BAB II. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS
A. Kajian Teori
a. Hakekat Permainan Bolabasket
Permainan bolabasket merupakan permainan beregu, dimana setiap regu yang main adalah lima pemain. Dipimpin oleh dua orang wasit dan dibantu oleh petugas meja, yang bertugas mencatat angka dan semua kejadian pelanggaran atau kesalahan baik yang dilakukan oleh pemain maupun pelatih. Tujuan dari masing-masing regu adalah berusaha untuk memasukkan bola ke ring atau basket untuk membuat angka sebanyak mungkin dan berusaha menggagalkan serangan lawan dengan cara melindungi atau menjaga agar ring basketnya tidak kemasukan bola. Kemenangan suatu regu ditentukan oleh banyaknya bola yang dimasukkan ke dalam keranjang lawan (Perbasi,1990:2).
Bolabasket merupakan suatu cabang olahraga permainan yang dalam pelaksanaan permainannya bola dapat dimainkan dengan satu tangan atau dua tangan dengan cara bola dioper, dilempar dan dipantul-pantulkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Wissel (2000:2) mengemukakan bahwa “permainan bolabasket diberikan hanya dengan passing (operan) dengan tangan atau dengan mendribblenya (batting, pushing atau tapping) beberapa kali pada lantai tanpa menyentuhnya dengan satu tangan atau dua tangan secara bersamaan”. Untuk memenangkan pertandingan, maka suatu tim harus memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak-banyaknya. Kualitas tim menjadi baik dan akan mampu memenangkan pertandingan, jika para pemainnya menguasai teknik dasar bolabasket dengan baik dan benar.
Permainan bola basket termasuk jenis permainan yang memiliki gerakan yang kompleks. Artinya gerakannya terdiri atas unsur gerak yang terkoordinir dengan rapi, sehingga dapat dimainkan dengan baik. Agar dapat bermain dengan efektif dan efisien maka diperlukan teknik gerakan yang sempurna. Dengan teknik gerakan yang sempurna tersebut dapat menimbulkan efisiensi bermain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berlatih secara teratur dan mempelajari teknik secara baik(Muhadjir,2005:32).
commit to user b. Keterampilan Bolabasket
Untuk terampil bolabasket, pemain harus menguasai teknik dasarnya. Teknik merupakan dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemain agar tercapai prestasi yang semaksimal mungkin. Menurut Hamidsyah Noer (1996:271) “Teknik adalah suatu proses gerakan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam suatu cabang olahraga.” Sedangkan menurut Suharno (1986:47) bahwa: “Teknik dasar adalah suatu teknik dimana proses gerakannya merupakan dasar, dan gerakan itu dalam kondisi sederhana dan mudah”.
Unsur teknik yang harus dikuasai oleh pemain bolabasket menurut Akros Abidin (1999:48-68) dapat diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu:
1) Menggiring bola (dribling) 2) Mengoper bola (passing) 3) Merayah (rebound) 4) Menembak (shooting)
Semua teknik dasar ini harus dikuasai oleh setiap pemain bolabasket, sehingga akan dapat menjadi pemain bolabasket yang handal dan berprestasi. Karena apabila telah menjadi pemain bolabasket yang tangguh dan berprestasi, tentunya ini akan mendukung menjadi pemain bolabasket yang tangguh dan dapat bermain lebih baik dari pemain yang lain.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teknik dasar adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan olahraga tertentu secara efektif dan efisien. Dengan demikian teknik dasar bolabasket dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal.
Teknik suatu cabang olahraga selalu berkembang sesuai dengan tujuan dan peraturan olahraga, dimana makin lama makin tinggi tuntutan persyaratannya. Teknik dikatakan baik apabila diterapkan dalam praktek dapat memberikan hasil yang baik terhadap pencapaian prestasi maksimal. Dalam olahraga teknik merupakan kemampuan dasar yang sangat menentukan dalam pencapaian prestasi.
Penguasaan teknik dasar dalam suatu cabang olahraga merupakan salah satu unsur yang menentukan menang atau kalahnya suatu regu di dalam suatu pertandingan di samping unsur-unsur kondisi fisik, taktik dan mental. Kesempurnaan teknik dasar
commit to user
tersebut sangat penting, karena akan menentukan gerak keseluruhan. Kelengkapan pokok tersebut hanya dapat dicapai oleh setiap pemain bolabasket dengan latihan yang sistematis, berulang-ulang dan kontinyu serta melakukan pertandingan persahabatan yang direncanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan teknik, kemampuan fisik, taktik dan mental pemain secara terus menerus dan berkelanjutan guna menghadapi suatu pertandingan untuk memperebutkan kejuaraan.
Kesempurnaan teknik dalam permainan bolabasket dapat dicapai melalui latihan teknik yang dimulai dari teknik dasar ke teknik tinggi yang akhirnya harus menuju kepada gerakan-gerakan otomatis. Untuk meningkatkan mutu permainan bolabasket, maka teknik dasar ini harus benar-benar sudah dikuasai oleh setiap pemain terlebih dahulu dan dilatih sejak awal. Soebagyo Hartoko (1992:21) berpendapat bahwa seorang pelatih bolabasket harus memahami teknik dan taktik dalam permainan bolabasket sedalam-dalamnya, sebagai tugas praktis pertama kewajiban seorang pelatih bolabasket, di antaranya yang terpokok ialah mengajarkan dasar teknik keterampilan bolabasket sebaik-baiknya.
Dengan penguasaan teknik dasar bolabasket, maka setiap pemain akan dapat menyesuaikan diri dengan situasi pertandingan yang berubah-ubah. Kualitas penguasaan teknik dasar bolabasket tidak lepas dari unsur-unsur fisik dan taktik yang akan menentukan tingkat permainan suatu regu bolabasket. Makin baik tingkat keterampilan teknik pemain dalam memainkan dan menguasai bola, makin cepat kerjasama yang dicapai.
Oleh karena itu dalam permainan bolabasket pertama-tama yang harus dikuasai adalah macam-macam teknik dasar dalam bermain. Melihat kenyataan ini, maka seorang pelatih bolabasket dituntut untuk memahami dasar-dasar teknik dan taktik dalam permainan bolabasket serta membimbing pemain agar dapat memacu perkembangan keterampilan teknik dasar dengan benar dan kontinyu yang pada akhirnya merupakan gerakan-gerakan yang otomatis, sehingga tujuan dari latihan dapat tercapai.
Untuk memenangkan suatu pertandingan, maka dibutuhkan regu yang benar-benar tangguh dan mampu menampilkan kualitas permainan yang baik serta memiliki kerjasama tim yang kompak. Untuk mencapai kerjasama yang baik dan kompak dalam suatu regu bolabasket diperlukan pemain-pemain yang dapat menguasai semua macam
commit to user
teknik keterampilan yang sesuai dengan apa yang diperlukan dalam permainan bolabasket. A. Sarumpaet, dkk.(1992:223) mengemukakan pendapat bahwa tujuan permainan bolabasket adalah membuat kemenangan dengan memasukkan bola ke basket lebih banyak. Untuk mencapai tujuan ini syarat utamanya harus terampil. Keterampilan dapat dicapai sampai tingkat tinggi apabila gerak dasarnya baik. Oleh karena itu gerak (teknik dasar) perlu dilakukan dengan cara-cara yang benar, keterampilan dapat ditingkatkan.
Menurut Imam Sodikun (1992:47) bahwa pada pemain bolabasket, untuk mendapatkan gerakan efektif dan efisien ini perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. Adapun teknik dasar tersebut dapat dibagi sebagai berikut :
1) Teknik melempar dan menangkap 2) Teknik menggiring bola
3) Teknik menembak 4) Teknik gerakan berporos 5) Teknik lay up shoot 6) Merayah
Menurut A. Sarumpaet, dkk. (1992:223) membagi teknik-teknik dasar dalam permainan bolabasket menjadi beberapa bagian, yaitu:
1) Teknik melempar dan menangkap (passing dan catching) 2) Teknik menggiring bola (dribbling)
3) Teknik menembak (shooting) 4) Pivot dan olah kaki
5) Merayah (rebound)
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik dasar dalam permainan bolabasket meliputi: melempar dan menangkap, menggiring bola, menembak, olah kaki serta merayah bola. Dibawah ini akan dijelaskan teknik-teknik dasar bermain bolabasket:
1. Lempar Tangkap Bola (Passing dan Catching)
Lemparan dan tangkapan (passing dan catching) merupakan kecakapan dwi tunggal, untuk dapat menghidupkan permainan bolabasket. Teknik lempar bola yang diharapkan bagi seorang pemain basket mampu memberi dan menerima bola dengan baik. Memberi bola dengan baik adalah kemampuan
commit to user
seseorang dalam mengoper bola dan dapat menguasai bola dengan mudah. Sebaliknya seorang yang dikatakan memiliki kemampuan dalam menerima bola yang baik, apabila orang tersebut memiliki kemampuan dalam menguasai tangkapan bola dari hasil operan atau rampasan yang dilakukan dengan segala bentuk situasi posisi tubuh, dan arah datangnya bola.
Keterampilan pemain dalam melakukan operan dan tangkapan dalam kerjasama yang solid akan membuat jalannya pertandingan menjadi indah dan enak ditonton. Hal ini sesuai dengan pendapat Wissel (2000:71) bahwa “operan dan tangkapan yang baik penting bagi permainan tim, dan keahlian seperti itulah yang membuat bolabasket menjadi permainan tim yang indah”. Penguasaan teknik operan dan tangkapan merupakan unsur yang paling penting pada permainan bolabasket. Sebenarnya kegairahan permainan bolabasket terletak pada unsur menembak. Tetapi untuk melakukan tembakan, diperlukan usaha untuk mendekati basket. Hal ini dapat dicapai terutama dengan mengoper dan menangkap. Operan yang dilakukan dengan tepat dan akurat akan menciptakan peluang untuk membuat skor bagi tim.
Sebelum melakukan kegiatan melempar bola perlu dijelaskan dulu bagaimana cara memegang bola yang baik, sehingga lemparan dapat dilakukan dengan baik pula. Cara memegang bola adalah membuka jari-jari kedua tangan dan bola berada diantara kedua telapak tangan. Semua telapak tangan dan jari-jari bagian dalam mengenai dan menekan bola sehinggat tidak mudah lepas. Cara memegang bola ini sekaligus berguna untuk menerima atau menangkap bola. Cara melakukannya sebagai berikut:
1) Bola dipegang dengan kedua tangan terbuka, seluruh telapak tangan mengenai bola.
2) Letak tangan berada pada bagian samping bola agak sedikit ke belakang, jari-jari terbuka, ibu jari-jari menghadap ke dalam, dan antara ibu yang satu dengan yang lainnya kira-kira satu telapak tangan.
3) Pada waktu menerima operan, hendaknya bola disambut dengan kedua tangan dan ditarik ke arah dada.
commit to user
Gambar 1. Cara Memegang Bolabasket (A. Sarumpaet, dkk., 1992:224)
Operan atau passing pada permainan bolabasket ada beberapa macam. Berdasarkan penggunaan tangan, jenis operan dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1) Operan dua tangan (Two Hand Pass)
2) Operan dengan satu tangan (One Hand Pass)
Operan dengan dua tangan biasanya digunakan untuk operan jarak dekat. Sedangkan operan dengan satu tangan sering digunakan untuk operan jarak jauh. Ditinjau dari pelaksanaannya operan dapat dilakukan dengan lurus setinggi dada, melambung, menyamping, atau dengan dipantulkan ke lantai. Pada permainan bolabasket biasanya operan yang paling banyak digunakan adalah operan dada. Cara melakukan operan dua tangan setinggi dada yaitu:
1) Bola dipegang dengan kedua tangan terbuka.
2) Siku ditekuk dan diletakkan di samping badan, serta atur jarak jangan terlalu dekat dengan dada.
3) Kaki sejajar atau depan-belakang (sikap kuda-kuda).
4) Lutut sedikit ditekuk, badan sedikit condong ke depan dengan memperhatikan keseimbangan dan sikap rileks.
5) Operan dimulai dengan menarik bola ke arah dada untuk mengambil awalan, kemudian tolakkan bola ke depan dengan kedua lengan dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan sehingga jari-jari tangan menghadap ke bawah.
6) Arah operan setinggi dada.
7) Setelah melemparkan bola lakukan gerak lanjut dengan melangkah ke depan.
commit to user
Gambar 2. Mengoper (Passing) Dua Tangan Bola Setinggi Dada (A. Sarumpaet, dkk., 1992:224)
2. Menggiring Bola (Dribble)
Menggiring bola adalah salah satu dasar bolabasket yang pertama kali diperkenalkan kepada para pemula, karena keterampilan ini sangat penting bagi setiap pemain yang terlibat dalam permainan bolabasket. Setiap pemain basket bisa menjadi pendribble karena latihan dribble dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun dan tidak diperlukan peralatan lain selain bolabasket.
Keterampilan dribble harus dikuasai oleh setiap pemain bolabasket. Wissel (2000:95) manfaat dribble antara lain: Banyak manfaat yang diperoleh dari penguasaan keterampilan melakukan dribble tersebut:
1) Memindahkan bola keluar dari daerah padat penjagaan ketika operan tidak memungkinkan (contoh ketika setelah melakukan rebound atau dijaga dua orang).
2) Memindahkan bola pada saat fast break karena rekan tim tidak bebas penjagaan untuk mencetak angka.
3) Menembus penjagaan ke arah ring.
4) Menarik perhatian penjaga untuk membebaskan rekan tim. 5) Menyiapkan permainan menyerang.
6) Memperbaiki posisi atau sudut (angle) sebelum mengoper ke rekan. 7) Membuat peluang untuk menembak.
Teknik menggiring merupakan teknik dasar bermain bolabasket, sebab menggiring selalu digunakan dalam bermain bolabasket. Menggiring bola diperbolehkan hanya dengan satu tangan, kanan saja atau kiri saja, atau bergantian kanan dan kiri. Sesuai dengan kebutuhan menggiring bola ada dua
commit to user
cara, yaitu: menggiring bola tinggi (setinggi pinggang) dan menggiring bola rendah (setinggi lutut).
Teknik dribble harus dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan permainan. Selain itu teknik yang dilakukan harus merupakan teknik gerakan yang efektif. Untuk dapat melakukan teknik menggiring bola yang efektif diperlukan latihan menggiring bola dengan teknik gerakan yang benar. Teknik menggiring dimulai dari memegang bola dengan dua tangan, tangan kanan menghadap ke bawah, di atas bola, dan tangan kiri menyangga bola di depan badan. Sikap berdiri rileks, kaki kiri sedikit di depan kaki kanan dan badan sedikit dicondongkan ke depan. Lepaskan bola (menarik tangan kiri) dan gerakan memantul-mantulkan bola dimulai dengan tangan kanan. Ikuti gerakan lengan yaitu memantulkan bola ke lantai tahan dengan tangan kanan terus dipantulkan kembali, begitu seterusnya. Gerakan ini dimulai ditempat sambil merasakan sifat bolanya, Gerakan diulang-ulang sampai tidak perlu dilihat, berganti tangan kanan dan kiri. Setelah mahir baru dicoba bergerak maju (sambil jalan atau berlari).
Gambar 3. Teknik Dasar Menggiring Bola (A. Sarumpaet, dkk., 1992:229)
Kesalahan yang sering dilakukan adalah bola ditepuk dengan telapak tangan, bukan lecutan dengan jari-jari. Selain itu sering hanya gerakan pergelangan tangan saja, tanpa diikuti gerakan lengan secara keseluruhan, sehingga pantulan bolanya tidak kuat dan sukar dikontrol. Oleh karena itu gerakan hendaknya di mulai dari lengan bawah, telapak tangan dan ujung jari secara berkesinambungan, serta yang terakhir adalah lecutan jari-jari secara
commit to user
teratur. Pada waktu bola memantul ke atas sebaiknya bola jangan langsung dipantulkan kembali, namun hendaknya diikuti dulu ke atas sambil mengerem. Untuk memahirkan gerakan ini perlu dilakukan latihan mulai memantulkan bola ditempat, tangan kanan dan kiri bergantian, tanpa melihat bola, kemudian maju-mundur, ke kiri - ke kanan baik menggiring bola tinggi maupun rendah dan berikutnya adalah latihan menggiring bola dengan lawan.
3. Menembak (Shooting)
Menurut Imam Sodikun (1992:59) ada beberapa jenis tembakan yaitu: 1) tembakan dengan dua tangan di dada, 2) tembakan dengan dua tangan di atas kepala, 3) tembakan satu tangan, 4) tembakan lay up, 5) tembakan didahului dengan menggiring bola dan langsung mengadakan tembakan lay up, 6) tembakan loncat satu tangan, 7) tembakan loncat dengan dua tangan, 8) tembakan kaitan, dan 9) tembakan lain-lain gaya.
Menembak merupakan salah satu teknik dasar permainan bolabasket yang harus dikuasai olah setiap pemain. Menembak merupakan unsur penting dalam suatu pertandingan karena kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk ke dalam ring atau keranjang. Dengan demikian agar regu dapat bermain dengan baik dan memenangkan permainan, maka mereka dituntut untuk dapat melakukan unsur gerak tembakan yang benar. Penguasaan teknik menembak harus didahulukan dengan cara melatih gerak dasar tersebut secara sistematis dan kontinyu.
Pada permainan bolabasket terdapat bermacam-macam teknik menembak. Menurut A. Sarumpaet, dkk. (1992:230-233) ada beberapa teknik menembak dalam permainan bolabasket yang perlu dikuasai oleh setiap pemain guna menunjang prestasi, yaitu:
1) Tembakan dengan dua tangan dari dada. 2) Tembakan dengan dua tangan dari atas kepala. 3) Tembakan dengan satu tangan di atas kepala. 4) Tembakan dengan satu tangan dengan meloncat 5) Tembakan lay-up (lay up shot).
Tembakan dalam permainan bola basket tersebut di atas terdapat salah satu jenis tembakan yang mana sering kali digunakan oleh setiap pemain dalam
commit to user
pertandingan untuk membuat angka, yaitu tembakan bebas. Tembakan bebas adalah suatu gerakan tembakan bola yang dilepaskan melalui lengan, pergelangan, jari tangan, dengan seluruh tenaga, kemudian angkat bola secara serentak ke atas dengan kaki, punggung dan bahu tanpa ada gerakan lompatan. Dalam tembakan bebas bola harus diangkat tinggi dan menembak ke ring basket. Dalam permainan bola basket melakukan tembakan bebas merupakan tembakan yang paling baik dalam rangka melakukan tembakan ke basket lawan. Dengan tembakan bebas dapat mencapai sasaran yang tepat.
Shooting atau tembakan yang dimaksud adalah menembakkan bola ke ring dari belakang garis hukuman dengan jarak 1,8 meter. Secara teknis, kunci pokok keberhasilan tembakan adalah pola gerakan (dasar mekanika) shooting tersebut. Dasar mekanika dalam melakukan tembakan, menurut Wissel (2000:46) antara lain “pandangan, keseimbangan, posisi tangan, pengaturan siku, irama tembakan, dan pelaksanaannya”.
(a) Pandangan
Pada saat melakukan tembakan, pandangan mata harus cermat dan terpusat pada keranjang. Pemain harus memusatkan perhatian dan pandangan mata ke arah keranjang. Pandangan mata harus terfokus pada sasaran yang akan dituju. Dengan pandangan yang cermat akan dapat menambah keakuratan dalam melakukan tembakan.
(b) Keseimbangan
Dalam melakukan tembakan, keseimbangan tubuh harus dijaga. Dengan keseimbangan tubuh yang baik, akan dapat menambah kemampuan dalam memberikan tenaga pada bola, selain itu irama gerakan dalam melakukan tembakan akan lebih baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Wissel (2000:46) bahwa “berada dalam keseimbangan memberikan anda tenaga dan kontrol irama tembakan anda”. Kemampuan dalam memberikan tenaga dan mengontrol irama tembakan tersebut akan menambah keakuratan dalam melakukan tembakan.
commit to user
Menurut Wissel (2000:46) bahwa “posisi kaki adalah dasar keseimbangan, dan menjaga kepala segaris kaki sebagai kontrol keseimbangan”. Oleh karena itu posisi kaki harus tepat dan sikap kepala harus segaris dengan kaki. Dasar penumpu tubuh manusia pada waktu berdiri adalah kaki. Agar keseimbangan dapat dijaga, dalam melakukan tembakan kaki harus direntangkan selebar bahu dan badan tegak agar kepala segaris dengan dasar penumpu. (c) Posisi Tangan
Posisi tangan sangat penting saat melakukan tembakan. Untuk menembak adalah penting menempatkan tangan yang tidak menembak di bawah bola sebagai penjaga keseimbangannya. Posisi ini disebut blac-ung-tuck. Tangan untuk menembak bebas dan tidak perlu menjaga keseimbangan bola. Tangan cukup rapat dengan rileks dan jari-jari terentang secukupnya. Ibu jari tangan penembak rileks dan tidak terentang lebar (menghindarkan tegangan pada tangan dan lengan atas). Posisi tangan yang rileks akan menjadi arah alami, bola berada pada jari, jadi tidak pada telapak tangan. Tangan yang tidak menembak di bawah bola. Lengan dan tangan yang tidak menembak pada sisi yang leluasa dengan siku menunjuk ke belakang dan ke samping. Tangan yang menembak secara langsung di belakang bola, jari telunjuk pada titik tengah. Bola dilepaskan dari jari telunjuk. Pada lemparan bebas jari telunjuk tepat di katup atau tanda lain pada bagian tengah bola, agar kontrol dan sentuhan ujung jari yang sudah terbangun dapat menghasilkan lemparan yang lembut tapi tepat. (d) Pengaturan Siku
Bola di depan dan di atas bahu untuk menembak, antara telinga dan bahu. Siku-siku tetap di dalam. Saat siku penembak di dalam, bola sejajar dengan basket. Beberapa pemain tidak memiliki kelenturan untuk menempatkan tangan yang menembak di belakang bola saat siku di dalam. Pada kasus seperti ini, pertama-tama tangan di belakang bola dan kemudian gerakan siku
commit to user
ke dalam sejauh mana. Menembak adalah sinkronisasi antara kaki, pinggang, bahu, siku tembak, kelenturan pergelangan dan jari tangan. Tembakan bola dengan halus, bersamaan dengan gerakan mengangkat yang ritmis. Kekuatan inti dan ritmis tembakan berasal dari gerakan naik turun kaki. Lutut sedikit lentur. Tekuk lutut dan kemudian rentangkan sepenuhnya di dalam gerakan naik turun. Saat kaki terentang sepenuhnya, punggung dan bahu terentang ke arah atas. Ketika tembakan dimulai, bola di tata kembali mulai dari tangan penyeimbang ke tangan menembak. Cara terbaik saat menyinggungkan bola adalah dengan menarik pergelangan tangan sampai terlihat lipatan kulit. Sudut ini memberikan pelepasan yang cepat dan follow through yang konsisten. Arah lengan, pergelangan tangan dan jari lurus pada ring dengan sudut kemiringan 45 sampai 60 derajat, rentang lengan lurusnya sampai siku. Dorongan dan kontrol terakhir tembakan berasal dari pelenturan pergelangan tangan dan jari depan ke bawah. Bola lepas dari jari tengah dengan sentuhan ujung jari yang lembut untuk membuat putaran sisi belakang bola dan memperhalus tembakan. Keseimbangan tangan dipertahankan pada bola sampai titik pelepasan.
(e) Irama Tembakan
Suatu hal yang sangat penting dalam melakukan tembakan adalah koordinasi antara padangan mata, posisi kaki, gerakan batang tubuh dan gerakan lengan. Hal ini sesuai dengan pendapat Wissel (2000:47) bahwa “menembak adalah sinkronisasi antara kaki, pinggang, bahu, siku tembak, kelenturan pergelangan dan jari tangan”. Tenaga dorongan yang diberikan pada bola tergantung dari jarak tembakan. Untuk jarak dekat lengan pergelangan tangan dan jari memberikan dorongan besar. Tembakan jarak jauh memerlukan tenaga atau dorongan kaki, punggung dan bahu. Ritme yang lancar dan follow-through yang sempurna juga akan meningkatkan jarak tembak.
commit to user
Setelah bola lepas dari jari tengah, lengan bertahan untuk tetap di atas dan terentang sepenuhnya dengan jari tengah menunjuk lurus pada target. Telapak tangan menghadap ke bawah dan telapak tangan keseimbangan menghadap ke atas. Mata bertahan pada sasaran, dan lengan tetap di atas pada posisi penyelesaian follow through sampai bola menyentuh ring lalu bersiap kembali masuk.