• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Teori Model Keberhasilan SI Delone dan McLean

Dalam dokumen GREGORYO GUSTI FST (Halaman 52-58)

2.11 Kajian Teori Sebelumnya

2.11.2 Kajian Teori Model Keberhasilan SI Delone dan McLean

Jogiyanto (2007) menjelaskan mengenai model keberhasilan sistem informasi yang dikembangkan oleh Delone dan McLean. Tahun 1992, Delone dan McLean mengembangkan model keberhasilan sistem informasi yang terdiri dari enam elemen atau faktor didalamnya. Keenam elemen atau faktor tersebut adalah sebagai berikut.

1) Kualitas sistem (system quality)

2) Kualitas informasi (information quality) 3) Penggunaan (use)

4) Kepuasan pemakai (user satisfaction) 5) Dampak individual (individual impact) 6) Dampak organisasi (organization impact)

37

Gambar 2.8 Model Keberhasilan SI (Delone dan McLean, 1992)

Model keberhasilan di atas didasarkan pada proses dan hubungan kausal dari

dimensi-dimensi di model. Model ini tidak mengukur ke enam dimensi pengukuran

keberhasilan sistem informasi secara independen tetapi mengukurnya secara

keseluruhan satu mempengaruhi yang lainnya.

Pertimbangan proses beragumentasi bahwa suatu sistem terdiri dari beberapa

proses, yaitu satu proses mengikuti proses lainnya. Suatu model proses

mengusulkan bahwa suatu sistem informasi terdiri dari beberapa proses yaitu

sebagai berikut ini.

1) Suatu sistem informasi mula-mula dibuat berisi dengan banyak fitur,

yang dapat memperlihatkan beberapa tingkat kualitas sistem dan

informasinya.

2) Pemakai-pemakai dan manajer-manajer mempunyai pengalaman

38

mereka puas atau tidak puas dengan sistemnya atau produk

informasinya.

3) Penggunaan dari sistem dan produk informasinya kemudian

mempunyai dampak atau pengaruh (influence) di pemakai individual di dalam melakukan pekerjaannya, dan dampak-dampak individu ini

secara kolektif akan berakibat pada dampak-dampak organisasional.

Sejak tahun 1992 sampai tahun 2002, banyak penelitian yang telah merujuk

dan menggunakan model Delone dan McLean (1992). Kepopuleran model ini

menunjukkan bukti yang kuat dari kebutuhan untuk mengintegrasikan penemuan-

penemuan riset secara komprehensif di bidang sistem informasi. Model ini banyak

mengundang perhatian dari para peneliti, salah satunya adalah Peter B. Seddon

yang melontarkan kritik terhadap model yang diajukan oleh DeLone & Mclean.

Menurut Seddon dalam Jogiyanto (2007) masalah utama dari model D&M

(DeLone & McLean) adalah mencoba mengkombinasikan proses dan penjelasan

kausal dari keberhasilan sistem informasi di model mereka. Dengan demikian

model mereka tercampur antara model proses (process model) dan model varian

(variance model). Menanggapi kritik Seddon tersebut yang menyatakan bahwa proses dan kausal adalah dua konsep yang berbeda dan membingungkan untuk

digabungkan. DeLone & McLean (2003) menyetujui kritik ini.

Pembuatan model keberhasilan sistem informasi D&M (D&M Information Success Model) dipicu oleh suatu proses pembuatan informasi dan dampak dari

39

penggunaan sistem informasinya. DeLone & McLean mendasarkan modelnya pada

model proses yang terdiri dari tiga komponen proses, yaitu:

1) Pembuatan dari suatu sistem informasi

2) Penggunaan sistem informasi tersebut

3) Konsekuensi atau dampak dari penggunaan sistem

Masing-masing dari proses-proses ini diperlukan (necessary), tetapi masih belum cukup (not sufficient) untuk suatu kondisi supaya dapat memberikan hasil (outcome). Misalnya tanpa penggunaan sistem, tidak akan ada konsekuensinya atau manfaatnya. Demikian juga dengan pemakaian sistem mungkin juga tidak akan

dihasilkan manfaat. Dengan demikian untuk memahami seluruh dimensi dari

keberhasilan sistem informasi, model varian atau model kausal diperlukan.

Kritik lainnya oleh Seddon, tentang pemakaian sistem (system use) adalah suatu perilaku (behavior), sehingga harus dikeluarkan sebagai pengukur sukses dari model kausal. DeLone & McLean (2003) tidak sependapat dengan kritik ini.

Mereka berargumentasi bahwa pemakaian sistem (use) harus mendahului dampak dan manfaat, mereka percaya bahwa pemakaian sistem merupakan pengukur yang

tepat untuk mengukur sukses di kebanyakan kasus.

DeLone & McLean (2003) lebuh lanjut mengatakan bahwa permasalahan

dengan menggunakan pemakaian sistem (use) sebagai pengukur keberhasilan adalah pada definisinya yang terlalu sederhana tanpa memperhatikan sifat dari

penggunaannya. Peneliti-peneliti harus mempertimbangkan sifat (nature), perluasan (extent), kualitas (quality), dan ketepatan (appropriateness) dari

40

pemakaian sistem. Sehingga penghapusan pemakaian sistem (use) dari model ditolak oleh Delone dan McLean (2003). Selain itu, kenyataannya juga pemakaian

sistem (system use atau system usage) masih digunakan di banyak riset-riset empiris dan berlanjut dikembangkan dan diuji oleh peneliti-peneliti sistem informasi.

Telah banyak perubahan peran sistem informasi selama 10 tahun sejak

DeLone & McLean pertama kali dikenalkan. Dengan mengkaji lebih dari 100

artikel yang dipublikasikan di jurnal-jurnal sistem informasi terkenal seperti

Information System research, Journal of Management Information Systems, dan

MIS Quarterly sejak tahun 1993, Delone dan McLean (2003) kembali memperbaiki modelnya dan mengusulkan model yang sudah dimukhtakhirkan terutama untuk

digunakan di e-commerce yang merupakan aplikasi yang belum banyak muncul di model awal.

Dari kontribusi-kontribusi penelitian-penelitian sebelumnya dan akibat

perubahan-perubahan dari peran dan penanganan sistem informasi yang telah

berkembang, DeLone & McLean (2003) memperbarui modelnya dan menyebutnya

sebagai model keberhasilan sistem informasi D&M yang diperbarui (updated D&M IS Success model). Hal-hal yang diperbarui dalam model ini adalah sebagai berikut.

1) Menambah dimensi kualitas pelayanan (service quality) sebagai tambahan dari dimensi-dimensi kualitas yang telah ada.

2) Menggabungkan dampak individual (individual impact) dan dampak organisasional (organizational impact) menjadi satu variabel yaitu manfaat-manfaat bersih (net benefits).

41

3) Menambahkan dimensi minat memakai (intention to use) sebagai alternatif dari dimensi pemakaian (use).

4) Pemakaian (use) dan kepuasan pemakai (user satisfaction) sangat erat berhubungan. Pemakaian (use) harus mendahului kepuasan pemakai (user satisfaction) sebagai suatu proses, tetapi pengalaman yang positif karena menggunakan (use) akan mengakibatkan kepuasan pemakai yang lebih tinggi sebagai suatu kausal. Secara sama, peningkatan

kepuasan pemakai akan mengakibatkan peningkatan minat

menggunakan (intention to use) dan kemudian akan menggunakan (use).

5) Jika manfaat-manfaat bersih (net benefits) positif akan menguatkan minat memakai, dan menggunakan serta tingkat kepuasan pemakai.

Umpan balik ini masih valid bahkan untuk manfaat-manfaat bersih

yang negatif.

6) Model yang diperbarui mempunyai arah panah untuk

mendemonstrasikan hubungan yang diusulkan antar dimensi-dimensi

keberhasilan dalam bentuk proses, tetapi tidak menunjukkan arah

hubungannya yang positif atau negatif dalam bentuk kausal.

Dari hasil analisis tersebut, maka Delone dan McLean (2003) mengusulkan

42

Gambar 2.9 Pengembangan Model Keberhasilan SI (Delone dan McLean, 2003)

Dalam dokumen GREGORYO GUSTI FST (Halaman 52-58)

Dokumen terkait