Guna mendukung penelitian yang dilakukan, dalam penelitian ini akan dikaji tentang bahasan penelitian yang relevan, terutama hasil-hasil penelitian berdasarkan hasil penelusuran.Pertama, hasil penelitian Zain (2005) tentang
pengaruh penerapan strategi pembelajaran Learning Cycle Melalui “5E” dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMU Negeri 11 Ambon, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pretest dan posttest di kelas eksperimen.Pengujian hipotesis kedua menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pretest dan posttest di kelas kontrol.Hasil penelitian ketiga menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dengan perlakuan strategi learning cycle dengan kelas kontrol.Rekomendasi penelitian ini lebih menitikberatkan kepada pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mata pelajaran ekonomi, sehingga guru perlu menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi untuk lebih meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh kenyataan akanrendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran ekonomi yang ditunjukkan dalam aktivitas belajar siswa di kelas selama ini yang lebih menekankan pada mentransfer pengetahuan sehingga pelajaran ekonomi masih banyak berada pada tataran teori dan belum mengarah kepada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu kemampuan berpikir kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalen pretest posttest group design.Sumber data utama adalah tes uraian melalui tes pengukuran awal (pretest) dan tes pengukuran akhir (posttest).Sedangkan data penunjang diperoleh melalui observasi serta wawancara. Subjek penelitian yang diambil adalah kelas X12 sebagai kelas control dan X13 sebagai kelas eksperimen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji non parametrik.
Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat diketahui perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang penulis lakukan, yakni pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan judul Pengaruh Penerapan Strategi Learning Cycle Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa apa yang dilakukan di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon, dikatahui bahwa guru mata pelajaran IPS telah menggunakan berbagai strategi dalam mengajar. Salahsatu strategi pembelajaran dimaksud diantaranya ialah learning cycle. Dengan strategi pembelajaran yang diterapkan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih termotivasi dalam belajar, sehingga kemudian berdampak positif terhadap prestasi belajar.
Namun demikian, seiring dengan penerapan strategi pembelajaran yang telah dilakukan, dalam realitas disinyalir bahwa minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS masih belum tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagian siswa cenderung masih belum dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal. Bahkan dilihat berdasarkan prestasi belajar siswa yang dicapai, sebagian besar siswa cenderung masih menunjukan prestasi belajar di bawah rata-rata ketuntasan minimum sebesar 70,00. Padahal dengan penerapan strategi pembelajaran learning cycle semestinya dimungkinkan dapat meingkatkan minat belajar siswa sehingga kemudian memberi dampak positif terhadap prestasi belajar siswa.
Kedua, hasil penelitian Jaenudin (2007) tentang penerapan strategi pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS-Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase keterlaksanaan pembelajaran model Learning Cycle yang dilakukan oleh guru pada siklus I sebesar 83,33% dan pada siklus II sebesar 100%. Dengan demikian terjadi peningkatan
keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67%. Untuk vari-abel aktivitas belajar siswa diketahui terjadi peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan siswa bertanya sebesar 46,67% dan meningkat pada siklus II sebesar 70%. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 73 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 7,19% sehingga nilai rata-rata hasil belajar paad siklus II sebesar 78,25. Selain itu, berdasarkan angket yang telah dijawab siswa dapat diketahui bahwa respon siswa terhadap penerapan model Learning Cycle adalah positif, ini ditunjukkan dari skor perhitungan angket respon siswa yang diperoleh sebesar 82,5%. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang. Siswa kelas VIII A memberikan respon yang positif terhadap penerapan model Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi.
Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat diketahui perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang penulis lakukan, yakni pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan judul Pengaruh Penerapan Strategi Learning Cycle Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilatarbelakangi olehstudi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon, dikatahui bahwa guru mata pelajaran IPS telah menggunakan berbagai strategi dalam mengajar.Salahsatu strategi pembelajaran dimaksud diantaranya ialah learning cycle.Dengan strategi pembelajaran yang diterapkan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih termotivasi dalam belajar, sehingga kemudian berdampak positif terhadap prestasi belajar.
Namun demikian, seiring dengan penerapan strategi pembelajaan yang telah dilakukan, dalam realitas disinyalir bahwa minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS masih belum tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagian siswa cenderung masih belum dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal. Bahkan dilihat berdasarkan prestasi
belajar siswa yang dicapai, sebagian besar siswa cenderung masih menunjukan prestasi belajar di bawah rata-rata ketuntasan minimum sebesar 70,00. Padahal dengan penerapan strategi pembelajaran learning cycle semestinya dimungkinkan dapat meingkatkan minat belajar siswa sehingga kemudian memberi dampak positif terhadap prestasi belajar siswa.
Ketiga, hasil penelitian Sucipto (2002) tentang penerapan Learning Cycle sebagai upaya meningkatkan keterampilan generik sains inferensia logika mahasiswa melalui Perkuliahan Praktikum Kimia Dasar.Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran praktikum kimia dasar dengan strategi learning cycle mampu meningkatkan penguasaan konsep-konsep kimia dasar dan keterampilan generic sains inferensia logika bagi calon guru kimia. Hal ini berarti pembelajaran praktikum kimia dasar dengan strategi learning cycle telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Praktikum Kimia Dasar dan keterampilan generik sains inferensi logika bagi mahasiswa calon guru kimia.
Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat diketahui perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang penulis lakukan, yakni pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan judul Pengaruh Penerapan Strategi Learning Cycle Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilatarbelakangi olehstudi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Losari Kabupaten Cirebon, dikatahui bahwa guru mata pelajaran IPS telah menggunakan berbagai strategi dalam mengajar.Salahsatu strategi pembelajaran dimaksud diantaranya ialah learning cycle.Dengan strategi pembelajaran yang diterapkan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih termotivasi dalam belajar, sehingga kemudian berdampak positif terhadap prestasi belajar.
Namun demikian, seiring dengan penerapan strategi pembelajaan yang telah dilakukan, dalam realitas disinyalir bahwa minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS masih belum tumbuh dan berkembang
dengan baik. Sebagian siswa cenderung masih belum dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal. Bahkan dilihat berdasarkan prestasi belajar siswa yang dicapai, sebagian besar siswa cenderung masih menunjukan prestasi belajar di bawah rata-rata ketuntasan minimum sebesar 70,00. Padahal dengan penerapan strategi pembelajaran learning cycle semestinya dimungkinkan dapat meingkatkan minat belajar siswa sehingga kemudian memberi dampak positif terhadap prestasi belajar siswa.