• Tidak ada hasil yang ditemukan

8.1 Bahwa TPS 01 di Kampung Bareri berbentuk TPS terbuka, saksi-saksi dipersilahkan masuk ke dalam area TPS tetapi dilarang untuk mengajukan protes, dengan alasan bahwa KPU, PANWAS dan saksi tidak mempunyai hak di TPS, yang mempunyai hak di TPS adalah KPPS. Bagi yang tetap yang melakukan protes diancam dengan senjata tajam oleh anggota KPPS yang bernama YOHAN TOWOLI dan tim sukses Pihak Terkait. Hal tersebut diketahui oleh OTTO KRAKOKU sebagaimana keterangannya dihadapan Ilham Marowa, SH, M.Kn, Notaris di Kota Jayapura tertanggal 22 Juni 2016;(bukti P-37)

8.2 Bahwa proses pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Kampung Bareri dilakukan berdasarkan Undangan (C6-KWK),tanpa disesuikan dengan DPT;(vide bukti P-37)

8.3 Bahwa jumlah DPT pada TPS 01 Kampung Bareri adalah sebanyak 174 orang pemilih, sedangkan pemilih yang hadir berjumlah 104 orang yang terdiri dari 93 orang dewasa dan 11 orang anak dibawah umuruntuk ikut melakukan pencoblosan. Selanjutnya sisa surat suara sebanyak 70 lembar, diserahkan oleh ketua KPPS kepada para pemilih terdahulu yang sudah melaksanakan pencoblosan untuk melakukan pencobosan ulang yang seluruhnya diarahkan oleh YOHAN TOWOLI untuk mencoblos Pasangan Calon Nomor Urut 3 (Pihak Terkait). Hal tersebut diketahui oleh saksi Pemohon yang bernama OTTO KRAKOKU dan seorang guru yang bernama YAHYA SUBAHO bahkan diketahui pula oleh saksi Pihak Terkait yang bernama YAKOBUS BASUTAI. Oleh karenanya saksi Pemohon yang bernama OTTO KRAKOKU, melakukan protes kepada KPPS akan tetapi tetap saja protes tersebut tidak ditanggapi atau diindahkan bahkan diancam dengan senjata tajam yaitu jubi (panah) dan parang. Di samping itu pula, terdapat mobilisasi masa sebanyak 15 orang yang dipimpin oleh Kepala Kampung Biri yang bernama RUDI AUSA untuk ikut melakukan pencoblosan dalam Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Kampung Bareri. Hal tersebut diketahui oleh OTTO KRAKOKU sebagaimana keterangannya di hadapan Ilham Marowa, SH, M.Kn, Notaris di Kota Jayapura tertanggal 22 Juni 2016;(vide bukti P-37)

ket : anak di bawah umur memegang surat undangan (Formulir Model C6-KWK)

8.4 Bahwa terhadap setiap pelanggaran-pelanggaran tersebut di atas, saksi Pemohon juga telah menyampaikan keberatan secara resmi kepada pihak penyelenggara dengan mengisi Formulir DA2-KWK pada tingkat distrik (bukti P-38) dan Formulir DB2-KWK-KPU pada tingkat Kabupaten; (bukti P-39), sedangkan terhadap laporan keberatan yang disampaikan kepada Bawaslu Provinsi Papua telah ditanggapi Bawaslu Provinsi Papua dengan cara melakukan klarifikasi atas laporan-laporan tersebut, selanjutnya Bawaslu Provinsi Papua telah menyimpulkan bahwa tindakan-tindakan intimidasi dan/atau ancaman sebagaimana dilaporkan, diduga sebagai Tindak Pidana Pemilu, untuk itu Bawaslu Provinsi Papua telah merekomendasikan kepada Gakkumdu Mamberamo Raya untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (vide bukti – P6), akan tetapi Gakkumdu Mamberamo Raya melalu Kapolres Mamberamo Raya dengan tegas menolak untuk menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Provinsi Papua tersebut tersebut karena Kapolres merasa tidak dilibatkan; (vide bukti P-7)

8.5 Bahwa setiap keberatan-keberatan yang disampaikan kepada penyelenggara (KPU Kabupaten Mamberamo Raya) senantiasa ditanggapi secara langsung bahwa biarlah keberatan-keberatan tersebut diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi untuk diputuskan;

8.6 Bahwa sebagaimana diperintahkan oleh Mahkamah Kontitusi dalam putusannya Nomor 24/PHP.BUP-XIV/2016 pada amarnya “Memerintahkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Cq. Kepolisian daerah Provinsi Papua dan Kapolres Mamberamo Raya untuk melakukan pengamanan proses Pemungutan suara ulang tersebut sampai dengan laporan tersebut disampaikan kepada Mahkamah sesuai dengan kewenangannya”, demikian juga dengan kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, KPU, dan Polres dan juga pasangan calon pada tanggal 3 Juni 2016 yang pada dasarnya menyepakati bahwa pengamanan tiap TPS ada 7 (tujuh) personel, yang terdiri dari TNI, Polri dan Intel Polda Papua, namun kenyataannya tidak terdapat aparat keamanan yang mengamankan PSU di TPS tersebut, yang ada hanyalahpengamanan melekat untuk KPU dan Panwas yaitu masing masing 1 (satu) personel. Bahwa karena ternyata Kapolres Mamberamo Raya dan 9 (sembilan) anggota Brimob BKO Polres Mamberamo Raya melakukan pengawalan terhadap Pihak Terkait, dengan demikian Kapolres Mamberamo Raya dan 9 (sembilan) anggota Brimob BKO Polres Mamberamo Raya telah terbukti menunjukkan keberpihakkannya pada Pihak Terkait. Dalam kenyataannya, pengamanan proses Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Bareri tidak dilaksanakan sebagaimana perintah dari Mahkamah;

8.7 Bahwa hasil penghitungan suara berdasarkan Model C1-KWK KPU di TPS 01 Kampung Bareri Distrik Roufaer adalah sebagaimana Tabel di bawah ini:

TABEL - 17

Hasil Perolehan Suara di TPS 01 Kampung Bareri Distrik Roufaer Berdasarkan C1-KWK

Nomor

Urut Nama Pasangan Calon Perolehan Suara 1. Rob Wilson Rumansara, SP, MH dan

Yahya Fruara

0

2. Demianus Kyeuw Kyeuw, SH., MH. dan

Adiryanus Manemi, S.KM, MPH

10

3. Dorinus Dasinapa dan Yakobus Britai, S.IP

164

Suara Sah 174

Suara tidak sah 0

Jumlah suara sah dan tidak sah 174

(bukti P-40)

8.8 Bahwa perolehan suara sebagaimana Tabel -17 di atas, diperoleh dengan cara-cara melawan hukum sebagaimana yang telah diuraikan Pemohon diatas, terbukti dan tidak terbantahkan telah bertentangan dengan, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PHP.BUP-XIV/2016 tertanggal 12 Mei 2016 yang melarang TPS berbentuk tertutup, melanggar ketentuan Pasal 2 huruf g UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu juncto Pasal 2 UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang (PILKADA). Dengan demikan Pemohon meminta kepada Mahkamah untuk menyatakan proses pemungutan suara pada TPS 01Kampung Bareri dinyatakan tidak sah untuk seluruh pasangan calon. Oleh karenanya perolehan suara TPS 01 Kampung Bareri yang benar menurut Pemohon adalah sebagaimana Tabel di bawah ini:

TABEL - 18

Hasil Perolehan Suara di TPS 01 Kampung Bareri di Distrik Roufaer Yang benar menurut Pemohon

Nomor Urut

1. Rob Wilson Rumansara, SP, MH dan Yahya Fruara

0

2. Demianus Kyeuw Kyeuw, SH., MH. dan

Adiryanus Manemi, S.KM, MPH

0

3. Dorinus Dasinapa dan Yakobus Britai, S.IP

0

Suara sah 0

Suara tidak sah 174

Jumlah Suara sah dan suara tidak sah 174