• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.2 Karakteristik Karyawan

Regional I Sumatera Utara

Secara umum dapat digambarkan karakteristik individu karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berdasarkan usia dan jenis kelamin karyawan.

4.2.1 Usia Karyawan

Distribusi karyawan berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Distribusi Karyawan Berdasarkan Usia pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

No. Usia Frekuensi %

1. 20 – 40 tahun 42 73,7

2. > 40 tahun 15 26,3

Total 57 100

Berdasarkan tabel 4.1 diatas, dapat dilihat bahwa karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara yang memiliki umur antara 20 sampai 40 tahun adalah sebanyak 42 orang atau 73,7% dan karyawan yang memiliki umur lebih dari 40 tahun sebanyak 15 orang atau 26,3%. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berumur 20-40 tahun.

4.2.2 Jenis Kelamin

Distribusi karyawan berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Distribusi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

No. Jenis kelamin Frekuensi %

1. Pria 39 68,4

2. Wanita 18 31,6

Total 57 100

Berdasarkan tabel 4.2 diatas, dapat dilihat bahwa mayoritas karyawan yang bekerja di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara adalah pria dengan jumlah 39 orang atau 68,4% sementara karyawan yang berjenis kelamin wanita berjumlah 18 orang atau 31,6%.

4.3 Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk menjelaskan distribusi frekuensi dan presentasi dari masing-masing variabel yaitu kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

4.3.1 Kepuasan Kerja

Distribusi frekuensi berdasarkan kepuasaan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kategori Kepuasan Kerja pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

No. Kategori Kepuasan Frekuensi %

1. Tidak Puas 8 14,0

2. Puas 49 86,0

Berdasarkan tabel 4.3 diatas, dapat dilihat bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 49 orang atau 85,97% merasakan puas selama bekerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara. Namun, masih ada responden yang merasakan tidak puas yaitu sebanyak 8 orang atau 14,03%.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Variabel Kepuasan Kerja pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

No Pernyataan TP P SP

N % N % N %

1. Aktivitas:Sibuk akan

pekerjaan yang dilakukan sehari-hari

6 10,53 49 85,96 2 3,51

2. Kebebasan: Kesempatan

untuk mandiri dalam menyelesaikan pekerjaan

5 8,78 51 89,47 1 1,75

3. Variasi: Melakukan pekerjaan

yang berbeda (bervariasi) sehari-hari

6 10,53 50 87,72 1 1,75

4. Status Sosial: Kesempatan

untuk menjadi “seseorang” dalam lingkungan kerja

8 14,04 45 78,94 4 7,02

5. Hubungan dengan atasan:

Cara atasan menangani para karyawan

6 10,53 49 85,96 2 3,51

6. Pengawasan teknis:

Kompetensi atasan dalam membuat keputusan

8 14,04 48 84,21 1 1,75

7. Nilai moral: Melakukan

pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hati nurani

6 10,53 48 84,21 3 5,26

8. Keamanan: Pekerjaan

memberikan ketetapan atau kemanan yang stabil

6 10,53 50 87,72 1 1,75

9. Pelayanan Sosial:

Kesempatan untuk melakukan sesuatu untuk orang lain

10. Kewenangan: Kesempatan untuk memberitahu rekan kerja apa yang harus dilakukan (kesempatan menggunakan wewenang)

5 8,78 50 87,72 2 3,50

11. Pemanfaatan Kemampuan: Kesempatan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan pekerjaan

7 12,28 47 82,46 3 5,26

12. Kebijakan Perusahaan: Kebijakan atau aturan perusahaan yang diterapkan

7 12,28 30 52,63 20 35,09

13. Kompensasi: Bayaran atau gaji yang diterima dengan jumlah pekerjaan yang dilakukan

5 8,78 50 87,71 2 3,51

14. Kemajuan: Kesempatan untuk

maju pada pekerjaan (promosi)

9 15,79 42 73,68 6 10,53 15. Tanggung jawab: Kebebasan

untuk menggunakan penilaian sendiri

7 12,28 48 84,21 2 3,51

16. Kreativitas: Kesempatan untuk mencoba metode sendiri pada pekerjaan (kreativitas)

7 12,28 46 80,70 4 7,02

17. Kondisi Kerja: Kondisi lingkungan kerja

6 10,53 49 85,96 2 3,51 18. Rekan Kerja: Hubungan

dengan sesama rekan kerja

5 8,78 35 61,40 17 29,82 19. Pengakuan: Pujian yang

didapatkan atas pekerjaan yang dilakukan

4 7,01 31 54,39 22 38,60

20 Prestasi: Prestasi yang dicapai

dari pekerjaan

7 12,28 32 56,14 18 31,58

Dari tabel 4.4 diketahui bahwa angka tertinggi yaitu sebanyak 9 karyawan (15,79%) menyatakan tidak puas terhadap pernyataan mengenai kesempatan untuk maju pada pekerjaan (promosi), sedangkan angka tertinggi sebanyak 22

karyawan (38,60%) menyatakan sangat puas terhadap pernyataan pujian yang didapatkan atas pekerjaan yang dilakukan.

4.3.2 Kinerja Karyawan

Distribusi frekuensi berdasarkan kategori kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

No. Kategori Kinerja Frekuensi %

1. Jelek 8 14,0

2. Bagus 25 43,9

3. Sangat Bagus 24 42,1

Total 57 100

Berdasarkan tabel 4.4 diatas, dapat dilihat bahwa responden yang memiliki kinerja yang sangat bagus sebanyak 24 orang atau 42,11% dan yang memiliki kinerja bagus sebanyak 25 orang atau 43,86% . Tetapi, ada 8 orang atau 14,03% yang memiliki kinerja jelek.

4.3 Analisis Bivariat

Berdasarkan hasil yang didapatkan dari 57 karyawan, selanjutnya dilakukan analisis tabulasi silang antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan untuk melihat hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara.

Tabel 4.6 Tabulasi Silang Antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara

Berdasarkan tabel hasil pengukuran di atas, dapat dilihat bahwa karyawan yang merasa puas memiliki kinerja jelek sebanyak 2 orang atau 3,5%, bagus sebanyak 23 orang atau 40,3%, sangat bagus 24 orang atau 42,1%. Sedangkan karyawan yang merasa tidak puas memiliki kinerja jelek sebanyak 6 orang atau 10,6% dan bagus sebanyak 2 orang atau 3,5%.

Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawa di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.7 Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara Variabel B Std. Error Beta T R R Square Sig. (p) Kepuasan 0,188 0,034 0,600 5,562 0,600 0,360 0.000 Constant -3,436 2,028 - -1,694

Berdasarkan tabel 4.6 diatas yang merupakan hasil uji bivariat dengan regresi linear sederhana menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) yang artinya hipotesis yang menyatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempengaruhi kinerja

Kepuasan Kerja

Kinerja Karyawan Jumlah

Jelek Bagus Sangat Bagus

N % N % N % N % Puas Tidak Puas 2 6 3,5 10,6 23 2 40,3 3,5 24 0 42,1 0 49 8 85,9 14,1 Jumlah 8 14,1 25 43,8 24 42,1 57 100

karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, diterima kebenarannya. Diperkuat juga dengan nilai dari thitung > ttabel. Nilai

thitung berdasarkan tabel 4.6 adalah 5,562 dan nilai ttabel dengan tingkat kesalahan

5% yaitu 2,004.

Besarnya pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai R-Square sebesar 0,360 dan berpola positif, artinya kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dipengaruhi oleh kepuasan kerja sebesar 36% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.

BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Karakteristik Karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi

Regional I Sumatera Utara Tahun 2016

5.1.1 Umur

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa frekuensi umur karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara paling banyak berada pada kelompok umur 20 – 40 tahun yaitu 42 orang (73,7%) dan yang berada pada kelompok umur lebih dari 40 tahun adalah sebanyak 15 orang (26,3%). Hal ini berarti mayoritas karyawan yang bekerja di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara masih tergolong muda dimana diketahui semakin muda umur seseorang yang bekerja maka produktivitasnya semakin tinggi dan akan menghasilkan kinerja yang bagus.

Menurut Hasibuan (2013) usia karyawan mempengaruhi kepuasan kerja. Karyawan yang masih muda, tuntutan kepuasan kerjanya tinggi, sedangkan karyawan yang tua tuntutan kepuasan kerjanya relatif rendah. Menurut Siagian (2015), terdapat korelasi antara kepuasan kerja dengan usia seorang karyawan, artinya kecenderungan yang sering terlihat ialah bahwa semakin lanjut usia karyawan, tingkat kepuasan kerjanya pun biasanya semakin tinggi. Berbagai alasan yang sering dikemukakan menjelaskan fenomena ini, antara lain adalah : a. Bagi karyawan yang sudah lanjut usia, makin sulit memulai karir baru di

b. Sikap yang dewasa dan matang mengenai tujuan hidup, harapan, keinginan, dan cita-cita

c. Gaya hidup yang sudah mapan

d. Sumber penghasilan yang relatif terjamin

e. Adanya ikatan batin dan tali persahabatan antara yang bersangkutan dengan rekan-rekannya dalam organisasi.

5.1.2 Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa frekuensi jenis kelamin karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara paling banyak adalah pria sebanyak 39 orang (68,4%) sedangkan wanita sebanyak 18 orang (31,6%). Menurut Robbins dan Judge (2014) tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam kemampuan memecahkan masalah, ketrampilan analisis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar. Namun studi-studi psikologi telah menemukan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang, dan pria lebih agresif dan lebih besar kemungkinannya daripada wanita dalam memiliki pengharapan untuk sukses. Bukti yang konsisten juga menyatakan bahwa wanita mempunyai tingkat kemangkiran yang lebih tinggi daripada pria.

Dokumen terkait