BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
B. Kajian Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Azimatus Syarifah 2016, dengan judul “Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Kesiapan Menjadi Guru Profesional (Studi Terhadap Mahasiswa PGMI Angkatan 2012 FITK UIN Walisongo Semarang)”. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan rata-rata motivasi belajar sebesar 76,26 adalah pada interval 69,76 – 82,77, dengan kategori baik. Dan kesiapan menjadi guru profesional yaitu pada rata-rata 80,7 adalah pada interval 74,92 – 86,48, dengan kategori baik. Terbukti hasil perhitungan Fhitung = 69,39 lebih besar jika dibandingkan dengan angka pada nilai ftabel dengan db=1 pada taraf signifikan 5% (69,39 > 4,18) maupun pada taraf signifikan 1% (69,39 > 7,59). Dengan demikian hipotesis yang peneliti ajukan menunjukkan ada pengaruh yang siginifikan motivasi belajar mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru profesional” dapat diterima.
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Ramadhan Wedha Yoga 2016, dengan judul “Pengaruh Kreativitas Belajar dan Sikap Kerja Siswa terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Pengasih”. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan kreativitas belajar terhadap kesiapan kerja dengan nilai korelasi 0,354, nilai thitung = 5.591 > ttabel = 1.65, dan dengan nilai kontribusi 12.5.
C. Kerangka Berpikir
1. Hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma.
Menurut Uno (2008:23), “Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku”. Macam-macam motivasi ada dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Menurut Uno (2008:23) indikator motivasi belajar adalah adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Motivasi sangat penting dalam kesiapan mengajar dengan adanya motivasi dapat menimbulkan keinginan dan dorongan yang kuat serta rasa percaya diri, sebagai seorang guru keinginan dan dorongan yang kuat sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai macam krakteristik anak yang berbeda-beda. Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban terhadap cara tertentu terhadap suatu situasi. Penyesuaian kondisi pada suatu saat akan berpengaruh atau kecenderungan untuk memberi respon (Slameto, 2003: 114). Menurut Thorndike yang dikutip dalam Slameto kesiapan adalah prasyarat untuk belajar berikutnya. Menurut Hamalik (2003: 41) kesiapan adalah keadaan kapasitas yang ada pada diri siswa dalam hubungan dengan tujuan pengajaran tertentu. Dengan demikian diduga ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma.
2. Hubungan antara kreativitas belajar dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma.
Kreativitas sebagai alat individu untuk mengekspresikan kreativitas yang dimiliki sebagai hasil dari kemampuan berpikir kreatif merupakan kecakapan menggunakan akal untuk menghasilkan ide, menciptakan sesuatu yang baru, bernilai, baik bersifat abstrak, nyata berupa ide atau gagasan, mencari makna dan penyelesaian masalah secara inovatif. Kreativitas merupakan kemampuan-kemampuan atau keahlian-keahlian yang harus dimiliki seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Guru mampu menggunakan variasi yang berguna untuk mengatasi kejenuhan atau kebosanan yang dialami siswa dalam kegiatan atau proses pembelajaran dan juga untuk mengatasi kondisi ruangan yang tidak nyaman, performance guru kurang menyejukkan hati peserta didik serta materi yang diajarkan kurang menarik. Dengan memperbaiki gaya mengajar saja belum dapat mengatasi persoalan yang terjadi namun, dengan harapan bervariasinya proses pembelajaran yang diberikan akan membawa cakrawala kecerahan bagi para siswa. Guru sebagai tenaga profesional diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu guru harus meningkatkan kreativitas dalam hal memilih dan memanfaatkan metode pembelajaran. Kreativitas dengan aspek-aspek kemampuan berfikir kreatif dapat dikembangkan dan digunakan dalam pengajuan atau pemecahan masalah, sehingga kreativitas merupakan alat yang sangat diperlukan dalam kesiapan mengajar seorang guru. Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk
memberikan respon atau jawaban terhadap cara tertentu terhadap suatu situasi. Menurut Hamalik (2003: 41) kesiapan adalah keadaan kapasitas yang ada pada diri siswa dalam hubungan dengan tujuan pengajaran tertentu. Sedangkan Menurut Djamarah kondisi diri yang telah dipersiapkan untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan demikian diduga ada hubungan positif dan signifikan antara kreativitas belajar dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma.
3. Hubungan antara motivasi belajar dan kreativitas belajar dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma. Menurut Mc. Donald (2000), motivasi adalah perubahan energi pada diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Donald, terkandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni 1) motivasi mengawali terjadinya perubahan energi, 2) ditandai dengan adanya perasaan, dan 3) diransang karena adanya tujuan.
Kreativitas adalah suatu kondisi, sikap, kemampuan dan proses perubahan tingkah laku seseorang untuk mencari gagasan, mencari pemecahan masalah yang lebih efisien dan unik dalam proses belajar. Istilah kreativitas dapat digunakan dalam dua cara, pertama adalah kreativitas sebagai kemampuan mental untuk berpikir kreatif. Seorang guru yang memiliki motivasi akan tetapi tidak memiliki kreativitas, akan dipastikan timbul pemikiran negatif dari berbagai pihak khususnya pada peserta didik dan masyarakat pada umumnya. Guru sebagai panutan para peserta didiknya, seharusnya memiliki
X1
X2
kepribadian layaknya seorang guru. Kepribadian calon guru terbentuk melalui proses yang panjang. Mahasiswa telah melalui proses perkuliahan dan latihan, diharapkan mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk dapat terjun langsung ke dunia kerja. Hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi saat guru mengajar, misalnya guru sudah mempersiapkan segala skenario pembelajaran dan strategi mengajar namun peserta didik acuh tak acuh karena merasa guru tersebut tidak pantas menjadi seorang guru karena tidak ada semangat serta suatu kreativitas dalam mengajar yang cenderung monoton hanya menjelaskan, memberikan pertanyaan tanpa menarik minat dan semangat peserta didik untuk lebih dalam kegiatan belajar mengajar .
Berdasarkan uraian di atas, diduga ada hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama dengan kesiapan mengajar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma.
Memperjelas kerangka berpikir, maka dapat dilihat gambar sebagai berikut: Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Keterangan:
X1 : Motivasi Belajar X2 : Kreativitas Belajar Y : Kesiapan Mengajar