PJB-IMS 2.0
DOKUMEN PENGENDALIAN MUTU DAN JAMINAN MUTU CEMS
Disusun, Disetujui, Disahkan,
Rizki Ramadhan Edi Purnomosari Arief Wicaksono
Supervisor S. Lingkungan Manager Operasi General Manager
NO. DOKUMEN : IKTY –322 – 13.7.4.E.A – 001 TANGGAL DITETAPKAN : 16/JULI/2021
TANGGAL DIPERBARUI : 16/JULI/2021
REVISI : 00
DAFTAR PERUBAHAN DOKUMEN
No Halaman Uraian Perubahan Revisi ke- Tanggal
1. - Dokumen Baru SOP “Pengendalian Mutu dan Jaminan Mutu CEMS
00 16 – 07 - 2021
Tujuan
1. Menjaga Kehandalan Operasional Peralatan CEMS
2. Memenuhi pelaksanaan ketaatan di dalam pengendalian pencemaran udara berdasarkan Permen LHK No. 15 Tahun 2019
3. Menjamin mutu pengukuran dari peralatan CEMS
4. Mendukung implementasi K3 di dalam pengoprasian dan pemeliharaan peralatan CEMS Ruang Lingkup
Pelaksanaan pengendalian pencemaran udara di lingkungan perusahaan dengan menjaga mutu hasil pemantauan peralatan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dari segi operasional integrasi, pemeliharaan, dan audit system.
Definisi
Definisi/Istilah / Singkatan Penjelasan
PPU : Pengendalian Pencemaran Udara
CEMS : Continuous Emission Monitoring System
PJB : Pembangkitan Jawa-Bali
UBJOM : Unit Bisnis Jasa Operasi & Maintenance
PERMEN : Peraturan Menteri
K3 : Kesehatan dan Keselamatan Kerja
ESP : Elektrostatic Precipitator
LOTO : Lock Out Tag Out
A Dokumen Terkait
A.1 Dokumen Pendukung (dokumen terkait atau IK lainnya)
-
A.2 Dokumen Referensi
-
Kebijakan Manajemen PT PJB-
Kebijakan Manajemen PT PJB UBJOM Tenayan-
Undang-Undang No. 32 Tahun 2003 tentang-
PP No. 22 Tahun 2021 tentang-
Permen LH No. 15 Tahun 2019 tentangA.3 Dokumen Perizinan
-
Laporan Lingkungan Triwulan dan Semesteran ke Instansi Pemerintah Kota, Provinsi, & KLH-
Pelaporan SISPEK kepada KLHA.4 Dokumen / Data Teknik (Spesifikasi mesin / peralatan, dll)
-
Manual Book CEMS-
IK Kalibrasi PeralatanB Sumber Daya B.1 SDM
No Kompetensi/Keahlian Jumlah Keterangan
1. Manajer PPU 1
2. Operator PPU 1
3. Kalibrasi Peralatan Instrument 2
B.2 Tools, APD dan Peralatan Kerja lainnya
No Tools, APD dan Peralatan Kerja Jumlah Keterangan
1. Peralatan Tool Box Pemeliharaan 1 box
2. Peralatan Kalibrasi 1 Set
3. Safety Helmet 1 Ea
4. Baju Kerja/Wearpack 1 Stel
5. Safety Gloves 1 Pasang
6. Safety Shoes 1 Pasang
7. Safety Mask 1 Ea
8. LOTO 1 Set
B.3 Material (Sparepart, Consumable, dan material lainnya)
No Nama Material Jumlah Keterangan
(terlampir)
C Identifikasi Risiko (Aspek dan Dampak) terhadap Lingkungan, K3 dan Operasi, Kemungkinan Terjadinya Kondisi Emergency dan hal lainnya yang berpotensi risiko.
C.1 Identifikasi Risiko
No. Identifikasi Risiko Kemungkinan Dampak
Level Risiko Inheren
Risiko Penyebab Dampak
1. Tersandung Intalasi melintang
Cidera Ringan
Sedang Minor Moderat
(B2) 2. Terjepit Manuver
peralatan
Cidera Ringan, Berat
Sedang Medium Tinggi (C3)
3. Terbentur Intalasi melintang
Cidera Ringan
Sedang Minor Moderat
(B2)
4. Terpapar panas
Isolasi Terbuka
Cidera Berat
& Luka bakar
Kecil Signifikan Tinggi (B4) 5. Terjatuh Pagar dan
lantai rusak
Cidera Berat
& Kematian
Sedang Signifikan Tinggi (C4)
C.2 Mitigasi Risiko
No Control Level Risiko Pasca
Control Action Plan Level Risiko Residual 1. Penggunaan APD Moderat (B2) Pembuatan Rambu
Peringatan
Rendah (B2) 2. Penggunaan APD Moderat (C2) Pembuatan SOP/IK,
Rambu Peringatan
Rendah (B2) 3. Penggunaan APD Moderat (B2) Pembuatan Rambu
Peringatan
Rendah (B2) 4. Penggunaan APD Moderat (B3) Isolasi Area &
Pemeliharaan Isolasi Peralatan
Rendah (B2)
5. Penggunaan APD Moderat (B3) Pemeliharaan Peralatan
Rendah (B2)
D Metode Pengukuran & Parameter
No Metode Parameter Keterangan
1. Pengecakan Suhu Isolasi Peralatan Temperatur (Celcius Deg)
E Detail Aktivitas (Persiapan, Pelaksanaan dan Tindakan Akhir) (terlampir)
Daftar Isi
Daftar Perubahan Dokumen ... i
Daftar Isi... 4
BAGIAN I : RENCANA PENGENDALIAN MUTU DAN JAMINAN MUTU ... 5
A. Pendahuluan ... 5
B. Kebijakan dan Tujuan Pengendalian Mutu dan Jaminan Mutu ... 7
C. Sistem Kontrol Dokumen ... 9
D. Acuan peraturan CEMS dan deskripsi sistem CEMS ... 9
E. Struktur Organisasi dan Penanggung Jawab ... 9
F. Fasilitas, peralatan dan inventarisasi suku cadang ... 12
G. Metode dan prosedur : analisis dan akuisisi data ... 20
H. Kalibrasi dan pengawasan Quality Control ... 22
I. Perawatan : preventif... 22
J. Audit Sistem ... 25
K. Audit Kinerja ... 25
L. Program perbaikan (corrective action program) ... 25
M. Laporan ... 25
N. Kondisi Abnormal ... 26
O. Daftar Pustaka ... 26
BAGIAN II : STANDAR OPERATING PROCEDURE ... 27
A. DEFINISI ... 27
B. START UP DAN OPERASI ... 27
C. INSPEKSI SISTEM CEMS HARIAN / PERAWATAN PREVENTIF ... 32
D. PROSEDUR KALIBRASI ... 33
E. PROSEDUR PERAWATAN PREVENTIF ... 34
F. PROSEDUR AUDIT 1 : AUDIT CYLINDER GAS ... 35
G. PROSEDUR AUDIT 2 : AUDIT TEST AKURASI RELATIVE ... 36
H. PROSEDUR AUDIT SISTEM ... 37
I. PROSEDUR BACK UP DATA ... 38
J. PROSEDUR PELATIHAN... 39
K. SISTEM PENGAMANAN CEMS ... 39
L. PROSEDUR PELAPORAN DATA ... 40
BAGIAN I : RENCANA PENGENDALIAN MUTU DAN JAMINAN MUTU A. Pendahuluan
Pemrakarsa Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara PLTU Tenayan kapasitas 2 x 110 MW di Kelurahan Industri Tenayan Kecamatan Tenayan Raya Provinsi Riau adalah :
Nama
Perusahaan/Pemrakarsa : PT. PJB UBJ O&M
PLTU Tenayan
Jenis Badan Hukum : Perseroan Terbatas
(PT)
Alamat :
Jl. Ring Road 70, Kel.
Industri Tenayan, Kec.
Tenayan Raya
Nomor Telepon : 0811 7085 777
Bidang Usaha dan/atau
Kegiatan : Pembangkit Tenaga
Listrik
PLTU Tenayan terletak pada lahan 40 Ha yang berada dalam wilayah administrasi Kelurahan Industri Tenayan Kecamatan Tenayan Raya Provinsi Riau dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Sungai Siak
Sebelah Timur
: Kawasan Industri
Tenayan
Sebelah Selatan : Jalan Setapak
Sebelah Barat
: Kawasan Industri
Tenayan
Gambar 1. Peta Lokasi PLTU Tenayan
Data pembangkit pada PLTU Tenayan kapasitas 2 x 110 MW seperti pada detail di bawah ini :
Jenis Pembangkit : Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jumlah Pembangkit : 2 (dua) unit
Kapasitas Pembangkit : 110 MW per unit
Pola Operasi : 24 Jam
Fungsi Pembangkit : Pembangkit Utama
Jenis Bahan Bakar : Batubara
Asal Bahan Bakar : Jambi, Palembang
Kebutuhan Bahan Bakar : 76,58 ton/jam/unit
Sistem Pengiriman Bahan Bakar : Transportasi air diangkut menggunakan barge dengan kapasitas 5000 DW
Sistem Penyimpanan Bahan Bakar : Coal Yard
Sumber Air Baku : Air Sungai Siak
Sarana dan fasilitas pendukung yang ada di dalam lingkungan PLTU Tenayan seperti pada Tabel 1.
Tabel 1. Jenis Fasilitas Pendukung PLTU Tenayan
No. Jenis Sarana Keterangan
1 Pre-Treatment Plant Type : Mechanical Clarifier
Jumlah : 2 unit Production with capacity : 2 x 125 m3/jam
Storage tank capacity : 2 x 3.000 m3 2 Waste Water Treatment Plant
(WWTP)
Dibangun untuk pengolahan limbah yang berasal dari seluruh pengoperasian pembangkit. Sistem yang digunakan adalah Drainage System.
3 Close Cylce Cooling Water System
Sumber : air sungai
Kebutuhan Debit : 365 m3/h (hanya saat startup)
4 Generator
5 Steam Turbine System 6 Condensing System
7 Condensate and Feed Water System
8 Ash Handling System Sistem unit yang mengendalikan timbulan abu sisa pembakaran berupa Fly Ash dan
Bottom Ash dengan timbulan ± 120 ton (full load 2 unit)
9 Coal Stock Area Area penyimpanan Batubara yang terdiri dari Live Storage & Dead Storage
10 Air Quality Control Fasilitas pengendali udara emisi gas buang dari boiler menggunakan Electrostatic Precipitator
11 Jetty
12 Coal Handling Facilities Fasilitas untuk loading & unloading batubara dari tongkang sampai dengan ke boiler, terdiri dari conveyor & transfer tower
13 Boiler Circulating Fluidized Bed
Gambar 2. Diagram Alur Proses Produksi B. Kebijakan dan Tujuan Pengendalian Mutu dan Jaminan Mutu
PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operation & Maintenance PLTU Tenayan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup di dalam kegiatan penyediaan listrik untuk masyarakat dengan memenuhi standard mutu yang dipersyaratkan dengan menetapkan suatu Kebijakan Sistem Manajemen yang mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menjaga Keandalan dan Ketersediaan (Reliability dan Availability) Produksi Listrik yang efisien dan efektif berdasarkan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO
14001), Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001), Sistem Manajemen K3 (SMK3), Sistem Manajemen Energi (ISO 50001), Sistem Manajemen Aset (ISO 55001), Sistem Manajemen Risiko (ISO 31001), Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
2. Mewujudkan Green and Clean Power Plant dengan melaksanakan program penghijauan lingkungan produksi bersih, melakukan pengelolaan lingkungan sesuai regulasi dan implementasi sistem manajemen house keeping 5S secara berkelanjutan.
3. Menerapkan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, mentaati peraturan perundang - undangan dengan melakukan tindakan pencegahan kecelakaan kerja, pencegahan timbulnya HIV AIDS dan pemakaian obat – obatan yang mengandung psikotropika serta penyakit akibat kerja (PAK), agar mencapai Zero Accident.
4. Menerapkan Kebijakan Pengamanan serta mentaati peraturan perundang - undangan yang berlaku, sehingga mencapai nihil gangguan keamanan (Zero Insident).
5. Manajemen beserta seluruh karyawan berkomitmen terhadap pencapaian kinerja dan pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan Analisa SWOT perusahaan.
6. Manajemen menyediakan fasilitas & Sumber Daya Manusia yang relevan.
7. Menjamin kebijakan dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan maupun stakeholder dengan baik, serta dilakukan peninjauan ulang secara periodik untuk memastikan terwujudnya perbaikan yang berkelanjutan
Kebijakan ini ditetapkan sebagai acuan dalam penetapan tujuan, sasaran, dan program kerja untuk mencapai visi perusahaan dan wajib dipahami serta dilaksanakan oleh seluruh karyawan, mitra kerja, dan pihak-pihak terkait lainnya sesuai bidang tugas masing-masing.
Dokumen Rencana Pengendalian Mutu dan Jaminan Mutu ini dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa peralatan CEMS yang dimiliki oleh PT PJB UBJOM Tenayan yang digunakan beroperasi sesuai dengan spesifikasi kinerja sehingga hasil pengukuran yang dihasilkan lengkap, representatif, akurat, tepat dan dapat dipertanggung jawabkan.
C. Sistem Kontrol Dokumen
Dokumen ini merupakan bagian dari dokumen PJB-IMS dengan nomor IKTY- 322-13.7.4.e.a-001 tentang QA-QC Peralatan CEMS. Dokumen ini akan ditinjau setiap 1 tahun sekali dan atau apabila terdapat perubahan terkait desain peralatan maupun peraturan oleh bidang-bidang terkait.
D. Acuan Peraturan CEMS dan Deskripsi Sistem CEMS 1. Acuan Peraturan
a) Keputusan Kepala Bapedal No. 205 tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak
b) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.15/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 tahun 2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Thermal
2. Deskripsi Sistem CEMS
CEMS (Continuous Emission Monitoring System) adalah suatu alat yang bertujuan dipergunakan untuk mengukur kuantitas kadar suatu parameter emisi dan laju aliran melalui pengukuran secara terus menerus. Sistem CEMS PLTU PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton menggunakan Siemens Ultramat 23 Gas Analyzer for IR-absorbing gases and oxygen tipe Cold Dry Extractive.
E. Struktur Organisasi dan Penanggung Jawab
Pengendalian Mutu dan Jaminan Mutu atas peralatan CEMS serta pelaporan data berada di bawah tanggung jawab Manajer Operasi. Untuk pemeliharaan peralatan CEMS dan kalibrasi CEMS dilakukan oleh sub bidang Kontrol dan Instrumen sedangkan pemantauan data harian, perhitungan beban emisi, dan pelaporan data CEMS dilakukan oleh sub bidang Lingkungan.
Tugas dan tanggung jawab masing-masing bidang di pengelolaan peralatan CEMS sebagaimana berikut :
Gambar 3. Struktur Organisasi PT PJB UBJOM Tenayan
1. Manajer Pemeliharaan
− Mengelola kegiatan operasional pemeliharaan pembangkitan tenaga listrik dengan aman, handal, dan efisien dengan memperhatikan aspek-aspek K3 dan lingkungan serta melakukan monitoring dan pengendalian atas Rencana Anggaran Unit Pembangkitan
− Melakukan koordinasi dengan bidang terkait dalam operasional dan pemeliharaan CEMS
− Melakukan evaluasi atas kinerjasistem dan peralatan CEMS 2. Manajer Operasi
− Mengelola dan memastikan berjalannya kegiatan operasional pembangkitan tenaga listrik dengan aman, handal, dan efisien dengan memperhatikan aspek-aspek K3 dan lingkungan
− Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja dan efisiensi kegiatan operasional pembangkit
3. Manajer Enjinering
− Melakukan pemetaan dan evaluasi atas kinerja operasional dan pemeliharaan pembangkit dengan memperhatikan aspek-aspek K3 dan lingkungan
− Melakukan kajian terkait pengembangan dan teknologi terapan pembangkitan dengan memperhatikan aspek-aspek K3 dan lingkungan
− Memberikan usulan untuk perbaikan kinerja pembangkit dengan memperhatikan aspek- aspek K3 dan lingkungan
4. Supervisor Senior Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan
− Membuat perencanaan dan melakukan monitoring atas kegiatan pemeliharaan peralatan CEMS (ketersediaan spare part, anggaran dan penjadwalan pemeliharaan)
− Melakukan koordinasi dengan bidang terkait dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan sistem CEMS
− Melakukan monitoring tindak lanjut perbaikan atas kondisi abnormal pada peralatan CEMS
− Melakukan evaluasi dan menindaklanjuti rekomendasi berdasarkan laporan pemeliharaan CEMS
5. Supervisor Senior Lingkungan
− Membuat monitoring atas hasil pemantauan CEMS
− Memastikan hasil pemantauan CEMS sesuai dengan standar
− Melakukan koordinasi dengan bidang terkait dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan sistem CEMS
− Membuat laporan monitoring atas emisi dari CEMS 6. Supervisor Senior Kontrol & Instrumen
− Memastikan kesiapan peralatan CEMS
− Melakukan pemeliharaan peralatan CEMS (jadwal) dan kegiatan preventive dan corrective maintenance)
− Melakukan kalibrasi peralatan CEMS sesuai jadwal
− Membuat laporan pemeliharaan peralatan CEMS (preventive dan corrective maintenance)
− Melakukan evaluasi dan analisa atas kondisi abnormal pada peralatan CEMS dan mengusulkan tindak lanjut atas kondisi abnormal yang terjadi
7. Supervisor Senior Perencanaan dan Pengendalian Operasi
− Memastikan dan memonitoring proses produksi listrik berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku dan memperhatikan kaidah K3 dan lingkungan
− Melakukan koordinasi dengan bidang lingkungan terkait dengan fluktuasi pola operasi yang dapat mempengaruhi emisi gas buang
8. Supervisor Senior Produksi
− Memastikan dan memonitoring proses produksi listrik berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku dan memperhatikan kaidah K3 dan lingkungan
− Melakukan monitoring kualitas emisi gas buang selama 24 jam 9. Supervisor Senior Component Analysis
F. Fasilitas, Peralatan, dan Inventarisasi Suku Cadang 1. Profil Cerobong/Chimney PLTU Tenayan
Tabel 2. Data Cerobong PLTU Tenaya Unit 1 & 2
Sumber Emisi : PLTU Unit 1 & 2 Jenis bahan bakar : Padat Tahun Beroperasi : 2017 Kapasitas Produksi : 2x110 MW Bahan Bakar yg
Digunakan
: Batubara
Nama/Kode Cerobong : Chimney Unit 1 Chimney Unit 2
Produksi Listrik yang Dihasilkan (kW)
Temperatur Gas Cerobong (°C)
: 160 °C Waktu Operasional : 24 Jam
Dimensi cerobong (m)
A. Bentuk cerobong : Bulat Diameter Cerobong Atas
: 3 m
Diameter lubang sampling
: 0,3 m Diameter Cerobong Bawah
: 3 m
Tinggi cerobong : 150 m
Posisi peralatan CEMS : 50 m
Tipe CEMS : Cold Dry
Extractive
Parameter CEMS :
SO2, NOx, Partikulat, Opasitas,
Velocity, dan CO Merk CEMS : Siemen Ultramat
23
2. Peralatan CEMS
Skema fasilitas peralatan untuk sistem CEMS PT PJB UBJOM Tenayan
− Melakukanevaluasi performance dariperalatan CEMS melalui peta kesehatan unit
− Melakukan review atas standard job pengoperasian dan pemeliharaan CEMS
− Melakukan kajian terkait pengembangan atau teknologi terbaru CEMS
Gambar 4. Skema Peralatan CEMS UBJOM Tenayan
Tabel 3. Fasilitas Peralatan CEMS PLTU Tenayan
PARAMETER BRAND-MODEL
SO2, O2, NOX, CO, dan Temperatur Siemens Ultramat 23 Opasitas & total partikulat Dynoptic DSL 460
Laju alir Rosemount Emerson 3051
Tabel 4. Peralatan Utama Sistem CEMS PLTU Tenayan
No Item Qty Figure Merk
1 Probe Gas
Sampling System (Direct Extractive Dry & Un-heated )
2 Buehler 4622231
2 Gas Analyzer (CO, NOx, Sox, O2)
2 Siemens
Ultramat 23
3 Sample gas temperature controller
2 Buehler BRS
46222092
4 Blow back valve 2 SMC
AW30-F03CE-B
5 Air regulator 2 SMC AW30-
F03CE-B
6 Cooler 2 Buehler EGK 1SD
7 Power Junction Box
4 HENSEL KF4350
IP66
8 Power Junction Box
4 HENSEL KF5500
IP66
9 Temperatur Cooler 2 Thermopads
10 Sample Gas Pump 2 Buehler P2.3
11 Condensate Detector
2 JCT
Analysentechnik KW2
12 Liquid Stop 2 JCT
Analysentechnik JAF-1
13 Coalescing filter 2 Buehler K-AGF-
PV-30-A
14 Gas Filter 2 SUN-Control PC1410
15 NO Converter 2 Analytical System
Engineering NO2C-20C
16 Flow Meter 4 DWEYER
Instruments VFA- 23-SS
17 Gas Standar N2: 99.99%
Mix Gas: CO 800mg/m3, CO2 20%, NO 1600 mg/m3, SO2 1600 mg/m3, balance nitrogen O2: 10%
18 Opacity/Dust Sensor (In Situ)
DYNOPTIC DSL- 460 MK II
19 DSCU Operator Interface
2 DYNOPTIC DSL-
460 MK II
20 Flow &
Temperature Probe
2 OPAL
environmental Model: 300-DPP
21 Flow &
Temperature Monitor
2 OPAL
environmental Model: 300-DPP
22 Air conditioner cubicle
2 HITACHI
23 Monitor LCD 2
Tabel 5. Suku Cadang Spesifik System CEMS
No Sparepart Qty Gambar Merk
Sampling Probe
1 Filter Element 1 Buehler
Technologies
2 Filter 1 Buehler
Technologies
Sampling Rack & Analyzer
1 Condensate Pump 1 Buehler
Technologies
2 Sampling Filter 1 Buehler
Technologies
3 Sampling Pump 1 Buehler
Technologies
Voltage : 230VAC/50 Hz
4 NO2 Converter 1 ASE NO2C-20C
5 Oxygen Sensor 1 Type : 7MB2338-
5AK10-3NW1 Ultramat 23
6 IR Source 1 Ultramat 23 Type :
7MB2338-5AK10- 3NW1
7 Gas Filter for CO 1 Ultramat 23 Type :
7MB2338- 5AK10- 3NW1
8 Filter NO 1 C79451--A3458--
B103
9 Sensor NO 1 C79451--A3458--
B103
10 Sensor SO2 1 C79451--A3468-- B523
11 Sensor CO 1 C79451--A3468--
B530
12 LCD Module 1 C79451--A3494--
B16
13 Pressure Switch 1 C79302--Z1210--
A2
14 Solenoid Valve 1 C79451--A3494--
B33
15 Safety Filter Sample Gas 1 C79127--Z400--A1
16 Key Board 1 C79451--A3492--
B605
17 Filter 1 C79451--A3008--
B60
18 Flowmeter 1 C79402--Z560--T1
DSL-460 Opacity & Particulate Monitor
1 Blower Kit 1 BK-40B-240
2 Zero Mirror Calibration Checking
1 DSL-CH350Z10
3 Calibrated Opacity Filter 1 ASY -190 (8%)
ASY-133 (20%) ASY -183 (35%)
4 Span Filter Calibartion Checking
1 DSL-CH350S9 &
DSL-CH350S65
5 Operator Intarface 1 DSL-460
G. Metode dan Prosedur : Analisis dan Akuisisi Data 1. Metode Analisa Data
Sampel dihisap melalui Probe dimana terdapat filter di dalamnya. Sampel kemudian melalui heated sampling line menuju Analizer Cabinet. Sampel terlebih dahulu melewati filter sebelum memasuki Cooler Dryer yang berfungsi menghilangkang kandungan air di dalam sampel. Baru kemudian sampel melewati NOx Converter sebelum memasuki Gas Analyzer.
Gambar 5. Skema Pengambilan Sampel Gas
2. Pengukuran Inframerah (IR)
Sumber IR (7) pada 600 °C memancarkan radiasi inframerah yang dimodulasi dengan 8 1/3 Hz oleh Pencacah (5). Setelah melewati sel sampel (4), intensitas radiasi diukur oleh detector (11, 12). Detektor yang diwakili terdiri dari lapisan yang diisi dengan komponen yang akan dianalisis. Energi bagian tengah pita IR dari gas yang diukur terutama diserap pada lapisan pertama. Lapisan kedua menyerap energi tepi yang disetel pada selektivitas tinggi di lapisan ketiga melalui aperture. Ketika melewati lapisan, penyerapan radiasi mengakibatkan tekanan yang berbeda meningkat dan aliran melalui lubang kapiler. Sensor mikroflow di sana menghasilkan sinyal yang hampir tidak terlepas dari gangguan dari komponen di tepi pita.
3. Metode Akuisisi Data
Akuisisi data adalah sistem instrumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi data atau menganalisis, pengukuran dapat dilakukan dari berbagai sumber signal input diantaranya :
a) Sensor (Flow, Temperature, Dust & opacity) b) Analyzer ULTRAMAT 23
Semua inputan data dari sensor dan analyzer masuk ke Programable Logic Control (PLC) yg kemudian data tersebut ditransmisikan ke PC dengan perangkat lunak untuk merecord data analisa hasil pengukuran dan dapat menampilkan parameter pengukuran secara real time.
H. Kalibrasi dan Pengawasan Quality Control
1. Kalibrasi dilakukan secara internal dan eksternal. Periode kalibrasi internal dilakukan minimal 3 bulan sekali.
2. Pengawasan Kontrol Kualitas
Pengawasan kontrol kualitas bertujuan untuk memastikan bahwa operasional dan pemeliharaan CEMS yang dilakukan berjalan sesuai standar. Kegiatan ini meliputi pemantauan atas hasil pengukuran CEMS yang terukur di DAS, DIS, ataupun server lingkungan serta pelaporan data CEMS. Angka keberterimaan pengukuran CEMS dapat di lihat pada tabel berikut:
SO2
(mg/Nm3)
NOx
(mg/Nm3)
Partikulat (mg/Nm3)
O2
(%)
CO (mg/Nm3)
Laju Alir (m3/s)
Opasitas (%)
Temperature (oC) 160-533 74-280 19-35 2.91-7.02 22-54 693-1721 25-71 108-195
I. Perawatan : Preventive
Pemeliharaan preventif dilakukan secara periodik 1 bulanan, 3 bulanan dan 6 bulanan.
Pemeliharaan preventif direncanakan oleh sub bidang Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan dan dilaksanakan sesuai dengan SOP Preventive Maintenance (PM).
Berikut adalah list pekerjaan Preventive Maintenance analyzer CEMS Sampling System :
No Deskripsi Pekerjaan Acceptance Criteria
1 Sampling Probe
a Pengecekan pt100 probe (thermocouple) Dapat mengukur temperature stack dengan baik b Pengecekan filter cartridge Filter cartridge bersih
c Pengecekan Heated Sampling Line Temperature >150’C 2 Sampling Rack & Analyzer
a Pengecekan alarm analyzer Tidak ada alarm. Analzer berkerja dengan baik b Pengecekan kondisi Cooler Dryer temperature <5’C
c Pengecekan filter Filter bersih
d Pengecekan Flow sampling Flow >0.4 lph
e Pengecekan sampling pump Kondisi normal
f Pengecekan peristaltic pump Kondisi normal
g Pengecekan PLC PLC normal tidak ada Alarm
h Pengecekan kondisi Elektronik Koneksi bagus i Pengecekan koneksi data ke datalogger Koneksi bagus
j Pengecekan Parameter Analyzer Paremeter di analyzer terukur k Zeroing dan kalibrasi (jika diperlukan)
3 DSL-460 Opacity & Total Particulate Monitor
a Pengecekan error / alarm pada Control Unit Tidak ada alarm b Pengecekan titik focus sensor Titik fokus bagus c Pengecekan filter cartridge (purge air unit) Filter bersih
d Pengecekan lensa Measuring Head & Reflector
Measuring Head : Bersih Reflector : Bersih e Pengecekan output dari Power Supply ke Control
Unit
Output bagus.
f Pengecekan output dari Control Unit ke datalogger Output mA bagus. Terbukti muncul nilai pengukuran pada DAS
g Zeroing & kalibrasi (jika diperlukan) 4 Gas Kalibrasi/ Span Gas
a Pengecekan lifetime sertifikat
Span 1 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx Span 2 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx Span 3 : expired tgl xx bln xx tahun xxxx
b Pengecekan pressure gas
Span 1 : Pressure bagus Span 2 : Pressure bagus Span 3 : Pressure bagus
c Pengecekan koneksi tubing (terdapat kebocoran) Tidak ada kebocoran pada tubing 5 Dryer set
a Pengecekan pressure gauge ± 6 - 8 bar Pressure udara instrument terpenuhi ± 6 bar b Pengecekan kualitas udara instrument Kualitas udara instrument bagus.
c Pengecekan koneksi tubing (terdapat kebocoran) Tidak ada kebocoran 6 PC & Software
a Pengecekan koneksi datalogger Koneksi bagus, muncul nilai pengukuran pada HMI software
b Muncul nilai pengukuran pada display Muncul nilai pengukuran pada Win Scan software
c Recording data Data ter-record ke database
7 AC (pendingin ruangan)
a Pengecekan kondisi ambient temp. Temp. ambient 22 sampai 25 Derajat Celcius
Adapun pemeliharaan berdasarkan level sebagaimana berikut :
Pekerjaan Pelaksanaan
Pengecekan parameter metrologika 1 bulan
Inspeksi peralatan terkait 1 bulan
Pengecekan Kalibrasi Sesuai Kebutuhan
Pembersihan sampling rack filter 3 bulan
Pembersihan Sampling Probe 6 Bulan
Penggantian Filter Sampling probe 1 Tahun
Penegecekan Temperature Heated line sampling 1 bulan
J. Audit System
Audit sistem dilakukan setiap 4 tahun sekali melalui pendekatan RATA sesuai dengan standard US-EPA 40 CFR part 60, appendix F oleh pihak eksternal.
K. Audit Kinerja
Audit kinerja dilakukan setiap 1 tahun sekali melalui pendekatan CGA/RAA sesuai dengan standard US-EPA 40 CFR part 60, appendix F oleh pihak eksternal.
L. Program Perbaikan (Corrective Action Program)
Seluruh kegiatan perbaikan (corrective action) direncanakan dan diputuskan melalui daily meeting sesuai framework WPC (Work Planning Control). Pelaporan kerusakan atau abnormal CEMS dilakukan melalui ILS (Incident Log Sheet) atau WR (Work Request). Perbaikan kerusakan dan durasi pekerjaan dilakukan sesuai hasil investigasi kerusakan dan kesediaan spare part.
M. Laporan
1. Laporan atas hasil pemantauan CEMS dilakukan secara online melalui aplikasi SISPEK (Sistem Pemantauan Emisi Secara Kontinyu) dan melalui aplikasi SIMPEL (Sistem Pelaporan Elektronik) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI oleh bidang Lingkungan. Hasil pemantauan yang dilaporkan meliputi data hasil pemantauan setiap jam yang terdiri dari parameter wajib sesuai dengan Lampiran pada PerMen LHK P.15 tahun 2019 sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
Tabel 6. Parameter Laporan Emisi
No Sumber Emisi Parameter Kapasitas Acuan Peraturan Periode Pelaporan 1 Chimney 1 & 2 SO2, NOx, Total
Partikulat, laju alir
660 MW Lampiran I PerMen LHK No. P15 tahun 2019
Semester
2. Segala kondisi abnormal peralatan CEMS dilaporkan kepada instansi terkait dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak kondisi abnormal diketahui disertai dokumen pendukung dan rencana perbaikannya.
3. Laporan perbaikan dilakukan setiap ada pekerjaan perbaikan pada peralatan
CEMS. Laporan berisi permasalahan, langkah penanganan, serta penggantian sparepart apabila ada.
4. Laporan perbaikan wajib diketahui dan ditandatangani oleh SPV Pemeliharaan Instrumen. Setelah divalidasi oleh dan SPV Instrumen, kemudian laporan diserahkan pada bidang Rendal Pemeliharaan sebagai histori pemeliharaan peralatan CEMS.
5. Laporan pemeliharaan preventif (2 bulanan) berupa pengecekan rutin system secara keseluruhan dan penggantian material consumable sesuai rekomendasi pabrik. Laporan ini dibuat oleh bagian Kontrol Instrumen dan diserahkan kepada rendal pemeliharaan sebagai histori pemeliharaan peralatan CEMS
N. Kondisi Abnormal
Pada kondisi abnormal, hasil pengukuran CEMS dapat melebihi nilai baku mutu yang disebabkan unit pembangkit tidak beroperasi secara normal atau terjadi kerusakan pada komponen CEMS. Kondisi pengukuran CEMS abnormal yang dapat terjadi di PT PJB UBJ O&M PLTU Tenayan disebabkan antara lain:
1. Proses Firing/start up pembangkit, yaitu proses menghidupkan pembangkit setelah pembangkit tidak beroperasi baik sengaja maupun tidak disengaja.
Durasi proses firing ini sekitar 10-12 jam.
2. Uji bakar, yaitu proses pengaturan ulang komposisi bahan bakar untuk mendapatkan kinerja pembakaran sesuai rencana. Durasi uji bakar berlangsung selama 12-24 jam.
3. Performance test overhaul, pengetesan hasil pekerjaan overhaul dilakukan hingga 30 hari setelah pekerjaan overhaul selesai.
4. Blow shoot boiler, proses pembersihan dinding-dinding dan tube-tube boiler dengan mendorong udara bertekanan tinggi. Biasanya dilakukan 1 kali dalam 24 jam.
5. Terjadi kerusakan pada komponen CEMS dan diharuskan dilakukannya corrective maintenance selama waktu tertentu.
O. Daftar Pustaka
Permen LHK Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal
Manual book CEMS
BAGIAN II : STANDART OPERATING PROCEDURE A. DEFINISI
Akurasi : Ukuran kedekatan pengukuran ke “nilai sebenarnya”
Audit : Penilaian independen atas akurasi data. Independensi didapatkan dengan melakukan audit yang dilakukan oleh personil selain dari orang yang melakukan pengukuran rutin dengan menggunakan standar dan prosedur audit yang berbeda dari prosedur yang rutin digunakan dalam
pemantauan.
Audit Performa : Evaluasi kuantitatif terhadap operasi CEMS
Audit Sistem : Evaluasi kualitatif terhadap operasi CEMS dimana data emisi, log, data QA/QC dan informasi operasional lainnya ditinjau untuk menentukan status operasional CEMS terhadap peraturan yang berlaku atau untuk tujuan perusahaan.
Calibration Drift (CD)
: Perbedaan pembacaan output CEMS dari nilai referensi setelah periode operasi tertentu tanpa adanya jadwal pemeliharaan rutin, perbaikan, atau pengaturan lainnya. Nilai referensi dapat mengacu pada cyclinder gas, gas cell, atau filter optik dan tidak perlu disertifikasi.
Continuous Emission Monitoring System (CEMS)
: Seperangkat peralatan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi gas atau laju emisi.
Data Acquisition System (DAS)
: Alat perekam lajur, komputer analog, atau perekam digital untuk mereka data pengukuran dari output analyzer
Out-of-control : Kondisi dimana data yang dikumpulkan oleh CEMS selama periode tertentu melebihi batas toleransi penilaian Quality Assurance
Relative Accuracy (RA)
: Perbedaan rata-rata absolut antara konsentrasi gas atau laju emisi yang diukur oleh CEMS dengan nilai yang terukur saat pengukuran rutin ditambah dengan 2,5% koefisien kesalahan dari serangkaian tes dibagi dengan rata-rata tes pengukuran rutin atau batas emisi yang berlaku.
Relative
Accuracy Testing Audit
(RATA)
: Audit yang dilakukan oleh pihak ketiga terhadap keakuratan pengukuran CEMS
Span :
Span Value : Batas atas rentang pengukuran konsentrasi gas yang ditentukan untuk kategori sumber tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku
Zero : Nilai respon CEMS yang berhubungan dengan sumber spesifik nilai span.
B. START UP DAN OPERASI 1. Initial Start Up
a. Instrumentasi telah di periksa dan di kalibrasi b. Peralatan pada Analyzer rack Normal
c. Heated Line Power On
2. Preliminary Operation
Periksa secara visual bagian instrument untuk memastikan tidak ada kerusakan pada elemen.
3. Start Up
a. Analyzer pada saat dinyalakan mak akan secara otomatis melewati prosedur WARM-UP kemudian AUTOCAL (Auto Kalibrasi) pada IR channel selama 3 menit
b. Tunggu hingga analyzer Ready dan tidak ada alarm pada status display
c. Pastikan Pompa samping Running dan terdapat aliran pada analyser >0.4 lpm
4. Display
a) Main Menu
b) Struktur Menu
c) Menu Pengukuran
d) Menu Status
5. Kalibrasi
Untuk memastikan kualitas pengukuran dari analyzer ULTRAMAT 23 penting untuk melakukan kontrol dan kalibrasi secara teratur sesuai dengan rencana kualitas yang di inginkan.
Kalibrasi adalah prosedur untuk mengoreksi respon analyzer terhadapa titik skala baik pada konsentrasi yang dekat dengan nilai yang terukur secara teratur atau pada konsentrasi dekat dengan nilai batas standar yang berlaku.
- Zero dan Scale
Operasi ini terdiri dari perbandingan respon analyzer terhadap udara nol dan Gas yang telah diketahui nilai konsentrasinya.
- Frekuensi kalibrasi ini dilakukan setiap bulan, namun dapat dilakukan tergantung kondisi operasi dan aplikasinya. Dalam beberapa kondisi dengan mempertimbangkan penyimpangan analyzer yang rendah maka dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.
- Udara Zero
Untuk gas yang dapat terukur udara Zero adalah udara dengan tekanan minimal 4,5 x 103 hPa serta harus bebas dari konstituen yang mungkin dapat terukur oleh analyzer, dengan titik embun lebih rendah dari – 20 ˚C - Span Gas
Kontrol dan kalibrasi span gas cylinder dalam nitrogen (presisi ± 2%) dengan konsentrasi kira kira sama dengan nilai yang terukur secara teratur atau nilai batas yang berlaku sesuai peraturan. Gas cylinder yang digunakan harus disertifikasi secara teratur sesuai dengan kualitas yang diinginkan
C. INSPEKSI SISTEM CEMS HARIAN / PERAWATAN PREVENTIVE 1) Pengecekan Harian
a) ULTRAMAT 23
▪ Pengecekan Display Alarm
▪ Pengecekan Flow sampling
▪ Pengecekan koneksi data ke Datalogger b) Heated Line
▪ Pengecekan temperature c) Dryer Cooler
▪ Pengecekan Temperature dryer
▪ Pengecekan drain dryer d) DSL-460
▪ Pengecekan Error/Alarm pada Control Unit
▪ Pengecekan titik focus pada Measuring Head
▪ Pengecekan Filter Blower
▪ Pengecekan Signal e) Receiver Tank
▪ Pengecekan Pressure Gauge udara instrumen
▪ Pengecekan koneksi tubing f) PC & Software
▪ Pengecekan Datalogger meliputi (Analyzer ke Switch LAN, Control Unit ke Switch LAN dan Switch LAN ke PC)
▪ Pengecekan nilai pengukuran pada Display g) AC (Pendingin Ruangan)
▪ Pengecekan kondisi temperatur ruang.
2) Pengecekan Lainnya (Bulanan, Tahunan)
Pekerjaan Pelaksanaan
Pengecekan parameter metrologika 1 bulan
Inspeksi peralatan terkait 1 bulan
Pengecekan Kalibrasi Sesuai Kebutuhan
Pembersihan sampling rack filter 3 bulan
Pembersihan Sampling Probe 6 Bulan
Penggantian Filter Sampling probe 1 Tahun
Penegecekan Temperature Heated line sampling 1 bulan
D. PROSEDUR KALIBRASI
1) Perencanaan/ Persiapan meliputi aktivitas berikut:
a) Periksa dan pastikan keamanan, kelayakan dan kesiapan alat kerja (majun, obeng, consumable material yang diperlukan seperti zero air, gas kalibrasi), lokasi dan APD (safety helmet, safety shoes, safety harness bila diperlukan, sarung tangan).
b) Pastikan pekerjaan tidak mengganggu operasi unit.
c) Hubungkan SPAN GAS STANDARD ke “SPAN” input.
2) Pelaksanaan meliputi aktivitas sebagai berikut : a. Pasang regulator tabung gas standar
b. Pasang konektor gas standar pada konektor standar gas
c. Putar handwheel valve outlet tabung gas standar seperempat putaran d. Pastikan tidak ada kebocoran pada line gas
e. Posisikan selektor "MAN-AUTO" pada posisi "MAN"
f. Posisikan selektor " Sample Gas-Standar Gas" pada posisi "Standar Gas"
g. Atur flow standar gas dengan mengatur bukaan knob regulator standar gas pada panel
h. Pastikan penunjukkan pada flow indikator panel pada posisi angka 1l/h
i. Tekan tombol "Enter"
j. Arahkan kursor pada menu "Calibration", dengan mennggunakan
tombol panah
k. Tekan tombol "Enter"
l. Masukkan kode master password : 111
m. Arahkan kursor pada menu "Calibr. IR channels", kemudian tekan
"Enter"
n. Tentukan component yang akan dikalibrasi (SO/NO/CO) o. Arahkan kursor pada menu "Set span gas value"
p. Pastikan menu "Total Cal." pada keadaan ON, lalu masukkan nilai konsentrasi standar gas
q. Tekan tombol "Esc"
r. Pilih menu Start Kalibrasi "Start with range 1+2"
s. Tunggu sampai pengukuran stabil
t. Setelah stabil, kemudian tekan tombol "Enter"
u. Tekan tombol "Esc" sampai kembali ke menu awal v. Tekan tombol "MEAS"
w. Ulangi langkah 1-22 untuk gas standart yang lain
E. PROSEDUR PERAWATAN PREVENTIVE 1. Pemeliharaan 1 Bulanan Meliputi:
a. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger dan Sampling Rack) b. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)
c. Periksa aliran udara sampling (>0.4 L/h) d. Periksa temperature sampling cooler (<5’C) e. Periksa kondisi sampling filter
f. Periksa kondisi sampling pump 2. Pemeliharaan 3 Bulanan Meliputi
a. Periksa sampling probe di chimney b. Periksa dan bersihkan sensor opacity c. Periksa sensor temperatur dan flow flue gas d. Periksa udara purging sensor
e. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger, PLC dan Sampling Rack) f. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)
g. Periksa dan bersihkan indikator dan push button pada panel sampling rack h. Ganti filter pada sampling rack
i. Lakukan kalibrasi analyzer (NO, SO2,CO dan O2) j. Periksa kebersihan, suhu dan kelembaban ruangan 3. Pemeliharaan 6 Bulanan Meliputi
a. Lakukan penggantian filter sampling probe di chimney b. Periksa dan bersihkan sensor opacity
c. Periksa sensor temperatur dan flow flue gas d. Periksa udara purging sensor
e. Periksa dan bersihkan peralatan ( PC data Logger, PLC dan Sampling Rack) f. Periksa status analyzer, PLC dan HMI (PC)
g. Periksa dan bersihkan indikator dan push button pada panel sampling rack h. Ganti filter pada sampling rack
i. Lakukan kalibrasi analyzer (NO, SO2,CO dan O2) j. Lakukan pengecekan fungsi panel sampling rack k. Lakukan manual purging sampling tube
l. Periksa temperature switch heating line m. Periksa suhu dan kelembaban ruangan
F. PROSEDUR AUDIT 1 : AUDIT CYLINDER GAS
Audit Cylinder Gas adalah pengetesan atau pengecekan yang dilakukan untuk seluruh sistem CEMS yang dilakukan dengan cara memasukkan gas kalibrasi pada probe untuk kemudian dilakukan pengecekan pada hasil yang terukur di analyzer CEMS.
Audit ini dapat juga digunakan untuk mengetahui adanya indikasi kebocoran pada line sampling dengan membandingkan hasil pengukuran gas yang terukur pada analyzer dengan komposisi gas kalibrasi yang digunakan. Audit ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.
i. Unit proses dan sistem analyser harus beroperasi dalam keadaan normal
≥90% (tekanan, temperatur, flow rate, dan konsentrasi polutan) ii. Pengetesan menggunakan referensi gas kalibrasi yang telah diketahui
konsentrasinya pada dua titik dengan range sebagai berikut:
Audit Point
Audit Range
Pollutant Monitors Diluent monitor for-
CO2 O2
1 20 – 30% nilai span 5 – 8% volume 4 – 6% volume 2 50 – 60% nilai span 10 – 14% volume 8– 12% volume
iii. Gunakan audit gas cylinder terpisah untuk audit point 1 dan 2. Jangan lakukan pengenceran gas dari audit cylinder saat melakukan pengetesan
iv. Lakukan pengetesan sebanyak tiga kali pada setiap audit point, dan gunakan nilai rata-rata untuk menghitung akurasi CGA
v. Perbedaan antara konsentrasi aktual audit gas dengan konsentrasi yang terindikasi dengan monitor digunakan untuk menghitung akurasi CEMS
vi. Perbedaan antara konsentrasi aktual audit gas dengan konsentrasi yang terindikasi dengan monitor digunakan untuk menghitung akurasi CEMS.
Perhitungan yang digunakan:
Cm = Nilai rata-rata respon analyser saat audit
Ca= Nilai referensi gas kalibrasi yang telah tersertifikasi
vii. Operasikan setiap monitor dalam keadaan mode sampling normal
Gunakan gas audit Certified Reference Materials (CRM’s), yang telah tersertifikasi oleh lembaga yang dibandingkan dengan National Institute of Standart and Technology (NIST) atau EPA.
G. PROSEDUR AUDIT 2 : AUDIT TEST AKURASI RELATIVE
Audit Test Akurasi Relative atau biasa disebut dengan RATA (Relative Accuracy Testing Audit) CEMS dilakukan minimal 2 tahun sekali oleh pihak independen.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam kegiatan Quality Control CEMS.
Tujuan dari dilakukan RATA CEMS adalah memastikan bahwa peralatan CEMS yang dipakai dapat mengukur gas buang secara benar dengan cara membandingkan hasil pengukuran gas tertentu yang terukur pada peralatan CEMS terpasang dengan hasil pengukuran gas yang diukur oleh alat CEMS milik pihak independen. RATA CEMS dilakukan pada saat unit sumber emisi beroperasi dan apabila sumber emisi tidak beroperasi untuk jangka waktu tertentu (overhaul atau stop) yang cukup panjang (>
1 bulan) maka peralatan CEMS wajib dilakukan RATA untuk memastikan kehandalan peralatan CEMS.
Prosedur dari kegiatan RATA CEMS ini antara lain :
a. Proses RATA menggunakan metode referensi dengan standar gas kalibrasi
yang telah diketahui nilai konsentrasi dari MESA. Standar gas kalibrasi digunakan untuk kalibrasi drift dan menggunakan standar gas kalibrasi b. CEMS diuji terhadap Standard Reference Method (SRM) untuk sertifikasi dan
dalam beberapa program kinerja jangka panjang CEMS dievaluasi terhadap metode referensi yang digunakan. Akurasi relatif dinilai selama sertifikasi menggunakan metode referensi standar seperti EPA Metode 7E untuk NOx, dan EPA Metode 10 untuk CO
c. CEMS sementara dijamin kualitas dan disertifikasi menggunakan sertifikasi yang berlaku untuk metode referensi yang digunakan seperti dalam USEPA 40 CFR Part 60, Pembaruan Metode Uji Instrumental Berkelanjutan; Aturan Terakhir
Tes emisi dilakukan menggunakan penganalisa CEMS Portable sebagai berikut : 1) Kalibrasi silinder gas untuk Gas Analyzer Portable - sebelum dan sesudah
untuk total 9 kali secara terus menerus.
2) Emisi gas diuji rata-rata selama 21 (dua puluh satu) menit
3) Untuk pengambilan sampel/pengujian ini, total 9 run dari rata-rata 21 menit untuk cerobong PLTU
4) Hasil tes dibandingkan antara hasil Portable Gas Analyzer dengan CEMS dan diliohat deviasi antara kedua hasil pengujian.
H. PROSEDUR AUDIT SYSTEM
Audit sistem melibatkan pemeriksaan umum terhadap sistem pemantauan. Audit digunakan untuk memberikan penilaian cepat terhadap ketersediaan data, efektivitas operasi dan pemeliharaan umum, dan kelengkapan prosedur pencatatan.
Audit sistem mencakup bidang- bidang berikut : 1) Administratif
- Log pemeliharaan : diselesaikan secara tepat waktu dan rinci oleh petugas yang berwenang.
- Recordkeeping : kelengkapan, ketersediaan
- Verifikasi : nilai span yang benar masuk ke dalam sistem data 2) Teknis
- Printer : cetak, operasional, terbaca, bacaan sesuai dengan kondisi
proses
- Sistem data : shelter cabinets bersih, area terjaga - Memantau cover:
3) Pendingin
- Printer : cetak, operasional, terbaca, bacaan sesuai dengan kondisi proses
- Sistem data : shelter cabinets bersih, area terjaga
I. PROSEDUR BACK UP DATA
Setiap tahun sesuai jadwal overhaul dilakukan Backup PC Cems dengan Prosedur sebagai berikut :
1. Persiapkan Hardisk external sebagai lokasi penyimpanan backup data 2. Restart PC dan Jalankan NORTON GHOST via DOS
3. Pilih Harddisk dan partisi yang akan di backup (Local C:\ & D:\)
4. Tentukan Partisi Hardisk yg akan digunakan untuk menyimpan file Backup. Beri nama file dengan format <BACKUPCEMS_DDMMYYYY>
Kemudian klik Save
5. Pilih Jenis Kompresi FAST atau HIGH akan digunakan untuk Backup.
Kemudian ‘Procesed with partition image creation?’ Pilih [YES]
6. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai dan muncul Image Box ‘Image Creation Completed Successfully’, klik [Continue]. Klik [Quit] untuk keluar dari Program.
J. PROSEDUR PELATIHAN
Pelatihan dilakukan di unit PLTU dan dipandu oleh engineer/teknisi. Bahan pelatihan mengambil dari SOP dan referensi yang lain. Pelatihan dilaksanakan setelah proses commissioning. Durasi pelatihan yaitu selama 2 hari yang terdiri atas materi dalam ruangan (inclass training) dan materi lapangan (site training) yang melibatkan bidang control instrument dan lingkungan.
K. SISTEM PENGAMANAN CEMS
Shelter CEMS diberikan akses control untuk mencegah tindak kejahatan dari orang yang tidak berkepentingan.
L. PROSEDUR PELAPORAN DATA
Pelaporan dilakukan setiap 6 bulan sekali melalui aplikasi SIMPEL (Sistem Pelaporan Elektronik) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
a. Buka situs www.simpel.menlhk.go.id lalu login dengan akun dan password yang telah dimiliki.
b. Klik logo PPU
c. Klik Tab Data Pemantauan d. Klik Data CEMS
e. Masukkan data CEMS di Form Isian
f. Masukkan data CEMS (upload) sesuai untuk masing-masing parameter sesuai format yang telah ditentukan, lalu SIMPAN
g. Lihat di tab DATA TABEL untuk memastikan bahwa data telah tersimpan
h. Pilih tab DATA PEMANTAUAN, pilih TANDA TERIMA ELEKTRONIK
i. Pilih periode pelaporan sesuai dengan triwulan yang akan dilaporkan (Triwulan I : Januari – Maret; Triwulan II : April – Juni; Triwulan III : Juli – September; Triwulan IV :Oktober – Desember), lalu klik CEK DATA
j. Data selama periode yang ditentukan akan muncul, lalu pilih SIMPAN.
k. Pilih tab DATA TABEL untuk melihat daftar tanda terima elektronik yang sudah disimpan
Lampiran
A. Spesifikasi CEMS dan acuan peraturan
No. Data PLTU 1 & 2
1. Nama unit sumber emisi yg dipasang CEMS
Boiler
2. Lokasi Pemasangan CEMS PLTU
3. Posisi CEMS dari atas cerobong (m) 50 4. Posisi CEMS dari bawah setelah
belokan / ganguan (m)
100
5. Diameter Cerobong (m) 40
6. Merk CEMS yang digunakan SIEMENS
Ultramat 23 7. Jenis CEMS
Insitu Exsitu /
Ekstraktif ✓
8.
Jenis Parameter yang dipantau pada setiap CEMs
Partikulat ✓
SO2 ✓
Laju Alir ✓
Opasitas ✓
NOx ✓
Laju Alir ✓
O2 ✓
Temperatur ✓
9. Tahun pemasangan CEMS 2017
10. Merk & tipe gas analyzer SIEMENS ULTRAMAT 23
11. Merk & Type Dust Monitoring Dynoptic 460
DSL 12. Merk & Type Flow Rate Monitoring Rosemount
Emerson 3051
13. Limit deteksi kemampuan SO2 = 2000
pengukuran CEMS mg/N m3
NO = 2000
mg/Nm3
CO = 1250
mg/Nm3 O2 = 25%
14. Kalibrasi Otomatis ✓
Manual ✓
15. Frekuensi kalibrasi 3 bulan
16. Periode maintenance / service 1 bulan sekali
No. Data CEMS PLTU 1 & 2
17. CEMs Sampling rate Detik 5 Menit
Jam
18. Fasilitas analog output Ada ✓
Tidak ada
19. Jenis sinyal 4-20mA ✓
0-10 v Lain-lain
20. Serial Ethernet Ada ✓
Tidak ada 21. Protokol ethernet yang
digunakan
Modbus ✓
Profibus Canbus Lainnya (G- bus) 22. Penghubung gas analyzer DCS
PLC ✓
DAS 23. Merk DCS/PLC
24.
Ketersediaan jaringan internet di ruang
analyzer
Ada ✓
Tidak ada 25. Ketersediaan jaringan 3G/4G di
lokasi analyzer
Ada ✓
Tidak ada
26. Provider 3G/4G yang digunakan Telkom 27. Konektivitas di DAS (Data
Acquisition System)
Modbus Profibus Canbus
Ethernet ✓ Lain-lain
F Formulir