• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian dan Opsi Partisipasi Masyarakat dan Gender di Area Prioritas

3. Klasifikasi Kelurahan

5.2. Kajian dan Opsi Partisipasi Masyarakat dan Gender di Area Prioritas

Masyarakat yang merupakan komponen dalam suatu komunitas dan mempunyai posisi penting dalam pengelolaan sanitasi. Namun sejauh ini partisipasi mereka belum mendapat perhatian yang proporsional dari pihak pemerintah. Oleh karena itu perlu disusun suatu studi penilaian mengenai partisipasi masyarakat dan peran jender dalam pengelolaan sanitasi, baik dalam skala kota maupun dalam skala nasional. Studi ini melibatkan masyarakat sebagai subyek secara langsung dan partisipatif akan sangat berguna dalam menyusun strategi pembangunan sistem sanitasi. Untuk mendapatkan sebuah penilaian yang kredibel dibutuhkan data dan informasi yang valid dan kredibel pula.

Untuk itu diperlukan serangkaian survey dan observasi langsung yang terencana dan komprehensif terhadap kondisi partisipasi masyarakat dan jender dalam penanganan sistem sanitasi dalam skala kota beserta prospek pengembangannya di masa depan.

Masyarakat diharapkan mampu mengenali permasalahan terkait dengan sanitasi rumah tinggal dan lingkungan mereka, merencanakan kegiatan, melaksanakan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, serta melakukan evaluasi dan pengembangan kegiatan program secara mandiri. Sementara itu pelaksanaan program sanitasi juga diharapkan dapat secara partisipatif, tanpa harus menunggu “perintah” dari pemerintah. Untuk memampukan masyarakat agar memiliki kemampuan seperti di atas, penilaian tentang kondisi sanitasi masyarakat dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengadopsi Methodology for Participatory Assessment (MPA). MPA merupakan metodologi yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi yang dikembangkan dari metodologi partisipatif yang sudah ada sebelumnya Participatory Rural Assessment (PRA) yang dapat digunakan untuk tujuan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi p rogram, termasuk di dalamnya program air bersih dan sanitasi, di tingkat komunitas. MPA terbukti sangat bermanfaat untuk pembangunan di berbagai sektor, yang mengaitkan keberlanjutan pelayanan program dengan kegiatan peka jender, berpihak pada kaum miskin, pendekatan tanggap kebutuhan (Demand Responsive Approach = DRA), menyatakan pola asosiasi antara pelayanan yang baik bisa dimanfaatkan dan berkelanjutan, hingga munculnya berbagai institusi dan pengambil kebijakan mendukung pendekatan ini.

Studi tentang Partisipasi Masyarakat dan Jender (PMJ) dilakukan dengan tujuan:

 Terkumpulnya informasi sanitasi secara kuantitatif-sistematis dengan menggunakan alat-alat partisipatori, untuk menilai kesinambungan dan ketanggapan terhadap kebutuhan;

 Teridentifikasinya pengalaman masyarakat dalam kegiatan/proyek perbaikan sanitasi, baik yang dilakukan secara swadaya atau gotong royong maupun bantuan dari instansi lain.

 Teridentifikasinya kebutuhan dan kesanggupan masyarakat untuk berkontribusi dalam perbaikan sanitasi

 Teridentifikasinya peran perempuan pada tahap perencanaan pembangunan sarana sanitasi dan beberapa perubahan tugas antara perempuan dan laki-laki.

 Teridentifikasi keberadaan, manfaat, peranan dan hubungan berbagai lembaga yang ada di kelurahan

Sementara itu, hasil yang diharapkan dari studi PMJ adalah:

 Peningkatan kesadaran masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah kota baik laki-laki dan perempuan mengenai kondisi dan seriusnya masalah sanitasi dan kebersihan.

 Munculnya kebutuhan masyarakat laki-laki dan perempuan disertai dengan kemauan untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program sanitasi.

 Teridentifikasinya daerah setingkat Kelurahan yang berpotensi untuk pelaksanaan program program sanitasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

Dari kegiatan Observasi & Survei PMJ di kelurahan-kelurahan yang termasuk area beresiko tinggi dengan melibatkan masyarakat secara langsung diperoleh hasil seperti yang tercantum pada Tabel 5.10. Hasil analisa data dapat digunakan dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Rencana Tindak untuk kelurahan-kelurahan tersebut oleh Pokja AMPL Kota Makassar.

Tabel 5.10 Hasil Temuan dan Analisa Data Survei Partisipasi Masyarakat & Jender di Area Beresiko Tinggi

No. Kelurahan/

Kecamatan

Topik

1 2 3

A B A B A B 4

a b a b c

1. Panambun gan - Mariso

Untuk sarana jamban Untuk sarana air bersih → penuh pada masyarakat uang tunai.

(Skor 3 = 75)

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, pembagian tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan perempuan untuk banyak jenis pekerjaan/kegiatan di rumah tangga yang dilakukan bersama oleh laki- laki dan prp..

Pekerjaan dengan ketrampilan dikerjakan hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka n ketrampilan (Skor 1=25))

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin), perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25)

Ciri-ciri yang sangat Sedang dan Miskin dalam hal kepemilikan asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, jamban dan sebagian besar golongan masyarakat menengah &

kaya (Skor 1=25)

Semua rumah tangga mempunyai akses ke sarana drainase lingkungan.

(Skor 4=100)

Akan tetapi kondisi saluran sering mampet/tidak mengalir dengan baik. Hal ini disebabkan muka air sungai lebih tinggi dari letak bangunan saluran, sehingga air akan membalik dan tidak bisa mengalir dg baik.

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng u mpulan sampah (Skor 0=0)

Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal yang

penting/bermanf aat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75) 6 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan masyarakat serta ada pengakuan resmi dari yaitu Kelurahan, PKK, PAUD, BKD, Posyandu dan Puskesmas Pembantu. Ada 1

tetap ada walaupun fungsi laki-laki lebih dominan dalam perencanaan dan pembangunan fisik sanitasi

sementara yang tergolong menengah 23,33% dan yang miskin 66,67%.

Angka ini berkorelasi tinggi dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.

mempunyai manfaat besar dan mempunyai hubungan dekat dengan

masyarakat, tetapi tidak mempunyai pengakuan resmi dari pemerintah yaitu

Pengajian/Yasina n.

2. Barombon g - Tamalate

Untuk sarana air minum, jalan &

jembatan → Pembanguna n berhasil penuh tetapi kurang bisa dimanfaatka tenaga kerja, material dlm bentuk material local hanya diberikan oleh laki-laki kaya.

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih

didominasi dan dilakukan oleh laki-laki,

Sudah terlihat ada bagi tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan

Pekerjaan dengan ketrampilan dikerjakan hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhk

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin),

perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25)

Hanya laki-laki miskin yang akan dibayar untuk pekerjaan yang memerlukan ketrampilan/keahli an, sedangkan untuk pekerjaan yang tidak

Ciri-ciri yang sangat Sedang dan Miskin dalam hal

kepemilikan asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, jamban dan sebagian besar golongan masyarakat menengah &

kaya (Skor1=25)

Semua rumah tangga mempunyai akses ke sarana drainase

lingkungan. (Skor 4=100)

Akan tetapi kondisi saluran sering mampet/tidak mengalir dengan baik. Hal ini disebabkan muka air sungai lebih tinggi dari letak bangunan saluran, sehingga air akan membalik dan tidak bisa mengalir dg baik.

Semua rumah tangga mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng u mpulan sampah (Skor 4=100)

Tetapi pengumpulan sampah tidak teratur, sehingga ada yang dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal yang

penting/bermanf aat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75)

4 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan

Perempuan kaya &

miskin tidak memberika n kontribusi material uang tunai hanya banyak jenis pekerjaan/kegiat an di rumah tangga. Akan tetapi ada pilihan yang berbeda terhadap 2 kegiatan yaitu (a) mengambil air dari kran umum &

mencuci pakaian

→ ada yang memilih hanya dilakukan oleh perempuan saja (20 orang) atau dilakukan oleh laki-laki dan perempuan (10 orang) dan (b) mengambil air dari pompa tangan umum → ada yang memilih hanya biasa dilakukan oleh

laki-laki saja (25 orang) atau dilakukan oleh perempuan saja (5 orang) oleh laki-laki miskin, sedangkan laki-laki kaya

& perempuan baik kaya maupun miskin tidak melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan.

Tidak semua masyarakat di lokasi tersebut semua mau terlibat dalam pelaksanaan pembangunan maupun pemeliharaan sanitasi (karena hibah).

memerlukan keahlian mereka tidak dibayar termasuk pekerjaan yang bersifat sukarela atau gotong royong

terhadap yang miskin 27,91%.

masyarakat serta ada pengakuan resmi dari yaitu Kelurahan, RT, Posyandu dan Puskesmas. Ada 1 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan mempunyai hubungan dekat dengan

masyarakat, tetapi tidak mempunyai pengakuan resmi dari pemerintah yaitu

Pengajian/Yasina n.

3. Cambaya – Ujung Tanah

Belum pernah ada bantuan pembanguna n sarana fisik, sehingga belum dapat diukur tenaga kerja, konsumsi, iuran dan uang tunai.

(Skor 3=75) Hanya laki- laki kaya &

miskin yang mau melakukan gotong royong dan mau

berkontribusi dlm bentuk tenaga kerja, konsumsi, uang tunai Dan

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih

didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, pembagian tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan perempuan untuk banyak jenis

pekerjaan/kegiat an di rumah tangga yang dilakukan bersama oleh laki- laki dan hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak diantara laki- laki kaya &

miskin dalam pembagian beban kerja baik yang

perlu ketrampilan maupun yang tidak perlu ketrampilan.

Tak ada pekerjaan yang dibayar, atau jika ada, pekerjaan tersebut untuk laki- laki yang kaya;

perempuan miskin melakukan pekerjaan yang bersifat sukarela (Skor 0=0)

Ciri-ciri yang sangat Sedang dan Miskin dalam hal kepemilikan asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, yang miskin 63.83%.

Kurang dari

¼ memiliki jamban dan sebagian yang tidak mempunyai akses ke jamban masih buang air besar di sungai, lahan kosong dan saluran air.

Antara ¼ dan ½ tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana

pengelolan/pengu mpulan sampah (Skor. 0=0) Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng u mpulan sampah (Skor.

0=0)

Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal yang penting/bermanf aat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75) 7 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan masyarakat serta ada pengakuan resmi dari yaitu Kelurahan, RT, RW, BKM, Posyandu, Puskesmas &

Rukun Nelayan.

Ada 2 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan mempunyai hubungan dekat dengan

masyarakat,

Perempuan miskin mau berkontribusi dalam bentuk material lokal.

Angka ini berkorelasi tinggi dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.

pengakuan resmi dari pemerintah yaitu Pengajian dan TPQ .

4. Rappokalli ng - Tallo

Untuk sarana jalan aspal &

jamban local, tenaga kerja, konsumsi, iuran dan uang tunai.

(Skor 3=75)

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih

didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, tetapi tidak ada pekerjaan yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab perempuan → menjadi tanggungjawab laki-laki &

perempuan. hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka n

ketrampilan (Skor 1=25)

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin),

perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25

Ciri-ciri yang sangat

Sedang dan Miskin/Tidak Mampu dalam hal kepemilikan asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, tangga sudah mempunyai jamban keluarga (Skor 4=100)

Antara ½ sampai ¾ masyarakat dari semua tingkatan mempunyai akses ke sarana drainase lingkungan (Skor 3=75) Akan tetapi kondisi saluran sering mampet/tidak mengalir dengan baik. Hal ini disebabkan muka air sungai lebih tinggi dari letak bangunan saluran, sehingga air akan membalik dan tidak bisa mengalir dg baik.

Semua rumah tangga SUDAH mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng ng umpulan sampah tidak teratur dari Dinas

Kebersihan Kota

Ada lembaga lokal yang

penting/bermanf aat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75)

3 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan masyarakat serta ada pengakuan

yang yang miskin 27,78%.

Untuk sarana ar minum → penuh pada masyarakat (Skor 4=100) Tetapi belum pernah ada bantuan untuk

Pernah local, tenaga kerja,

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih

didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin),

perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25)

Ciri-ciri yang sangat jamban dari semua tingkatan masyarakat (Skor 3=75)

Lebih dari ¾ masyarakat dari semua tingkatan telah mempunyai akses ke drainase lingkungan (Skor 3=75) Akan tetapi kondisi saluran sering mampet/tidak mengalir dengan baik. Hal ini disebabkan muka

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng u mpulan sampah (Skor 0=0)

Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal yang

penting/bermanf aat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75

sarana sanitasi

yang berbeda untuk orang kaya &

miskin dalam kontribusi → yang membedaka n hanya dalam besaran uang yang akan yang miskin cukup membayar Rp. 1.000,-

pembagian tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan perempuan untuk banyak jenis

pekerjaan/kegiat an di rumah tangga.

rumah, jenis pekerjaan, yang miskin 67,57%.

dari letak bangunan saluran, sehingga air akan membalik dan tidak bisa mengalir dg baik.

mempunyai manfaat sangat besar dan mempunyai hubungan sangat dekat dengan masyarakat.

6. Maradekay a Utara -

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal

Pekerjaan dengan ketrampilan

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki-

Ciri-ciri yang sangat membedaka

Lebih dari ¾ dari semua tingkatan

Semua rumah tangga mempunyai akses ke sarana

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai

Ada lembaga lokal yang

memberikan manfaat penuh pada masyarakat (Skor 4=100) Tetapi belum pernah ada bantuan untuk pembanguna n sarana sanitasi

tenaga kerja, konsumsi, yang berbeda untuk orang kaya & miskin dalam kontribusi → yang

membedakan hanya dalam besaran uang yang akan diberikan, misalnya keluarga kaya membayar Rp 10.000,- sedangkan keluarga yang miskin cukup membayar Rp. 1.000,-

dan dilakukan oleh pembagian tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan perempuan untuk banyak jenis

pekerjaan/kegiat an di rumah tangga yang dilakukan bersama oleh laki- laki dan perempuan.

Pembagian tugas tetap ada walaupun fungsi laki-laki lebih dominan dalam perencanaan dan pembangunan

laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka yang sifatnya sukarela asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, yang miskin 90,91%.

Akan tetapi kondisi saluran sering

mampet/tidak mengalir dengan baik. Hal ini disebabkan muka air sungai lebih tinggi dari letak bangunan saluran, sehingga air akan membalik dan tidak bisa mengalir dg baik.

mpulan sampah (Skor 0 = 0) Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75) 3 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan masyarakat serta ada pengakuan resmi dari yaitu Kelurahan, RT dan Puskesmas.

Ada 2 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan mempunyai hubungan dekat dengan

masyarakat, tetapi tidak mempunyai pengakuan resmi dari pemerintah yaitu Pengajian &

TPQ.

ciri-ciri yang

Untuk sarana air minum, musholla &

gedung serba guna → uang tunai.

(Skor 3=75)

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, sedangkan pembagian tugas dan bertukar peran antara laki-laki dan

perempuan untuk banyak jenis pekerjaan/kegiata n di rumah tangga yang dilakukan bersama oleh

Pekerjaan dengan ketrampilan dikerjakan hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka n

ketrampilan (Skor 1=25)

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin),

perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25)

Ciri-ciri yang sangat asset, kondisi rumah, jenis pekerjaan, kebun, tanah kosong, rawa-rawa, sungai.

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana drainase lingkungan.

(Skor 0=0) Di lokasi ini sering terjadi banjir dan ROB

Lebih dari ¾ rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng u mpulan sampah (Skor 0=0)

Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal

yang penting/

bermanfaat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan

masyarakat, dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75) 3 lembaga yang mempunyai manfaat besar dan hubungan dekat dengan masyarakat serta ada pengakuan resmi dari yaitu RT, RW dan Posyandu Ada 2 lembaga yang

sementara yang tergolong menengah 17,95% dan yang miskin 82,05%.

Angka ini berkorelasi tinggi dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.

dengan

masyarakat yaitu Kelurahan dan Kecamatan.

8. Parangloe - Tamalanre a

Untuk sarana MCK → Pembanguna n

½ berhasil tetapi tidak dapat dilakukan dan

masyarakat berkontribusi berupa tenaga kerja,

konsumsi, iuran dan uang tunai.

(Skor 3=75)

Laki-laki kaya

& miskin tidak mau berkontribusi dlm bentuk material local,

Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal teknis umumnya masih

didominasi dan dilakukan oleh laki-laki, pembagian tugas dan bertukar

Pekerjaan dengan ketrampilan dikerjakan hanya oleh laki-laki ( kaya

& miskin), sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhka n

ketrampilan (Skor 1=25)

Pekerjaan yang dibayar hanya dilakukan oleh laki- laki (kaya &

miskin),

perempuan hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya sukarela (Skor 1=25)

Ciri-ciri yang sangat rumah, jenis

Lebih dari ¾

tangga masyarakat TIDAK mempunyai akses ke sarana drainase

lingkungan. (Skor 0=0)

Di lokasi ini sering terjadi banjir dan ROB

Semua rumah tangga TIDAK mempunyai akses ke sarana pengelolan/peng umpulan sampah (Skor 0=0)

Sampah dibuang ke rawa-rawa atau tanah kosong di sekitar rumah.

Ada lembaga lokal yang

penting/berman faat untuk sebagian besar warga, rutin berinteraksi dengan masyarakat, namun tidak memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah (Skor 3=75) Ada 1 lembaga

sedangkan perempuan kaya &

miskin tidak mau

berkontribusi dalam bentuk tenaga kerja

antara laki-laki dan

perempuan untuk banyak jenis

pekerjaan/kegiat an di rumah tangga yang dilakukan bersama oleh laki- laki dan perempuan.

pendidikan dan akses terhadap pelayanan publik.

Jumlah masyarakat yang tergolong kaya 6,25%, sementara yang tergolong menengah 66,67% dan yang miskin 27,08%.

Angka ini berkorelasi tinggi dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas.

manfaat sangat besar bagi masyarakat dan mempunyai hubungan sangat dekat tetapi tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah yaitu Pengajian.

Sementara ada beberapa lembaga yang diakui oleh pemerintah serta mempunyai manfaat besar tetapi mempunyai hubungan yang jauh dengan masyarakat yaitu Kecamatan, Kelurahan, RT, Puskesmas dan Posyandu

Keterangan:

1. A. Alur Sejarah Masyarakat → Tingkat Keberhasilan Pembangunan

B. Kemauan Berkontribusi → Pengalaman membangun prasarana secara gotong royong dan kemauan berkontribusi

2. A. Siapa Melakukan Apa

B. Pembagian Jenis Pekerjaan Berdasarkan Jender

1. Keseimbangan beban kerja antara perempuan, laki-laki, kaya dan miskin selama masa pelaksanaan & pemeliharaan sarana

2. Keseimbangan dalam pembayaran upah kerja (dalam bentuk uang dan in-kind/lainnya) selama masa pemeliharaan

3 A. Klasifikasi Kesejahteraan

B. Pemetaan Sosial Masyarakat & Matriks Sanitasi

1. Proporsi dan tingkat kesejahteraan masyarakat terhadap akses jamban

2. Proporsi dan tingkat kesejahteraan masyarakat terhadap akses drainase lingkungan 3. Proporsi dan tingkat kesejahteraan masyarakat terhadap akses pengelolaan/pengumpulan

sampah

4. Kesiapan Kelembagaan Saat Ini (Diagram Venn)

Dokumen terkait