BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Karakteristik Informan
Busana merupakan kebutuhan biologis (biological needs) dan kebutuhan kebudayaan (culture needs), bahkan saat ini sudah berkembang menjadi kebutuhan gaya hidup (life style needs). Busana tidak hanya menjadi alat untuk melindungi tubuh dari pengaruh udara sekitarnya, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi pemakainya. Perkembangan busana yang makin pesat, dan siklus mode berputar silih berganti mempengaruhi masyarakat, mode busana yang diterima oleh masyarakat akan menjadi trend busana, sedangkan mode yang tidak diterima akan diabaikan begitu saja.
Tren berbusana memberikan pengetahuan serta pemahaman tentang tata cara dan membeli busana yang tepat untuk dipakai pada suatu kesempatan. Tentu ada banyak pertimbangan seseorang memilih cara berbusana, terkhususnya saat beribadah ke Gereja. Berbusana sesungguhnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan biologis untuk melindungi tubuh dari cuaca, akan tetapi sangat berkaitan erat dengan adat istiadat maupun pandangan hidup masyarakat yang bersangkutan. Secara implisit, fungsi busana bagi manusia semakin berkembang dan kompleks sejalan dengan makin meningkatnya peradaban manusia.
Setiap tahunnya trend busana selalu berubah-ubah, hal ini disebabkan karena kebanyakan orang tidak ingin memakai pakaian yang modelnya sama setiap tahunnya. Perubahan trend busana saat beribadah di Gereja pun kini telah mengalami perkembangan fashion yang pesat. Hal ini terungkap saat peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam kepada informan, dan tidak
jarang diantara mereka yang menyatakan terjadi perubahan gaya berbusana jemaat Gereja.
Tabel 4.4 Informan Penelitian
No Nama Jenis Kelamin
Umur (Tahun)
Pekerjaan
1. Mita Nainggolan Perempuan 22 Mahasiswa
2. Dirwan Laki-laki 22 Mahasiswa
3. Erniwati Perempuan 21 Mahasiswa
4. Denny Siahaan Laki-laki 27 Wirausaha 5. Fitri Simamora Perempuan 26 Karyawan 6. Hendra Panjatian Laki-laki 26 Wirausaha
7. Ibu Pakpahan Perempuan 47 PNS
8. Bapak Sitorus Laki-laki 54 Pedagang
9. Yohanna Perempuan 26 Pegawai Adm.
Gereja
10. Alida Siburian Perempuan 34 Pegawai Adm. Gereja
11. Pdt. Lofti Leader Sihotang
Laki-laki 44 Pendeta GKPI Padang Bulan
Informan pada penelitian ini adalah 11 orang jemaat GKPI Pamen baik laki-laki maupun perempuan yang telah mencakup golongan muda, golongan tua, dan pengurus Gereja. Berikut adalah keterangan nama, jenis kelamin, umur, dan pekerjaan infroman penelitian
Informan 1 :
Mita Nainggolan, 22 tahun, Mahasiswa
Mita telah menjadi jemaat di gereja tersebut sejak ia masih berstatus mahasiswa, yaitu sekitar 3 tahun. Informan termasuk orang yang sangat mengikuti perkembangan fashion melalui acara-acara fashion di televisi dan terlebih melalui sosial media instagram dan internet. Informan juga termasuk orang yang sangat menerapkan tren fashion modern tersebut di kehidupan sehari-hari. Informan lebih
memilih mengenakan busana yang simpel seperti kaus, celana pendek, dan juga sepatu sneaker di kehidupan sehari-hari.
Informan sangat tertarik dengan perkembangan busana di era modern sekarang ini. Informan sangat rajin melihat acara fashion dan mengecek akun instagram yang berkaitan dengan fashion. Menurut informan, ada kepuasan tersendiri ketika melakukan beberapa kombinasi pakaian yang enak dipandang. Ketika melakukan kebaktian di gereja, informan juga lebih memilih memakai gaun ataupun mengkombinasikan kemeja dengan rok. Informan beralasan bahwa koleksi gaunnya nya akan lebih berguna ketika dipakai di segala acara termasuk ketika beribadah. Informan juga merasa lebih nyaman memakai gaun karena lebih terkesan formal dibanding busana lainnya. Ketika menggunakan rok yang cukup pendek, informan juga selalu memakai celana pendek untuk menutupi bagian tubuhnya agar tidak terlalu dipermasalahkan oleh orang lain.
Informan menyatakan bahwa cukup banyak mengumpulkan gaun dan pakaian modern yang cenderung lebih ke busana korea. Busana korea memang kerap dipandang busana minim oleh beberapa orang, namun informan menyatakan bahwa busana korea enak dipandang dan cukup nyaman ketika digunakan. Mita juga mengatakan bahwa tidak seharusnya orang lain mempermasalahkan gaya busana seseorang. Beberapa orang menyukai busana formal sementara informan lebih menyukai busana informal. Informan sendiri merasa lebih cocok memakai kaus dari pada kemeja. Informan beralasan bahwa busana tersebut kurang nyaman dikenakan ketika melakukan berbagai hal, selain itu informan juga tidak terlalu memiliki banyak kemeja. Walaupun begitu,
informan tetap berusaha berpenampilan formal dengan memakai gaun maupun kemeja dan rok untuk menghormati jemaat lain.
Jenis-jenis pakaian yang seksi dan terbuka untuk laki-laki menurut informan adalah pakaian dan celana yang ketat, juga kaus berkerah rendah yang memperlihatkan bagian dada. Sementara jenis pakaian seksi untuk perempuan adalah pakaian dan celana ketat, kaus tanpa lengan (tank top), dan rok mini diatas lutut. Walaupun informan cukup sering mengenakan busana minim seperti tank top ataupun rok diatas lutut, informan merasa hal ini tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Informan berpendapat bahwa busana merupakan hal yang tidak terlalu penting ketika melakukan ibadah. Menurutnya jemaat bebas mengenakan pakaian apa saja ketika mengikuti kebaktian, termasuk pakaian yang tergolong seksi dan terbuka. Menurutnya yang paling penting adalah tujuan ibadah dari jemaat tersebut.
Informan juga merasa tidak pernah ditegur maupun diperingatkan terkait tren busana yang digunakan. Informan juga tidak terlalu perduli dengan perkataan orang lain jika ada yang keberatan jika dia mengenakan kaus ke gereja ataupun jika orang lain mengenakan pakaian terbuka ke gereja. Informan juga menyatakan bahwa tidak terlalu memperhatikan perubahan gaya berbusana jemaat di GKPI Pamen dimana jemaat yang sekarang. Namun jika dibandingkan dengan gereja lain termasuk gereja di tempat asalnya, jemaat di GKPI Padang Bulan lebih bebas dan beragam dalam berbusana. Menurut informan hal ini termasuk wajar karena perkembangan zaman itu sendiri.
Informan berpendapat tiap individu baik itu laki-laki dan perempuan pasti ingin diperhatikan dan dipandang tampan ataupun cantik. Jadi tiap individu berusaha untuk tampil sebaik mungkin dengan busana yang bagus di segala aktivitasnya termasuk ketika melakukan ibadah. Jemaat sekarang lebih bebas dalam berbusana dimana beberapa jemaat laki-laki mengenakan kaus berkerah, kaus oblong, celana jeans dan jemaat wanita yang turut mengenakan celana jeans dan berbagai busana lainnya. Informan berpendapat bahwa busana jemaat tidak mempengaruhi aktivitas gereja sama sekali.
Informan cukup keberatan jika nantinya ada larangan terkait busana tertentu ketika melakukan ibadah. Menurut informan larangan tersebut sangat mengekang kebebasan jemaat. Informan juga menyatakan bahwa larangan akan busana tertentu sangat memberatkan beberapa jemaat nantinya karena jemaat memiliki selera busananya masing-masing. Informan yang cukup banyak memiliki busana korea yang sering dikategorikan seksi tentu akan dirugikan karena nantinya koleksinya akan jarang dipakai. Menurut informan, aturan maupun larangan akan kebebasan berbusana tersebut terkesan menghakimi seseorang dari penampilannya. Larangan tersebut bisa menjadi masalah dan malah terkesan mengusir jemaat yang sudah terbiasa mengenakan busana tertentu. Informan berpendapat bahwa sesama jemaat harus menghargai kebebasan tiap individu, termasuk dalam berbusana.
Informan 2 :
Dirwan, 22 tahun, Mahasiswa
Dirwan merupakan seorang jemaat gereja di GKPI Padang Bulan Medan. Informan telah menjadi jemaat di gereja tersebut ketika berstatus sebagai Mahasiswa, yaitu sekitar 3 tahun. Menurut informan busana bisa menentukan identitas diri seseorang baik itu profesi maupun kepribadian seseorang. Informan juga turut mengikuti perkembangan fashion melalui media televisi, majalah, dan internet. Informan tidak terlalu menerapkan tren fashion yang terlalu glamour dan mahal yang banyak digunakan pemuda sekarang ini di kehidupan sehari-hari. Informan lebih memilih mengenakan busana yang simpel seperti kaos berkerah dan celana jeans yang lebih praktis dan menurut informan sesuai dengan statusnya sebagai Mahasiswa.
Informan menyatakan bahwa busana yang cocok untuk jemaat laki-laki ketika melakukan ibadah adalah baju yang berkerah, seperti kaus berkerah ataupun kemeja dengan celana formal ataupun jeans. Untuk jemaat perempuan informan berpendapat bahwa pakaian yang cocok digunakan ketika melakukan ibadah adalah gaun ataupun kemeja dengan kombinasi rok maupun celana yang sopan dan cukup tertutup. Dirwan beralasan bahwa busana yang disarankan olehnya termasuk nyaman, sopan, rapi dan cukup praktis ketika dipakai. Walaupun begitu, informan tidak melarang jika ada jemaat yang mengenakan kaus ketika melakukan ibadah karena yang terpenting adalah niat jemaat itu sendiri. Informan juga menyatakan bahwa busana termasuk hal yang cukup penting ketika melakukan ibadah.
Busana laki-laki yang disarankan untuk tidak dipakai menurut informan adalah celana pendek dan pakaian ketat yang mencolok. Informan cukup risih ketika melihat ada jemaat mengenakan pakaian ketat yang mencolok. Busana wanita yang tidak cocok digunakan ketika melakukan ibadah menurut informan adalah rok pendek, baju tanpa lengan, dan pakaian lain yang mengundang perhatian orang. Menurut informan, terjadi beberapa perubahan gaya berbusana jemaat yang dulu hingga sekarang dimana jemaat dulu biasanya memakai pakaian forman bagi pria dan memakai gaun bagi wanita. Gaya berbusana jemaat sekarang sangat beragam karena perkembangan busana itu sendiri.
Walaupun informan berpendapat bahwa busana termasuk hal yang cukup penting dalam melakukan ibadah, tetap saja perubahan busana itu tidak akan mengganggu aktivitas gereja. Karena menurut informan bahwa jemaat ke gereja memang benar-benar untuk melakukan ibadah dan menurutnya masalah-masalah lain termasuk perubahan busana jangan terlalu dipermasalahkan. Informan juga tidak setuju jika ada gereja yang membuat larangan terkait busana tertentu karena hal tersebut akan membatasi jemaat dalam melakukan ibadah. Menurut informan jemaat sudah tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Informan 3
Erniwati, 21 tahun, Mahasiswa
Erniwati telah menjadi jemaat GKPI sejak ia mulai berstatus mahasiswa, yaitu sekitar 2 tahun. Informan termasuk orang yang mengikuti perkembangan fashion smelalui sosial media instagram dan internet. Informan juga termasuk orang yang menerapkan tren fashion modern di kehidupan sehari-hari, dengan alasan agar tetap terlihat sama dengan lain orang yang mengikuti tren busana.
Informan lebih memilih mengenakan busana yang simpel seperti blus/kaus, celana panjang, dan sepatu flat di kehidupan sehari-hari.
Informan menanggapi perubahan dan perkembangan busana di era modern sekarang ini dengan santai dan sesekali juga mengikuti trend busana baru yang ada. Informan tidak begitu antusias dengan acara fashion dan hanya sekedar melihat-lihat akun instagram yang berkaitan dengan fashion. Ketika melakukan kebaktian di gereja, informan juga lebih memilih mengkombinasikan kemeja dengan celana panjang ataupun dengan rok dan kadang-kadang memakai gaun yang simpel. Informan beralasan bahwa Informan merasa lebih nyaman memakai kombinasi rok dan kemeja karena lebih terkesan formal namun simple dan tidak mencolok. Informan tidak suka mengenakan busana yang minim terkhususnya saat beribadah di Gereja.
Informan menyatakan bahwa tidak begitu memperhatikan perubahan trend busana yang terjadi di GKPI Pamen, informan menanggapi santai dan biasa-biasa saja dengan perubahan busana jemaat terkhususnya anak muda yang lebih terbuka. Meskipun demikian informan berpendapat bahwa tidak seharusnya jemaat terkhususnya perempuan mengenakan busana minim saat beribadah. Informan menyatakan bahwa pemilihan busana merupakan kebebasan jemaat, tetapi tetap harus menyesuaikan tempat untuk mengenakannya. Informan berpendapat Gereja bukanlah tempat yang cocok untuk mengenakan busana modern yang cenderung minim atau terbuka.
Jenis-jenis pakaian yang seksi dan terbuka untuk laki-laki menurut informan adalah pakaian dan celana yang ketat, juga kaus berkerah rendah yang
memperlihatkan bagian dada. Sementara jenis pakaian seksi untuk perempuan adalah pakaian dan celana ketat, kaus tanpa lengan (tank top), dan rok mini diatas lutut. Informan beberapa kali melihat jemaat mengenakan busana minim seperti yang telah dikatakan informan, khususnya ketika informan mengikuti ibadah malam.
Informan belum pernah menegur kepada orang lain yang menurut informan mengenakan busana yang terbuka karena informan tidak ingin ikut campur dalam pemilihan gaya busana jemaat lainnya. Informan juga menilai bahwa gaya berbusana jemaat di GKPI Padang Bulan lebih bebas dan beragam dalam berbusana dibandingkan dengan gereja lain di Padang Bulan. Informan berpendapat bahwa hal ini dikarenakan banyaknya jemaat usia muda dan tentunya perkembangan fashion yang sangat diminati jemaat muda.
Informan berpendapat bahwa busana jemaat sekarang ini sedikit mempengaruhi aktivitas gereja. Informan juga menyatakan bahwa beberapa jemaat yang beribadah memperlihatkan koleksi busana terbaru mereka seperti ajang fashion show. Oleh karena itu informan setuju jika nantinya ada larangan terkait busana tertentu ketika melakukan ibadah karena menurut informan larangan tersebut sangat membantu jemaat untuk tertib dalam berpakaian di Gereja.
Informan 4
Denny Siahaan, 27 tahun, Pedagang / Wirausaha
Denny merupakan seorang jemaat gereja di GKPI Pamen Medan. Informan telah menjadi jemaat di gereja tersebut sejak ia masih berstatus mahasiswa, yaitu sekitar 8 tahun. Informan termasuk orang yang sangat mengikuti
perkembangan fashion melalui media televisi dan terlebih melalui sosial media instagram dan internet. Informan juga termasuk orang yang sangat menerapkan tren fashion modern tersebut di kehidupan sehari-hari. Informan lebih memilih mengenakan busana yang simpel seperti kaus, celana jeans, dan juga sepatu sneaker merk tertentu yang merupakan aksesoris yang dikoleksi dan merupakan aksesoris favoritnya.
Informan sangat tertarik busana pakaian distro dan sepatu sneaker dengan label Adidas. Menurut informan, desain busana distro baik itu kaus, celana, jaket sangat nyaman dipakai dan enak dipandang tentunya. Ketika melakukan kebaktian di gereja, informan juga lebih memilih memakai kaus dan celana jeans dari pada kemeja. Informan beralasan bahwa koleksi kaus nya akan lebih berguna ketika dipakai di segala acara dan merasa lebih nyaman memakai kaus karena cuaca di Kota Medan yang panas. Informan biasanya mengenakan kaus berkerah maupun kaus oblong, celana jeans, dan sepatu sneaker dengan label Adidas yang dikoleksi informan di segala aktivitasnya.
Menurut informan, tiap individu pasti memiliki pandangan tersendiri tentang busana yang cocok untuknya. Beberapa orang menyukai busana formal sementara informan lebih menyukai busana informal. Informan sendiri merasa lebih cocok memakai kaus dari pada kemeja. Informan sangat jarang memakai kemeja ketika beribadah. Informan beralasan bahwa busana tersebut kurang nyaman dikenakan ketika melakukan berbagai hal, selain itu informan juga tidak terlalu memiliki banyak kemeja. Informan memakai kemeja hanya pada saat acara
yang sangat resmi dan ataupun ketika melakukan ibadah dengan teman-temannya yang sering menggunakan batik.
Jenis-jenis pakaian yang seksi dan terbuka untuk laki-laki menurut informan adalah pakaian dan celana yang ketat, juga kaus berkerah rendah. Sementara jenis pakaian seksi untuk perempuan adalah pakaian dan celana ketat, kaus tanpa lengan (tank top), dan rok mini diatas lutut. Informan juga berpendapat bahwa busana merupakan hal yang tidak terlalu penting ketika melakukan ibadah. Menurut informan, jemaat bebas mengenakan pakaian apa saja ketika mengikuti kebaktian, termasuk pakaian yang tergolong seksi dan terbuka. Menurutnya yang terpenting adalah tujuan ibadah dari jemaat tersebut.
Informan juga merasa tidak pernah ditegur maupun diperingatkan terkait tren busana yang digunakan. Informan juga tidak terlalu perduli dengan perkataan orang lain jika ada yang keberatan jika dia mengenakan kaus ke gereja ataupun jika orang lain mengenakan pakaian terbuka ke gereja. Informan juga menyatakan bahwa terjadi perubahan gaya berbusana jemaat di GKPI Pamen dimana jemaat yang sekarang lebih bebas dalam berbusana. Menurut informan hal ini termasuk wajar karena perkembangan zaman itu sendiri.
Informan berpendapat tiap individu pasti ingin diperhatikan dan dipandang tampan ataupun cantik. Jadi tiap individu berusaha untuk tampil sebaik mungkin dengan busana yang bagus di segala aktivitasnya termasuk ketika melakukan ibadah. Tren busana jemaat gereja yang dulu cukup berbeda. Walaupun memang sejak dulu tidak ada aturan terkait busana di gereja tersebut, namun jemaat dulu merasa segan dan terbiasa mengenakan pakaian berupa
kemeja dan celana formal untuk laki-laki, dan gaun untuk wanita. Jemaat sekarang lebih bebas dalam berbusana dimana beberapa jemaat laki-laki mengenakan kaus berkerah, kaus oblong, celana jeans dan jemaat wanita yang turut mengenakan celana jeans dan berbagai busana lainnya.
Informan berpendapat bahwa busana jemaat tidak mempengaruhi aktivitas gereja sama sekali. Informan sangat keberatan jika nantinya ada larangan terkait busana tertentu ketika melakukan ibadah. Menurut informan larangan tersebut sangat mengekang kebebasan jemaat. Informan juga menyatakan bahwa larangan akan busana tertentu sangat memberatkan beberapa jemaat nantinya karena jemaat memiliki selera busananya masing-masing.
Informan yang hanya memiliki sedikit busana formal tentunya merasa dirugikan karena lebih banyak memiliki busana informal. Informan juga menyatakan bahwa adik dari informan sangat menggemari busana-busana seksi dan busana korea. Biasanya, gaun-gaun dan pakaian tersebut dipakai ketika ada acara ataupun pesta tertentu yang tentunya sangat jarang. Karena koleksi gaun nya cukup banyak, maka gaun-gaun yang menurut beberapa orang seksi tersebut turut dipakai ketika melakukan ibadah. Menurut informan, jemaat sudah dewasa dan tahu apa busana yang terbaik untuknya.
Informan 5 :
Fitri Simamora, 26 tahun, Karyawan
Fitri telah menjadi jemaat di gereja tersebut sejak ia mulai berstatus mahasiswa, yaitu sekitar 6 tahun. Informan termasuk orang yang tidak terlalu mengikuti perkembangan fashion dan hanya sekedar melihat sekilas beragam jenis busana / fashion melalui sosial media instagram. Informan menyatakan bahwa
teman disekitarnya sebagian besar sangat mengikuti perkembangan fashion. Informan juga tidak terlalu menerapkan tren fashion modern di kehidupan sehari-hari. Informan lebih memilih mengenakan busana yang simpel seperti blus/kaus, celana panjang, dan sepatu flat di kehidupan sehari-hari. Informan menanggapi perubahan dan perkembangan busana di era modern sekarang ini dengan santai dan biasa saja.
Ketika melakukan kebaktian di gereja, informan juga lebih memilih mengkombinasikan kemeja dengan celana panjang ataupun memakai gaun yang simpel. Informan beralasan bahwa informan merasa lebih nyaman memakai kombinasi celana panjang dengan kemeja karena lebih terkesan rapi dan tidak mencolok. Informan tidak suka mengenakan busana yang minim terkhususnya saat beribadah di Gereja.
Informan melihat bahwa perubahan tren busana juga terjadi di GKPI Padang Bulan. Informan menyatakan bahwa cukup sering melihat beberapa jemaat mengenakan aksesoris berlebihan dan busana seksi yang menurut informan tidak cocok digunakan ketika melakukan ibadah. Kondisi ini menurut informan cukup berbeda ketika informan masih kuliah, karena jemaat sebelumnya berbusana cukup sopan dan tertutup. Informan juga menyatakan bahwa tidak seharusnya jemaat terkhususnya perempuan yang mengenakan busana minim saat beribadah karena busana minim tersebut malah akan menimbulkan masalah bagi si pemakai dan orang lain. Informan menyatakan bahwa busana yang harusnya dikenakan adalah busana yang lebih sopan seperti gaun yang panjangnya dibawah lutut perempuan dan tidak mengenakan kaus dan celana pendek.
Jenis-jenis pakaian yang seksi dan terbuka untuk laki-laki menurut informan adalah pakaian dan celana yang ketat, juga kaus berkerah rendah yang memperlihatkan bagian dada. Sementara jenis pakaian seksi untuk perempuan adalah pakaian dan celana ketat, kaus tanpa lengan (tank top), dan rok mini diatas lutut. Informan berpendapat bahwa busana merupakan hal penting ketika melakukan ibadah. Menurut pandangan informan meskipun banyak orang yang sangat mengikuti perkembangan fashion saat ini tidak seharusnya membuat jemaat memilih pakaian untuk beribadah di Gereja dengan bebas. Busana yang digunakan untuk beribadah memang seharusnya sopan.
Meskipun demikian, informan belum pernah menegur kepada orang lain yang informan pandang mengenakan pakaian yang terbuka, informan hanya menggelengkan kepala menandakan tidak setuju dengan pakaian yang dikenakan jemaat lainnya. Informan menilai bahwa gaya berbusana jemaat di GKPI Padang Bulan lebih bebas dan beragam dalam berbusana, menurut informan hal ini dikarenakan perkembangan zaman terkhususnya dalam hal fashion.
Informan berpendapat bahwa perkembangan busana jemaat sekarang ini mempengaruhi aktivitas gereja, karena menurut informan saat ibadah tidak lagi hikmad karena banyak diantara jemaat yang berbisik membahas busana jemaat lainnya. Oleh karena itu informan sangat setuju jika nantinya ada larangan terkait busana tertentu ketika melakukan ibadah karena larangan tersebut sangat membantu jemaat untuk berpakaian lebih rapi, tertutup dan lebih sopan di Gereja.
Informan 6 :
Hendra Panjaitan, 26 tahun, Wirausaha
Informan telah menjadi jemaat di gereja GKPI Padang Bulan sejak ia masih berstatus mahasiswa, yaitu sekitar 7 tahun. Informan termasuk orang yang mengikuti perkembangan fashion melalui media televisi, majalah, dan internet. Informan juga terkadang menerapkan tren fashion tersebut di kehidupan sehari-hari. Informan lebih memilih mengenakan busana yang simpel seperti kaus, celana jeans, dan juga topi yang merupakan aksesoris yang dikoleksi dan merupakan aksesoris favoritnya.
Ketika melakukan kebaktian di gereja, informan juga lebih memilih memakai kaus dan celana jeans dari pada kemeja. Informan beralasan bahwa