• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Demografi Responden

terdiri dari 12 pertanyaan dalam bentuk closed form item. Pertanyaan bagian kedua ini meliputi nama, usia, jenis kelamin, Kecamatan, Kelurahan, RW / RT,

status pernikahan, pendidikan terakhir, status pekerjaan, riwayat penyakit, informasi mengenai penyakit hipertensi dan asal informasi tersebut.

3. Bagian ketiga kuisioner mengukur pengetahuan responden terkait penyakit hipertensi dengan pilihan bentuk dichotomous choice. Responden diminta untuk memilih salah satu dari dua alternatif pilihan jawaban yaitu “ya” apabila setuju dan “tidak” apabila tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Pada bagian pengetahuan ini, diukur pemahaman responden tentang pengertian sebanyak enam pernyataan, etiologi tiga pernyataan, faktor resiko tujuh pernyataan, patofisiologi tiga pernyataan, upaya pencegahan sebanyak dua pernyataan dan upaya penanganan tiga pernyataan. Jumlah pernyataan pada bagian ketiga kuisioner adalah 24 pernyataan.

4. Bagian keempat kuisioner mengukur sikap responden terkait penyakit hipertensi dengan menggunakan empat skala likert yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Dalam bagian ini, diukur sikap responden terkait edukasi sebanyak tujuh pernyataan, diet sebanyak lima pernyataan, exercise sebanyak tiga pernyataan dan farmakologi sebanyak lima pernyataan. Jumlah pernyataan bagian keempat kuisioner adalah 20 pernyataan. 5. Bagian kelima kuisioner mengidentifikasi tindakan nyata yang dilakukan

responden dalam pemeliharaan kesehatan terkait penyakit hipertensi. Pada bagian ini terdapat sepuluh pernyataan yang bersifat pernyataan tertutup dengan empat alternatif jawaban (multiple choice). Responden diminta untuk memilih salah satu jawaban pada empat pilihan jawaban (multiple choice). Bagian tindakan

mencakup pernyataan terkait pemeriksaan, pencegahan, pengobatan, dan penanganan sakit dalam hal ini hipertensi.

F. Tata Cara Penelitian

1. Penentuan lokasi

Pemilihan lokasi penelitian di Kecamatan Gondokusuman karena letaknya di dekat pusat kota sehingga dengan mobilitas yang tinggi mempengaruhi pola hidup masyarakat menjadi tidak sehat yang dapat mengakibatkan tumbuhnya penyakit hipertensi meningkat. Pengambilan data dilakukan di semua kelurahan Kecamatan Gondokusuman yaitu Kelurahan Baciro, Demangan, Klitren, Kotabaru, dan Terban.

2. Pengurusan ijin penelitian

Pengurusan ijin penelitian dimulai dengan memasukkan permohonan ijin dan proposal penelitian ke Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Perijinan dilanjutkan ke pemerintah Kecamatan Gondokusuman, selajutnya ke lima kelurahan yaitu Kelurahan Baciro, Demangan, Klitren, Kotabaru, dan Terban. Perijinan terakhir adalah pada RT/RW tempat akan diambil data penelitian dengan meminta ijin pada Ketua RT/RW setempat serta menanyakan jadwal pertemuan masyarakat yang segera berlangsung untuk efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.

3. Pembuatan instrumen penelitian

a. Penyusunan kuisioner. Pernyataan disusun dan dikelompokkan berdasarkan variabel-variabel penelitian yang ingin diketahui yaitu pengetahuan,

sikap, dan tindakan. Selain itu mengenai skala pengenalan responden terkait penyakit hipertensi dan surat penyataan kesediaan responden.

Pengetahuan responden terhadap penyakit hipertensi menggunakan 24 item pernyataan dengan alternatif jawaban “ya” atau “tidak” untuk tiap pernyataan. Skor

dalam setiap item pernyataan diberi skor 0 untuk jawaban salah atau tidak diisi, dan skor 1 untuk jawaban yang benar.

Sikap responden terhadap penyakit hipertensi menggunakan 20 item pernyataan dengan alternatif jawaban yaitu “sangat setuju”, “setuju”, “tidak setuju” atau “sangat tidak setuju” untuk tiap pernyataan.

Tindakan responden terhadap penyakit hipertensi menggunakan 10 item pernyataan yang bersifat pernyataan tertutup dengan alternatif jawaban multiple choice supaya responden dapat menjawab secara objektif sesuai dengan kenyataan yang ada. Pada bagian ini jawaban responden dianalisis bagi jawaban yang paling banyak dipilih oleh responden.

Dalam pembuatan kuisioner ini, peneliti banyak bertanya kepada orang yang menguasai tata cara pembuatan kuisioner penelitian. Jenis pernyataan pada kuisioner bagian pengetahuan dan sikap terdiri dari pernyataan favourable dan unfavourable. Berikut adalah rincian dari jenis pernyataan yang diajukan.

Tabel II. Jenis pernyataanfavourabledanunfavourablepada variabel perngetahuan dan sikap

Variabel Jenis pernyataan

Favourable Unfavourable Pengetahuan 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 17, 18, 19, 20, 24 3, 4, 10, 13, 14, 15, 16, 21, 22, 23 Sikap 1, 4, 7, 9, 10, 12, 13, 18, 19, 20 2, 3, 5, 6, 8, 11, 14, 15, 16, 17

b. Uji validitas dan uji pemahaman bahasa. Uji ini digunakan untuk mengetahui kelayakan item-item pernyataan dalam suatu daftar pernyataan dalam mendefinisikan pengetahuan, sikap dan tindakan.

Uji validitas kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan validitas konstruk berdasarkan analisis rasional yaitu dengan menggunakan perndapat dari ahli (professional judgement). Uji validitas tidak melibatkan perhitungan statistik, melainkan hanya analisis rasional oleh 2 dokter yang memahami penyakit hipertensi. Salah satu dokter memberikan saran perbaikan bahasa yang digunakan dalam kuisioner. Dokter yang lain memberikan saran perbaikan pada kuisoner bagian pengetahuan yaitu dengan menghapus tiga pernyataan dan menyempurnakan dua pernyataan.

Bersamaan dengan uji validitas juga dilakukan uji pemahaman bahasa kepada 20 masyarakat usia dewasa diluar responden. Uji pemahaman bahasa dilakukan untuk mengetahui bahasa yang digunakan dalam kuisioner mudah dipahami atau tidak oleh responden.

c. Uji reliabilitas. Koefisien reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien Alpha Cronbach pada tingkat kepercayaan 95%. Oleh karena uji validitas kuisioner pada penelitian ini menggunakan professional judgement maka kuisioner tersebut dikatakan reliabel jika nila α > 0,75 (Mustafa, 2009). Uji reliabilitas kuisioner dilakukan pada 40 responden yang tidak termasuk sampel, didapatkan hasil α = 0,751 untuk kuisioner bagian pengetahuan dan α = 0,784 untuk

kuisioner bagian sikap. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kuisioner yang dibuat telah reliabel.

4. Sampling

Jumlah sampel minimal untuk Kelurahan Baciro adalah 30 orang, Kelurahan Demangan adalah 19 orang, Kelurahan Klitren adalah 20 orang, Kelurahan Kotabaru adalah 8 orang, dan Kelurahan Terban adalah 19 orang.

Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi. Sehingga dipilih masyarakat dengan usia minimal 20 tahun, bisa membaca dan menulis, bukan tenaga kesehatan, tidak memiliki latar belakang pendidikan formal maupun informal mengenai penyakit hipertensi dalam 2 tahun terakhir, dan bersedia menjadi responden.

5. Penyebaran kuesioner

Penyebaran kuesioner dilakukan pada pertemuan ibu-ibu dan warga yang mempunyai jadwal pertemuan akan segera berlangsung untuk efisiensi waktu, biaya, serta tenaga. Namun karena jadwal pertemuan ada yang masih berlangsung lama, maka pengambilan data dilakukan dengan caradoor to door. Pengambilan data secara

door to door dilakukan dengan cara mendatangi tiap rumah, apabila dalam suatu rumah tidak terdapat masyarakat usia dewasa maka tidak dilakukan pengambilan data di rumah tersebut.

Pengisian kuisioner dilakukan sendiri oleh responden. Tiap responden diberikan satu kuisioner dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan kuesioner pada saat itu juga di tempat penelitian. Sebelum responden mengisi kuisioner, peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan dari penyebaran kuisioner dan apabila para responden menyetujui untuk diikutsertakan dalam penelitian maka responden yang sesuai dengan kriteria inklusi diberikan kuisioner. Selama pengisian kuisioner, responden akan didampingi oleh peneliti dengan tujuan supaya apabila responden mengalami kesulitan maka pertanyaan dapat ditanyakan langsung kepada peneliti. Pertanyaan yang dapat diajukan responden hanya terbatas pada tata cara pengisian kuisioner, dan responden tidak boleh bertanya mengenai jawaban kuisioner. Penyebaran kuisioner di Kelurahan Baciro dan Kelurahan Demangan dilakukan di pertemuan warga dan secara door to door. Pada saat pertemuan kuisioner yang dibagikan di Kelurahan Baciro yaitu sebanyak 35 kuisioner dan kembali 25 kuisioner, sedangkan di Kelurahan Demangan dibagikan 15 kuisioner dan kembali 12 kuisioner. Pada saat door to doorkuisioner yang dibagikan di Kelurahan Baciro yaitu sebanyak 12 kuisioner dan kembali 11 kuisioner dengan 2 kuisioner yang di-drop out, sedangkan di Kelurahan Demangan dibagikan 10 kuisioner dan kembali 10 kuisioner dengan 2 kuisioner yang di-drop out. Penyebaran kuisioner di Kelurahan Klitren dan Kelurahan Kotabaru dilakukan secaradoor to door. Kuisioner

yang dibagikan di Kelurahan Klitren yaitu sebanyak 25 kuisioner dan kembali 25 kuisioner dengan 1 kuisioner yang di-drop out, sedangan di Kelurahan Kotabaru dibagikan 12 kuisioner dan kembali 10 kuisioner dengan 1 kuisioner yang di-drop out. Penyebaran kuisioner di Kelurahan Terban dilakukan di pertemuan ibu-ibu. Kuisioner yang dibagikan yaitu sebanyak 25 kuisioner dan kembali 21 kuisioner dengan 2 kuisioner yang di-drop out.

6. Pengolahan data

a. Manajemen data

1) Editing dilakukan dengan memeriksa kelengkapan jawaban dari kuesioner. Juga dilakukan pemilihan kuesioner yang respondennya memenuhi kriteria inklusi untuk digunakan dalam pengolahan data selanjutnya. Apabila tidak memenuhi kriteria inklusi sampel maka kuisioner tersebut dikeluarkan (drop out).

2) Processing dilakukan dengan cara menjumlahkan skor dari setiap item pertanyaan yang telah dijawab oleh responden. Pengelompokkan item pernyataan dalam kuisioner didasarkan pengetahuan, sika dan tindakan. Selanjutnya melakukan pemindahan isi data dari kuisioner ke program komputer.

3) Cleaning dilakukan dengan mengecek data yang ada di program komputer dan diperiksa kembali kebenarannya dengan mencocokkan data dari

responden. Apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan data dari responden, maka data dihilangkan.

G. Analisis Hasil Penelitian

Analisis hasil pada bagian karakteristik demografi responden yang meliputi usia, kelurahan, jenis kelamin, status pernikahan, status pekerjaan, tingkat pendidikan dan latar belakang informasi mengenai penyakit hipertensi dilakukan dengan cara mengelompokkan jawaban yang sama pada masing-masing pernyataan dan kemudian dipersentasekan dengan total 100%.

Analisis pengetahuan dilakukan dengan cara skoring, yaitu apabila jawaban responden benar diberi skor 1 dan jika jawaban salah diberi skor 0. Selanjutnya menjumlahkan skor dari tiap responden dan mengkategorikan pengetahuan responden. Jumlah pernyataan pada bagian ini sebanyak 24 pernyataan dengan skor maksimal 24 dan skor minimal 0. Apabila jumlah skor responden 19-24 dikategorikan mempunyai pengetahuan tinggi, skor 14-18 dikategorikan sedang, dan bila skor <13 dikategorikan rendah, kemudian menghitung jumlah responden dengan tingkat pengetahuan yang sama.

Analisis informasi yang dibutuhkan dilakukan dengan cara menjumlahkan jawaban pada tiap kategori pernyataan bagian pengetahuan, membagi dengan total responden (104) dan membuat persentase. Selanjutnya mengurutkan informasi dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Pernyataan dengan persentase paling

rendah dapat diartikan bahwa informasi mengenai kategori pernyataan tersebut paling banyak belum diketahui oleh responden, sedangkan pernyataan dengan persentase tertinggi dapat diartikan bahwa informasi mengenai kategori pernyataan tersebut paling banyak diketahui oleh responden.

Analisis sikap dilakukan dengan cara skoring. Pada pernyataan positif (favorable), jika responden menjawab sangat setuju siberi skor 4, setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Pada pernyataan negative (unfavorable), jika responden menjawab sangat tidak setuju diberi skor 4, tidak setuju diberi skor 3, setuju diberi skor 2, dan sangat setuju diberi skor 1. Selanjutnya menjumlahkan skor dari tiap responden dan mengkategorikan sikap responden. Jumlah pernyataan pada bagian ini sebanyak 20 pernyataan dengan skor maksimal 80 dan skor minimal 20. Apabila jumlah skor responden 61-80 dikategorikan mempunyai sikap baik, skor 45-60 dikategorikan cukup, dan skor <45 dikategorikan buruk, kemudian menghitung jumlah responden dengan kategori sikap yang sama dan membuat persentase.

Analisis tindakan dilakukan dengan cara mengelompokkan jawaban yang sama dari responden pada tiap pernyataan yang diberikan. Kemudian dipersentasekan dengan total 100%.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap dilakukan dengan cara menggunakan analisis uji statistik secara statistik. Dalam menilai distribusi data secara analitis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk sampel yang besar (>50 responden). Apabila hasil uji distribusi data normal (p > 0,05) maka

menggunakan uji parametrik sedangkan apabila distribusi data tidak normal (p < 0,05) menggunakan uji nonparametrik.

H. Kelemahan Penelitian

Kelemahan pada penelitian ini adalah pada teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik sampling yang digunakan ini menyebabkan hasil yang diperoleh tidak dapat digeneralisasikan terhadap total populasi sampling, yaitu populasi Kota Yogyakarta. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dianjurkan menggunakan teknik sampling acak, dimana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.

Selain itu, juga dilihat dari segi instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Instrumen yang digunakan ini mengakibatkan hasil yang diperoleh tidak lebih mendalam pada tiap responden, dianjurkan juga disertai dengan wawancara pada bagian tindakan supaya dapat menyempurnakan hasil penelitian yang didapat.

Kelemahan lainnya adalah peneliti melakukan pengambilan data secaradoor to door yang memungkinkan responden memiliki kesempatan untuk bertanya kepada peneliti karena pada saat pengambilan data responden didampingi oleh peneliti sehingga hasil yang diperoleh dapat menimbulkan bias disebabkan seharusnya responden tidak boleh bertanya kepada peneliti terkait kuisioner yang telah diberikan.

34

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan pada bagian pengantar, maka pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi empat bagian pokok, yaitu mengenai pemaparan karakteristik demografi responden, pemaparan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 104 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi.

A. Karakteristik Demografi Responden

1. Usia responden

Usia responden dalam penelitian ini berkisar antara 20-73 tahun. Responden dikelompokkan dalam enam kategori usia secara rasional dengan rentang 10 tahun. Usia responden minimal yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah 20 tahun karena pada usia tersebut seseorang dapat dikatakan dewasa yang merupakan usia awal pada rentang usia dewasa muda (King, 2007). Maksimal usia responden dalam penelitian ini 75 tahun karena merupakan usia harapan hidup di DIY.

Dari 104 responden, jumlah responden terbanyak pada rentang usia 40-49 tahun (30,8%), rentang usia 30-39 tahun (24,0%), selanjutnya rentang usia 50-59 tahun (21,2%), lalu rentang usia 20-29 tahun (15,4%), rentang usia 60-69 tahun

(6,7%). Sedangkan kelompok Rangkuman hasil penelitian

Gambar 1. Dist

2. Kelurahan sebagai loka

Responden dalam Kecamatan Godokusuman, Klitren, Kotabaru, dan Terba Baciro yaitu sebesar 30,8% Kelurahan Kotabaru sebesar hampir sama yaitu 19,2% Klitren, 18,3% untuk Kelur sesuai dengan perhitungan Rangkuman hasil penelitian

21,8% 6,7% 1,9%

pok terkecil berada pada rentang usia 70-79 tahun an disajikan dalam gambar 1 sebagai berikut.

Distribusi jumlah responden berdasarkan usia

okasi penelitian

am penelitian ini mengambil dari lima kelur n, Kota Yogyakarta yaitu kelurahan Baciro, De rban. Responden yang paling banyak berasal dari Ke 8%, sedangkan responden yang paling sedikit ber

sar 8,7%. Jumlah responden di kelurahan lain perse 2% untuk Kelurahan Demangan, 23,1% untuk Ke Kelurahan Terban. Jumlah responden dalam pene

an proporsi berdasarkan jumlah populasi tiap ke an disajikan dalam gambar 2 sebagai berikut.

15,4% 24,0% 30,8% 21,8% 6,7% 1,9% 20-29 tahun 30-39 tahun 40-49 tahun 50-59 tahun 60-69 tahun 70-79 tahun hun (1,9%). lurahan di Demangan, i Kelurahan berasal dari rsentasenya Kelurahan nelitian ini p kelurahan. 20-29 tahun 30-39 tahun 40-49 tahun 50-59 tahun 60-69 tahun 70-79 tahun

Gambar 2. Distribusi ju

3. Jenis kelamin responde

Menurut penelitian tingkat pengetahuan dipenga laki-laki umumnya mempun memiliki akses yang lebih Jenis kelamin pada peneliti dan laki-laki. Dari 104 responde 65,4% sedangkan laki-laki 34,5%

23.1% 8.7%

18.3%

i jumlah responden kelurahan sebagai lokasi pen

onden

ian yang dilakukan oleh Oktarina (2008) menyataka ngaruhi oleh jenis kelamin. Seseorang yang berjenis punyai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi bih besar untuk mendapatkan sumber informasi ke

litian ini dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu pe sponden, lebih banyak berjenis kelamin perempuan ki 34,5% (Gambar 3). 30.8% 19.2% 23.1% 8.7% 18.3% Baciro Demangan Klitren Kotabaru Terban enelitian akan bahwa nis kelamin ggi, karena kesehatan. u perempuan puan sebesar Baciro Demangan Klitren Kotabaru Terban

Gambar 3. Distribu

4. Status pernikahan resp

Dalam penelitian berdasarkan status pernikaha responden yang sudah meni menikah sebesar 10,6%. R sebagai berikut.

65,4%

ibusi jumlah responden berdasarkan jenis kelam

esponden

an ini, responden dikelompokkan dalam dua kahan yaitu, sudah menikah dan belum menikah.

enikah sebesar 89,4%, sedangkan responden yang . Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam g

34,6% 65,4% Laki-laki Perempuan amin dua kategori kah. Jumlah ang belum gambar 4 Laki-laki Perempuan

Gambar 4. Distribusi j

5. Tingkat pendidikan res

Tingkat pendidikan pengetahuan dan sikap responde semakin tinggi tingkat pendi mudah sehingga wawasa dikelompokkan dalam empa ditempuh oleh responden, y perguruan tinggi.

Dari hasil peneliti tingkat pendidikan SMA ata paling sedikit pada tingkat

10,6%

si jumlah responden berdasarkan status pernikah

responden

kan responden dapat memiliki pengaruh terhadap sponden mengenai pernyakit hipertensi. Hal ini dika ndidikan, diharapkan daya tangkap responden menj

sannya lebih luas. Dalam penelitian ini, re pat kategori berdasarkan tingkat pendidikan terakhi n, yaitu SD, SMP atau sederajat, SMA atau seder

litian, ditemukan jumlah responden paling bany atau sederajat sebesar 63,5%, sedangkan jumlah re at pendidikan SD sebesar 8,7%. Jumlah responden

89,4% 10,6% Sudah menikah Belum menikah ikahan dap tingkat dikarenakan enjadi lebih responden rakhir yang derajat, dan anyak pada responden ponden lulusan Sudah menikah Belum menikah

SMP atau sederajat sebesar lulusan perguruan tinggi yai

Gambar 5. Distribusi j

6. Status pekerjaan respon

Dalam penelitian Nomor 13 Tahun 2003 Tent dua kategori yaitu bekerja kelompok bekerja adalah wi Responden yang dimasukka dan mahasiswa. Dari hasil pe 53,8%, untuk responden ya responden di Kecamatan

63.4% 13.5%

sar 14,4% yang hampir sama jumlahnya dengan re yaitu sebesar 13,5% (Gambar 5).

si jumlah responden berdasarkan tingkat pendid

sponden

n ini, berdasarkan Undang-Undang Republik I entang Ketenagakerjaaan responden dikelompokkan

ja dan tidak bekerja. Responden yang dimasukka wiraswasta, guru, PNS, karyawan/buruh, dan seba kkan dalam kelompok tidak bekerja adalah ibu ruma

il penelitian, terdapat jumlah responden yang bekerj yang tidak bekerja sebesar 46,2%. Hal ini menunj an Gondokusuman sebagian besar adalah peke

8.7% 14.4% 63.4% 13.5% SD atau sederajat SMP atau sederajat SMA atau sederajat Perguruan tinggi responden didikan k Indonesia an menjadi ukkan dalam sebagainya. umah tangga kerja sebesar enunjukkan pekerja dan SD atau sederajat SMP atau sederajat SMA atau sederajat Perguruan tinggi

mempunyai interaksi sosial dalam gambar 6 sebagai ber

Gambar 6. Distribusi

7. Penderita hipertensi dan

Responden dalam berdasarkan penderita hiper yang bukan penderita hiper penderita hipertensi hanya % sebagai berikut.

46,2%

ial yang luas. Rangkuman hasil penelitian dapat berikut.

usi jumlah responden berdasarkan status pekerj

i dan bukan penderita hipertensi

am penelitian ini dikelompokkan dalam dua pertensi dan bukan penderita hipertensi. Jumlah re pertensi sebesar %, sedangkan responden yang m

a %. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam ga

53,8% 46,2% Bekerja Tidak bekerja pat disajikan erjaan dua kategori h responden merupakan gambar 7 Tidak bekerja

Gambar 7. Distribusi jum

8. Latar belakang inform

Responden pada berdasarkan yang sudah da hipertensi. Jumlah responde hipertensi sebesar 71,2%, se ini menunjukkan responden yang sudah pernah menerim (Suparno, 2001). Rangkum berikut.

46,2%

jumlah responden berdasarkan penderita hiperte bukan penderita hipertensi

ormasi tentang penyakit hipertensi

da penelitian ini dikelompokkan dalam dua dan belum pernah menerima informasi tentang ponden yang pernah mendapatkan informasi tentang

, sedangkan responden yang belum pernah hanya 28,8% den sudah mengenal penyakit hipertensi karena s rima informasi akan memiliki pengetahuan yang lebi

uman hasil penelitian disajikan dalam gambar 8

53,8% Bukan penderita hipertensi Penderita hipertensi rtensi dan dua kategori g penyakit ng penyakit 28,8%. Hal a seseorang lebih tinggi r 8 sebagai Bukan penderita hipertensi

Gambar 8. Distribusi ju pernah mendap

Informasi tentang responden berasal dari tenaga internet, televisi) dan relasi responden paling banyak m tenaga kesehatan yaitu sebe 23,0%, yang terkecil inform merupakan sumber infor Gondokusuman terdapat dua dijangkau oleh masyarakat. responden berasal dari rela tentang penyakit hipertens

28.8%

jumlah responden berdasarkan yang sudah dan apatkan informasi tentang penyakit hipertensi

g penyakit hipertensi yang sudah pernah didapat naga kesehatan, media massa (majalah, brosur, sur asi (keluarga, saudara, teman). Berdasarkan data pe k memperoleh informasi tentang penyakit hiperte ebesar 63,5%, diikuti informasi dari media massa rmasi diperoleh dari relasi sebesar 13,5%. Tenaga ke formasi yang paling banyak karena di Ke dua puskesmas yang berada di tengah kota sehingg kat. Sumber informasi yang paling sedikit didapat elasi. Hal ini dikarenakan tidak semua relasi me ensi sehingga hanya beberapa relasi yang mem

71.2%

Sudah pernah mendapatkan informasi

Belum pernah mendapatkan informasi an belum i patkan oleh surat kabar, penelitian, pertensi dari ssa sebesar ga kesehatan Kecamatan gga mudah patkan oleh mengetahui emberikan

Sudah pernah mendapatkan informasi

Belum pernah mendapatkan informasi

informasi mengenai penyaki gambar 9 sebagai berikut.

Gambar 9. Distribusi j

Dokumen terkait