• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kalibrasi dan pengawasan Quality Control

Dalam dokumen INSTRUKSI KERJA (IK) PJB-IMS 2.0 (Halaman 24-0)

BAGIAN I : RENCANA PENGENDALIAN MUTU DAN JAMINAN MUTU

H. Kalibrasi dan pengawasan Quality Control

1. Kalibrasi dilakukan secara internal dan eksternal. Periode kalibrasi internal dilakukan minimal 3 bulan sekali.

2. Pengawasan Kontrol Kualitas

Pengawasan kontrol kualitas bertujuan untuk memastikan bahwa operasional dan pemeliharaan CEMS yang dilakukan berjalan sesuai standar. Kegiatan ini meliputi pemantauan atas hasil pengukuran CEMS yang terukur di DAS, DIS, ataupun server lingkungan serta pelaporan data CEMS. Angka keberterimaan pengukuran CEMS dapat di lihat pada tabel berikut:

SO2

I. Perawatan : Preventive

Pemeliharaan preventif dilakukan secara periodik 1 bulanan, 3 bulanan dan 6 bulanan.

Pemeliharaan preventif direncanakan oleh sub bidang Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan dan dilaksanakan sesuai dengan SOP Preventive Maintenance (PM).

Berikut adalah list pekerjaan Preventive Maintenance analyzer CEMS Sampling System :

No Deskripsi Pekerjaan Acceptance Criteria

1 Sampling Probe

a Pengecekan pt100 probe (thermocouple) Dapat mengukur temperature stack dengan baik b Pengecekan filter cartridge Filter cartridge bersih

c Pengecekan Heated Sampling Line Temperature >150’C 2 Sampling Rack & Analyzer

a Pengecekan alarm analyzer Tidak ada alarm. Analzer berkerja dengan baik b Pengecekan kondisi Cooler Dryer temperature <5’C

c Pengecekan filter Filter bersih

d Pengecekan Flow sampling Flow >0.4 lph

e Pengecekan sampling pump Kondisi normal

f Pengecekan peristaltic pump Kondisi normal

g Pengecekan PLC PLC normal tidak ada Alarm

h Pengecekan kondisi Elektronik Koneksi bagus i Pengecekan koneksi data ke datalogger Koneksi bagus

j Pengecekan Parameter Analyzer Paremeter di analyzer terukur k Zeroing dan kalibrasi (jika diperlukan)

3 DSL-460 Opacity & Total Particulate Monitor

a Pengecekan error / alarm pada Control Unit Tidak ada alarm b Pengecekan titik focus sensor Titik fokus bagus c Pengecekan filter cartridge (purge air unit) Filter bersih

d Pengecekan lensa Measuring Head & Reflector

Measuring Head : Bersih Reflector : Bersih e Pengecekan output dari Power Supply ke Control

Unit

Output bagus.

f Pengecekan output dari Control Unit ke datalogger Output mA bagus. Terbukti muncul nilai pengukuran pada DAS

g Zeroing & kalibrasi (jika diperlukan) 4 Gas Kalibrasi/ Span Gas

a Pengecekan lifetime sertifikat

Span 1 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx Span 2 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx Span 3 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx

b Pengecekan pressure gas

Span 1 : Pressure bagus Span 2 : Pressure bagus Span 3 : Pressure bagus

c Pengecekan koneksi tubing (terdapat kebocoran) Tidak ada kebocoran pada tubing 5 Dryer set

a Pengecekan pressure gauge ± 6 - 8 bar Pressure udara instrument terpenuhi ± 6 bar b Pengecekan kualitas udara instrument Kualitas udara instrument bagus.

c Pengecekan koneksi tubing (terdapat kebocoran) Tidak ada kebocoran 6 PC & Software

a Pengecekan koneksi datalogger Koneksi bagus, muncul nilai pengukuran pada HMI software

b Muncul nilai pengukuran pada display Muncul nilai pengukuran pada Win Scan software

c Recording data Data ter-record ke database

7 AC (pendingin ruangan)

a Pengecekan kondisi ambient temp. Temp. ambient 22 sampai 25 Derajat Celcius

Adapun pemeliharaan berdasarkan level sebagaimana berikut :

Pekerjaan Pelaksanaan

Pengecekan parameter metrologika 1 bulan

Inspeksi peralatan terkait 1 bulan

Pengecekan Kalibrasi Sesuai Kebutuhan

Pembersihan sampling rack filter 3 bulan

Pembersihan Sampling Probe 6 Bulan

Penggantian Filter Sampling probe 1 Tahun

Penegecekan Temperature Heated line sampling 1 bulan

J. Audit System

Audit sistem dilakukan setiap 4 tahun sekali melalui pendekatan RATA sesuai dengan standard US-EPA 40 CFR part 60, appendix F oleh pihak eksternal.

K. Audit Kinerja

Audit kinerja dilakukan setiap 1 tahun sekali melalui pendekatan CGA/RAA sesuai dengan standard US-EPA 40 CFR part 60, appendix F oleh pihak eksternal.

L. Program Perbaikan (Corrective Action Program)

Seluruh kegiatan perbaikan (corrective action) direncanakan dan diputuskan melalui daily meeting sesuai framework WPC (Work Planning Control). Pelaporan kerusakan atau abnormal CEMS dilakukan melalui ILS (Incident Log Sheet) atau WR (Work Request). Perbaikan kerusakan dan durasi pekerjaan dilakukan sesuai hasil investigasi kerusakan dan kesediaan spare part.

M. Laporan

1. Laporan atas hasil pemantauan CEMS dilakukan secara online melalui aplikasi SISPEK (Sistem Pemantauan Emisi Secara Kontinyu) dan melalui aplikasi SIMPEL (Sistem Pelaporan Elektronik) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI oleh bidang Lingkungan. Hasil pemantauan yang dilaporkan meliputi data hasil pemantauan setiap jam yang terdiri dari parameter wajib sesuai dengan Lampiran pada PerMen LHK P.15 tahun 2019 sebagaimana terlihat pada tabel berikut:

Tabel 6. Parameter Laporan Emisi

No Sumber Emisi Parameter Kapasitas Acuan Peraturan Periode Pelaporan 1 Chimney 1 & 2 SO2, NOx, Total

2. Segala kondisi abnormal peralatan CEMS dilaporkan kepada instansi terkait dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak kondisi abnormal diketahui disertai dokumen pendukung dan rencana perbaikannya.

3. Laporan perbaikan dilakukan setiap ada pekerjaan perbaikan pada peralatan

CEMS. Laporan berisi permasalahan, langkah penanganan, serta penggantian sparepart apabila ada.

4. Laporan perbaikan wajib diketahui dan ditandatangani oleh SPV Pemeliharaan Instrumen. Setelah divalidasi oleh dan SPV Instrumen, kemudian laporan diserahkan pada bidang Rendal Pemeliharaan sebagai histori pemeliharaan peralatan CEMS.

5. Laporan pemeliharaan preventif (2 bulanan) berupa pengecekan rutin system secara keseluruhan dan penggantian material consumable sesuai rekomendasi pabrik. Laporan ini dibuat oleh bagian Kontrol Instrumen dan diserahkan kepada rendal pemeliharaan sebagai histori pemeliharaan peralatan CEMS

N. Kondisi Abnormal

Pada kondisi abnormal, hasil pengukuran CEMS dapat melebihi nilai baku mutu yang disebabkan unit pembangkit tidak beroperasi secara normal atau terjadi kerusakan pada komponen CEMS. Kondisi pengukuran CEMS abnormal yang dapat terjadi di PT PJB UBJ O&M PLTU Tenayan disebabkan antara lain:

1. Proses Firing/start up pembangkit, yaitu proses menghidupkan pembangkit setelah pembangkit tidak beroperasi baik sengaja maupun tidak disengaja.

Durasi proses firing ini sekitar 10-12 jam.

2. Uji bakar, yaitu proses pengaturan ulang komposisi bahan bakar untuk mendapatkan kinerja pembakaran sesuai rencana. Durasi uji bakar berlangsung selama 12-24 jam.

3. Performance test overhaul, pengetesan hasil pekerjaan overhaul dilakukan hingga 30 hari setelah pekerjaan overhaul selesai.

4. Blow shoot boiler, proses pembersihan dinding-dinding dan tube-tube boiler dengan mendorong udara bertekanan tinggi. Biasanya dilakukan 1 kali dalam 24 jam.

5. Terjadi kerusakan pada komponen CEMS dan diharuskan dilakukannya corrective maintenance selama waktu tertentu.

O. Daftar Pustaka

Permen LHK Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal

Manual book CEMS

BAGIAN II : STANDART OPERATING PROCEDURE A. DEFINISI

Akurasi : Ukuran kedekatan pengukuran ke “nilai sebenarnya”

Audit : Penilaian independen atas akurasi data. Independensi didapatkan dengan melakukan audit yang dilakukan oleh personil selain dari orang yang melakukan pengukuran rutin dengan menggunakan standar dan prosedur audit yang berbeda dari prosedur yang rutin digunakan dalam

pemantauan.

Audit Performa : Evaluasi kuantitatif terhadap operasi CEMS

Audit Sistem : Evaluasi kualitatif terhadap operasi CEMS dimana data emisi, log, data QA/QC dan informasi operasional lainnya ditinjau untuk menentukan status operasional CEMS terhadap peraturan yang berlaku atau untuk tujuan perusahaan.

Calibration Drift (CD)

: Perbedaan pembacaan output CEMS dari nilai referensi setelah periode operasi tertentu tanpa adanya jadwal pemeliharaan rutin, perbaikan, atau pengaturan lainnya. Nilai referensi dapat mengacu pada cyclinder gas, gas cell, atau filter optik dan tidak perlu disertifikasi.

Continuous Emission Monitoring System (CEMS)

: Seperangkat peralatan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi gas atau laju emisi.

Data Acquisition System (DAS)

: Alat perekam lajur, komputer analog, atau perekam digital untuk mereka data pengukuran dari output analyzer

Out-of-control : Kondisi dimana data yang dikumpulkan oleh CEMS selama periode tertentu melebihi batas toleransi penilaian Quality Assurance

Relative Accuracy (RA)

: Perbedaan rata-rata absolut antara konsentrasi gas atau laju emisi yang diukur oleh CEMS dengan nilai yang terukur saat pengukuran rutin ditambah dengan 2,5% koefisien kesalahan dari serangkaian tes dibagi dengan rata-rata tes pengukuran rutin atau batas emisi yang berlaku.

Relative

Accuracy Testing Audit

(RATA)

: Audit yang dilakukan oleh pihak ketiga terhadap keakuratan pengukuran CEMS

Span :

Span Value : Batas atas rentang pengukuran konsentrasi gas yang ditentukan untuk kategori sumber tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku

Zero : Nilai respon CEMS yang berhubungan dengan sumber spesifik nilai span.

B. START UP DAN OPERASI 1. Initial Start Up

a. Instrumentasi telah di periksa dan di kalibrasi b. Peralatan pada Analyzer rack Normal

c. Heated Line Power On

2. Preliminary Operation

Periksa secara visual bagian instrument untuk memastikan tidak ada kerusakan pada elemen.

3. Start Up

a. Analyzer pada saat dinyalakan mak akan secara otomatis melewati prosedur WARM-UP kemudian AUTOCAL (Auto Kalibrasi) pada IR channel selama 3 menit

b. Tunggu hingga analyzer Ready dan tidak ada alarm pada status display

c. Pastikan Pompa samping Running dan terdapat aliran pada analyser >0.4 lpm

4. Display

a) Main Menu

b) Struktur Menu

c) Menu Pengukuran

d) Menu Status

5. Kalibrasi

Untuk memastikan kualitas pengukuran dari analyzer ULTRAMAT 23 penting untuk melakukan kontrol dan kalibrasi secara teratur sesuai dengan rencana kualitas yang di inginkan.

Kalibrasi adalah prosedur untuk mengoreksi respon analyzer terhadapa titik skala baik pada konsentrasi yang dekat dengan nilai yang terukur secara teratur atau pada konsentrasi dekat dengan nilai batas standar yang berlaku.

- Zero dan Scale

Operasi ini terdiri dari perbandingan respon analyzer terhadap udara nol dan Gas yang telah diketahui nilai konsentrasinya.

- Frekuensi kalibrasi ini dilakukan setiap bulan, namun dapat dilakukan tergantung kondisi operasi dan aplikasinya. Dalam beberapa kondisi dengan mempertimbangkan penyimpangan analyzer yang rendah maka dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.

- Udara Zero

Untuk gas yang dapat terukur udara Zero adalah udara dengan tekanan minimal 4,5 x 103 hPa serta harus bebas dari konstituen yang mungkin dapat terukur oleh analyzer, dengan titik embun lebih rendah dari – 20 ˚C - Span Gas

Kontrol dan kalibrasi span gas cylinder dalam nitrogen (presisi ± 2%) dengan konsentrasi kira kira sama dengan nilai yang terukur secara teratur atau nilai batas yang berlaku sesuai peraturan. Gas cylinder yang digunakan harus disertifikasi secara teratur sesuai dengan kualitas yang diinginkan

C. INSPEKSI SISTEM CEMS HARIAN / PERAWATAN PREVENTIVE 1) Pengecekan Harian

a) ULTRAMAT 23

▪ Pengecekan Display Alarm

▪ Pengecekan Flow sampling

▪ Pengecekan koneksi data ke Datalogger b) Heated Line

▪ Pengecekan temperature c) Dryer Cooler

▪ Pengecekan Temperature dryer

▪ Pengecekan drain dryer d) DSL-460

▪ Pengecekan Error/Alarm pada Control Unit

▪ Pengecekan titik focus pada Measuring Head

▪ Pengecekan Filter Blower

▪ Pengecekan Signal e) Receiver Tank

▪ Pengecekan Pressure Gauge udara instrumen

▪ Pengecekan koneksi tubing f) PC & Software

▪ Pengecekan Datalogger meliputi (Analyzer ke Switch LAN, Control Unit ke Switch LAN dan Switch LAN ke PC)

▪ Pengecekan nilai pengukuran pada Display g) AC (Pendingin Ruangan)

▪ Pengecekan kondisi temperatur ruang.

2) Pengecekan Lainnya (Bulanan, Tahunan)

Pekerjaan Pelaksanaan

Pengecekan parameter metrologika 1 bulan

Inspeksi peralatan terkait 1 bulan

Pengecekan Kalibrasi Sesuai Kebutuhan

Pembersihan sampling rack filter 3 bulan

Pembersihan Sampling Probe 6 Bulan

Penggantian Filter Sampling probe 1 Tahun

Penegecekan Temperature Heated line sampling 1 bulan

D. PROSEDUR KALIBRASI

1) Perencanaan/ Persiapan meliputi aktivitas berikut:

a) Periksa dan pastikan keamanan, kelayakan dan kesiapan alat kerja (majun, obeng, consumable material yang diperlukan seperti zero air, gas kalibrasi), lokasi dan APD (safety helmet, safety shoes, safety harness bila diperlukan, sarung tangan).

b) Pastikan pekerjaan tidak mengganggu operasi unit.

c) Hubungkan SPAN GAS STANDARD ke “SPAN” input.

2) Pelaksanaan meliputi aktivitas sebagai berikut : a. Pasang regulator tabung gas standar

b. Pasang konektor gas standar pada konektor standar gas

c. Putar handwheel valve outlet tabung gas standar seperempat putaran d. Pastikan tidak ada kebocoran pada line gas

e. Posisikan selektor "MAN-AUTO" pada posisi "MAN"

f. Posisikan selektor " Sample Gas-Standar Gas" pada posisi "Standar Gas"

g. Atur flow standar gas dengan mengatur bukaan knob regulator standar gas pada panel

h. Pastikan penunjukkan pada flow indikator panel pada posisi angka 1l/h

i. Tekan tombol "Enter"

j. Arahkan kursor pada menu "Calibration", dengan mennggunakan

tombol panah

k. Tekan tombol "Enter"

l. Masukkan kode master password : 111

m. Arahkan kursor pada menu "Calibr. IR channels", kemudian tekan

"Enter"

n. Tentukan component yang akan dikalibrasi (SO/NO/CO) o. Arahkan kursor pada menu "Set span gas value"

p. Pastikan menu "Total Cal." pada keadaan ON, lalu masukkan nilai konsentrasi standar gas

q. Tekan tombol "Esc"

r. Pilih menu Start Kalibrasi "Start with range 1+2"

s. Tunggu sampai pengukuran stabil

t. Setelah stabil, kemudian tekan tombol "Enter"

u. Tekan tombol "Esc" sampai kembali ke menu awal v. Tekan tombol "MEAS"

w. Ulangi langkah 1-22 untuk gas standart yang lain

E. PROSEDUR PERAWATAN PREVENTIVE 1. Pemeliharaan 1 Bulanan Meliputi:

a. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger dan Sampling Rack) b. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)

c. Periksa aliran udara sampling (>0.4 L/h) d. Periksa temperature sampling cooler (<5’C) e. Periksa kondisi sampling filter

f. Periksa kondisi sampling pump 2. Pemeliharaan 3 Bulanan Meliputi

a. Periksa sampling probe di chimney b. Periksa dan bersihkan sensor opacity c. Periksa sensor temperatur dan flow flue gas d. Periksa udara purging sensor

e. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger, PLC dan Sampling Rack) f. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)

g. Periksa dan bersihkan indikator dan push button pada panel sampling rack h. Ganti filter pada sampling rack

i. Lakukan kalibrasi analyzer (NO, SO2,CO dan O2) j. Periksa kebersihan, suhu dan kelembaban ruangan 3. Pemeliharaan 6 Bulanan Meliputi

a. Lakukan penggantian filter sampling probe di chimney b. Periksa dan bersihkan sensor opacity

c. Periksa sensor temperatur dan flow flue gas d. Periksa udara purging sensor

e. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger, PLC dan Sampling Rack) f. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)

g. Periksa dan bersihkan indikator dan push button pada panel sampling rack h. Ganti filter pada sampling rack

i. Lakukan kalibrasi analyzer (NO, SO2,CO dan O2) j. Lakukan pengecekan fungsi panel sampling rack k. Lakukan manual purging sampling tube

l. Periksa temperature switch heating line m. Periksa suhu dan kelembaban ruangan

F. PROSEDUR AUDIT 1 : AUDIT CYLINDER GAS

Audit Cylinder Gas adalah pengetesan atau pengecekan yang dilakukan untuk seluruh sistem CEMS yang dilakukan dengan cara memasukkan gas kalibrasi pada probe untuk kemudian dilakukan pengecekan pada hasil yang terukur di analyzer CEMS.

Audit ini dapat juga digunakan untuk mengetahui adanya indikasi kebocoran pada line sampling dengan membandingkan hasil pengukuran gas yang terukur pada analyzer dengan komposisi gas kalibrasi yang digunakan. Audit ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.

i. Unit proses dan sistem analyser harus beroperasi dalam keadaan normal

≥90% (tekanan, temperatur, flow rate, dan konsentrasi polutan) ii. Pengetesan menggunakan referensi gas kalibrasi yang telah diketahui

konsentrasinya pada dua titik dengan range sebagai berikut:

Audit Point

Audit Range

Pollutant Monitors Diluent monitor for-

CO2 O2

1 20 – 30% nilai span 5 – 8% volume 4 – 6% volume 2 50 – 60% nilai span 10 – 14% volume 8– 12% volume

iii. Gunakan audit gas cylinder terpisah untuk audit point 1 dan 2. Jangan lakukan pengenceran gas dari audit cylinder saat melakukan pengetesan

iv. Lakukan pengetesan sebanyak tiga kali pada setiap audit point, dan gunakan nilai rata-rata untuk menghitung akurasi CGA

v. Perbedaan antara konsentrasi aktual audit gas dengan konsentrasi yang terindikasi dengan monitor digunakan untuk menghitung akurasi CEMS

vi. Perbedaan antara konsentrasi aktual audit gas dengan konsentrasi yang terindikasi dengan monitor digunakan untuk menghitung akurasi CEMS.

Perhitungan yang digunakan:

Cm = Nilai rata-rata respon analyser saat audit

Ca= Nilai referensi gas kalibrasi yang telah tersertifikasi

vii. Operasikan setiap monitor dalam keadaan mode sampling normal

Gunakan gas audit Certified Reference Materials (CRM’s), yang telah tersertifikasi oleh lembaga yang dibandingkan dengan National Institute of Standart and Technology (NIST) atau EPA.

G. PROSEDUR AUDIT 2 : AUDIT TEST AKURASI RELATIVE

Audit Test Akurasi Relative atau biasa disebut dengan RATA (Relative Accuracy Testing Audit) CEMS dilakukan minimal 2 tahun sekali oleh pihak independen.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam kegiatan Quality Control CEMS.

Tujuan dari dilakukan RATA CEMS adalah memastikan bahwa peralatan CEMS yang dipakai dapat mengukur gas buang secara benar dengan cara membandingkan hasil pengukuran gas tertentu yang terukur pada peralatan CEMS terpasang dengan hasil pengukuran gas yang diukur oleh alat CEMS milik pihak independen. RATA CEMS dilakukan pada saat unit sumber emisi beroperasi dan apabila sumber emisi tidak beroperasi untuk jangka waktu tertentu (overhaul atau stop) yang cukup panjang (>

1 bulan) maka peralatan CEMS wajib dilakukan RATA untuk memastikan kehandalan peralatan CEMS.

Prosedur dari kegiatan RATA CEMS ini antara lain :

a. Proses RATA menggunakan metode referensi dengan standar gas kalibrasi

yang telah diketahui nilai konsentrasi dari MESA. Standar gas kalibrasi digunakan untuk kalibrasi drift dan menggunakan standar gas kalibrasi b. CEMS diuji terhadap Standard Reference Method (SRM) untuk sertifikasi dan

dalam beberapa program kinerja jangka panjang CEMS dievaluasi terhadap metode referensi yang digunakan. Akurasi relatif dinilai selama sertifikasi menggunakan metode referensi standar seperti EPA Metode 7E untuk NOx, dan EPA Metode 10 untuk CO

c. CEMS sementara dijamin kualitas dan disertifikasi menggunakan sertifikasi yang berlaku untuk metode referensi yang digunakan seperti dalam USEPA 40 CFR Part 60, Pembaruan Metode Uji Instrumental Berkelanjutan; Aturan Terakhir

Tes emisi dilakukan menggunakan penganalisa CEMS Portable sebagai berikut : 1) Kalibrasi silinder gas untuk Gas Analyzer Portable - sebelum dan sesudah

untuk total 9 kali secara terus menerus.

2) Emisi gas diuji rata-rata selama 21 (dua puluh satu) menit

3) Untuk pengambilan sampel/pengujian ini, total 9 run dari rata-rata 21 menit untuk cerobong PLTU

4) Hasil tes dibandingkan antara hasil Portable Gas Analyzer dengan CEMS dan diliohat deviasi antara kedua hasil pengujian.

H. PROSEDUR AUDIT SYSTEM

Audit sistem melibatkan pemeriksaan umum terhadap sistem pemantauan. Audit digunakan untuk memberikan penilaian cepat terhadap ketersediaan data, efektivitas operasi dan pemeliharaan umum, dan kelengkapan prosedur pencatatan.

Audit sistem mencakup bidang- bidang berikut : 1) Administratif

- Log pemeliharaan : diselesaikan secara tepat waktu dan rinci oleh petugas yang berwenang.

- Recordkeeping : kelengkapan, ketersediaan

- Verifikasi : nilai span yang benar masuk ke dalam sistem data 2) Teknis

- Printer : cetak, operasional, terbaca, bacaan sesuai dengan kondisi

proses

- Sistem data : shelter cabinets bersih, area terjaga - Memantau cover:

3) Pendingin

- Printer : cetak, operasional, terbaca, bacaan sesuai dengan kondisi proses

- Sistem data : shelter cabinets bersih, area terjaga

I. PROSEDUR BACK UP DATA

Setiap tahun sesuai jadwal overhaul dilakukan Backup PC Cems dengan Prosedur sebagai berikut :

1. Persiapkan Hardisk external sebagai lokasi penyimpanan backup data 2. Restart PC dan Jalankan NORTON GHOST via DOS

3. Pilih Harddisk dan partisi yang akan di backup (Local C:\ & D:\)

4. Tentukan Partisi Hardisk yg akan digunakan untuk menyimpan file Backup. Beri nama file dengan format <BACKUPCEMS_DDMMYYYY>

Kemudian klik Save

5. Pilih Jenis Kompresi FAST atau HIGH akan digunakan untuk Backup.

Kemudian ‘Procesed with partition image creation?’ Pilih [YES]

6. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai dan muncul Image Box ‘Image Creation Completed Successfully’, klik [Continue]. Klik [Quit] untuk keluar dari Program.

J. PROSEDUR PELATIHAN

Pelatihan dilakukan di unit PLTU dan dipandu oleh engineer/teknisi. Bahan pelatihan mengambil dari SOP dan referensi yang lain. Pelatihan dilaksanakan setelah proses commissioning. Durasi pelatihan yaitu selama 2 hari yang terdiri atas materi dalam ruangan (inclass training) dan materi lapangan (site training) yang melibatkan bidang control instrument dan lingkungan.

K. SISTEM PENGAMANAN CEMS

Shelter CEMS diberikan akses control untuk mencegah tindak kejahatan dari orang yang tidak berkepentingan.

L. PROSEDUR PELAPORAN DATA

Pelaporan dilakukan setiap 6 bulan sekali melalui aplikasi SIMPEL (Sistem Pelaporan Elektronik) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

a. Buka situs www.simpel.menlhk.go.id lalu login dengan akun dan password yang telah dimiliki.

b. Klik logo PPU

c. Klik Tab Data Pemantauan d. Klik Data CEMS

e. Masukkan data CEMS di Form Isian

f. Masukkan data CEMS (upload) sesuai untuk masing-masing parameter sesuai format yang telah ditentukan, lalu SIMPAN

g. Lihat di tab DATA TABEL untuk memastikan bahwa data telah tersimpan

h. Pilih tab DATA PEMANTAUAN, pilih TANDA TERIMA ELEKTRONIK

i. Pilih periode pelaporan sesuai dengan triwulan yang akan dilaporkan (Triwulan I : Januari – Maret; Triwulan II : April – Juni; Triwulan III : Juli – September; Triwulan IV :Oktober – Desember), lalu klik CEK DATA

j. Data selama periode yang ditentukan akan muncul, lalu pilih SIMPAN.

k. Pilih tab DATA TABEL untuk melihat daftar tanda terima elektronik yang sudah disimpan

Lampiran

A. Spesifikasi CEMS dan acuan peraturan

No. Data PLTU 1 & 2

1. Nama unit sumber emisi yg dipasang CEMS

Boiler

2. Lokasi Pemasangan CEMS PLTU

3. Posisi CEMS dari atas cerobong (m) 50 4. Posisi CEMS dari bawah setelah

belokan / ganguan (m)

100

5. Diameter Cerobong (m) 40

6. Merk CEMS yang digunakan SIEMENS

Ultramat 23

Jenis Parameter yang dipantau pada setiap CEMs

9. Tahun pemasangan CEMS 2017

10. Merk & tipe gas analyzer SIEMENS ULTRAMAT 23

11. Merk & Type Dust Monitoring Dynoptic 460

DSL 12. Merk & Type Flow Rate Monitoring Rosemount

Emerson 3051

13. Limit deteksi kemampuan SO2 = 2000

pengukuran CEMS mg/N m3

NO = 2000

15. Frekuensi kalibrasi 3 bulan

16. Periode maintenance / service 1 bulan sekali

No. Data CEMS PLTU 1 & 2

17. CEMs Sampling rate Detik 5 21. Protokol ethernet yang

digunakan

Ketersediaan jaringan internet di ruang

analyzer

Ada ✓

Tidak ada 25. Ketersediaan jaringan 3G/4G di

lokasi analyzer

Ada ✓

Tidak ada

26. Provider 3G/4G yang digunakan Telkom 27. Konektivitas di DAS (Data

Dalam dokumen INSTRUKSI KERJA (IK) PJB-IMS 2.0 (Halaman 24-0)

Dokumen terkait