BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.5 Sikap yang Ditunjukkan terhadap Pengguna Busana
Berpakaian dilakukan oleh manusia disebabkan oleh beberapa alasan yang berbeda. Bagi mereka yang menganut moralis berpendapat bahwa pakaian diperlukan manusia untuk menutupi tubuhnya dari pandangan orang lain, namun bagian-bagian tubuh mana yang harus ditutup, berbeda bagi setiap manusia pada budaya yang berbeda.
Dalam buku The Second Skin, disebutkan tujuan busana dari sudut pandang sosiologi bahwa busana berkaitan dengan sikap dan tingkah laku manusia, yang juga merupakan perlambang dari peran seseorang dan status sosialnya. Didalamnya terkandung penghargaan terhadap pengakuan, pembenaran dan identifikasi pemakai.
Berdasarkan hasil wawancara mendalam kepada informan penelitian menunjukkan bahwa setiap jemaat memiliki pandangannya sendiri terhadap gaya berbusana seseorang saat beribadah di Gereja. Beberapa informan tidak keberatan dan tidak mau mempermasalahkan gaya berbusana jemaat lainnya, termasuk busana seksi karena kategori seksi setiap orang berbeda-beda. Namun ada juga
beberapa jemaat yang cukup keberatan dengan penggunaan busana seksi di gereja dengan alasan-alasan tertentu.
Beberapa informan seperti Hendra, Denny, Dirwan, Ibu Alida, Mita, dan Pendeta Lofti berpendapat bahwa setiap jemaat tidak perlu mempermasalahkan busana seseorang walaupun jika menurutnya seksi. Para informan berpendapat setiap orang memiliki hak dan kebebasan dalam memilih busananya termasuk busana ketika melakukan ibadah. Informan tidak terlalu terganggu dengan busana seksi jemaat lain dan tetap melaksanakan ibadah nya sendiri. Para informan berpendapat bahwa tujuan dari ibadah itu sendirilah yang terpenting. Berikut adalah kutipan dari pernyataan informan
Ya tiap orang pasti pengen tampil cantik atau ganteng. Kapan pun itu atau dimana pun. Ya termasuk di gereja. Wajar aja lah orang berpenampilan semenarik mungkin agar setidaknya enak dilihat. Kalo soal busana seksi, tiap orang kan bebas - bebas aja. Toh standar seksi tiap orang beda juga. Belum tentu juga orang yang berpenampilan seksi itu murahan. Intinya jangan liat orang dari penampilan lah, fokus ibadah aja (Denny)
Soal busana ini terkadang dilema juga. Kalo saya pribadi gak terlalu mempermasalahkan, tapi terkadang banyak juga orang lain yang mempermasalahkan. Selama saya menjadi pendeta dan melayani di beberapa tempat, yang saya pelajari kalau busana itu tidak ada patokan atau standar tertentu nya. Jadi jemaat hanya perlu fokus melaksanakan ibadahnya. Untuk urusan busana, biarkan jemaat sendiri yang memilih. Intinya jemaat itu jangan menjadi batu sandungan bagi jemaat lainnya (Pendeta Lofti)
Informan yang bernama Mita sangat menyukai busana korea yang sering dianggap beberapa orang seksi. Informan Mita merasa bahwa busana korea sangat enak dilihat dan nyaman dipakai, khususnya di Kota Medan yang bercuaca panas. Begitu pula dengan informan Hendra dan Denny yang cukup sering mengenakan
kaus ketika melakukan ibadah. Beberapa jemaat menganggap bahwa mengenakan kaus ketika melakukan ibadah terkesan tidak sopan, namun baik Hendra dan Denny merasa nyaman ketika mengenakan kaus karena cuaca Medan yang tergolong panas. Bahkan informan Denny kurang nyaman mengenakan pakaian formal dan hanya memiliki sedikit pakaian formal yang biasanya dipakai ketika pada saat tertentu saja. Berikut adalah kutipan dari pernyataan informan
Kalo sikap aku ya biasa aja. Toh aku juga sering pake pakaian korea yang beberapa orang ngeliatnya seksi. Ya kalo menurutku emang seksi, tapi nyaman – nyaman aja dipake. Busana ala korea itu enak aja dipandang, nyaman juga dipake, jadi kenapa harus dipermasalahkan coba? Kalo orang lain pake busana seksi pun aku gak terlalu ambil pusing, itu emang udah hak dia. Kita urus diri sendiri aja dan fokus ibadah, jangan membicarakan orang lain (Mita)
Aku ya biasa – biasa aja kalo liat orang pake busana seksi. Ngapain juga ngurusin busana orang kan? Mau dia pake busana gimana pun, itu hak jemaat itu lah. Toh gadak juga nya aturan nya. Kalo dibilang ga sopan, masalahnya standar sopan orang itu beda – beda pasti. Aku aja yang sering pake kaus ke Gereja kadang dibilang ga sopan sama kawan atau orang lain. Padahal kan karena emang nyaman aja. Aku pun ngerasa aku cocoknya pake kaus dari pada pake kemeja. Kemeja ku pun dikit kali. Jadi mendingan kupake aja semua kaus distro koleksi ku ini biar ga cuma jadi pajangan di rumah (Denny)
Budaya yang mengantar setiap kelompok masyarakat dalam bertindak, bersikap, mengelola kehidupannya, mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, yang layak dan tidak layak, berlaku pada cara manusia berbusana, dan modesty (kesopanan) tidak sama dan tidak universal bagi setiap budaya.
Beberapa informan seperti Bapak Sitorus, Ibu Pakpahan, Yohana, Erniwati, dan Fitria berpendapat bahwa jemaat sebaiknya membedakan gaya
berbusana dikehidupan sehari-hari dengan gaya berbusana di gereja. Para informan berpendapat bahwa jemaat hendaknya mengenakan busana formal yang sopan agar tidak menjadi pembicaraan bagi orang lain. Menurut para informan, jemaat harusnya lebih berhati-hati dalam memilih gaya busana ketika beribadah karena akan sangat erat kaitannya dengan etika di masyarakat. Berikut adalah kutipan dari pernyataan informan
Ya namanya beribadah ya harus sopan lah. Kalo aku ya agak risih aja kalo liat cewek atau cowok pake busana seksi. Apalagi kalo liat ibadah malam nya. Udah kayak bukan mau ibadah lagi. Jemaat ya harusnya membedakan antara busana sehari – hari sama busana beribadah. Kalo pake busana seksi, otomatis nanti orang tersebut dibicarakan orang lain yang nantinya jemaat jadi ga fokus ibadah (Fitri)
Walaupun memiliki perbedaan pendapat tentang kategori dan penggunaan busana seksi, sebagian besar informan yang diwawancarai tidak pernah menegur jemaat lain tentang masalah busana, termasuk jemaat yang menurut mereka menggunakan busana seksi. Hanya Ibu Alida dan Pendeta Lofti saja yang pernah menegur karena mereka mengenal jemaat yang mereka tegur tersebut.
4.3.6 Sikap yang Ditunjukkan terhadap Kebijakan Aturan Berbusana di