• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

77. Kantor PT Paridi Asyudewi BBM Solar

Gambar 9 Gambar pengembangan fasilitas di PPN Palabuhanratu periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) Keterangan :

1. Lampu suar masuk kolam 1 2. Dermaga tambat dan

perbaikkan

3. Gedung penyimpanan mesin dan jaring

4. Perbaikkan mesin kapal 5. Balai pertemuan nelayan 6. Kantor administrasi 7. Dermaga tambat dan

perbaikkan 8. Kolam I

9. Bak penampungan air bersih 10. Tangki bahan bakar solar 11. Pos pelayanan terpadu 12. Klinik kesehatan 13. Pos peron 14. TPI

15. Lampu suar masuk kolam I 16. Mess operator type 36 17. Rumah type 50 18. Rumah type 70 19. Rumah type 70 20. Rumah type 50 21. Guest house 22. Wisma nelayan type 36 23. Rumah type 36 24. Turap sungai cipalabuhan 25. Bengkel perikanan dan

gedung genset 26. Dispenser SPDN (KUD) 27. Kantor SPDN (KUD) 28. Dermaga bongkar 29. Kantor POLAIRUD 30. AGUNG, S. Kom 31. Pos pelayanan terpadu II 32. Kantor satkes pengawas 33. Breakwater (groin) 34. Kolam II

35. Lampu suar kolam I 36. Rumah pompa air laut 37. Gedung alat berat 38. PT.AGB Tuna

Keterangan : 42. Breakwater II

43. Lampu suar masuk pelabuhan 44. Dermaga II

45. Musholla dan toilet publik dermaga II

46. Mesjid nelayan

47. Lampu suar tanda pelabuhan 48. Musholla karyawan 49. PT. Paridi Asyudewi 50. Depot air minum isi ulang 51. PT. Sari Sagara 52. Toko BAP

53. Musholla depo pemasaran ikan 54. Toko logistik II

55. Kantor syahbandar perikanan 56. Toko logistik I

57. Kedai pesisir 58. Toko logistik perikanan 59. Toko kebutuhan nelayan 60. Kantor syahbandar umum 61. Gedung arsip dan pos penyuluhan 62. Gedung pembinaan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan 63. Gedung laboratorium dan Pengembangan

64. Pegadaian

65. Gedung pasar ikan dan resto 66. Depo Pemasaran Ikan dan Lapak Ikan

67. Warung dan Lapak Ikan 68. Pabrik Es Curah 69. Gedung Pemasaran Hasil Perikanan

70. CV. Permata Mina Penjualan Spare part, Penanganan ikan 71. CV. Mitra Ratu

MandiriPenanganan Ikan 72. PT. Bahari Pratama Mandiri Penanganan Ikan

73. Coldstorage.

74. PT. Tritunggal Lintas Bahari 75. PT Java Fisheries

76. CV. Duta Ratu

77. Kantor PT. Paridi Asyudewi BBM Solar

25 Berdasarkan Gambar 10 diketahui jumlah keseluruhan fasilitas pada periode 1 sebanyak 33 fasilitas yaitu fasilitas pokok sebanyak 8 unit, fasilitas fungsional 9 unit, dan fasilitas penunjang 16 unit. Periode 2 jumlah penambahan fasilitas sebanyak 11 unit. Jumlah keseluruhan fasilitas pada periode 2 sebanyak 44 fasilitas dengan penambahan fasilitas berupa fasilitas pokok sebanyak 6 unit dan fasilitas fungsional 5 unit. Periode 3 jumlah panambahan fasilitas sebanyak 21 unit. Jumlah keseluruhan fasilitas pada periode 3 sebanyak 65 fasilitas dengan penambahan fasilitas berupa fasilitas pokok 1 unit, fasilitas fungsional 16 unit, dan fasilitas penunjang 4 unit. Periode 4 jumlah penambahan fasilitas sebanyak 12 unit. Jumlah keseluruhan fasilitas pada periode 4 sebanyak 77 fasilitas. Penambahan fasilitas pada periode 4 ini hanya berupa fasilitas penunjang, yaitu sebanyak 12 unit (Gambar 10).

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 10 Histogram perkembangan jumlah fasilitas sejak PPN Palabuhanratu beroperasi tahun 1993 sampai tahun 2014 dalam 4 kelompok periode waktu.

Perkembangan fasilitas di PPN Palabuhanratu di tandai dengan bertambahnya jumlah fasilitas di setiap periode waktunya. Penambahan fasilitas di PPN Palabuhanratu disebabkan karena terjadinya peningkatan aktivitas yang ada. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, meningkatnya aktivitas tambat dan labuh di PPN Palabuhanratu yang ditandai dengan meningkatnya rata-rata jumlah armada penangkap ikan dari periode sebelumnya merupakan alasan bagi pihak pengelola PPN Palabuhanratu untuk menambah fasilitas seperti dermaga dan kolam II. Penambahan fasilitas tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan jumlah kapal yang berada di dermaga dan kolam I pelabuhan. Perkembangan fasilitas di PPN Palabuhanratu telah mengimbangi peningkatan aktivitas yang ada agar aktivitas tersebut berjalan dengan lancar dan optimal. Namun dalam prosesnya, pembangunan fasilitas di PPN Palabuhanratu mengalami keterlambatan karena

Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode 4

Fasilitas pokok 8 14 15 15 Fasilitas fungsional 9 14 30 30 Fasilitas penunjang 16 16 20 32 0 5 10 15 20 25 30 35 Ju m lah f asil itas ( u n it)

26

terhambatnya pencairan dana anggaran pembangunan fasilitas dari pusat. Berikut adalah tabel dan gambar pengembangan fasilitas di PPN Palabuhanratu pada tahun 1993-2014 dalam empat kelompok periode waktu (Tabel 3 dan Gambar 11).

Tabel 3 Pertambahan fasilitas pada 4 (empat) periode waktu. Fasilitas Periode 1 (tahun

1993/1994-1999/2000)

Kolam I, Kantor satkes perikanan, Gedung penyimpanan mesin dan jarring, Lampu suar masuk kolam I, Pos pelayanan terpadu I, Balai pertemuan nelayan, Dermaga tambat dan perbaikkan 1, Perbaikan mesin kapal, Klinik kesehatan, Dermaga tambat dan perbaikkan 2, Kantor administrasi, Pos peron, Breakwater, Bak penampungan air bersih, Rumah type 50 2 buah, Dermaga bongkar, Tangki bahan bakar solar, Rumah type 70 2 buah, Lampu suar kolam I, Pos pelayanan terpadu II, Guest house, Turap Sungai Cipalabuhan, Bengkel perikanan dan gedung genset,Wisma nelayan type 36, TPI, Rumah type 36, Mess operator type 36, Kantor Polairud, CV.Agung, S. Kom (coldstorage, docking), Dispenser SPDN (KUD), dan Kantor SPDN (KUD)

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005)

Kolam II, Gedung alat berat, Dermaga II, PT AGB coldstorage, Lampu suar masuk kolam II, Agung, S. Kom (sparepart), Rumah pompa air laut, PT Ratu Prima coldstorage, Breakwater II, CV. Mekartunas Rayasejati BBM Solar, dan Lampu suar masuk pelabuhan.

Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010)

Lampu suar tanda pelabuhan, Kantor syahbandar umum, Musholla dan toilet publik dermaga II, Gedung arsip, Mesjid nelayan, Pos penyuluhan perikanan Musholla karyawan, Gedung laboratorium dan pengembangan, PT Paridi Asyudewi, Depot air minum isi ulang, Eks. PT. Sari Sagara, Toko BAP, Musholla depo pemasaran ikan, Toko logistik I, Toko logistik II, Kedai pesisir, Toko logistik perikanan,Toko kebutuhan nelayan, Gedung pembinaan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, pegadaian, dan Gedung pasar ikan dan resto.

Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015)

Depo pemasaran ikan dan lapak ikan, Warung dan lapak ikan, Pabrik es curah, Gedung pemasaaran hasil perikanan, Cold storage P2HP, CV. Mitra Ratu Mandiri, PT. Bahari Pratama Mandiri, PT. Tritunggal Lintas Bahari, PT. Java Fisheries, CV. Duta Ratu, dan Kantor PT. Paridi Asyudewi.

27 Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010)

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005)

Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) Periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000)

28

Aktivitas di PPN Palabuhanratu dan Pengembangannya

Aktivitas/kegiatan yang ada di PPN Palabuhanratu sudah ada sejak diresmikannya pelabuhan ini pada tahun 1993. Aktivitas yang ada seperti aktivitas tambat labuh, pendaratan hasil tangkapan, pemasaran, produksi perikanan, dan lain- lain.

Aktivitas tambat labuh

Aktivitas tambat labuh di PPN Palabuhanratu sudah ada sejak diresmikannya pelabuhan ini pada tahun 1993. Kegiatan aktivitas tambat labuh ini setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut juga didukung dengan adanya penambahan fasilitas seperti dermaga II dan kolam II yang dibangun pada tahun 2003. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari bertambahnya jumlah armada penangkap ikan dan jumlah nelayan yang menggunakan PPN Palabuhanratu sebagai fishing base (Gambar 12-15). Hal ini dapat mengindikasikan bertambahnya jumlah produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu.

a. Jumlah Armada Penangkap Ikan

Armada penangkap ikan yang ada di PPN Palabuhanratu dibedakan menjadi dua jenis yaitu perahu motor tempel (PMT) dan kapal motor (KM). Jumlah PMT di PPN Palabuhanratu tahun 1993 sampai dengan tahun 2014 berkisar antara 235 unit sampai 531 unit. Jumlah KM di PPN Palabuhanratu tahun 1993 sampai dengan tahun 2014 berkisar antara 78 unit sampai 629 unit. Kisaran jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2014 sebanyak 381 sampai 1.090 unit. Berikut data jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu pada 4 kelompok periode waktu.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali) Keterangan : PMT = perahu motor tempel, KM = kapal motor

Gambar 12 Grafik jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000).

Periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000) rata-rata jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu sebanyak 443 unit dengan rata-rata pertumbuhan jumlah armada penangkap ikan sebesar 1,89% /tahun (Gambar 12). Jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu tertinggi terjadi pada tahun 1996, yaitu sebanyak 488 unit dengan peningkatan jumlah armada penangkap ikan sebesar

0 200 400 600 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 Ju m lah ( u n it) Tahun Jumlah Armada PMT KM

29 6,86% dari tahun sebelumnya. Jumlah armada terendah terjadi pada tahun 1997 dengan jumlah kapal sebanyak 406 unit. Penurunan tersebut diduga karena banyaknya jumlah kapal yang tidak beroperasional. Menurut Hardani (2008), penurunan jumlah kapal di PPN Palabuhanratu pada tahun 1997 dikarenakan terjadi krisis ekonomi di Indonesia, sehingga banyak kapal penangkap ikan tidak beroperasi dikarenakan bahan perbekalan melaut semakin melonjak harganya dan jumlahnya berkurang.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali) Keterangan : PMT = perahu motor tempel, KM = kapal motor

Gambar 13 Grafik jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005).

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005) rata-rata jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu yaitu sebanyak 462 unit dengan rata-rata pertumbuhan jumlah armada penangkap ikan sebesar 9% /tahun. Jumlah armada penangkap ikan tertinggi terjadi tahun 2004, yaitu sebanyak 530 unit dari tahun sebelumnya (Gambar 13). Jumlah armada penangkap ikan terendah terjadi tahun 2003 yaitu sebanyak 381 unit. Peningkatan jumlah armada tahun 2004 diduga karena bertambahnya jumlah operasional armada penangkap ikan yang berukuran kecil. Menurut Hardani (2008) peningkatan jumlah armada penangkap ikan pada tahun 2004 selain meningkatnya pembelian perahu motor, juga dikarenakan meningkatnya jumlah alat tangkap yang menggunakan perahu motor tempel seperti pancing ulur dan payang.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali) Keterangan : PMT = perahu motor tempel, KM = kapal motor

Gambar 14 Grafik jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010). 0 500 1000 2005 2006 2007 2008 2009 Ju m lah ( u n it) Tahun PMT KM Jumlah Armada 0 200 400 600 2000 2001 2002 2003 2004 Ju m lah ( u n it) Tahun PMT KM Jumlah Armada

30

Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010) rata-rata jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu sebanyak 746 unit dengan rata-rata pertumbuhan jumlah armada penangkap ikan sebesar 4,49% /tahun. Jumlah armada tertinggi terjadi pada tahun 2007, yaitu sebanyak 852 unit dari tahun sebelumnya (Gambar 14). Tahun 2008 jumlah armada penangkap ikan mengalami penurunan sebesar 24,18%. Penurunan tersebut dikarenakan semakin berkurangnya jumlah armada penangkap ikan yang melakukan kegiatan operasional. Menurut Yuliastuti (2010), pada tahun 2008 jumlah armada penangkap ikan mengalami penurunan sebesar 24,2% dikarenakan banyak kapal yang tidak beroperasi karena mahalnya harga BBM, salah satunya seperti kapal payang.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali) Keterangan : PMT = perahu motor tempel, KM = kapal motor

Gambar 15 Grafik jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015).

Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) rata-rata jumlah armada penangkap ikan mengalami peningkatan dari 3 periode sebelumnya (Gambar 16). Rata-rata jumlah armada penangkap ikan pada periode ini sebanyak 906 unit dengan rata-rata pertumbuhan jumlah armada sebesar 0,76% /tahun (Gambar 15). Jumlah armada penangkap ikan tertinggi terjadi tahun 2011 yaitu sebesar 1.090 unit dengan peningkatan jumlah armada penangkap ikan sebesar 30,23% dari tahun sebelumnya. Jumlah armada penangkap ikan terendah terjadi pada tahun 2014, yaitu sebanyak 814 unit dengan penurunan 8,02%. Peningkatan jumlah operasional armada penangkap ikan pada tahun 2011 dikarenakan bertambahnya jumlah kapal motor di PPN Palabuhanratu (Risnandar, 2013).

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 16 Grafik rata-rata jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu pada 4 periode waktu

Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode 4

Rata-rata Jumlah Armada 443 462 746 906

443 462 746 906 0 200 400 600 800 1000 Ju m lah ( u n it) 0 500 1000 1500 2010 2011 2012 2013 2014 Ju m lah ( u n it) Tahun PMT KM Jumlah Armada

31 b. Nelayan

Nelayan yang terdapat di PPN Palabuhanratu meliputi nelayan asli PPN Palabuhanratu dan nelayan pendatang. Jumlah nelayan PPN Palabuhanratu dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2014 berkisar 2.377 sampai 5.112 orang. Berikut data jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu pada 4 kelompok periode waktu.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 17 Grafik jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000)

Periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000) rata-rata jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu sebanyak 2.660 orang dengan rata-rata pertumbuhan jumlah nelayan sebesar 2,39% / tahun (Gambar 17). Jumlah nelayan tertinggi di PPN Palabuhanratu terjadi pada tahun 1993, yaitu sebanyak 3.028 orang. Jumlah nelayan terendah terjadi pada tahun 1996 dengan jumlah nelayan sebanyak 2.418 orang dengan penurunan jumlah nelayan sebesar 11,04% dari tahun sebelumnya.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 18 Grafik jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005)

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005) rata-rata jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu sebanyak 2.806 orang dengan rata-rata pertumbuhan jumlah nelayan sebesar 10,63% /tahun (Gambar 18). Jumlah nelayan tertinggi terjadi tahun 2004 dengan jumlah nelayan sebanyak 3.439 orang. Tingginya jumlah nelayan tahun 2004 juga diduga karena banyaknya jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu pada tahun 2004 (Gambar 13). Jumlah nelayan terendah terjadi tahun 2000 dengan jumlah nelayan sebanyak 2.354 orang. Menurut Hardani (2008), meningkatnya jumlah nelayan tahun 2001 sampai tahun 2006 karena masih

0 2.000 4.000 2000 2001 2002 2003 2004 Ju m lah n elay an (o ran g ) Tahun 0 2.000 4.000 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 Ju m lah n elay an (o ran g ) Tahun

32

banyaknya masyarakat Palabuhanratu yang mengandalkan sektor perikanan tangkap sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhui kebutuhan hidup.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 19 Grafik jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010)

Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010) rata-rata jumlah nelayan di PPN sebanyak 4.442 orang dengan rata-rata pertumbuhan jumlah nelayan sebesar 10,34% /tahun. Rata-rata jumlah nelayan tertinggi terjadi pada tahun 2007 dengan jumlah sebanyak 5.994 orang (Gambar 19). Tingginya jumlah nelayan tahun 2007 diduga karena tingginya jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu pada tahun 2007, yaitu sebanyak 852 unit (Gambar 14). Jumlah nelayan terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu sebanyak 3.498 orang. Menurut Yuliastuti (2010), tahun 1999-2008 jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu cenderung meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 6,3% .

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 20 Grafik jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu pada periode 4 (tahun 2010/2011- 2014/2015)

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 21 Grafik rata-rata jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu pada 4 periode Waktu 0 5.000 10.000 2010 2011 2012 2013 2014 Ju m lah n elay an (o ran g ) Tahun 0 5.000 10.000 2005 2006 2007 2008 2009 Ju m lah n elay an (o ran g ) Tahun 2.660 2.806 4.442 4.662 0 2.000 4.000 6.000

Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode 4

Ju m lah n elay an (o ran g ) Tahun

33 Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) rata-rata jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu meningkat dari 3 periode sebelumnya (Gambar 21). Rata-rata jumlah nelayan periode 4 sebanyak 4.662 orang dengan rata-rata pertumbuhan jumlah nelayan 1,61% /tahun. Jumlah nelayan tertinggi terjadi tahun 2012 yaitu sebanyak 5.112 orang (Gambar 20). Jumlah nelayan terendah terjadi tahun 2014 yaitu sebanyak 4.072 orang. Rendahnya jumlah nelayan tahun 2014 diduga karena rendahnya jumlah armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu pada tahun 2014 (Gambar 15).

c. Produksi Ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu

Produksi ikan di PPN Palabuhanratu terdiri dari dua jenis, yaitu produksi yang ikan berasal dari laut dan produksi ikan yang berasal dari daerah lain melalui jalan darat. Jumlah produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2014 berkisar antara 3.950.267 kg sampai dengan 10.357.023 kg. Berikut data jumlah produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu pada 4 kelompok periode waktu.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 22 Grafik jumlah produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000)

Periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000) rata-rata jumlah produksi ikan hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu sebanyak 3.247 ton dengan rata- rata pertumbuhan jumlah produksi sebesar 0,77% /tahun. Jumlah produksi ikan tertinggi yang didaratkan di PPN Palabuhanratu terjadi tahun 1997, yaitu sebanyak 4.134 ton dari tahun sebelumnya (Gambar 22). Jumlah produksi ikan terendah terjadi pada tahun 1998, yaitu sebanyak 2.381 ton dari tahun sebelumnya.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 23 Grafik jumlah produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005) 0 2000000 4000000 6000000 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 Ju m lah p ro d u k si (to n ) Tahun 0 2000000 4000000 6000000 2000 2001 2002 2003 2004 Ju m lah p ro d u k si (to n ) Tahun

34

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005) rata-rata jumlah produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu sebanyak 2.927 ton dengan rata- rata pertumbuhan jumlah produksi sebesar 14,54% /tahun. Jumlah produksi ikan didaratkan tertinggi terjadi tahun 2003, yaitu sebanyak 4.105 ton dari tahun sebelumnya (Gambar 23). Jumlah produksi ikan didaratkan terendah terjadi tahun 2001, yaitu sebanyak 1.767 ton. Turunnya rata-rata jumlah produksi ikan didaratkan pada periode 3 diduga akibat berkurangya operasional armada penangkap ikan dan berkuranya jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu. Hardani (2008), mengatakan penurunan jumlah perahu motor tempel dan kapal motor pada tahun 2003 disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan pengurangan subsidi BBM terhadap kapal-kapal penangkap ikan kategori industri (>30 GT).

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 24 Grafik jumlah produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010)

Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010) rata-rata jumlah produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu sebanyak 5.330 ton dengan rata-rata pertumbuhan jumlah produksi sebesar 11,12% /tahun. Jumlah produksi ikan yang didaratkan tertinggi terjadi tahun 2005, yaitu sebanyak 6.600 ton, sedangkan terendah terjadi tahun 2009, yaitu sebanyak 3.950 ton dari tahun sebelumnya. Tingginya jumlah produksi ikan tahun 2005 diduga karena meningkatnya jumlah rata-rata armada penangkap ikan dan jumlah nelayan di PPN Palabuhanratu yang melakukan operasi penangkapan ikan. Menurut Qadarian (2010), peningkatan jumlah produksi hasil tangkapan tahun 2005 disebabkan karena adanya usaha dari pihak PPN Palabuhanratu untuk meningkatkan pelayanan dengan mengembangkan fasilitas yang ada.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 25 Grafik jumlah produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) 0 5000000 10000000 2005 2006 2007 2008 2009 Ju m lah p ro d u k si (to n ) Tahun 0 5000000 10000000 15000000 2010 2011 2012 2013 2014 Ju m lah p ro d u k si (to n ) Tahun

35 Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) rata-rata jumlah produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu meningkat dari 3 periode sebelumnya (Gambar 26). Rata-rata jumlah produksi ikan yang didaratkan pada periode ini sebanyak 8.083 ton dengan rata-rata pertumbuhan jumlah produksi ikan didaratkan sebesar 13,12% /tahun. Jumlah produksi ikan di daratkan tertinggi terjadi tahun 2014, yaitu sebesar 10.357 ton dari tahun sebelumnya (Gambar 25). Jumlah produksi ikan didaratkan terendah terjadi pada tahun 2011, yaitu sebanyak 6.539 ton dengan penurunan jumlah produksi sebesar 3,04% dari tahun sebelumnya. Penurunan jumlah produksi ikan di PPN Palabuhanratu diduga akibat menurunnya jumlah armada penangkap ikan yang beroperasi.

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 26 Grafik rata-rata jumlah produksi hasil tangkapan didaratkan di PPN Palabuhanratu pada 4 periode waktu

Sumber : PPN Palabuhanratu, 2014 (data diolah kembali)

Gambar 27 Grafik rata-rata jumlah armada penangkap ikan, nelayan dan produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu pada 4 periode waktu.

3.248 2.927 5.330 8.083 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000

Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode 4

Ju m lah p ro d u k si (to n ) 443 462 746 906 2660 2806 4442 4662 3247 2927 5330 8083 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000

Periode 1 Periode 2 Periode 3 perode 4

Rata-rata jumlah armada (unit) Rata-rata jumlah nelayan (orang)

36

Berdasarkan (Gambar 27) dapat diketahui bahwa jumlah armada penangkap ikan dan jumlah nelayan mengalami peningkatan disetiap periode. Namun, jumlah produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu mengalami penurunan pada periode 2. Seperti yang dijelaskan sebelumnya penurunan produksi ikan didaratkan diduga akibat berkurangnya jumlah operasional armada penangkap ikan di PPN Palabuhanratu. Menurut Hardani (2008), penurunan jumlah jenis perahu motor tempel dan kapal motor pada tahun 2003 disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan pengurangan subsidi BBM terhadap kapal-kapal penangkap ikan kategori industri (>30 GT). Secara umum, jumlah armada penangkap ikan, nelayan dan produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu cenderung mengalami peningkatan disetiap periodenya. Hal ini menunjukkan, bahwa aktivitas tambat dan labuh di PPN Palabuhanratu dari tahun 1993 sampai tahun 2014 telah mengalami perkembangan. Adanya perkembangan aktivitas tambat labuh di PPN Palabuhanratu pihak pengelola PPN Palabuhanratu memberikan fasilitas berupa penambahan fasilitas seperti dermaga dan kolam II yang dibangun pada tahun 2003. Menurut Qadarian (2010), penambahan dermaga dan kolam II di PPN Palabuhanratu dikarenakan jumlah kapal-kapal yang menggunakan dermaga dan kolam II sebagai tempat mendaratkan hasil tangkapan sudah melampaui batas.

Aktivitas pemasaran/pelelangan ikan

Aktivitas pemasaran/pelelangan ikan di PPN Palabuhanratu sudah ada sejak diresmikannya pelabuhan ini pada tahun 1993. Berdasarkan hasil wawancara kepada pihak pengelola TPI di PPN Palabuhnratu didapatkan informasi bahwa pada periode 1 (tahun 1993/1994-1999/2000) aktivitas pelelangan ikan dikelola oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi. Aktivitas pelelangan ikan di TPI PPN Palabuhanratu periode 1993-2003 dikelola oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi (Lubis et al. 2012). Aktivitas pelelangan yang dikelola oleh pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Sukabumi berjalan sesuai dengan praktek lelang seharusnya. Aktivitas pelelangan ikan dilakukan didepan khalayak umum dengan syarat penawaran dengan harga tertinggi dinyatakan sebagai pemenang. Berjalannya aktivitas pelelangan ikan pada periode ini tidak didukung dengan ketersediaan fasilitas berupa air bersih demi memenuhi kebutuhan proses pencucuian ikan.

Periode 2 (tahun 2000/2001-2004/2005) aktivitas pelelangan ikan di PPN Palabuhanratu dikelola oleh pihak KUD Mina Sinar Laut. Menurut Hidayat (2013) tahun 2000 pengelolaan TPI dialihkan kepada Koperasi Unit Desa Mina Sinar Laut. Perpindahan tersebut mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) No. 132 tahun 1997,902/Kpts/3SKB/IX/1997 yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian dan Menteri Koperasi dan Pemberdayaan Industri Kecil mengenai pelelangan ikan yang

tercantum dalam Bab II pasal 4 ayat 2 yang berbunyi: “ Kepada daerah menunjuk

KUD sebagai penyelenggara pelelangan ikan setelah memenuhi syarat”, serta didukung oleh Perda Jabar No.5 tahun 2005 tentang penyelenggaraan pelelangan ikan “Pengelola TPI di Provinsi Jawa Barat terkena kewajiban melaksanakan

pelelangan ikan dan terhadap semua ikan”. Berdasarkan SKB pihak pengelola

PPN Palabuhanratu beralih peran menjadi hanya pemilik lahan bangunan TPI, sedangkan aktivitas pengelolaan TPI dikelola oleh pihak KUD Mina Sinar Laut. Pada periode ini aktivitas pelelangan yang dikelola oleh pihak KUD Mina Sinar

37 Laut masih berjalan seperti seharusnya, namun proses pelelangan yang ada belum optimal. Berjalannya aktivitas pelelangan ikan di PPN Palabuhanratu pihak KUD Mina Sinar Laut dalam memperlancar aktivitas pelelangan pihak KUD Mina Sinar Laut menyediakan fasilitas berupa basket plastik.

Periode 3 (tahun 2005/2006-2009/2010) aktivitas pelelangan ikan di TPI PPN Palabuhanratu tidak berjalan. Menurut Lubis (2012), pada awalnya aktivitas pengolahan pelelangan ikan yang dilakukan oleh KUD Mina Sinar Laut berjalan lancar, namun pada pertengahan tahun 2005 pelelangan tidak berjalan. Padahal jika dilihat dari segi jumlah produksi hasil tangkapan yang didaratkan, jumlah produksi ikan yang didaratkan pada tahun 2005 adalah tertinggi yaitu sebanyak 6.600 ton (Gambar 25) harusnya proses pelelangan ikan pada periode ini berjalan seperti seharusnya. Menurut Lubis et al (2012) salah satu faktor yang berpengaruh terhadap berjalan atau tidaknya aktivitas pelelangan di TPI yaitu rendahnya jumlah produksi hasil tangkapan dan adanya pemilik kapal yang merangkap sebagai bakul atau tengkulak. Tahun 2009 dalam rangka upaya melakukan program Tempat Pelelangan Ikan yang higienis pihak pengelola TPI melakukan peninggian pada lantai dan membuat saluran air bekas pencucian ikan yang akan dilelang.

Periode 4 (tahun 2010/2011-2014/2015) aktivitas pelelangan di TPI PPN Palabuhanratu yang dikelola oleh pihak KUD Mina Sinar Laut tidak berjalan.

Dokumen terkait