[1] [2] [3] [4] [5] 25 Gresik 65.02 67.07 70.00 63.49 26 Bangkalan 68.11 67.51 67.23 70.25 27 Sampang 74.23 72.30 68.39 76.69 28 Pamekasan 76.68 74.72 69.94 77.48 29 Sumenep 73.36 73.90 70.91 76.84 Kota 71 Kediri 64.22 66.54 67.62 66.93 72 Blitar 66.15 66.16 67.27 64.56 73 Malang 62.51 63.81 66.03 64.26 74 Probolinggo 65.26 63.00 68.08 67.65 75 Pasuruan 66.78 63.29 68.72 67.97 76 Mojokerto 66.78 68.26 69.64 71.04 77 Madiun 59.36 66.63 68.42 62.53 78 Surabaya 62.92 63.02 68.52 66.12 79 Batu 68.49 68.24 69.33 70.09 Jawa Timur 1) 69.25 69.08 69.49 69.62
Sumber : BPS Propinsi Jawa Timur, Sakernas dan Susenas Tahun 2006-2012
15. Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah
Terkait perekonomian rakyat yang ditandai oleh indikasi pertumbuhan koperasi, Jawa Timur berhasil memberdayakan koperasi relatif optimal. Pada Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah ditunjukkan dengan jumlah koperasi yang berdaya (aktif) semakin banyak, yaitu sebesar 76,67% di tahun 2008 menjadi 87,27 di tahun 2012, dan 88,06% di tahun 2013 hal akan menjadi stimulus bagi peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Hal ini penting dipertahankan mengingat koperasi dan sektor ekonomi mikro lainnya terbukti menjadi “soko guru” perekonomian Jatim dan menjadi salah satu pilar krusial bagi pertumbuhan PDRB Jatim yang fantastis. Selain itu koperasi dan usaha mikro sudah membuktikan diri imun dari virus krisis ekonomi global
15.1. Persentase Koperasi Aktif
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
BAB II - 174
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.
Koperasi Aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha.
Menghitung persentase koperasi aktif digunakan rumus sebagai berikut:
Tabel 2.133
Persentase Koperasi Aktif Tahun 2009-2013 Provinsi Jawa Timur
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Jumlah koperasi aktif 15.678 24.990 25.145 25.450 27.071
2 Jumlah koperasi 19.396 28.712 29.141 29.159 30.741
3 Total Persentase koperasi aktif 80,83 87,04 87,94 87,28 88,06
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM
Gambar 2.55
Perkembangan Persentase Koperasi Aktif di Jawa Timur Tahun 2009-2013
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM
Sejak tahun 2010, jumlah koperasi di Jawa Timur mengalami peningkatan yang tajam dari 19.396 koperasi menjadi 28.712 koperasi. Hal ini terjadi karena pembentukan koperasi wanita yang merupakan implementasi dari pelaksanaan Program Pembiayaan Wanita Usaha Mandiri (P2WUM). Tetapi dari jumlah koperasi yang ada belum semuanya aktif melakukan kegiatan. Pada tahun 2011, jumlah koperasi aktif di Jawa Timur sebanyak 25.145 unit dari 29.141 unit koperasi yang ada atau sebesar 87,94 persen dari total koperasi. Sementara pada tahun 2012 jumlah koperasi aktif sebanyak 25.450 koperasi dari total 29.159 koperasi atau sebesar 87,28 persen, dan tahun 2013 jumlah koperasi aktif meningkat kembali menjadi 27.071 koperasi dari total 30.741 koperasi atau sebesar 88,06 persen. Semakin besar jumlah persentase ini maka akan semakin besar pelayanan
BAB II - 175 Gambar 2.56
Perkembangan Jumlah BPR/LKM di Jawa Timur Tahun 2006-2011
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur
* Angka Sementara (pada tahun 2012 dan 2013 BPS tidak melakukan penghitungan)
penunjang yang dimiliki daerah dalam menggerakkan perekonomian melalui koperasi
15.2. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM
Dalam perkembangannya, UMKM juga masih dihadapkan pada masalah mendasar yang secara garis besar mencakup : pertama, masih sulitnya akses UMKM pada pasar atas produk-produk yang dihasilkannya, kedua, masih lemahnya pengembangan dan penguatan usaha, ketiga, keterbatasan akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dari lembaga- lembaga keuangan formal khususnya dari perbankan.
Keterbatasan akses sumber-sumber pembiayaan yang dihadapi oleh UMKM terutama dari lembaga-lembaga keuangan formal seperti perbankan, menyebabkan mereka bergantung pada sumber-sumber informal. Bentuk dari sumber-sumber informal ini beraneka ragam mulai dari rentenir hingga berkembang dalam bentuk unit-unit simpan pinjam, koperasi dan bentuk-bentuk yang lain. Keberadaan lembaga-lembaga keuangan informal ini kemudian disebut sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Peranan LKM dalam pembangunan ekonomi khususnya pengembangan dan pemberdayaan UMKM sangat penting sehingga menjadi salah satu fokus pembangunan.
Jumlah UMKM BPR/LKM tahun 2006 mencapai 10.657 usaha dan bertambah menjadi 10.891 usaha pada tahun 2007 atau naik 2,20 persen. Pada tahun 2008 naik 7,24 persen menjadi 11.697 usaha, tahun 2009 naik 4,80 persen menjadi 12.259 usaha, tahun 2010 naik 4,76 persen menjadi 12,843 usaha dan pada tahun 2011 diperkirakan naik 1,2 persen menjadi 12.997. Dengan semakin meningkatnya jumlah UMKM BPR/LKM dan pentingnya peranan UMKM BPR/LKM dalam pembangunan
BAB II - 176
Tabel 2.134
Perkembangan Jumlah UKM Non BPR/LKM di Jawa Timur Tahun 2007-2011
No. Uraian Tahun
2007 2008 2009 2010 2011*
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Jumlah UKM 2.588.989 2.636.209 2.722.189 2.795.724 2.852.198
2 Jumlah UKM Non BPR/LKM 2.578.099 2.624.512 2.709.930 2.782.881 2.839.201
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur(pada tahun 2012 dan 2013 BPS tidak melakukan penghitungan)
ekonomi khususnya pengembangan dan pemberdayaan UMKM, maka UMKM BPR/LKM juga perlu menjadi salah satu fokus pembangunan.
15.3. Jumlah BPR/LKM
Peranan UMKM terutama sejak krisis moneter tahun 1998 dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional maupun regional, baik dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja. Kinerja UMKM dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur pada tahun 2011 mencapai 54,32 persen. Perkembangan sektor UMKM yang demikian menyiratkan bahwa terdapat potensi yang besar atas kekuatan domestik, jika hal ini dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik tentu akan dapat mewujudkan usaha menengah yang tangguh. Oleh karena itu pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus pembangunan nasional dan khususnya di Jawa Timur.
Hasil pendaftaran perusahaan Sensus Ekonomi Tahun 2006, jumlah UMKM Non BPR/LKM pada tahun 2006 sebanyak 2.504.634 usaha atau 99,58 persen dari total UMKM. Jumlah usaha yang bergerak di sektor Perdagangan besar dan eceran merupakan yang terbayak yaitu 914.080 usaha atau 36,50 persen dari total UMKM Non BPR/LKM, sedangkan paling sedikit usaha sektor Listrik, gas dan air sebanyak 1.148 usaha atau 0,05 persen dari total UMKM Non BPR/LKM.
Pada tahun 2007, jumlah UMKM Non BPR/LKM meningkat sebesar 2,93 persen dari 2.504.634 usaha menjadi 2.578.099 usaha. Perkembangan tahun 2008 lebih rendah dari tahun 2007 yaitu sebesar 1,80 persen. Pada tahun 2009 jumlah UMKM Non BPR/LKM meningkat sebesar 3,25 persen dari 2.624.512 usaha pada tahun 2008 menjadi 2.709.930 usaha pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 jumlah BPR UMKM Non BPR/LKM meningkat sebesar 2,69 persen menjadi 2.782.881 usaha. Pada
BAB II - 177