2.11 Kajian Teori Sebelumnya
2.11.2 Kajian Teori Model Keberhasilan SI Delone dan McLean
Jogiyanto (2007) menjelaskan mengenai model keberhasilan sistem informasi yang dikembangkan oleh Delone dan McLean. Tahun 1992, Delone dan McLean mengembangkan model keberhasilan sistem informasi yang terdiri dari enam elemen atau faktor didalamnya. Keenam elemen atau faktor tersebut adalah sebagai berikut.
1) Kualitas sistem (system quality)
2) Kualitas informasi (information quality) 3) Penggunaan (use)
4) Kepuasan pemakai (user satisfaction) 5) Dampak individual (individual impact) 6) Dampak organisasi (organization impact)
37
Gambar 2.8 Model Keberhasilan SI (Delone dan McLean, 1992)
Model keberhasilan di atas didasarkan pada proses dan hubungan kausal dari
dimensi-dimensi di model. Model ini tidak mengukur ke enam dimensi pengukuran
keberhasilan sistem informasi secara independen tetapi mengukurnya secara
keseluruhan satu mempengaruhi yang lainnya.
Pertimbangan proses beragumentasi bahwa suatu sistem terdiri dari beberapa
proses, yaitu satu proses mengikuti proses lainnya. Suatu model proses
mengusulkan bahwa suatu sistem informasi terdiri dari beberapa proses yaitu
sebagai berikut ini.
1) Suatu sistem informasi mula-mula dibuat berisi dengan banyak fitur,
yang dapat memperlihatkan beberapa tingkat kualitas sistem dan
informasinya.
2) Pemakai-pemakai dan manajer-manajer mempunyai pengalaman
38
mereka puas atau tidak puas dengan sistemnya atau produk
informasinya.
3) Penggunaan dari sistem dan produk informasinya kemudian
mempunyai dampak atau pengaruh (influence) di pemakai individual di dalam melakukan pekerjaannya, dan dampak-dampak individu ini
secara kolektif akan berakibat pada dampak-dampak organisasional.
Sejak tahun 1992 sampai tahun 2002, banyak penelitian yang telah merujuk
dan menggunakan model Delone dan McLean (1992). Kepopuleran model ini
menunjukkan bukti yang kuat dari kebutuhan untuk mengintegrasikan penemuan-
penemuan riset secara komprehensif di bidang sistem informasi. Model ini banyak
mengundang perhatian dari para peneliti, salah satunya adalah Peter B. Seddon
yang melontarkan kritik terhadap model yang diajukan oleh DeLone & Mclean.
Menurut Seddon dalam Jogiyanto (2007) masalah utama dari model D&M
(DeLone & McLean) adalah mencoba mengkombinasikan proses dan penjelasan
kausal dari keberhasilan sistem informasi di model mereka. Dengan demikian
model mereka tercampur antara model proses (process model) dan model varian
(variance model). Menanggapi kritik Seddon tersebut yang menyatakan bahwa proses dan kausal adalah dua konsep yang berbeda dan membingungkan untuk
digabungkan. DeLone & McLean (2003) menyetujui kritik ini.
Pembuatan model keberhasilan sistem informasi D&M (D&M Information Success Model) dipicu oleh suatu proses pembuatan informasi dan dampak dari
39
penggunaan sistem informasinya. DeLone & McLean mendasarkan modelnya pada
model proses yang terdiri dari tiga komponen proses, yaitu:
1) Pembuatan dari suatu sistem informasi
2) Penggunaan sistem informasi tersebut
3) Konsekuensi atau dampak dari penggunaan sistem
Masing-masing dari proses-proses ini diperlukan (necessary), tetapi masih belum cukup (not sufficient) untuk suatu kondisi supaya dapat memberikan hasil (outcome). Misalnya tanpa penggunaan sistem, tidak akan ada konsekuensinya atau manfaatnya. Demikian juga dengan pemakaian sistem mungkin juga tidak akan
dihasilkan manfaat. Dengan demikian untuk memahami seluruh dimensi dari
keberhasilan sistem informasi, model varian atau model kausal diperlukan.
Kritik lainnya oleh Seddon, tentang pemakaian sistem (system use) adalah suatu perilaku (behavior), sehingga harus dikeluarkan sebagai pengukur sukses dari model kausal. DeLone & McLean (2003) tidak sependapat dengan kritik ini.
Mereka berargumentasi bahwa pemakaian sistem (use) harus mendahului dampak dan manfaat, mereka percaya bahwa pemakaian sistem merupakan pengukur yang
tepat untuk mengukur sukses di kebanyakan kasus.
DeLone & McLean (2003) lebuh lanjut mengatakan bahwa permasalahan
dengan menggunakan pemakaian sistem (use) sebagai pengukur keberhasilan adalah pada definisinya yang terlalu sederhana tanpa memperhatikan sifat dari
penggunaannya. Peneliti-peneliti harus mempertimbangkan sifat (nature), perluasan (extent), kualitas (quality), dan ketepatan (appropriateness) dari
40
pemakaian sistem. Sehingga penghapusan pemakaian sistem (use) dari model ditolak oleh Delone dan McLean (2003). Selain itu, kenyataannya juga pemakaian
sistem (system use atau system usage) masih digunakan di banyak riset-riset empiris dan berlanjut dikembangkan dan diuji oleh peneliti-peneliti sistem informasi.
Telah banyak perubahan peran sistem informasi selama 10 tahun sejak
DeLone & McLean pertama kali dikenalkan. Dengan mengkaji lebih dari 100
artikel yang dipublikasikan di jurnal-jurnal sistem informasi terkenal seperti
Information System research, Journal of Management Information Systems, dan
MIS Quarterly sejak tahun 1993, Delone dan McLean (2003) kembali memperbaiki modelnya dan mengusulkan model yang sudah dimukhtakhirkan terutama untuk
digunakan di e-commerce yang merupakan aplikasi yang belum banyak muncul di model awal.
Dari kontribusi-kontribusi penelitian-penelitian sebelumnya dan akibat
perubahan-perubahan dari peran dan penanganan sistem informasi yang telah
berkembang, DeLone & McLean (2003) memperbarui modelnya dan menyebutnya
sebagai model keberhasilan sistem informasi D&M yang diperbarui (updated D&M IS Success model). Hal-hal yang diperbarui dalam model ini adalah sebagai berikut.
1) Menambah dimensi kualitas pelayanan (service quality) sebagai tambahan dari dimensi-dimensi kualitas yang telah ada.
2) Menggabungkan dampak individual (individual impact) dan dampak organisasional (organizational impact) menjadi satu variabel yaitu manfaat-manfaat bersih (net benefits).
41
3) Menambahkan dimensi minat memakai (intention to use) sebagai alternatif dari dimensi pemakaian (use).
4) Pemakaian (use) dan kepuasan pemakai (user satisfaction) sangat erat berhubungan. Pemakaian (use) harus mendahului kepuasan pemakai (user satisfaction) sebagai suatu proses, tetapi pengalaman yang positif karena menggunakan (use) akan mengakibatkan kepuasan pemakai yang lebih tinggi sebagai suatu kausal. Secara sama, peningkatan
kepuasan pemakai akan mengakibatkan peningkatan minat
menggunakan (intention to use) dan kemudian akan menggunakan (use).
5) Jika manfaat-manfaat bersih (net benefits) positif akan menguatkan minat memakai, dan menggunakan serta tingkat kepuasan pemakai.
Umpan balik ini masih valid bahkan untuk manfaat-manfaat bersih
yang negatif.
6) Model yang diperbarui mempunyai arah panah untuk
mendemonstrasikan hubungan yang diusulkan antar dimensi-dimensi
keberhasilan dalam bentuk proses, tetapi tidak menunjukkan arah
hubungannya yang positif atau negatif dalam bentuk kausal.
Dari hasil analisis tersebut, maka Delone dan McLean (2003) mengusulkan
42
Gambar 2.9 Pengembangan Model Keberhasilan SI (Delone dan McLean, 2003)