DAFTAR LAMPIRAN
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Karakteristik Jamur Tiram Putih
Jamur merupakan tanaman yang berinti, berspora, dan tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Jamur hidup dengan cara mengambil zat-zat makanan, seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati dari organisme lain. Dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa (bagian jamur yang bentuknya seperti benang halus, panjang, bercabang-cabang, dan dapat berkembang secara vegetatif), bahan makanan tersebut diuraikan menjadi senyawa yang dapat diserap untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik, yaitu tanaman yang kehidupannya tergantung pada organisme lain (Parjimo dan Andoko 2007).
Jamur konsumsi yang dibudidayakan umumnya dari Subclassis Basidiomycetes. Ukuran tubuh buahnya cukup besar dan banyak bagian yang dapat dimakan. Di lapangan hanya dikenal dua kelompok besar jamur yang dapat dikonsumsi (edible mushroom) dan dibudidayakan, yaitu jamur merang dan jamur kayu. Sebutan ini lebih didasarkan atas media tumbuhnya daripada ciri morfologinya. Disebut jamur merang karena media tumbuhnya berupa merang, meskipun sebenarnya tidak mutlak memerlukan merang. Jamur kayu biasa tumbuh pada batang kayu lapuk atau serbuk gergaji sehingga disebut jamur kayu. Jenis jamur yang termasuk jamur kayu, diantaranya adalah jamur kuping, jamur payung/ jamur shiitake, dan jamur tiram3.
Jamur tiram terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu jamur tiram putih, tiram pink, tiram abu-abu, tiram kuning, dan tiram coklat/ abalon. Salah satu komoditas jamur tiram yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Nama jamur tiram putih diberikan karena bentuk tudung jamur ini agak membulat, lonjong, dan melengkung menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Tubuh buah memiliki batang atau tangkai jamur yang berada dipinggir (bahasa Latin:
3
pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus4.
Parjimo dan Andoko (2007) menyebutkan jika permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak jika lembab, dan tepiannya bergelombang. Diameternya berukuran tiga hingga 15 centimeter. Tubuh buahnya membentuk rumpun yang memiliki banyak percabangan dan menyatu dalam satu media tanam. Jika sudah tua, daging buahnya akan menjadi liat dan keras. Jamur tiram memiliki inti plasma dan spora yang berbentuk sel-sel lepas atau bersambungan membentuk hifa dan miselium (sekumpulan hifa yang tumbuh bersama-sama menjadi satu). Pada titik-titik pertemuan percabangan miselium akan terbentuk bintik kecil yang disebut pin head atau calon tubuh buah jamur yang akan berkembang menjadi tubuh buah jamur.
Jenis jamur tiram putih yang paling banyak dibudidayakan di Desa Kertawangi adalah jamur tiram putih varietas Florida. Penampang fisik jamur tiram putih varietas Florida dapat dilihat pada Gambar 1. Adapun ciri-ciri umum dari jamur tiram putih varietas Florida menurut Satriyanto(2009)5 adalah :
1) Bentuk jamur tiram putih seperti tudung/payung. Beberapa dari jenis ini dalam pertumbuhannya bergerombol atau berkelompok, namun ada pula yang merupakan tangkai tunggal.
2) Kisi-kisi bawah tudung relatif lebar.
3) Warna jamur putih bersih, terkadang seperti ada warna kecoklatan (seperti tiram coklat atau tiram kelabu), hal tersebut disebabkan karena cuaca. Terkadang jika siang hari suhu agak panas dengan kelembaban rendah, lalu pada sore harinya disiram dan mengenai tubuh buah, ini yang menyebabkan jamur menjadi berwarna sedikit kecoklatan.
4) Kadar air optimal pada jamur tiram jenis Florida cenderung tinggi. Ciri umum jamur yang memiliki kadar air baik adalah warna jamur tetap putih bersih. Jika memiliki kadar air berlebihan, jamur tiram cenderung berwarna kekuningan dan lebih cepat membusuk.
4
Stamets and Chilton. 1983. The Mushroom Cultivator. www.wikipedia.com. [20 Mei 2009]. 5
5) Karakteristik panen jamur tiram jenis ini cenderung stabil (panen bertahap dan jamur tidak langsung habis dalam sekali panen). Dalam 100 hari pertama, panen masih cenderung stabil dan baik.
6) Jamur tiram jenis Florida sangat cocok untuk jenis sayuran, untuk usaha jenis kripik jamur, dan juga jamur goreng. Strukturnya masih cukup kuat walaupun telah disimpan dalam lemari es.
Gambar 1. Jamur Tiram Putih Varietas Florida Sumber : Dok. pribadi
2.1.1. Lingkungan dan Syarat Tumbuh
Secara alami jamur tiram banyak ditemukan tumbuh di batang-batang kayu lunak yang telah lapuk seperti pohon karet, damar atau sengon yang tergeletak di lokasi yang sangat lembab dan terlindung dari cahaya matahari. Jamur tiram dapat tumbuh di ketinggian minimal sekitar 500 m diatas permukaan laut di lokasi yang memiliki kadar air minimal 60 persen (Parjimo dan Andoko 2007).
Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Derajat keasaman atau pH media tanam yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram putih adalah enam hingga tujuh. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat, bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mengganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media diatur dengan menggunakan kapur/ Calsium carbonat (Dinas
Pertanian Jawa Timur 2007). Syarat tumbuh jamur tiram sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Oleh karena itu, faktor lingkungan harus benar-benar dikelola secara baik, seperti temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, dan cahaya.
2.1.2. Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jamur Tiram
Jamur merupakan sumber mineral yang baik, kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Oleh karena itu jamur tiram baik dan aman untuk dikonsumsi setiap hari. Jamur tiram mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh, yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin. Setidaknya 72 persen dari total asam lemak jamur tiram berupa asam lemak tidak jenuh (Isnawan 2003)6. Tabel 5 menunjukkan besarnya kandungan gizi pada 100 gram jamur tiram.
Tabel 5. Kandungan Gizi Setiap 100 Gram Jamur Tiram
Kandungan Kadar Protein 5,94% Serat 1,56% Lemak 0,17% Karbohidrat 50,59% Kalori 45,65 kj Zat Besi 1,9 mg Kalsium 8,9 mg Vitamin B1 0,75 mg Vitamin B2 0,75 mg Vitamin C 12,4 mg Fosfor 17 mg
Sumber: Chazali dan Pratiwi (2010)
6
Isnawan, H. 2003. Teknologi Bioproses Pembibitan dan Produksi Jamur Tiram untuk
Jamur tiram memiliki kandungan gizi dan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Berikut perbandingan kandungan nutrisi pada jamur tiram dengan jamur lain dan bahan makanan lain dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Perbandingan Kandungan Gizi Jamur dengan Bahan Makanan Lainnya Bahan Makanan Protein (%) Lemak (%) Karbohidrat (%)
Jamur tiram 27 1,6 58 Jamur merang 1,8 0,3 4 Jamur kuping 8,4 0,5 82,8 Daging sapi 21 5,5 0,5 Bayam - 2,2 1,7 Kentang 2 - 20,9 Kubis 1,5 0,1 4,2 Seledri - 1,3 0,2 Buncis - 2,4 0,2
Sumber: Martawijaya dan Nurjayadi (2010)
Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa kandungan lemak pada jamur konsumsi lebih rendah daripada lemak daging sehingga jamur lebih sehat untuk dikonsumsi. Kandungan protein pada jamur tiram ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi dan bahan makanan lain yang juga berasal dari tanaman. Dilihat dari segi harga, harga jamur konsumsi jauh lebih murah bila dibandingkan dengan daging. Hal tersebut menunjukkan bahwa jamur dapat dijadikan sebagai alternatif pangan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi dan protein untuk berbagai kalangan masyarakat.
Jamur tiram rendah kolesterol dan kandungan lemaknya merupakan lemak tidak jenuh sehingga dapat mencegah penyakit darah tinggi dan aman bagi mereka yang rentan terhadap serangan jantung (Parjimo dan Andoko 2007). Dari hasil penelitian kedokteran secara klinis, diketahui bahwa kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio, dan influenza, serta kekurangan gizi7.
7
Dinas Pertanian Jawa Timur. 2007. Budidaya Jamur Tiram. www.diperta-jatim.go.id. [9 Mei