A. Tinjauan tentang Kampanye
1. Definisi Kampanye
Kampanye adalah sebuah tindakan yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi masyarakat dengan merencanakan serangkaian kegiatan/usaha tertentu, untuk mencapai tujuan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Kamus Istilah periklanan Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenai kampanye. Didalamnya terdapat pengertian bahwa kampanye adalah rencana kegiatan komunikasi pemasaran yang berkesinambungan yang dilaksanakan berdasarkan suatu jadwal yang menunjukkan peran satu atau berbagai media (TV, radio, surat kabar, dan film). Pengertian secara umum tentang istilah kampanye yang dikenal sejak tahun 1940-an yaitu, campaign is generally exemply persuasion in action (Kampanye secara umum menampilkan kegiatan yang bertitik tolak untuk membujuk), dan lebah banyak dikemukakan beberapa ilmuan, ahli dan praktisi komunikasi (Rosady Ruslan, 2005:23).
commit to user
Pengertian Kampanye menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : a. Gerakan atau tindakan serentak (untuk melawan, mengadakan aksi dan
sebagainya).
b. Berkampanye artinya mengadakan gerakan secara serentak (untuk melawan, mengadakan aksi dan sebagainya).
c. Kampanye promosi artinya kampanye yang diadakan dalam rangka promosi untuk meningkatkan atau mempertahankan penjualan.
Menurut Lesie B. Snyder (2002), kampanye komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung ditujukan untuk khalayak tertentu, pada periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Aktivitas komunikasi dalam berkampanye biasanya berkaitan dengan suatu tujuan apa, kepada siapa, dan dalam rangka apa kampanye itu dilaksanakan.
2. Jenis-jenis kampanye
Banyak jenis kampanye yang telah dilakukan oleh pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi lainnya, yang semuanya memiliki yujauan dan sasaran tertentu. Menurut Charles U. Larson (Dalam bukunya Persuasion, Reception, and Responsibility. 1992. California : Wardsworth Publishing Co) yang dikutip oleh Rosady Ruslan dalam bukunya yang berjudul Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, membagi jenis-jenis kampanye menjadi :
a. Product-Oriented Campaign
Kegiatan dalam kampanye berorientasi pada produk, dan biasanya dilakukan dalam kegiatan komersial kampanye promosi pemasaran suatu peluncuran produk yang baru.
commit to user
b. Candidate-Oriented Campaign
Kegiatan kampanye yang berorientasi bagi calon (kandidat) untuk kepentingan kampanye politik.
c. Ideologi or Cause- Oriented Campaign
Jenis kampanye ini berorientasi yang bertujuan bersifat khusus dan berdimensi perubahan sosial.
3. Fungsi Kampanye
Adapun fungsi kampanye sendiri adalah untuk menyampai suatu pesan yang berisi tentang ajakan kepada masyarakat atau mempengaruhi masyarakat dapat mengerti maksud dan tujuan dari apa yang ingin dikomunikasikan, berdasarkan keterangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang terkait pada suatu kampanye adalah :
a. Adanya suatu aksi, dalam hal ini yang dimaksud adalah demonstrasi yang dilakukan secara serentak untuk menuntut apa yang mereka inginkan kepada pihak yang bersangkutan.
b. Pesan dalam suatu kampanye. Pesan adalah hal yang sangat erat kaitannya karena apabila pesan yang disampaikan tidak jelas atau tidak sampai pada target sasaran, maka kampanye tersebut gagal.
c. Unsur persaingan dalam suatu perebutan kedudukan maka dilakukan kampanye yang bertujuan agar mereka terpilih dalam massa serta mendapat kedudukan yang diinginkan.
commit to user
d. Promosi merupakan salah satu unsur yang terkandung dalam kampanye karena promosi merupakan bagian dari kampanye, seperti dalam penjualan suatu produk atau produk iklan.
4. Proses Perancangan Kampanye
Dalam proses perancangan sebuah kampanye, agar bisa mendapat hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan, memerlukan sebuah proses perencanaan yang baik. Perencanaan adalah alat bantu untuk bekerja secara efektif dan efisien . Perencanaan ini diperlukan untuk mendapatkan program taktis yang dapat dievaluasi keefektifannya. Perencanaan tersebut oleh (Anne Gregory, 2001:6) dirumuskan menjadi lima pertanyaan dasar yang akan sangat membantu dalam membuat perencanaan kampanye. Lima pertanyaan itu adalah:
a. Apa yang ingin saya capai? Apa yang menjadi tujuan kampanye b. Dengan siapa saya ingin berbicara?
Siapa publik dari kampanye c. Apa yang saya ingin katakan?
Pesan apa yang ingin disampaikan dalam kampanye tersebut d. Bagaimana saya menyampaikannya?
Mekanisme yang bisa dipakai untuk menyampaikan pesan. e. Bagaimana saya tahu saya telah mengerjakannya dengan benar?
commit to user
Dan untuk menjawab pertanyaan di atas ada dua persyaratan utama: a. Informasi
Mengumpulkan dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai tugas yang harus dilakukan, riset dan analisis yang mendalam bisa menjadi senjata utama untuk mendapatkan informasi.
b. Strategi
Adalah pendekatan keseluruhan untuk suatu program atau kampanye. Strategi adalah faktor pengkoordinasi, prinsip yang menjadi penuntun, ide utama, dan pemikiran dibalik program taktis. Strategi dapat diperoleh atau dirumuskan melalui Informasi dan data-data yang telah terkumpul yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dan kekuatan utama dari program tersebut.
Kampanye merupakan sebuah aktivitas promosi berupa pesan-pesan serial bertema yang terencana dari sebuah merek kepada sasaran yang spesifik melalui beragam alat komunikasi dalam sebuah periode. Ciri-ciri kampanye diantaranya berkesinambungan, sasaran dapat melihat/ mendengar/ membaca hanya satu tema dari beragam alat komunikasi tersebut. Kampanye adalah keinginan seseorang untuk mempengaruhi kepercayaan dan tingkah laku orang lain dengan daya tarik komunikatif.
Dalam melaksanakan kampanye ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Perkirakan terlebih dahulu kebutuhan, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan dari khalayak sasaran.
commit to user c. Lakukan evaluasi secara terus-menerus.
d. Gunakan media masa dan komunikasi interpersonal.
e. Pilihlah media masa yang tepat untuk mencapai khalayak sasaran. (Rachmadi, 1994: 135)
Sebelum profesional hubungan masyarakat memutuskan bagaimana dan apa yang dikomunikasikan ke satu publik spesifik, situasi dan khalayaknya harus diteliti dan dianalisis. Kampanye hubungan masyarakat biasanya dijalankan menggunakan rumus R-A-C-E (reasearch, analyze, create, dan
evaluate). Pada tahap riset, satu tim hubungan masyarakat bisa melakukan
jajak pendapat dan survey untuk menentukan sikap khalayak sekarang terhadap sebuah perusahaan, produk, atau masalah. Setelah sikapnya dipahami, satu kampanye akan direncanakan untuk menyampaikan tujuan-tujuan organisasi.
5. Kampanye Sosial
Kampanye sosial mempunyai tujuan untuk melakukan perubahan-perubahan sosial. Pengertian kampanye untuk perubahan-perubahan sosial adalah usaha yang terorganisasi yang dipimpin oleh sebuah grup (change agent) yang mempunyai keinginan untuk membujuk orang lain (target adopter) agar menerima, memodifikasi atau meninggalkan ide-ide tertentu, perilaku tertentu, praktek-praktek dan tingkah laku . Rice dan Atkin mengidentifikasi kondisi-kondisi untuk mendukung sebuah kampanye sosial, yaitu (Venus, 2004: 138):
commit to user
a. Peran media masa. Media massa dianggap efektif dalam menciptakan kesadaran, meningkatkan pengetahuan, dan mendorong khalayak berpartisipasi dalam proses kampanye.
b. Peran komunikasi antar pribadi. Bentuk komunikasi ini dipandang sebagai instrument penting dalam menciptakan perubahan perilaku dan memelihara kelanggengan perubahan tersebut.
c. Karakteristik sumber dan media. Keredibilitas sumber memberikan kontribusi yang besar bagi pencapaian tujuan kampanye. Demikian pula halnya dengan pemanfaatan media komunikasi yang tepat yang sejalan dengan kebiasaan bermedia khalayak.
d. Evaluasi formatif. Evaluasi diarahkan untuk mengevaluasi tujuan dan efektifitas pesan kampanye.
e. Himbauan pesan. Dalam hal ini pesan harus dirancang secara spesifik agar mampu menghimbau nilai-nilai individual.
f. Perilaku preventif. Dimana hasil kampanye tidak dirasakan secara langsung maka harus diupayakan suatu manfaat untuk menyadarkan khalayak.
g. Kesesuaian waktu, aksesibilitas dan kecocokan. Agar efektif pesan-pesan kampanye harus disampaikan pada saat yang tepat, budaya yang sesuai dan melalui media yang tersedia di lingkungan khalayak.
Lain halnya Kotler&Roberto (Venus, 2004: 131), mengidentifikasi faktor penghambat dari kampanye sosial adalah :
a. Program-program kampanye tersebut tidak menetapkan khalayak sasarannya secara tepat.
commit to user
b. Pesan-pesan pada kampanye yang gagal umumnya juga tidak cukup mampu memotivasi khalayak untuk menerima dan menerapkan gaasan yang diterima.
c. Lebih dari itu pesan-pesan tersebut juga tidak memberikan semacam petunjuk bagaimana khalayak harus mengambil tindakan yang diperlukan. d. Kegagalan pada sebuah program kampanye yang berorientasi perubahan
sosial juga dapat terjadi karena pelaku kampanye terlalu mengandalkan media massa tanpa menindaklanjutinya dengan komunikasi antar pribadi. e. Anggaran untuk membiayai program kampanye tersebut tidak memadai
sehingga pelaku kampanye tidak bisa berbuat secara total.
B. Tinjauan tentang Desain
1. Definisi Desain
Kata design menurut kamus Indonesia – Innggris dari John M. Echols berarti potongan, model, pola, konstruksi, mode, tujuan, rencana. Sedangkan dalam kamus Webster, pengertian desain adalah gagasan awal, rancangan, perencanaan, pola, susunan, proyek, hasil yang tepat, produksi, memuat, menciptakan, meningkatkan, pikiran, maksud, dan kejelasan.
Desain adalah elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai dengan keperluan pengiklanan atau pengemasan. Dalam arti lain desain adalah usaha deskripsi gagasan mengenai bentuk, rupa, ukuran, warna, dan tata letak beserta unsur-unsurnya yang membentuk wajah suatu benda (Nuradi dkk, 1996:52)
commit to user
Pertimbangan yang dipakai dalam proses desainyang juga merupakan syarat bagi suatu desain yang baik adalah faktor kegunaan, fungsi, produksi, pemasaran, keuntungan, dan nilai rupa atau estetis dari benda pakai itu. Pada hakekatnya , desain adalah mencari mutu yang lebih baik, mutu material, teknis, performasi, bentuk dan semuanya baik secara bagian per bagian maupun keseluruhan (Agus Sachari, 1986 : 81)
Secara etimologis kata desain berasal dari kata designo (Itali) yang artinya gambar (Jervis, 1984). Menurut Widagdo (1993) Desain adalah salah satu manifestasi kebudayaan yang berwujud dan merupakan produk nilai-nilai untuk status kurun waktu tertentu. Menurut The Columbia Encyclopedia pengertian desain dibagi menjadi 3 :
a. Merupakan rencana atau susunan garis, bentuk, massa, dan ruang dalam satu kesatuan.
b. Penciptaan untuk melayani kebutuhan fungsional, seperti arsitektur, desain produk industri, dan lain-lain, atau dapat pula sebagai ekspresi estetis yang bersifat pribadi.
c. Tahap-tahap persiapan suatu pekerjaan seni, atau merupakan elemen-elemen yang dikomposisikan pada suatu karya seni.
2. Prinsip Dasar Desain
Dalam mencipta sebuah iklan, diperlukan prinsip atau dasar untuk menciptakan satu kesatuan yang dapat menunjang sebuah iklan.
commit to user a. Kesatuan (Unity)
Semua bagian dari suatu layout harus menyatu guna membentuk keseluruhan layout.
b. Keberagaman (Variety)
Iklan, selayaknya tidak menimbulkan kesan monoton. Dalam suatu layout harus ada suatu perubahan dan pengkontrasan seperti menggunakan jenis huruf tebal dan medium, memanfaatkan ruang kosong, dan pemanfaatan gambar-gambar.
c. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan simetris dapat dicapai dengan pembagian, sehingga suatu rancangan (design) dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama, seperempat bagian , dan seterusnya.
d. Irama (Ritme)
Satu perangkat sederhana adalah memasukkan teks pada setiap awal paragraf (seperti dalam buku atau laporan surat kabar), sehingga mata pembaca diarahkan dari paragraf yang satu ke paragraf berikutnya. Namun demikian, aliran secara keseluruhan terhadap desain mesti menyiratkan irama yang nyaman.
e. Hukum Harmoni (Harmony)
Dalam rancangan atau layout iklan selayaknya tidak ada kekontrasan yang menyolok, membosankan, serta menyentak. Biasanya, seluruh unsur iklan harus harmonis, serta membantu menciptakan kesatuan.
commit to user f. Proporsi (Proportion)
Hal ini khususnya berkenaan dengan jenis ukuran huruf yang digunakan untuk lebarnya naskah atau copy iklan.
g. Skala (Scale)
Jarak pengkihatan (visibility) tergantung pada skala nada serta warna. Warna menyolok biasanya ditampilkan oleh warna primer. Hukum skala dapat digunakan dengan desain tipografis ketika headline (judul) serta
subheading (subjudul) dibuat kontras dengan area warna abu-abu dari
huruf teks.
h. Penekanan (Emphasis)
Sebuah iklan dapat dibuat sehingga tampak menarik, jika ada penekanan seperti jenis huruf tebal atau misalnya kata-kata tertentu diberi penekanan dengan menggunakan warna lain.
3. Daya Tarik Desain
Dikarenakan pentingnya iklan dalam berbagai bidang untuk menginformasikan maupun menarik masyarakat, maka desain iklan yang baik harus mengacu pada daya tarik fisik maupun pesan yang disampaikan, antara lain :
a. Daya Tarik Fisik
Adalah penampilan luar ilustrasi yang menyertai suatu iklan (Liliweri, 1992). Aspek yang terkandung disini meliputi :
commit to user
Emosi secara psikologis cukup bagus diekspresikan dalam gambar. Sebuah gambar lebih mampu untuk mendramatisir sehingga lebih mudah mempengaruhi perasaan manusia.
2) Warna
Warna mempunyai reaksi penting dalam karakteristik kepribadian dan lebih berbicara pada tataran emosi. Pemilihan warna yang baik akan menimbulkan respon positif bagi komunikan.
3) Komposisi
Pengaturan elemen-elemen atau susunan dalam gambar (ilustrasi/foto). 4) Ukuran Iklan
Iklan cetak dengan ukuran besar lebih efektif dan lebih dapat merebut perhatian khalayak dan mempertajam ingatan masyarakat terhadap iklan yang disampaikan.
b. Daya Tarik Pesan
Adalah kemampuan kata-kata untuk menarik perhatian khalayak. Iklan harus memperhatikan struktur iklan, gaya pesan, dan appeals pesan yang mengacu pada motif psikologis yang terkandung dalam pesan.
Agar iklan dapat diterima oleh masyarakat dan dapat meningkatkan angka penjualan produk yang ditawarkan, maka pesan iklan harus memenuhi syarat yang dikenal dengan SPURS, yaitu :
1) Selling Idea
Yaitu ide dalam iklan tersebut harus dapat menjual barang atau jasa yang ditawarkan.
commit to user
2) Persuative
Yaitu iklan yang disampaikan bersifat membujuk sehingga dapat menimbulkan desire.
3) Unexpected
Yaitu ide yang ditampilkan dalam iklan adalah hal–hal yang tak terduga, gila - gilaan, spektakuler dan luar biasa.
4) Relevant
Yaitu iklan harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang produk yang ditawarkan.
5) Simple
Yaitu iklan yang disampaikan harus membentuk satu persepsi atas produk atau tujuan yang diiklankan.
4. Ruang Lingkup Desain
Adapun ruang lingkup desain komunikasi visual ini diantaranya meliputi : a. Desain Grafis Periklanan atau Advertising
b. Animasi
c. Desain Identitas Usaha atau Corporate Identity
d. Desain Marka Lingkungan atau Environmental Graphics e. Desain Multimedia
f. Desain Grafis Industri atau Promosi
g. Desain Grafis Media digunakan dalam pembuatan buku, surat kabar, majalah, dll
commit to user i. Fotografi, Tipografi, dan Ilustrasi
Menurut Umar Hadi (2007 : 12) tugas Desain Komunikasi Visual atau pelakunya yang disebut desainer adalah mengidentifikasi hingga akhirnya memilih dan memutuskan simbol atau tanda yang sesuai dengan konteksnya.
C. Tinjauan tentang Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari tidak akan lepas dari komunikasi. Hal tersebut dikarenakan komunikasi merupakan hal yang paling dasar yang pasti dilakukan oleh setiap manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Adapun pengertian komunikasi ada banyak teori diantaranya adalah sebagai berikut : M. Gani dalam buku “Komunikasi Dalam Praktek” menerangkan bahwa komunikasi adalah hubungan dengan kata-kata, surat atau pesan, pertukaran pikiran atau opini. (Gani, 1978;41) William Albig dalam buku “Tanya Jawab Dasar-Dasar Jurnalistik” menerangkan bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambing-lambang yang berarti. (Albig, 1978;52) Noel Gist dalam buku “Tanya Jawab Dasar-Dasar Jurnalistik” menerangkan bahwa komunikasi adalah proses yang mana seorang komunikator mengoper stimuli untuk merubah tingkah laku komunikan yang lain. Sedangkan yang dimaksud lambang-lambang dari proses komunikasi adalah tanda-tanda yang berarti sesuatu, karena merupakan pencerminan kenyataan obyektif yang berada di sekeliling kita. Adapun jenis lambang yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa, gambar, gerak-gerik dan sikap.
commit to user
Komunikasi berasal dari kata dalam bahasa latin communis, yang berarti ”sama” yang salam bahasa Inggris disebut common. Komunikasi dianggap sebagai proses menciptakan suatu kesamaan atau commonnes atau suatu kesatuan pemikiran antara pengirim dengan penerima. Kesamaan pemikiran ini membutuhkan adanya hubungan saling berbagi atau sharing antara pengirim atau pengiklan, misalnya dengan penerima atau konsumen, (Terence A. Shimp, 2003 : 162-163).
2. Proses Komunikasi
Menurut Courtland dan Jhon V. Thil proses komunikasi terbagi menjadi lima tahap, yaitu :
a. Pengiriman mempunyai suatu ide atau gagasan b. Ide atau gagasan diubah menjadi suatu pesan c. Proses pemindahan pesan
d. Penerima menerima pesan
e. Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim. Dari pengertian komunikasi diatas tampak adanya komponen atau unsure-unsur yang dicakup yang merupakan syarat terjadinya komunikasi. Dalam bahasa komunikasi komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut :
a. Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan b. Pesan : Pernyataan yang didukung oleh lambang c. Komunikan : Orang yang menerima pesan
commit to user
e. Efek : Dampak sebagai pengaruh dari pesan
f. Decoding : Proses ketika komunikan mengartikan symbol-simbol
g. Encoding : Penulisan dalam bentuk sandi yang merupakan proses
pengungkapan pendapat yang berhubungan dengan produk dalam bentuk-bentuk simbol
h. Umpan balik : Bagaimana caranya agar supaya pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan
3. Sarana dan Alat Komunikasi
Mengenai sarana komunikasi atau alat komunikasi sebagian besar kita telah mengetahuinya, dalam komunikasi kita membaginya menjadi dua bagian yaitu :
a. Komunikasi secara Non Visual
Adalah komunikasi yang dilakukan dengan media selain visual atau alat pengelihatan. Media komunikasi secara non visual diantaranya adalah : alat bunyi-bunyian, radio, tape recorder, dan lain-lain.
b. Komunikasi secara Visual
Adalah komunikasi yang menggunakan alat yang bisa ditangkap secara visual atau indera penglihatan. Alat-alat visual adalah alat-alat yang dapat memperlihatkan rupa ata bentuk yang kita kenal sebagai alat peraga.
1) Alat visual dua dimensional
Alat visual dua dimensional adalah alat yang dapat memperlihatkan rupa atau bentuk pada bidang dua dimensional. Pada bidang
commit to user
transparan, contohnya slide, lembaran transparan untuk overhead
projector. Pada bidang yang tidak transparan contohnya ; poster,
gamar majalah, koran dan lain-lain. 2) Alat visual tiga dimensional
Disebut tiga dimensional karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, contohnya dealer help, packaging, totem sign dan lain sebagainya.
4. Media penunjang komunikasi dalam periklanan
Media-media periklanan yang berkonsep visual akan dipilah-pilah menjadi media primer dan sekunder, dalam pelaksanaan kegiatan promosi. Media primer akan digunakan dengan pertimbangan bahwa media tersebut akan sangat efektif bila digunakan dengan memperhatikan masalah target audience dan segmentasi. Sedangkan media sekunder, digunakan sebagai media pendukung yang akan digunakan setelah media primer.
a. Media Cetak
Media cetak dalam hal ini adalah segala jenis media yang proses reproduksinya menggunakan proses cetak. Media cetak mengutamakan pesan-pesan visual yang terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dalam tata warna. Kelebihan menggunakan media cetak adalah media yang menyampaikan pesan tersebut akan sampai secara langsung kepada target yang disasarnya, sehingga kegiatan promosi tersebut akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam membidik sasarannya. Disamping kelebihan tersebut, penggunaan media cetak
commit to user
tersebut juga memiliki kekurangan, antara lain memiliki nilai waktu yang terbatas dan pendek, karena media tersebut bisa juga langsung diabaikan. b. Media Elektronik
Penggunaan media ini untuk berpromosi akan sangat memperhatikan faktor anggaran kegiatan. Penggunaan media elektronik sekarang ini memang memiliki keuntungan yang besar, karena remaja pada umumnya gemar menonton televisi, mendengarkan radio, dan online di dunia maya atau internet.
1) Televisi
Penggunaan televisi dalam berpromosi mempunyai nilai tambah karena televisi mampu untuk menampilkan sesuatu yang berkesan nyata, baik suara maupun gambarnya, apalagi dengan penayangan yang diulang-ulang, sehingga akan bisa diingat lebih lama oleh konsumen. Iklan spot 10, 20, 30, atau 60 detik dijual oleh stasiun-stasiun, baik untuk pengiklan lokal maupun nasional. Pengiklan lokal biasanya memanfaatkan bentuk iklan ini. Kekuatan iklan televisi ini terutama terletak pada kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang sangat luas, selain itu televisi mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak sasaran. Kebanyakan calon konsumen lebih percaya pada perusahaan yang mengiklankan produk atau jasanya di televisi daripada tidak yang tidak sama sekali. Sedangkan kelemahan iklan televisi terletak pada biaya yang besar dan kemungkinan iklan di televisi menjangkau pasar yang tidak tepat.
commit to user 2) Radio
Penggunaan radio dalam berpromosi juga bisa digunakan. Daerah Surakarta dan sekitarnya telah banyak berdiri radio-radio swasta dengan jangkauan siaran daerah tersebut atau siaran lokal. Oleh karena itu meskipun iklan radio mudah dimengeti karena tidak memerlukan kemampuan membaca dan jangkauan khalayak sasarannya yang besar dan pada waktu yang bersamaan serta biaya yang cukup murah, namun iklan radio hanya bersifat audio saja, tanpa ada unsur visual.
3) Internet
Media internet merupakan media baru yang sedang dikembangkan untuk digunakan dalam kegiatan promosi. Kaum remaja pun menyukai kegiatan yang berkaitan dengan internet, seperti browsing,
chatting, dan sebagainya. Dalam menggunakan media ini untuk
berpromosi, memiliki keuntungan seperti pesan yang disampaikan akan sampai kepada sasaran yang dituju dengan efektif, karena nantinya iklan akan dipasang pada situs-situs yang disukai remaja sehingga akan lebih efektif penyampaiannya.
c. Media Event
Penggunaan media event sebagai sarana berpromosi memang sangat diperhitungkan. Selain itu, media ini juga akan dinilai efektif karena sasaran yang dituju dapat terseleksi langsung oleh jenis event yang diadakan. Event-event ini dapat dirancang tersendiri oleh
commit to user
perusahaan yang bersangkutan dengan menggunakan jasa event
organizer atau dapat hanya berperan sebagai sponsor utama.
d. Media Alternatif (Ambient Media)