• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan

C. Konsep Dasar Pendidikan Muhammadiyah

Secara umum konsep dasar pendidikan adalah suatu proses pem-bentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional). Menurut Fahrur

Razy Dalimunte,1999:11. Pendidikan merupakan aktivitas yang diori-entasikan kepada pengembangan individu manusia secara optimal.

Sementara itu konsep dasar pendidikan Muhammadiyah menurut KH Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut :

1. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang ber-bahagia di dunia dan akhirat seperti yang dijelaskan Firman Allah yang artinya

ِنوُدُبْعَيِل لاِإ َسْنلإا َو َّن ِجْلا ُتْقَلَخ اَم َو

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”Q.S Adz-Dzariyat: 56 dan

َنوُمِلْسُم ْمُتْنَأ َو لاِإ َّنُتوُمَت لا َو ِهِتاَقُت َّقَح َ َّالل اوُقَّتا اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأ اَي

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Al-lah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganAl-lah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim” Q.S Ali-Imran: 102

Tujuan Pendidikan yang digagas KH Ahmad Dahlan adalah lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai “ulama-ulama in-telek” atau “intelek ulama”, yaitu seorang Muslim yang memiliki ketegu-han iman dan Ilmu yang luas, kuat jasmani dan roketegu-hani.

Adapun tujuan pendidikan Muhammadiyah mengacu pada tujuan Muhammadiyah yaitu:

a. Pada waktu pertama kali berdiri tujuannya adalah Menyebarkan ajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumi putera didalam residenan Yogyakarta menunjukan hal Agama Islamkepada anggotanya

b. Setelah Muhammadiyah berdiri dan menyebar keluar Yogyakarta menjadi memajukan dan menggembirakan pengajaran dan memajukan Agama Islam kepada sekutu-sekutunya.

Pada tahun 1977 dirumuskan tujuan pendidikan Muhammadiyah se-cara umum berbunyi:

• Terwujudnya manusia Muslim yang berakhlak mulia cakap, per-caya pada diri sendiri, berguna bagi masyarakat dan negara”.

Beramal menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebe-nar-benarnya

• Memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk pembangunan dan masyarakat negara Re-publik Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dengan demikian pendidikan perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai, sehingga mudah diarahkan dan die-valuasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Dari tujuan tersebut, maka tujuan pendidikan formal Muhammadiyah adalah:

• Menegakan, berarti membuat agar tegak dan tidak tergoyahkan itu dengan memegang teguh, mempertahankan, membela serta memperjuangkan ajaran Islam.

• Menjungjung tinggi berarti membawa di atas segala-galanya, yaitu dengan cara anak didik supaya mengamalkan mengindah-kan serta melaksanamengindah-kan Ajaran Agama Islam.

• Agama Islam yaitu: Agama yang dibawa para Rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. Segenap isi Ajaran Ag-ama yang dibawa oleh para Rasul tersebut, sudah tercakup dalam Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berupa Al Qur’an Hadits. Maka siswa Muhammadiyah bisa me-megang teguh Agama Islam sebagai Agama Tauhid yang diba-wa oleh Rasul dan sudah sempurna sehingga dapat terbentuk insan-insan kamil.

2. Pendidik

Pendidik Secara etimologi berarti orang yang memberikan bimbin-gan. Pengertian ini memberi kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang pendidikan. Kata tersebut seperti

“teacher” artinya guru yang mengajar dirumah.

Sedangkan secara Secara terminologi adalah: Ahmad D Marimba mengemukakan bahwa “Pendidik adalah sebagai orang yang memi-kul tanggung jawab untuk mendidik” adapun menurut Muri yusuf yaitu

“Pendidikadalah individu yang mampu melaksanakan tindakan mendi-dik dalam situasi pendimendi-dikan untuk mencapai tujuan pendimendi-dikan”.

Pengertian tersebut tidak berbeda jauh dengan pengertian Pendi-dik menurut Muhammadiyah yaitu, PendiPendi-dik/guru adalah setiap orang yang merasa bertanggung jawab atas perkembangan anak didik dan mempunyai tanggungjawab menunaikan amanat Vertikal (Alloh) dan horizontal (kemanusiaan).

Dalam mendidik tidak sembarang orang bisa menjadi seorang pendidik dan untuk menjadi seorang pendidik ada syarat yang harus

dipenuhi. Menurut Muhammadiyah secara umum syarat menjadi seo-rang pendidik yaitu harus memiliki ilmu, memiliki kemampuan dalam ilmu jiwa, harus memiliki akhlak teladan dalam kelasnya bahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Dari beberapa syarat terebut harus dilanda-si oleh dilanda-sikap mental terutama akhlak teladan yaitu, dilanda-siap menjalankan perintah Allah SWT, jiwa pengabdian, ikhlas beramal, serta keyakinan dan kelurusan/kebenaran Agama Islam. Dengan demikian untuk men-jadi seorang pendidik menurut Muhammadiyah perlu memiliki pers-yaratan-persyaratan khusus, diantaranya:

• Harus seorang Muslim artinya beragama Islam yang beriman dan bertaqwa.

• Anggota / guru simpatikan Muhammadiyah atau aisyiah.

• Mempunyai keteladanan yang mulia baik di sekolah maupun di dalam kehidupan sehari-hari.

• Ikhlas.

• Bertanggung jawab.

• Mempunyai kemampuan istimewa dalam mendidik baik dalam menguasai materi pelajaran maupun dalam program pelajaran seperti metode, pengelolaan kelas, mengerti dan faham admin-istrasi sekolah maupun dalam memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian.

3. Peserta Didik

Peserta didik atau disebut juga Mutarabbi, hakikatnya adalah orang yang memerlukan bimbingan. Secara kodrati, seorang anak memerlu-kan Pendidimemerlu-kan dan bimbingan dari orang dewasa, paling tidak, karena ada dua aspek, yaitu aspek pedagogis dan sosiologis.

Menurut Muhammadiyah peserta didik merupakan bahan mentah atau objek dalam proses transformasi pendidikan. Ia mempunyai ker-agaman yang berbeda dan sebagai makhluk Allah di muka bumi ini se-bagai khalifah yang perlu dididik dan dibina serta dikembangkan agar bisa mengelolanya dan kembali kepada Khaliknya.

Dengan demikian maka anak didik merupakan suatu objek yang akan menerima transformasi pendidikan, dan sebagai objek yang akan menerima transformasi harus mempunyai syarat sebagai pelajar yang baik yaitu;

• Mempunyai akhlak yang baik dan mulia.

• Mempunyai sikap yang sopan dan santun baik kepada sesama maupun kepada yang lebih tua dan muda.

• Harus bisa meneruskan perjuangan.

• Harus dapat dipercaya dan cinta damai.

• Dan bersedia mentaati peraturan yang ada di Muhammadiyah.

4. Kurikulum

Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDI-KNAS) No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah sebagai berikut:

“Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tu-juan Pendidikan tertentu” (Arifin, 2003:36).

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam suatu sistem Pendidikan, karena kurikulum merupakan alat un-tuk mencapai tujuan Pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman da-lam pelaksanaan pengjaran pada semua jenis dan tingkat Pendidikan (Ramayulis 2006:149).

Kurikulum yang digunakan di Muhammadiyah merupakan kuriku-lum gabungan antara kurikukuriku-lum pelajaran pesantren dengan kurikukuriku-lum modern dengan mempelajari ilmu-ilmu dalam bidang umum. Adapun materi yang disajikan di Pendidikan Muhammadiyah harus menyentuh berbagai aspek yaitu:

• Aqidah akhlak

• Hablumminallah.

• Hablumminannas.

• Bahasa dan Tarikh

Dengan demikian maka materi yang disampaikan pada pendidikan Muhammadiyah adalah Pendidikan Agama yang mencakup mata pe-lajaran aqidah akhlak, hadist, piqh, tarikh, bahasa, al-quran dan kemu-hammadiyahan. Selain pendidikan Agama di Muhammadiyah juga ter-dapat pendidikan umum yang meliputi IPA, IPS Ilmu teknik, olah raga, matematika dll.

Bahan pelajaran di atas diberikan secara berencana. Artinya bahan pelajaran tertentu diberikan di kelas tertentu dengan waktu atau lama belajar di setiap kelas yang telah ditetapkan. Di sekolah/pendidikan Muhammadiyah juga telah diterapkan sistem ulangan, absensi Murid dan kenaikan kelas, dan kecakapan murid dinilai melalui ulangan yang diberikan.

5. Metode

Metode mengajar adalah cara atau tekhnik untuk mencapai tujuan pelajaran, Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang di-gunakan oleh pendidik dalam membelajarkan peserta didik saat ber-langsungnya proses pembelajaran.

Kalau dalam sistem pendidikan Islam tradisional dikenal metode so-rogan dan weton, maka di lembaga pendidikan klasikal seperti yang dipraktekkan oleh Muhammadiyah, metode pengajaran yang demikian tidak diterapkan lagi. Di muhammadiyah murid tidak lagi hanya mene-rima dengan kritis dan dengan perbandingan, terutama bagi kitab fikih yang mengajarkan pendapat Mujtahid tertentu.

Adapun Metode yang digunakan di Muhammadiyah yaitu Metode ce-ramah, diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, metode kerja kelompok, demonstrasi, latihan, sosiodrama, metode karya wisata/belajar di alam.

D. Tantangan yang Dihadapi Muhammadiyah dalam Bidang