• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Karakteristik Kimia

3. Kadar Vitamin C

Vitamin C tergolong sebagai antioksidan yang memiliki kadar tinggi serta memiliki peran dalam menangkal radikal bebas dan menjaga struktur kolagen yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh (Daviest, et al, 1991).

Menurut Arifin (2007) vitamin C mempunyai sifat sebagai antioksidan yang dapat melindungi molekul-molekul yang sangat diperlukan oleh tubuh, seperti protein, lipida, karbohidrat dan asam nukleat dari kerusakan dari radikal bebas. Berdasarkan uji kadar vitamin C diperoleh hasil sebesar 22,47 mg/100g, hal ini berbeda dengan yang dinyatakan oleh Departemen Kesehatan dan Gizi Nasional (1998-1999) pada tabel 4.3, yaitu pada sirup buah memiliki kandungan vitamin C sebesar 24 – 26 mg/100g. Maka kandungan kadar vitamin C pada minuman kesehatan jahe jeruk nipis memiliki kadar sedikit lebih kecil dibandingkan yang dikemukakan oleh Departemen Kesehatan dan Gizi Nasional. Hal tersebut terjadi karena komposisi jahe emprit 400 g lebih besar dibandingkan dengan komposisi jeruk nipis yang digunakan hanya sebesar 80 g. Sedangkan menurut Petti (2011) melaporkan bahwa konsumsi vitamin C harian seorang pria dewasa adalah sebesar 90 mg, sedangkan pada wanita dewasa adalah sebesar 75 mg. Maka dianjurkan bagi pria dewasa untuk mengonsumsi minuman kesehatan jahe jeruk nipis ini sehari 4 sampai 5 kali. Sedangkan pada wanita dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi minuman kesehatan ini dalam sehari sebanyak 3 sampai 4 kali supaya kebutuhan asupan vitamin C dalam tubuh pria dan wanita dapat tercukupi.

Secara keseluruhan pada proses produksi pembuatan Minuman Kesehatan “MARISSA” Kaya Antioksidan dan Vitamin C ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar. Dari proses awal sampai proses akhir. Pada proses awal perebusan bahan baku dan bahan-bahan tambahan tidak terdapat kristal yang biasanya terjadi pada saat sukrosa dipanaskan sampai titik dididh 160oC dan pada titik lebur 170oC. Jika terjadi kristalisasi atau yang biasa diartikan sebagai tingkat kelarutan gula yang menurun pada minuman kesehatan ini, maka akan berpengaruh pada viskositas (kekentalan) berkurang,

commit to user

  44

berpengaruh juga pada rasa dan warna. Sedangkan pada proses akhir yaitu proses pembotolan dilakukan secara hotfil dan dalam botol minuman kesehatan “MARISSA” ini diberi rongga udara secukupnya supaya dapat meminimalisir reaksi oksidasi berlebih dalam minuman kesehatan ini, karena oksidasi yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna dan rasa. Hal ini sama dengan yang disampaikan oleh Teti (2009) ketentuannya dalam pengisian bahan dalam botol jangan terlalu penuh dan harus disisakan tempat kosong di bagian atas wadah ( head space ). Volume head space tidak boleh lebih dari 10 % dari kapasitas wadah. Head space berguna supaya waktu proses sterilisasi masih ada tempat untuk pengembangan isi. Besar head space dalam wadah sangat penting. Bila terlalu kecil akan sangat berbahaya, karena ujung botol akan pecah akibat pengembangan isi selama pengolahan. Bila head space tidak cukup, kecepatan pemindahan panas menurun, dengan demikian waktu pengolahan lebih lama. Sebaliknya apabila head space terlalu besar, udara yang terkumpul di dalam ruang tersebut lebih banyak, sehingga dapat menyebabkan oksidasi dan perubahan warna bahan yang dibotolkan. Namun, dalam head space Minuman Kesehatan “MARISSA” lebih dari 10 % dari kapasitas wadah, kapasitas wadah adalah berkisar antara 740 ml sampai 750 ml, sedangkan dalam pengiisiannya adalah sebesar 650 ml. Hal ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan umur simpan pada Minuman Kesehatan “MARISSA” singkat, yaitu 2 bulan lebih dua minggu.

Selain pengaruh adanya head space, jika terlalu banyak rongga udara yang ada pada botol, maka akan menjadi sarana yeast yang akan semakin cepat berkembangbiak dalam botol tersebut. Karena menurut Buckle, et al

(2010) yeast merupakan organisme yang dapat berpengaruh pada produk pangan berkadar gula tinggi seperti pada minuman kesehatan ini, selain itu yeast juga memilki suhu optimum yaitu 25 oC - 30oC, pH yeast adalah 4,0 – 4,5 yang dapat menyebabkan kerusakan produk dalam bentuk larutan yang pekat seperti minuman kesehatan ini. Berpengaruhnya yeast dalam hal ini yaitu dapat merubah flavor yang dihasilkan, rasa dan warna minuman kesehatan.

commit to user

  45

Menurut Buckle, et al (2010) dan Widyana (2011) sinar ultraviolet dengan frekuensi 1015 Hz sampai 1016 Hz serta panjang gelombang 8-10 m dan radiasi seperti sinar X yang memiliki frekuensi 10 Hz sampai 15 Hz, panjang gelombangnya berkisar 10 cm dan sinar gamma memiliki frekuensi antara 10 Hz sampai 13 Hz atau panjang gelombang antara 8 – 10 cm dapat menjadi salah satu cara dalam meminimalisir mikroorganisme pangan. Sinar-sinar tersebut dapat mengganggu metabolisme sel dan secara umum dapat cepat mematikan mikroorganisme tersebut. Berdasarkan pernyataan diatas maka untuk memperkecil kemungkinan mikroorganisme berkembang cepat, selain pencucian dan sterilisasi dengan panas sebelum maupun sesudah pembotolan akan lebih dilakukan sterilisasi dengan menggunakan sinar ultraviolet yang telah banyak digunakan di industri-industri besar. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Atikawati (2011), bahwa prosedur pembotolan yang baik dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet yang memiliki kemampuan untuk merusak DNA sel, baik sel bakteri, virus, dan jamur. Kerusakan DNA akan memicu kematian sel. Hal ini dapat terjadi karena hampir semua aktivitas sel dikendalikan dari DNA. Kemampuan sinar ultraviolet untuk membunuh kuman sebanding dengan banyaknya sinar dan lamanya penyinaran. Jika penyinaran tidak cukup lama, maka sel tidak mati namun hanya mengalami mutasi. Jadi, dengan penyinaran yang cukup, baik virus, bakteri, maupun jamur yang ada dalam makanan atau minuman akan mati.

Sedangkan menurut Allen (2011), sterilisasi botol dengan menggunakan oven atau yang biasa disebut hot-air oven, merupakan sterilisasi yang menggunakan prinsip panas kering. Dengan cara oven maka dapat mengontrol suhu, dan ruang insulasi yang umumnya dilengkapi kipas untuk mensirkulasikan udara sehingga diperoleh panas rata dalam botol yang disterilisasi. Umumnya dengan suhu 160oC-170oC. Selain itu, sterilisasi dengan sinar infra merah merupakan bentuk sterilisasi dengan udara panas yang baik digunakan pada gelas, dan botol, alat-alat tersebut dilewatkan selama 10 menit pada suhu ruang yang disinari sinar infra merah dengan

commit to user

  46

temperature 190oC dengan panjang gelombang antara 700 nm dan 1 nm. Maka secara keseluruhan yang menjadi faktor penyebab singkatnya umur simpan Minuman Kesehatan “MARISSA” ini adalah cara pembotolan, head space yang digunakan serta tumbuhnya yeast secara cepat.

C. Analisis Kelayakan Usaha Minuman Kesehatan “MARISSA” Kaya

Antioksidan dan Vitamin C

Analisis kelayakan usaha dilakukan untuk mengetahui kapasitas produksi, penjualan, keuntungan maupun kerugian dari produksi Pembuatan Minuman Kesehatan “MARRISA” Kaya Antioksidan dan Vitamin C. Untuk mengetahui rincian dari perhitungan analisis biaya usaha meliputi dibawah ini:

¾ Perhitungan:

1 bulan : 25 hari kerja

1 hari : 1 kali produksi menghasilkan 40 botol

1 bulan : 40 botol x 25 hari = 1000 botol a. Biaya Investasi

Tabel 4.4 Biaya Investasi

No Uraian Rp

1. Biaya Sewa Tempat dan Bangunan 12.000.000

2. Ijin Usaha 500.000

3. Ijin Depkes 500.000

4. Pra Operasi

• Pelatihan 300.000

• Tryal and Error 200.000 5. Peralatan

• Pompa Air 500.000

• Produksi 2.150.000

• Mebeler (kursi, meja) 1.500.000

commit to user

  47

b. Perhitungan Biaya Tidak Tetap (VC)

1. Biaya Bahan Utama dan Bahan Pembantu

Tabel 4.5 Biaya Bahan Utama dan Bahan Pembantu

No Uraian Rp/Hari Rp/Bulan 1. Jahe Emprit 12 kg @ 11.000 132.000 3.300.000 2. Jeruk Nipis 2,5 kg @ 4.500 11.250 281.250 3. Kayu Manis 370 g @ 3000/500 g 2.250 56.250 4. Cengkih 150 g @ 3.400/500 g 1.020 25.250 5. Serai 240 g @ 2.500/500 g 1.050 26.250 6. Garam 150 g @ 1.400/250 g 850 21.250 7 . Gula Merah 9 kg @ 8.000 72.000 1.800.000 8. Gula Pasir 15 kg @ 11.000 165.000 4.125.000 9. Kemasan Primer •Botol @ 900 36.000 900.000 •Stiker @ 800 32.000 800.000 10. Kemasan Sekunder •Kardus @ 2000 12.000 300.000 Jumlah 465.420 11.635.250

2. Biaya Bahan Bakar / Energi

Tabel 4.6 Biaya Bahan Bakar / Energi

No Uraian Rp 1. Gas 222.000 2. Air 22.000 3. Penerangan 16.560 4. Parut Listrik 8.625 Jumlah 269.185 ¾Air ( 220 watt ) = = 16,5 kwh x 1.380 = 22.000

commit to user

  48

¾Penerangan ( 160 watt ) =

= 12 kwh x 1.380 = 16.560

¾Parut Listrik ( 250 watt ) =

= 6,25 kwh x 1.380 = 8.625

3. Biaya Perawatan dan Perbaikan

Tabel 4.7 Biaya Perawatan dan Perbaikan

No Nama Alat Nilai Awal Nilai Sisa Jam/ BPP(Rp/Bulan)

Bulan (P) (S) (P%FPP/Jam) 1. Pisau (5) 11.500 0 50 5.000 2. Parut Listrik 1.500.000 30.000 30 529,2 3. Baskom 30.000 0 25 90 4. Telenan (5) 17.500 0 25 52,5 5. Saringan (5) 22.000 0 13 35,1 6. Kain Saring 3.000 0 13 4,68 7. Sendok (5) 8.000 0 25 2.000 8. Kompor (2) 600.000 4.000 75 5.364 9. Panci (5) 250.000 1.500 75 2.236 10. Timbangan 400.000 2.500 25 1.191 11. T.Analitik 250.000 2.000 25 744 12. Pompa Air 500.000 10.000 75 4.410 13. Mebeler 1.500.000 30.000 300 52.920 Jumlah 74.576 4. Gaji Karyawan Karyawan Produksi = 3 x Rp 750.000 = Rp 2.250.000

commit to user

  49

5. Biaya Umum Perusahaan

Tabel 4.8 Biaya Umum Perusahaan

No Uraian Rp/Bulan

     1. Peralatan Perusahaan 100.000

2. Transportasi 500.000

Jumlah 600.000

Dokumen terkait