• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Biaya Overhead Pabrik

4. Kalkulasi Pengendalian Biaya Overhead Pabrik

Menurut (Mulyadi, 2010) alokasi biaya adalah proses pembebanan biaya ke produk, jasa, atau pesanan yang sesuai. Pembebanan atau alokasi overhead merupakan proses membebankan biaya overhead untuk pesanan yang sesuai Alokasi yang diperlukan karena biaya overhead tidak dapat melacak ke pesanan individu. Ada pendekatan dalam membebankan biaya overhead pabrik ke berbagai pesanan penentuan biaya sebenarnya penentuan biaya normal), dan penentuan biaya standar (standard costing).

Aktual Costing menggunakan biaya yang sebenarnya terjadi untuk membebankan biaya bahan langsung dan biaya biaya overhead pabrik ke berbagai pesanan. Biaya overhead sebenarnya adalah biaya - biaya

bahan tak langsung, tenaga kerja tak langsung dan biaya lainnya, termasuk sewa pabrik, asuransi, pajak properti, depresiasi, perbaikan, tenaga penerangan, pemanas, dan pajak atas gaji untuk karyawan pabrik yang dalam periode akuntansi.

Normal Costing "untuk sebagian besar perusahaan, biaya overhead pabrik sebenarnya tidak selalu tersedia pada akhir proses produksi atau akhir periode. Alasan untuk menormalkan biaya overhead pabrik adalah menghindari fluktuasi pada biaya per unit per periode yang disebabkan oleh perubahan volume unit yang diproduksi dalam suatu periode.

Kelompok biaya (kumpulan biaya) yang digunakan untuk mengakumulasi semua biaya produksi tidak langsung (di luar biaya penjualan, biaya administrasi dan umum yang bukan merupakan biaya produksi) termasuk:

a. Upah tidak langsung dan bahan tidak langsung. b. Listrik (Gedung pabrik)

c. Sewa (gedung pabrik)

d. Penyusutan (gedung pabrik, peralatan pabrik) e. Pemeliharaan (gedung pabrik, peralatan pabrik)

f. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk bangunan pabrik. Dalam overhead pabrik, biaya dibagi menjadi 3 kategori: 1) Biaya overhead pabrik variabel.

Jumlah biaya yang bervariasi dalam proporsi langsung terhadap tingkat produksi yang relevan "(seperti interval aktivitas

diantara biaya tetap dan biaya variabel per unit tetap konstan). Contohnya: bahan tak langsung dan upah tak langsung.

2) Biaya overhead pabrik tetap

Jumlah biaya tetap konstan di antara "contoh, depresiasi, sewa bangunan pabrik

3) Biaya overhead pabrik campuran.

a. Kalkulasi biaya aktual dan normal untuk biaya overhead pabrik

Biaya produk pada saat mereka terjadi. Biaya overhead pabrik adalah biaya tidak langsung yang tidak dapat secara khusus diidentifikasi pada saat terjadi juga mereka sering terjadi secara merata selama periode. b. Biaya overhead pabrik yang terukur. Pembilang (Numerator) dari tarif

aplikasi overhead pabrik yang ditentukan dimuka adalah suatu estimasi dari biaya overhead pabrik untuk periode yang berikut. Item - item dalam anggaran harus dikembalikan sebagai biaya overhead tetap atau variabel. Biaya campuran harus menjadi komponen tetap dan variabel

c. Pembebanan Biaya Overhead Pabrik.

Ada berbagai macam dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, antara lain:

1) Jumlah satuan produk

Metode ini langsung membebankan biaya overhead pabrik kepada produk Beban BOP untuk setiap produk dihitung dengan rumus:

Metode ini cocok digunakan dalam perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk.

2) Biaya bahan baku

Apabila harga bahan baku sebagai dasar pembebanan, maka tarif BOP dihitung dengan rumus:

Semakin besar biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk mengolah produk maka semakin besar pula BOP yang dibebankan kepada produk.

Metode ini terbatas penggunaannya karena suatu produk mungkin dibuat dari bahan baku yang mahal harganya, sedangkan produk lain yang terbuat dari bahan yang lebih murah. Jika pengerjaan kedua produk sama, maka produk pertama akan menerima beban BOP yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk kedua.

3) Biaya tenaga kerja langsung

Apabila sebagian besar elemen biaya overhead pabrik mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah tenaga kerja langsung, maka dasar yang dipakai untuk membebankan biaya overhead pabrik adalah biaya tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

metode ini mempunyai kelemahan, yaitu biaya overhead pabrik harus dipandang sebagai tambahan nilai produk dan jumlah biaya tenaga kerja langsung termasuk upah tenaga kerja dari berbagai tingkatan yang ada di dalam perusahaan.

π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ 𝐡𝑂𝑃 π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘Žπ‘‘π‘’π‘Žπ‘› = π‘‡π‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝐡𝑂𝑃 + π‘‡π‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘› π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π΅π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π΅π‘Žπ‘˜π‘’ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘–

4) Jam tenaga kerja

Apabila biaya overhead pabrik mempunyai hubungan erat dengan waktu untuk membuat produk, maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah jam tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

5) Jam mesin

Apabila biaya overhead pabrik bervariasi dengan waktu penggunaan mesin atas dasar yang dikenakan biaya adalah jam mesin. Tarif BOP dihitung:

6) Pengumpulan biaya overhead pabrik sesungguhnya

Biaya overhead pabrik yang benar-benar terjadi untuk dibandingkan dengan BOP yang dibebankan atas tarif dasar yang ditentukan di muka. Selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dibebankan dengan biaya overhead pabrik yang sebenarnya terjadi merupakan selisih pembebanan kurang atau selisih pembebanan lebih. Dalam periode akuntansi, biaya overhead yang sebenarnya terjadi dicatat ke dalam rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.

7) Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik

Setiap akhir bulan, biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan pada rekening Biaya Overhead Pabrik

π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ 𝐡𝑂𝑃 π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘Žπ‘‘π‘’π‘Žπ‘› = π‘‡π‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝐡𝑂𝑃 + π½π‘Žπ‘š π‘‡π‘’π‘›π‘Žπ‘”π‘Ž πΎπ‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž

Sesungguhnya ke rekening Selisih Biaya Overhead Pabrik Perlakuan terhadap selisih BOP tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut terjadi karena kesalahan dalam penghitungan tarif biaya overhead pabrik atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi maka selesih tersebut dibagi rata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses, persediaan produk jadi dan harga pokok penjualan. Hal ini berakibat pada harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi. 5. Varian Biaya Overhead Pabrik

(Nafarin, 2013) Varian biaya overhead pabrik merupakan hasil perbandingan biaya anggaran dan realisasi pengeluaran biaya overhead pabrik. menyatakan terdapat kesamaan antara anggaran dan realisasi. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan anggaran seringkali terjadi penyimpangan baik yang bersifat menguntungkan (favorable) dan kurang menguntungkan (unfavorable). Selisih biaya overhead pabrik yang bersifat menguntungkan apabila realisasi biaya overhead pabrik lebih kecil dibandingkan dengan anggaran. Sedangkan selisih atau penyimpangan terjadi dapat disebabkan oleh volume atau unit yang tidak sesuai dengan anggaran dan harga per unit tidak sama dengan harga yang ditetapkan dalam anggaran.

Sehubungan dengan hal tersebut untuk mencapai efisiensi biaya overhead pabrik, diperlukan analisis mengenai penyimpangan tersebut dengan menggunakan analisis biaya overhead pabrik.

(Abdul, 2014) mengungkapkan analisis selisih yang harus digunakan pada biaya overhead pabrik.

a. Varian Terkendali (Controllable Variance)

Varian terkendali adalah perbedaan biaya overhead sesungguhnya dengan biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas standar, Rumus untuk menghitung varian ini adalah:

= β„Ž β„Ž + β„Ž ))

Kriteria yang digunakan untuk menentukan biaya overhead pabrik sudah efisien atau belum adalah sebagai berikut:

1) BOP standar < BOP sesungguhnya = favorabel (selisih menguntungkan)

2) BOP standar > BOP sesungguhnya = unfavorable (selisih tidak menguntungkan)

b. Varian Volume (Volume varian)

Varian Volume adalah perbedaan antara biaya overhead yang dianggarkan pada jam standar dengan biaya overhead yang dibebankan pada kegiatan produksi.

Rumus untuk menghitung varian ini adalah:

= β„Ž + β„Ž β„Ž ))

1) BOP standar < Anggaran BOP = favorabel (selisih menguntungkan)

(selisih tidak menguntungkan)

Dokumen terkait