• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebelum mengacu pada kebermarkahan kalimat pasif, penulis memberikan deskripsi singkat tentang mentransformasi kalimat aktif ke dalam kalimat pasif. Sebelum hal ini dilakukan, kalimat aktif itu harus mengandung kata kerja yang transitif dan dapat dipasifkan. Karena jika kalimat itu mengandung kata kerja intransitif, berarti kalimat itu tidak dapat dipasifkan. Setelah kalimat itu mengandung kata kerja transitif, kata kerja itu dilihat dari bentuk waktunya terdiri

atas present, past, atau past participle. Hal ini dilakukan untuk dapat mengisi to be atau kata kerja bantu pada kalimat pasif. Berikut adalah adalah to be dalam Bahasa Inggris.

a. Kata kerja bantu (to be)

Present tense Past tense Past perfect tense

Am Was Been

Are were Is

Untuk to be present tense, am digunakan untuk subjek I, are digunakan untuk subjek you, they, we, dan is digunakan untuk subjek he, she, it. Untuk to be past tense, was digunakan untuk subjek I, he, she, it, dan were digunakan untuk subjek you, they, we. Untuk to be past perfect tense, been digunakan untuk semua subjek.

b. Kata kerja leksikal

Kata kerja leksikal berdasarkan cara pembentukannya dapat dibagi menjadi dua, yakni bentuk beraturan (regular) dan tidak berarturan (irregular). Untuk membentuk membentuk kata kerja bentuk II dan III dari kata kerja bentuk I pada kata kerja beraturan pada umumnya dengan menambahkan sufiks –ed. Kata kerja past dan past perfect dalam hal ini mempunyai bentuk yang sama.

Present (Verb I) Past (Verb II) Past perfect (Verb III)

Listen listened listened

Record Recorded Recorded

Kata kerja tidak beraturan mempunyai bentuk yang tidak bersesuaian antara V I, V II, dan V III. Kata kerja ini harus dipelajari lewat penghapalan. Berikut adalah contoh daftar kata kerja beraturan:

Present (Verb I) Past (Verb II) Past perfect (Verb III)

Buy bought bought

Read read read

Speak spoke spoken

c. Kata ganti

Kata ganti yang berfungsi sebagai subjek (nominatif) dan objek (akusatif) juga menunjukkan bentuk yang berbeda. Berikut adalah daftar kata ganti itu sesuai dengan fungsinya:

Nominatif Akusatif I me He him She her It it You you They them We us

Setelah hal di atas diketahui dengan jelas berikut adalah struktur dalam kalimat aktif dan pasif:

Aktif : S + V + O

Pasif : O + to be + V III + by + S

Ada suatu sistem yang mengkontraskan kalimat aktif dengan kalimat pasif. Sistem itu disebut dengan sistem voice. Dalam sistem voice ini, fungsi sintaksis berasimilasi dengan peran semantis. Istilah kalimat aktif dan pasif ditentukan oleh peran semantis subjek di dalam suatu kalimat yang mengandung suatu aksi. Dalam klausa yang menggambarkan aksi yang disengaja, subjek berasimilasi dengan partisipan aktif (actor). Sebaliknya, Kalimat pasif adalah kalimat yang mengandung subjek sebagai partisipan pasif (pasient).

Contoh:

The police arrested her son. Aktor pasien

‘Polisi itu menangkap anak laki-lakinya’ Her son was arrested by the police. Pasien aktor

‘Anak laki-lakinya ditangkap oleh polisi itu’

Pada kalimat pertama, the police ‘polisi itu’ adalah subjek yang berperan sebagai aktor. Sebaliknya, pada kalimat kedua her son ’anak laki-lakinya’ berperan sebagai pasien yang berfungsi sebagai subjek. Kebermarkahan kalimat pasif di atas dapat dilihat dari dua hal. Pertama, adanya kata kerja bantu be sebelum kata kerja utama, dalam hal ini was. Kedua, adanya frasa nomina (FN)

sebagai pelengkap dari preposisi by, yakni by the police. Kalimat pasif ini dapat digambarkan dengan diagram pohon sebagai berikut.

(1) Aktif

K

FN FV

D N V FN

D N

The police arrested her son. (2) Pasif K FN FV D N Aux FV V FP P FN D N

Her son was arrested by the police.

4.3.5.2 Kalimat ekstraposisi

Ektraposisi adalah salah satu kalimat yang bermarkah secara sintaksis. Kalimat ekstraposisi ini dilihat dari strukturnya dapat dibagi menjadi dua yakni ekstraposisi subjek dan ekstraposisi komplemen internal. Kedua tipe kalimat tersebut diuraikan sebagai berikut.

4.3.5.2.1 Ekstraposisi subjek

Ekstraposisi ini terjadi pada kalimat yang mempunayi subjek klausa subordinasi yang ditempatkan pada posisi akhir kalimat dan fungsi subjek diisi oleh dummy it. Ketika subjek dalam bentuk frasa nomina pada kalimat kanoniknya, kalimat tersebut tidak dapat ditransformasi ke dalam bentuk ekstraposisi.

Contoh:

That he was acquitted disturbed her (kanonik). Klausa subordinasi V O

‘Bahwa dia dibebaskan bertingkahlaku mengganggu dia’ It disturbed her that he was acquitted (nonkanonik). S V O Klausa subordinasi

‘Itu mengganggu dia bahwa dia dibebaskan bertingkahlaku

4.3.5.2.2 Ekstraposisi komplemen internal

Ekstraposisi tipe ini ditemukan di dalam kalimat yang mengandung kata kerja transitif kompleks.

Contoh:

1. I find that he gave up disappointing (tidak bermarkah) S VKom.Tra Kl subordinasi C

‘Saya menemukan bahwa dia menyerah mengecewakan’ 2. I find it disappointing that he gave up. ( bermarkah)

S VKom. Tra C Kl subordinasi

‘Saya menemukan itu mengecewakan bahwa dia menyerah’

Dari contoh kalimat bermarkah di atas dummy it muncul sebagai objek dan klausa subordinasi sebagai objek yang diekstraposisikan.

4.3.5.3 Kalimat eksistensial

Kata there dalam Bahasa Inggris digunakan untuk dua makna. Pertama, there berarti lokasi seperti pada kalimat put it there’ taruh itu di sana’. Kedua, there berarti ada, seperti pada kalimat there is a strange man ‘ada seorang lelaki yang asing. Ketika there berfungsi untuk membawakan makna ‘ada’ maka kalimat itu disebut dengan eksistensial. There di sini berfungsi sebagai dummy subjek secara sintaksis. Berdasarkan strukturnya klausa eksistensial dapat dibagi menjadi dua, yakni eksistensial sederhana (bare existensial) dan eksistensial luas (extended existential).

4.3.5.3.1 Eksistensial sempit

Eksistensial sempit dalam istilah Bahasa Inggris sering disebut dengan bare exixtential. Klausa ini dibentuk dengan there diikuti oleh kata kerja be dan diikuti oleh frasa nomina. Pengertian sempit dalam klausa ini adalah bahwa frasa nomina yang terletak setelah kata kerja be tidak diikuti oleh konstituen lain. Klausa ini tidak mempunyai padanan struktur makna di dalam bentuk kanoniknya. Artinya kalimat ini hanya berterima dalam bentuk bermarkah atau nonkanonik.

Klausa nonkanonik klausa kanonik There is a dog *a dog is ‘Ada seekor anjing” ‘seekor anjing’ There are many species of spiders many species are ‘Ada banyak jenis laba-laba’ banyak jenis laba-laba’ 4.3.5.3.2 Eksistensial luas

Dilihat dari strukturnya eksistensial sempit dan eksistensial luas mempunyai bentuk yang mirip, yakni sama-sama mengandung dummy there dan diikuti oleh kata kerja be. Perbedaannya adalah dalam eksistensial luas ini frasa nomina setelah kata kerja be diikuti oleh konstituen lain yang mengikuti frasa nomina tersebut. Konstituen-konstiuen itu berupa lokatif, temporal, predikatif adjektif, dan infinitif. Klausa eksistensial luas ini mempunyai padanan struktur makna dalam bentuk kanoniknya sebagai akibat dari adanya sisipan unsur atau konstituen setelah frasa nomina tersebut.

Contoh:

Klausa nonkanonik klausa kanonik There is a snake in the grass a snake is in the grass ‘ Ada seekor ular di rumput itu” seekor ular di rumput itu’ There is another meeting today another meeting is today “Ada pertemuan yang lain sekarang’ ‘pertemuan yang lain sekarang’

4.3.5.4 Kalimat it cleft

Ketika it berfungsi sebagai dummy it maka konstruksi dari klausa yang mengandung dummy it itu disebut dengan it cleft. Tipe It cleft ini adalah suatu konstruksi pergeseran (movement) sebuah frasa nomina (FN) yang fungsinya di dalam kalimat non-cleft sebagai subjek, objek, dan pelengkap dari preposisi. Contoh:

They think you should leave (Non-cleft) ‘Mereka pikir kamu seharusnya pergi’ It’s you they think should leave (It cleft) ‘Itu kamu yang mereka pikir seharusnya pergi’

Pada contoh kalimat non-cleft di atas you adalah subjek dari klausa embedded, yakni you should leave. Sebaliknya you merupakan komplementasi dari kata kerja think. Pada konstruksi it cleft ‘you’ mengalami pergeseran struktur.

4.3.5.5 Kalimat pseudo cleft

Konstruksi pseudo-cleft hampir mirip dengan it-clef, yakni terdiri atas unsur depan dan unsur belakang. Unsur belakang (Backgrounded element) dalam dalam klausa it-cleft menggambarkan informasi praanggapan. Sebaliknya, dalam pseudo cleft ini unsur belakang ditempatkan dalam konstruksi fused relative (digabungkan).

Contoh:

What we need is more time (klausa nonkanonik) ‘Apa yang kami perlukan adalah waktu yang lebih’ We need more time (klausa kanonik)

‘Kami memerlukan waktu yang lebih’

4.3.5.6 Kalimat dislokasi

Dislokasi adalah suatu kalimat yang mempunyai tambahan frasa nomina yang terletak di kiri atau di kanan bagian klausa yang terdiri atas unsur subjek dan predikat. Unsur subjek dan predikat ini disebut dengan nukleus. Dislokasi kiri dibentuk dengan menempatkan frasa nomina atau frasa nomina yang kompleks di awal suatu kalimat. Frasa ini berkoreferensi dengan kata ganti (pronoun) di dalam nukleus sehingga dari segi struktur nukleus lebih sederhana.

Contoh:

One of my cousins has triplets

‘Satu dari sepupu saya mempunyai anak kembar tiga’. One of my cousins, she has triplets.

‘Satu dari sepupu saya, dia mempunyai anak kembar tiga’.

Dislokasi kanan dibentuk dengan menambahkan frasa nomina yang mengklarifikasi referen dari kata ganti di dalam nukleus.

Contoh:

Her father can be very judgemental (klausa kanonik). ‘Ayahnya sangat main hakim’

He can be very judgemental, her father (klausa nonkanonik). ‘Dia sangat main hakim, ayahnya’.

4.3.5.7 Kalimat Preposing, postposing, dan inversi

Postposing, preposing, dan inversi adalah bagian dari kalimat bermarkah di dalam klausa deklaratif. Secara fungsi tidak ada perubahan antara konstruksi tidak bermarkah dan bermarkah pada klausa-klausa ini. Hal yang ada adalah pergeseran atau movement dari klausa dasarnya sehingga menimbulkan kebermarkahan secara sintaksis.

4.3.5.7.1 Preposing

Preposing adalah suatu konstruksi bermarkah yang dibentuk dengan menempatkan unsur kalimat sebelum subjek sebuah klausa. Unsur-unsur itu dapat berupa frasa nomina, frasa adverbial, dan frasa adjektiva. Posisi awal dari unsur ini di dalam kalimat kanoniknya berada sesudah kata kerja.

Contoh:

I said he could have the other (tidak bermarkah) Klausa Klausa

S VMonotra O

‘Saya mengatakan dia dapat membeli yang lain’. The other I said he could have. (bermarkah) FN Kl Kl

O K VMonotra ‘Yang lain saya katakan dia dapat beli’.

4.3.5.7.2 Postposing

Postposing adalah suatu kalimat bermarkah yang dibentuk dengan tambahan sebuah unsur pada akhir sebuah klausa yang seharusnya ditempatkan sebelumnya.

Contoh:

They brought with them an extraordinarily lavish lunch ( nonkanonik). A O

‘ Mereka membawa dengan mereka’makanan siang yang mewah’ They brought an extraordinarily lavish lunch with them (kanonik). O A

‘Mereka membawa makanan siang yang mewah dengan mereka’.

4.3.5.7.3 Inversi

Inversi adalah kalimat bermarkah yang dibentuk dengan membolak-balikkan posisi unsur-unsur di dalam suatu klausa atau kalimat. Dilihat dari

strukturnya ada dua jenis inversi, yakni inversi subjek-kata kerja bantu dan inversi subjek-dependen.

4.3.5.7.3.1 Inversi subjek dan kata kerja bantu

Kalimat inversi ini dibentuk dengan menempatkan kata kerja bantu dan adverbial sebelum subjek. Kata kerja bantu atau disebut dengan auxiliary dalam Bahasa Inggris dapat dibagi menjad dua, yakni modal dan nonmodal. Modal mempunyai anggota can, could, may, might, must, shall, dan lain-lain. Sebaliknya, nonmodal mempunyai bagian to be, have, dan do. Kata kerja bantu dan adverbial tertentu mengalami inversi.

Contoh:

Bermarkah I realized my mistake only later.

‘Saya sadar kesalahan saya hanya terlambat’ . Tidak Bermarkah

Only later did I realize my mistake.

‘Hanya terlambat saya sadari kesalahan saya’

4.3.5.7.3.2 Inversi subjek-dependen

Kalimat inversi ini dibentuk dengan mengiversikan subjek dengan pelengkap atau adverbia. Kata-kata yang dapat inversi dengan pola ini adalah sebagai berikut.

To be Lie

Appear Sit

‘Muncul’ ‘ Duduk’

Contoh:

Bermarkah A bowl of fruit was on her desk.

S V A

‘Semangkuk buah berada di atas mejanya’. Tidak bermarkah

On her desk was a bowl of fruit. A V S.

‘Di atas mejanya berada semangkuk buah’

4.3.5.8 Kalimat reduksi

Reduksi adalah suatu bentuk kalimat nonkanonik yang dimarkahi oleh pelesapan konstituen (Huddleston dan Pullum: 258). Konstituen yang lesap adalah konstituen yang memiliki informasi lama (old information). Dilihat dari hirarkinya struktur secara sintaksis terdapat dua jenis pelesapan, yakni pelesapan frasa dan pelesapan klausa.

4.3.5.8.1 Reduksi frasa

4.3.5.8.1.1 Reduksi frasa nomina

Reduksi dapat terjadi pada level frasa, yakni adanya pelesapan konstituen inti pada level frasa sebagai bentuk kebermarkahan dari kalimat nonkanonik. Dalam reduksi ini, pada level frasa biasanya terjadi pelesapan frasa nomina. Pelesapan dalam frasa nomina terdiri atas dua jenis, yakni elipsis dan pro-form. Elipsis adalah penghilangan konstituen total pada informasi lama. Sebaliknya,

pro-form menunjukkan tidak terjadi penghilangan total, tetapi yang terjadi adalah kebermarkahan frasa nomina dengan kata ganti (pronoun).

Contoh:

The girl sat down on the floor and Ө watched the TV. FN

‘Gadis itu duduk di atas lantai itu dan Ө menonton TV. My father said he would help you (pro-form).

FN

‘ Ayah saya mengatakan bahwa dia akan membantu kamu’

Pada contoh kalimat pertama di atas terjadi pelesapan frasa. Penghilangan konstituen di sana adalah konstituen subjek (S) yang mempunyai informasi lama, yakni berkoreferensial dengan S pada klausa pertama. Sebaliknya, pada contoh kedua terjadi pelesapan frasa nomina pro-form, yakni adanya pemarkah kata ganti he ‘dia’ sebagai informasi lama dari frasa nomina sebelumnya, yakni the girl ‘gadis itu’.

4.3.5.8.1.2 Reduksi frasa verba

Frasa verba juga mungkin mengalami pelesapan. Pelesapan ini tentunya karena sudah menjadi informasi lama di dalam struktur kalimat tersebut. Pelesapan frasa verba terjadi pada kalimat majemuk. Pada contoh pelesapan frasa verba di bawah ini kata kerja come ‘datang’ tidak muncul pada klausa kedua karena frasa ini bukan informasi baru lagi.

Contoh:

You can come with us if you want to . FV

‘Kamu dapat datang dengan kami jika kamu mau ‘.

4.3.5.8.1.3 Reduksi frasa adverbia

Sama halnya dengan frasa-frasa lain, pelesapan frasa adverbia muncul karena frasa ini sudah menjadi informasi yang lama di dalam susunan kalimat tersebut.

Contoh:

He was born in Boston and lived there all his life. F Adv.

‘Dia lahir di Boston dan tinggal di sana sepanjang hidupnya’.

4.3.5.8.2 Reduksi klausa

Reduksi klausa juga mungkin terjadi di dalam suatu kalimat. Klausa-klausa yang mengalami reduksi itu biasanya mengambil bentuk, seperti that, this, atau it. Pada contoh di bawah ini that merupakan bentuk reduksi dari klausa Jill informed the press. Pemarkahan klausa itu menjadi bentuk reduksi disebabkan oleh informasi klausa itu merupakan informasi lama sehingga untuk mempersingkat dan membuat informasi tidak monoton, maka dipilihlah bentuk reduksi itu.

Contoh:

He says Jill informed the press, but that can be true.

‘Dia mengatakan Jill menginformasikan ke pers, tetapi itu dapat menjadi benar’.

Dokumen terkait