Dr. Sholihul Huda, M.Fil.I
Pendahuluan
Modul ini merupakan modul ke 5 dari 7 modul mata kuliah AIK 3 (Kemuhammadiyahan). Persyarikatan Muhammadiyah yang melintasi perjalanan usia satu abad senantiasa bersinggungan dan memiliki kai-tan dengan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat manusia saat ini, baik dalam lingkup nasional maupun global, termasuk di dalamnya dinamika kehidupan umat Islam. Posisi Muhammadiyah dalam dinamika dan permasalahan kehidupan nasional, global, dan dunia Islam sebagaimana digambarkan di atas dibingkai dan ditandai dengan lima peran yang secara umum menggambarkan misi Persyari-katan.
Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar yang berwatak tajrid dan tajdid. Muhammadiyah sebagai ger-akan tajrid terus mendorong tumbuhnya gerger-akan pemurnian ajaran Islam dalam masalah yang baku (al-tsawabit) dan pengembangan pe-mikiran dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang menitikberatkan ak-tivitasnya pada dakwah amar makruf nahi munkar. Muhammadiyah sebagai gerakan tajrid adalah dalam bidang kepercayaan dan ibadah terbersih dari hal bid’ah, tahayul dan khurafat. Bentuk atau model tajrid Muhamamdiyah adalah memurnikan aqidah dan ibadah dari muatan-nya dari TBC. Khurafat adalah kepercayaan tanpa pedoman yang sah dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Hanya ikut-ikutan orang tua atau nenek moyang. Sedangkan bid’ah biasanya muncul karena ingin
memper-banyak ritual tetapi pengetahuan Islamnya kurang luas, sehingga yang dilakukan adalah bukan dari ajaran Islam. Misalnya selamatan dengan kenduri dan tahlil dengan menggunakan lafal Islam.
Sedangkan Muhammadiyah berwatak tajdid adalag Muhamamdiyah selalu berusaha menlakukan pembaharuan sosial keagamaan dalam rangka mewujudakna masyarakat yang uatama. Muhammadiyah se-bagai gerakan Islam dengan semangat tajdid yang dimilikinya terus mendorong tumbuhnya pemikiran Islam secara sehat dalam berbagai bidang kehidupan. Pengembangan pemikiran Islam yang berwatak taj-did tersebut sebagai realisasi dari ikhtiar mewujudkan risalah Islam se-bagai rahmatan lil-alamin yang berguna dan fungsional bagi pemeca-han permasalapemeca-han umat, bangsa, negara, dan kemanusiaan dalam tataran peradaban global.
Surat Al Ma’un ini menjadi terkenal karena kisah KH. Ahmad Dahlan yang berkali-kali mengajak para muridnya untuk mempelajarinya hing-ga mereka bertanya menhing-gapa tidak menhing-gaji surat yang lainnya. Per-tanyaan para muridnya itupun dijawab oleh KH. Ahmad Dahlan “Kalian sudah hafal surat al-Maun, tapi bukan itu yang saya maksud. Amalkan! Dia-malkan, artinya dipraktekkan, dikerjakan! Rupanya, saudara-saudara belum mengamalkannya,” ucap Ahmad Dahlan seperti dikutip Junus Salam da-lam K.H. Ahmad Dahlan: Amal dan Perjuangannya (2009).
Setelah itu KH. Ahmad Dahlan memerintahkan para muridnya untuk mencari orang-orang miskin di sekitar kampung Kauman untuk men-gamalkan Surat Al Ma’un tersebut. Kepada para muridnya KH. Ahmad Dahlan memerintahkan para muridnya jika sudah dapat orang-orang miskin untuk membawa mereka pulang, memandikan dengan sabun yang baik, memberi mereka pakaian yang bersih, memberi makan dan minum, serta tempat tidur di rumah masing-masing.
Kala itu, tidak ada satupun Ulama atau kyai yang memberi pelaja-ran agama model KH. Ahmad Dahlan yaitu dengan menterjemahkan ayat-ayat Al Qur’an dengan tindakan nyata seperti itu. Al Qur’an dia-jarkan sekedar untuk dihafalkan tanpa pengamalan nyata dalam ke-hidupan sehari-hari. Surat Al Ma’un diajarkan KH. Ahmad Dahlan den-gan melakukan gerakan nyata menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim. Dalam perjalanannya pengajaran KH. Ahmad Dahlan tersebut dikenal dengan sebutan Teologi Al Ma’un.
Muhammadiyah sebagai sebuah persyarikatan telah merumuskan visi dan misiyang sudah jelas, sehingga dapat melahirkan gerakan yang terarah dan mencapai tujuan serta sasaran yang diinginkan se-cara bersama.Sebagai sebuah gerakan, dalam perjalanannya
Mu-hammadiyah melaksanakan usaha dan kegiatannya dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam dunia pendidikan, Muhammadiyah telah melakukan aktifitasnya dalam bentuk mendirikan madrasah-madrasah dan pesantren dengan memasukkan kurikulum pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan umum dan modern, mendirikan sekolah-sekolah umum dengan memasukkan kurikulum keislaman dan kemuhammadiyahan. Lembaga pendidikan yang didiri-kan di atas dikelola dalam bentuk amal usaha dengan penyelenggara-nya dibentuk sebuah majelis dengan nama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, secara vertikal mulai dari Pimpinan Pusat sampai ke tingkat Pimpinan Cabang.
Pendirian pendidikan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengungkapkan dengan pemikirannya bahwa pendidikan Muhammadiyah didirikan dan dilandasi atas motivasi teologis bahwa manusia akan mampu menca-pai derajat keiamanan dan ketaqwaan yang sempurna apabila mereka memiliki kedalaman ilmu pengetahuan. Motivasi teologis inilah menurut Mu’ti, yang mendorong KH.Ahmad Dahlan menyelenggarakan pendi-dikan di emperan rumahnya dan memberikan pelajaran agama ekstra kurikuler di OSVIA dan kweekschoool. Pada aspek yang berbeda, Muhammad Azhar melihat pendidikan yang diselenggarakan oleh Mu-hammadiyah pada aspek burhani yakni sebuah lembaga pendidikan lebih banyak melahirkan output ketimbang outcome, aspek irfani yakni pendidikan Muhammadiyah yang bercirikan rasionalitas dan material-itas-birokratik, aspek bayani, yakni pendidikan Muhammadiyah yang model pengajarannya menjadi terasa kering, mengingat paradigma pergerakan Muhammadiyah yang modernistik.
Dalam modul ini kita mengkaji Muhammadiyah Gerakan tajdid dan tajrid, Muhammadiyah Sebagai Gerakan Sosial, Muhammadiyah se-bagai gerakan pendidikan
Setelah menguasai modul ini, mahasiswa dapat menjelaskan dan memahami Muhammadiyah Gerakan tajdid dan tajrid, Muhammadiyah Sebagai Gerakan Sosial, Muhammadiyah sebagai gerakan pendidikan.
Secara lebih khusus setelah mempelajari modul ini anda diharapkan dapat menjelaskan dan memahami:
• Karakter keagamaan Muhammadiyah
• Theologi al Maun Muhammadiyah
• Karakter gerakan pendidikan Muhammadiyah Modul ini dibagi dalam 2 Kegiatan Belajar (KB):
• Kegiatan belajar 1: Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam
ber-watak Tajdid dan Tajrid
• Kegiatan belajar 2: Muhammadiyah Sebagai Gerakan Sosial
• Kegiatan Belajar 3: Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pendi-dikan
Agar dapat berhasil dengan baik dalam mmepelajari modul ini, ikuti-lah petunjuk belajar sebagai berikut:
• Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai anda memahami untuk mempelajari modul ini, dan bagaimana cara mempelajarinya
• Bacalah modul ini secara seksama dan kerjakan semua latihan yang ada
• Perhatikan contoh-contoh yang diberikan pada setiap kegiatan belajar
• Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan kelompok belajar anda.
“Selamat belajar semoga Anda diberi kemudahan pemahaman oleh Allah SWT dan ilmunya bermanfaat bagi semuanya”