D. Variabel dan Parameter
2. Pertumbuhan Benih
2.5 Kandungan Air Relatif
2.1 Pengukuran Panjang
Pengukuran panjang kecambah dilakukan 7 hari setelah periode pertumbuhan dengan menggunakan mistar. Pengukuran dilakukan dari pangkal sampai ujung daun kecambah yang terpanjang.
2.2 Pengukuran Berat Segar
Akar dipisahkan dari shoot (batang dan daun) dan masing-masing ditimbang berat segarnya dengan neraca analitik. Berat segar kecambah adalah berat akar + berat tunas.
2.3 Pengukuran Berat Kering
Kecambah dikeringkan dengan oven pada suhu 130oC selama 2 jam. Kemudian kecambah yang telah dikeringkan ditimbang dengan neraca analitik.
2.4 Penentuan Rasio tunas akar
Rasio tunas akar ditentukan dengan membagi berat batang + daun dengan berat akar.
Rasio tunas akar =
(Yuliana, 2013).
2.5 Kandungan Air Relatif
Kandungan air relatif ditentukan berdasarkan rumus: Kandungan air relatif =
22 2.6 Penentuan Kandungan Klorofil
Penentuan kandungan klorofil dilakukan menurut Miazek, (2002).
0,03 gram daun kecambah padi gogo digerus sampai halus didalam mortar, dan kemudian ditambahkan 30ml ethanol 95%, cairan disaring kedalam
Erlenmeyer, sisa digerus yang masih melekat dikertas saring digerus kembali kemudian disaring kembali kedalam Erlenmeyer. Volume akhir disesuaikan menjadi 100ml dengan menambahkan ethanol 95%. Kemudian di sentrifus selama 30 menit. Ekstrak siap ditentukan kandungan klorofil a, klorofil b dan totalnya. Ekstrak klorofil ini diukur absorbansinya masing-masing pada panjang gelombang 648nm dan 664nm. Kandungan klorofil dinyatakan mg klorofil per gram jaringan yang diekstraksi dan dihitung berdasarkan persamaan berikut :
Chla = 13.36 .A664 – 5.19 .A648 Chlb = 27.43 .A648 – 8.12 .A664 Chl total = 5.24 .A664 + 22.24 .A648 Keterangan :
Chla = klorofil a Chlb = klorofil b
A664 = absorbansi pada panjang gelombang A648 = absorbansi pada panjang gelombang
23 F. Analisis Data
Data hasil penelitian ini di analisis ragam pada taraf nyata 5%. Jika interaksi nyata maka dilanjutkan dengan penentuan simple effect lama perendaman (faktor A) pada setiap konsentrasi asam salisilat (faktor B) dengan uji BNT pada taraf nyata 5%.
17 III. METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Lampung pada bulan Desember 2014.
B. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut beaker glass, erlenmayer, corong, nampan plastik, gelas plastik, tabung reaksi dan raknya, gelas ukur, mortar dan penggerus, pipet volume, pipet tetes, pisau, mistar, label, kertas saring, kapas, oven, sentrifus, dan spektrofotometer UV. Bahan-bahan yang digunakan adalah benih padi gogo varietas Situ Bagendit dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Lampung , asam salisilat, etanol 95%, dan aquades.
C. Rancangan Percobaan
Penelitian dilaksanakan dalam percobaan faktorial 2x3. Faktor A adalah lama perendaman dengan 2 taraf yaitu 12 jam dan 24 jam perendaman. Faktor B adalah konsentrasi asam salisilat dengan 3 taraf yaitu konsentrasi 0 mg/l,
18 50 mg/l dan 100 mg/l. Setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Jumlah satuan percobaan adalah 24. Notasi faktor, taraf, kombinasi perlakuan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Notasi faktor taraf kombinasi perlakuan
Faktor A B Taraf a1 a2 b1 a1b1 a2b1 b2 a1b2 a2b2 b3 a1b3 a2b3 Keterangan :
a1b1 = 12 jam, 0 mg/l asam salisilat a2b1 = 24 jam, 0 mg/l asam salisilat a1b2 = 12 jam, 50 mg/l asam salisilat a2b2 = 24 jam, 50 mg/l asam salisilat a1b3 = 12 jam, 100 mg/l asam salisilat a2b3 = 24 jam, 100 mg/l asam salisilat
D. Variabel dan Parameter
Varibel dalam penelitian ini adalah persentase benih yang berkecambah, panjang tunas, berat segar kecambah, berat kering kecambah, rasio tunas akar, kandungan air relatif, kandungan klorofil a, b, dan total. Parameter dalam penelitian ini adalah nilai tengah (µ) panjang tunas, berat segar kecambah, berat kering kecambah, rasio tunas akar, kandungan air relatif, kandungan klorofil a, b, dan total.
19 E. Cara Kerja
1. Perkecambahan Benih
Berdasarkan jumlah kombinasi perlakuan maka jumlah nampan yang digunakan sebagai wadah perkecambahan benih adalah sebanyak 6 buah. Nampan dicuci bersih dengan sabun cuci dan dilap kering. Nampan dilabel dengan notasi kombinasi perlakuan. Nampan dilapisi dengan kapas dan
dibasahi dengan aquades. Kemudian kedalam setiap nampan ditaruh 100 benih padi yang telah direndam dengan larutan asam salisilat. Tata letak nampan dapat dilihat pada tabel berikut :
Pengamatan jumlah benih yang berkecambah dilakukan 5 hari setelah
penaburan benih. Menurut ISTA (2006) persentase benih yang berkecambah dihitung berdasarkan rumus :
∑
2. Pertumbuhan Benih
Berdasarkan jumlah satuan percobaan maka 24 buah gelas plastik digunakan untuk studi pertumbuhan selanjutnya dari benih padi. Gelas padi dicuci bersih
a1b3 a1b2 a2b3 a2b2 a1b1 a2b1
20 dengan sabun dan dilap kering. Kemudian gelas plastik dilabel dengan notasi kombinasi perlakuan dan ulangan. Setiap masing-masing gelas plastik dilapisi bagian dasarnya dengan menggunakan kapas dan diasahi dengan aquades. Dalam satu gelas plastik ditanami dengan lima kecambah padi. Tata letak satuan percobaan setelah pengacakan dapat dilihat dalam Gambar 4 :
Keterangan :
a1b1 = 12 jam + 0 mg/l asam salisilat a1b2 = 12 jam + 50 mg/l asam salisilat a1b3 = 12 jam + 100 mg/l asam salisilat
a2b1 = 24 jam + 0 mg/l asam salisilat a2b2 = 24 jam + 50 mg/l asam salisilat a2b3 = 24 jam + 100 mg/l asam salisilat u1-u4 = ulangan 1 - ulangan 4
Gambar 4. Tata letak satuan percobaan setelah pengacakan a2b1u2
a1b2u3 a2b3u2 a1b1u2
a1b3u1 a2b2u4 a1b3u2 a1b1u4
a2b2u3 a2b1u1 a1b3u4 a2b2u1 a2b2u2 a1b1u1 a2b3u3 a2b1u4 a2b1u3 a1b3u3 a1b1u3 a2b3u4 a2b3u1 a1b2u4 a1b2u2 a1b2u1
21 2.1 Pengukuran Panjang
Pengukuran panjang kecambah dilakukan 7 hari setelah periode pertumbuhan dengan menggunakan mistar. Pengukuran dilakukan dari pangkal sampai ujung daun kecambah yang terpanjang.
2.2 Pengukuran Berat Segar
Akar dipisahkan dari shoot (batang dan daun) dan masing-masing ditimbang berat segarnya dengan neraca analitik. Berat segar kecambah adalah berat akar + berat tunas.
2.3 Pengukuran Berat Kering
Kecambah dikeringkan dengan oven pada suhu 130oC selama 2 jam. Kemudian kecambah yang telah dikeringkan ditimbang dengan neraca analitik.
2.4 Penentuan Rasio tunas akar
Rasio tunas akar ditentukan dengan membagi berat batang + daun dengan berat akar.
Rasio tunas akar =
(Yuliana, 2013).
2.5 Kandungan Air Relatif
Kandungan air relatif ditentukan berdasarkan rumus: Kandungan air relatif =
22 2.6 Penentuan Kandungan Klorofil
Penentuan kandungan klorofil dilakukan menurut Miazek, (2002).
0,03 gram daun kecambah padi gogo digerus sampai halus didalam mortar, dan kemudian ditambahkan 30ml ethanol 95%, cairan disaring kedalam
Erlenmeyer, sisa digerus yang masih melekat dikertas saring digerus kembali kemudian disaring kembali kedalam Erlenmeyer. Volume akhir disesuaikan menjadi 100ml dengan menambahkan ethanol 95%. Kemudian di sentrifus selama 30 menit. Ekstrak siap ditentukan kandungan klorofil a, klorofil b dan totalnya. Ekstrak klorofil ini diukur absorbansinya masing-masing pada panjang gelombang 648nm dan 664nm. Kandungan klorofil dinyatakan mg klorofil per gram jaringan yang diekstraksi dan dihitung berdasarkan persamaan berikut :
Chla = 13.36 .A664 – 5.19 .A648 Chlb = 27.43 .A648 – 8.12 .A664 Chl total = 5.24 .A664 + 22.24 .A648 Keterangan :
Chla = klorofil a Chlb = klorofil b
A664 = absorbansi pada panjang gelombang A648 = absorbansi pada panjang gelombang
23 F. Analisis Data
Data hasil penelitian ini di analisis ragam pada taraf nyata 5%. Jika interaksi nyata maka dilanjutkan dengan penentuan simple effect lama perendaman (faktor A) pada setiap konsentrasi asam salisilat (faktor B) dengan uji BNT pada taraf nyata 5%.