwaslu Kota Bandung dan Pihak Terkait.
Menerangkan mengenai adanya tindak lanjut dari Panwascam Regol Kota Bandung terhadap Laporan Nomor 020/Panwas-Rgl/II/2013 dari PPL Kelurahan Ciseureuh dan Bukti Laporan Nomor 019/Panwaslu-Rgl/II/2013 dari PPL Kelurahan Cigelereng yang pada intinya menyatakan bahwa Panwascam tidak
menemukan bukti mengenai siapa yang memberi dan menerima kupon tersebut, serta kapan peristiwa itu terjadi. (vide bukti ”P-64”) ff. Adanya keterlibatan PNS dalam kampanye Pasangan Calon Nomor
Urut 4 (vide bukti ”P-65”)
gg. Berdasarkan keterangan saksi Andri Perkasa Kantaprawira diketahui bahwa adanya pemuatan foto Ketua Mahkamah Konstitusi sebagai alat kampanye pada hari Jumat, tanggal 15 Februari 2013 melalui media cetak ”Inilah Koran” dimana dalam tulisan di bawah foto tersebut menyatakan bahwa Deddy Mizwar mendapat dukungan dari Ketua Mahkamah Konstitusi. (vide bukti ”P-66”)
hh. Adanya selebaran black campaign yang menjelek-jelekkan reputasi dari Pemohon di daerah Kota Bandung Selebaran berjudul ”Rieke Dyah Pitaloka: Saya Bangga Jadi Anak PKI” berisikan tulisan yang menyebutkan bahwa Rieke Dyah Pitaloka memiliki cara untuk membangkitkan PKI (Partai Komunis Indonesia) melalui gerakan KGB (Komunis Gaya Baru). (vide bukti “P-65”, bukti “P-67”). ii. Adanya penyebaran atribut kampanye berupa kaos dan selebaran
bergambar Pasangan Calon Nomor Urut 4 pada masa tenang di jalan Nursaid, Kota Bandung pada hari Kamis, 21 Februari 2013 sekitar pukul 13.00 oleh Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 4 yang bernama Topik disertai arahan untuk mencoblos Pasangan Calon Nomor Urut 4. (vide bukti “P-68”).